Sponsors Link

12 Penyebab Konflik Sosial dalam Masyarakat dan Contohnya

Sponsors Link

Dalam kehidupan bermasyarakat tentu ada terjadi interaksi sosial antar kelompok atau individu di dalamnya. Dalam interaksi itu juga terdapat dinamika hubungan yang bisa menjadi harmonis ataupun berkonflik. Hubungan harmonis dalam masyarakat sudah pasti adalah suatu keadaan ideal yang diinginkan oleh manusia secara lahiriah. Namun dalam dinamika interaksi tadi tentu ada kemungkinan menjurus kepada konflik.

ads

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, konflik memiliki arti sebagai pertentangan, percekcokan, atau perselisihan. Sedangkan bila merujuk pada sudut pandang ilmu sosiologi, konflik adalah segala masalah sosial yang ditimbulkan dari pertentangan dalam kehidupan masyarakat atau bernegara. Hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan pendapat atau pandangan tertentu, akibat tidak adanya rasa toleransi dan perasaan saling mengerti terhadap kebutuhan individu dalam masyrakat tersebut.

Untuk lebih jelasnya, sosiolog Soerjono Soekanto menjabarkan penyebab konflik sosial dalam masyarakat menjadi beberapa hal.

  1. Perbedaan Antar perorangan atau individu

Manusia adalah makhluk yang unik dan istimewa. Karena tiap manusia memiliki perasaan, pendirian, dan pendapat yang berbeda-beda. Tidak ada kesamaan yang baku antara manusia satu dan manusia lainnya.

Perbedaan perbeadan ini salah satu pemicu terjadinya konflik sosial. Sebab dalam menjalani interaksi sosial di masyarakat, tidak mungkin seseorang selalu sejlan dengan orang atau kelompok lain. Bila perbedaan ini tidak segera ditengahi, maka akan menimbulkan konflik antar individu dan golongan

  1. Perbedaan Kebudayaan

Menurut Steward L. Tubbs dan Sylvia Moss dalam bukunya yang berjudul Human Communication: konteks-konteks komunikasi, budaya memiliki definisi  suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya tersebut mencakup dari beberapa unsur rumit seperti sistem agama, politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.

Dalam masyarakat yang heterogen, telah bercampur individu-individu yang memiliki perbedaan budaya di dalamnya. Tiap individu tersebut dibesarkan dalam kelompok bdaya yang berbeda-beda. Perbedaan budaya ini mempengaruhi pola pemikiran dan tingkah taku individu tersebut dalam masyarakat. Dalam kelompok masyarakat yang sama pun tidak menutup kemungkinan akan terjadi perbedaan budaya, karena kebudayaan lingkungan keluarga yang membesarkannya berbeda-beda.

Dibutuhkan sikap saling pengertian akan masing-masing budaya agar tidak jadi benturan kebudayaan. Karena bukan tidak mungkin diantara perbedaan budaya itu memiliki hal-hal yang saling bertentangan. Contoh pada kasus ini adalah perbedaan budaya saat menasehati anaknya pada kebudayaan batak dan Jawa.

Pada kebudayaan Jawa, saat anak di nasehati orang tuanya hendaknya sang anak menunduk, dan akan dianggap sangat tidak sopan jika menatap langsung ke mata orang tua yang menasehati. Sedangkan pada kebudayaan Batak, sang anak justru dianggap tidak sopan ketika tidak menatap mata langsung sewaktu dinasehati. Coba bayangkan jika seorang anak batak, yang sedang dinasehati oleh orang tua Jawa.

Jika tidak ada rasa saling mengerti dan memahami, tentu perbedaan kecil seperti akan cepat memicu konflik. Maka sebagai tindakan pencegahan berkonflik dalam masyarakat yang mempunyai budaya beragam, hendaknya memiliki wawasan tentang budaya lain, dan saling memahami agar keharmonisan tetap terjaga. 

Sponsors Link

  1. Bentrokan Kepentingan

Bentrokan kepentingan banyak terjadi terjadi di bidang ekonomi, politik, dan sebagainya. Hal ini dikarenakan tiap-tiap orang punya kebutuhan dan kepentingan yang berbeda-beda dalam melihat atau mengerjakan sesuatu. Begitu pula dengan suatu kelompok yang juga akan memiliki kebutuhan dan kepentingan yang berbeda kelompok lain.

Contoh pada kasus ini adalah pada kebijakan dalam mengirimkan pemenang Putri Indonesia untuk mengikuti kontes Miss Universe. Dalam hal ini pemerintah menganggap pengiriman tersebut sebagai kepentingan untuk mempromosikan kepariwisataan dan kebudayaan. Di sisi lain, kaum agamis menolak kepesertaan Putri Indonesia pada ajang Miss Universe karena tidak sesuai dengan norma ketimuran karena di dalamnya ada perysaratan yang mengharuskan untuk berfoto dengan swimsuit atau bikini.

