Sponsors Link

3 Penyebab Perang Vietnam dan Amerika Paling Benar

Sponsors Link

Kita semua pasti pernah menonton film perang, terutama yang dibuat oleh Amerika. Jalan ceritanya mungkin hanya Amerika melawan musuh bebuyutannya, kalau tidak Jerman bisa Vietnam. Peperangan melawan kedua negara tadi memang cukup sengit, terutama melawan taktik Jerman yang cerdas serta Vietnam yang mengandalkan elemen alam untuk menghancurkan musuh secara lebih efektif. Tak lepas dari berakhirnya perang tersebut, ada julukan unik yang diberikan untuk Amerika. Bukan julukan, sindiran lebih tepatnya. Ungkapan “ See you on Vietnam” biasa digunakan untuk meledek bangsa Amerika yang kalah berargumen. Walaupun hanya candaan, tapi ini cukup menarik untuk kita telusuri bersama.

ads

Baca juga :

Ungkapan tersebut pasti berarti sesuatu. Suatu hal itu adalah kekalahan Amerika di medan perang melawan Vietnam Utara. Walau tampaknya mustahil, jutaan orang kalah hanya dengan beberapa ratus ribu orang saja, namun itu semua terjadi. Berawal dari rasa percaya diri karena menang jumlah, beberapa waktu kemudian rasa bangga itu berubah jadi petaka karena kurang kehati-hatian. Medan yang dilalui sangat diluar dugaan mereka. Medan yang mereka lewati sangatlah ekstrim, tak hanya pihak Utara, namun hewan-hewan buas juga menjadi lawan mereka. Bisa dipastikan mereka kalah dengan kekuatan hewan-hewan liar tersebut. Kurangnya pasukan kubu  Selatan karena tewas dimangsa dimanfaatkan pihak Utara untuk memenangkan peperangan. Amerika menelan pil pait kekalahan pada akhirnya.

Namun hal yang penting untuk ditelusuri di sini adalah penyebabnya, penyebab dari awal perang Amerika melawan pihak Vietnam yang mana di sini adalah pihak Utara. Perlu diketahui langkah Amerika untuk terjun bukanlah hal yang dilakukan tanpa berpikir. Apalagi hal ini menyangkut keikutsertaan Amerika kedalam SEATO, yang mana ikut membela melawan komunis. Dari paragraf tadi kita bisa simpulkan beberapa penyebab perang vietnam dan amerika ini sebagai berikut :

1. Membantu Vietnam yang Dijajah Perancis

Seperti yang kami katakan di atas, langkah Amerika untuk membantu negara lain merupakan tindakan yang bijak. Terlebih lagi negara Vietnam ini tergolong jauh dari benua Amerika. Amerika pun rela mengirim bala bantuan ke Vietnam yang saat itu masih mendapat pengaruh besar dari Perancis. Karena padasaat itu pihak Perancis menolak permintaan Vietnam untuk merdeka sebagai negara nasionalis. Hal itulah yang menimbulkan kekhawatiran terutama pada pihak Amerika karena enggan Vietnam Utara yang mana beragama komunis malah bisa menjadi semakin berkembang, yang mana sesuai dengan Perancis.

Untuk itulah, pihak Amerika menurunkan bala bantuan yang mana untuk mencegah para komunis tadi untuk semakin menyebarluaskan ideologinya, dan juga memekarkan wilayahnya hingga menutupi seluruh negara Vietnam. Berawal dari kekhawatiran tadi, menimbulkan aksi nyata dari Amerika untuk menurunkan kekuatan militer dan politiknya untuk mencegah hal tersebut terjadi. Berdasarkan oleh perbedaan pandangan mengenai suatu ideologi, Amerika tidak segan untuk membantu menumpas musuh bebuyutannya yaitu kaum komunis. Meskipun, mereka pada akhirnya kalah dengan Vietnam Utara yang mana dalam kenyataannya kalah dalam jumlah, tekonlogi, dan persenjataan.