Baca juga:

  1. Perubahan Sosial yang Terlalu Cepat di dalam Masyarakat

Perubahan sosial yang masif pada masyarakat akan menimbulkan bentrokan karena tidak semua orang siap dengan perubahan. Seseorang tentunya membutuhkan adaptasi terhadap perubahan, dan masa adaptasi tiap-tiap orang tentu berbeda. Dan bahkan ada pula orang yang tidak siap dengan perubahan, atau bahkan tidak menginginkannya. Perubahan sosial ini membuat keguncangan dalam proses sosial di masyarakat.

ads

Kenaikan harga BBM termasuk perubahan yang begitu cepat. Banyak masyarakat yang tidak siap dan kemudian menimbulkan aksi penolakan terhadap perubahan tersebut.

  1. Persaingan dalam masyarakat

Tiap individu atau kelompok berusaha mencari keuntungan melaui beberapa aspek kehidupan kehidupan yang pada suatu waktu tertentu menjadi perhatian masyarakat. Cara mendapat keuntungan itu adalah dengan menarik perhatian atau mempertajam prasangka yang ada tanpa menggunakan ancaman atau kekerasan.

Persaingan dapat dikelompokan menjadi dua macam, yaitu persaingan yang bersifat pribadi dan tidak pribadi atau kelompok. Persaingan pribadi dan kelompok menghasilkan beberapa bentuk persaingan, antara lain persaingan di bidang ekonomi, kebudayaan, kedudukan dan peranan, dan persaingan ras.

  1. Persaingan di Bidang Kebudayaan

Persaiangan ini bersifat perebutan wilayah oleh dua kebudayaan untuk mendapatkan pengaruh atas wilayah itu. Persaingan ini dapat terjadi seperti saat ada kebudayaan pendatang yang ingin kebudayaannya diterima bahkan digunakan oleh kebudayaan yang didatanginya. Namun tidak semua penduduk asli ingin menggunakan budaya baru itu karena bisa saja dianggap mengancam kebudayaan asli mereka.

Baca Juga

  1. Persaingan Kedudukan dan Peranan

Sebagian banyak orang menginginkan dirinya untuk diakui dan mempunyai kedudukan serta peranan terpandang. Karena banyak yang menginginkan untuk menjadi yang unggul, maka terjadilah persaingan.

  1. Persaingan Ras

Pada zaman ini masih terdapat individu atau kelompok yang menganggap rasnya lebih baik dan lebih unggul dari ras lainnya. Perilaku rasis ini cenderung meremehkan ras lain dan ini jelas menimbulkan konflik pada masyarakat

  1. Persaingan penggunaan sumber daya

Kebutuhan manusia modern saat ini semakin meningkat dan hampir tidak ada batasnya. Sedangkan sumber daya alam yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan manusia, sangat terbatas. Tiap hari manusia memerlukan bahan bakar untuk transportasi mereka, untuk energi listrik, batu-batuan dan kayu untuk tempat tinggal, dan sebagainya.

Sedangkan pembaharuan sumber daya alam tersebut membutuhkan waktu yang sangat lama, tidak sebanding permintaan masyarakat yang terus meningkat. Akibatnya para kelompok atau individu yang berkepentingan berlomba untuk dapat menguasai sumber daya yang menguntungkan. Pada proses penguasaan ini, tidak jarang menjadi konflik dalam masyarakat.

Baca Juga:

  1. Perbedaan tujuan dari unit-unit

Dalam sebuah masyarakat, lazim terdapat Organisasi Masyarakat yang berfungsi untuk meningkatkan pastisipasi dan pemberdayaan masyarakat untuk tercapainya tujuan NKRI yang berdasarkan Pancasila. 

Sponsors Link

Dalam sebuah organisasi atau kelompok masyarakat tersebut, dalam strukturnya terdapat unit-unit yang memiliki hak, tugas, dan tanggung jawabnya masing-masing. Tidak jarang, unit-unit memiliki tujuan dan kepentingan yang berbeda. Perbedaan tujuan ini memicu perpecahan dalam sturktur oraganisasi masyarakat ini, yang juga berpotensi merembet pada konflik masyarakat.

  1. Perbedaan nilai dan persepsi

Tiap-tiap individu memiliki penilai subjektif terhadap suatu hal. Terutama jika diperlakukan berbeda oleh seseorang, manusia akan memiliki persepsi engatif karena akan merasa diberlakukan tidak adil. Padahal keadilan bukan suatu hal yang mesti sama rata.

Contoh kecil dalam lingkungan keluarga adalah. Seorang kakak yang dududk di kelas VIII SMP diberi uang jajan sebesar 20.000 tiap harinya. Dan si adik yang berada di kelas III SD diberi uang jajan 5.000 tiap harinya. Si adik merasa dirinya diperlakukan tidak adil karena mendapat uang jajan yang lebih rendah dari kakak. Padahal sebenarnya kebutuhan kakak dan ini berbeda.

  1. Hambatan komunikasi

Segala perpedaan-perbadaan  diatas dapat diredam dengan komunikasi yang baik. Komunikasi yang baik dapat memberikan jalan tengah terhadap segala perbedaan itu dan dapat saling mengerti seperti apa kebenaran yang hakiki. Bila komunikasi antar pihak yang berselisih tidak baik, maka tidak akan ada jalan tengah bagi masalah itu. Bukan tak mungkin konflik akan terjadi.

,
Post Date: Tuesday 10th, October 2017 / 05:18 Oleh :
Kategori : SARA