Baca juga :

Sponsors Link

2. Geramnya Vietnam Utara Karena Campur Tangan Amerika

Pada awalnya konflik antara kedua belah pihak di Vietnam ini hanyalah sebatas perang saudara saja. Vietnam Utara melawan Vietnam Selatan. Namun hal tersebut malah semakin menjadi-jadi karena “dipanggilnya” kekuatan-kekuatan tambahan yang berasal dari negara-negara adikuasa seperti Amerika dan Rusia. Hanya berawal dari rasa iri, perang kecil tad berubah menjadi peperangan besar yang amat mengerikan. Pada awalnya, pihak Vietnam Selatan meminta bantuan ke Amerika untuk melakukan aksi dukungan terhadapnya. Dengan persenjataan yang lengkap, Amerika berangkat ke Vietnam tanpa rasa ragu. Hal itulah yang menyulut emosi Vietnam Utara yang tidak mengira hal ini akan berubah menjadi seperti ini. Pihak Vietnam Utara tidak menyangka sama sekali kehadiran Amerika di tengah peperangan tersebut.

Khawatir akan kekalahannya, Vietnam Utara memanggil negara-negara komunis seperti Rusia. Negara adikuasa menurunkan bala bantuan untuk nejaga dan memperketat pertahanan serat melakukan aksi invasi terhadap wilayah Vietnam Selatan. Pada akhirnya, perang Vietnam tersebut tidak hanya diwakili oleh Vietnam saja, namun juga beberapa negara besar lainnya. Negara adikuasa seperti Amerika dan Rusia ikut campur tangan atas nama ideologi. Dengan berdasar ideologi yang sama, mereka rela bertempur untuk melawan “teman”nya.

ads

Amerika selaku sekutu dari Vietnam Selatan otomatis menjadi musuh Vietnam Utara. Dengan hal itu pula, mereka membantai pasukan Amerika tanpa ampun hingga akhirnya berhasil mencapai kemenangan.

Baca juga :

3. Ideologi yang Berbeda

Seperti yang dijabarkan oleh beberapa kalimat pada paragraf-paragraf di atas, perang ini tidaklah jauh dari yang namanya ideologi. Vietnam Utara yang menganut komunis, dan Vietnam Selatan yang memiliki ideologi yang sama dengan Amerika. Dari awal pihak Amerika sudah tidak suka dengan Vietnam Utara karena ideologi mereka yang dianggap tidak sesuai dengan mereka. Dalam hal ini Amerika teramat benci pada komunis, atas dasar apapun Amerika tidak akan merubah keyakinannya. Oleh sebab itu Amerika lebih tertarik untuk bergabung dengan kubu selatan yang mana memiliki ideologi yang bukan komunis, apalagi idologi pihak selatan yang hampir sama dengan mereka.

Dengan dasar saudara se-kepercayaan, Amerika bersedia untuk membantu pihak Selatan untuk melakukan perlawanan terhadap komunisme yang berada di pihak Utara. Tujuan mereka memang baik, namun sayangnya tidak dibekali dengan adanya taktik, pemikiran, dan emosi yang pas. Langkah membantu tadi akhirnya bisa gagal karena kekeliruan dalam menilai pihak Vietnam Utara yang dinilai lemah dan kalah jumlah.

Pada akhirnya, negara Veitnam akhirnya berdiri menjadi negara komunis berdasarkan kemenangan pihak Vietnam Utara atas Vietnam Selatan termasuk di dalamnya Amerika.

Itulah dia beberapa alasan yang terkait dengan penyebab terjadinya perlawanan Amerika dengan Vietnam, pihak Vietnam Utara lebih tepatnya. Pada konflik tersebut kita bisa banyak belajar berbagai hal, termasuk di dalamnya rasa menghormati dan saling percaya antar saudara. Ideologi berbeda bukanlah dasar untuk membuat suatu pertikaian dan permusuhan. Ideologi yang berbeda akan berbuah menjadi keindahan bilamana kedua pihak bila saling menghormati dan memaklumi satu sama lain dalam ikatan hidup bermasyarakat, apalagi dalam masyarakat yang heterogen.

Simak Artikel Hukamnas.com lainnya:

, ,
Post Date: Monday 25th, September 2017 / 06:24 Oleh :
Kategori : SARA