11 Penyebab Perang Suriah Aleppo

Pernahkah anda melihat betapa parahnya perang di Suriah. Seperti yang anda lihat di televisi, perang ini seperti perang tiada akhir. Habis satu jiwa manusia, satu lagi akan diambil kembali. Ibu menangis kehilangan anaknya, bapak menangis kehilangan keluarganya. Segala bangunan luluh lanta. Teriakan-teriakan, tangisan-tangisan manusia sudah seperti hal yang umum dijumpai.

Lalu, pernahkah anda bertanya-tanya, kira-kira bagaimana semua ini bisa terjadi? Bagaimana Perang di Suriah tidak berhenti. Kami bantu anda mencari jawabannya dengan menyajikan 11 Penyebab Perang Suriah. Mari kita ulas bersama

Baca juga: Angkatan Laut Terkuat Di Dunia

1. Aksi non Pemerintah

Masyarakat yang kurang puas dengan aksi pemerintah yang terkesan berleha-leha di atas kesusahan rakyat membuat mereka melakukan protes. Unjuk rasa seringkali dilakukan untuk menyadarkannya, tapi selalu saja tidak berhasil. Malahan presiden berusaha menghalang-halangi mereka dengan pasukan kemiliteran untuk mengusir mereka jauh-jauh. Hal ini bukan malah menyembuhkan, malah menimbulkan kedengkian di hati rakyat yang sangat kecewa dengan tingkah laku presidennya.

2. Muncul Perang Saudara

Walaupun kebanyakan masyarakat tidak setuju dengan presiden, namun ada saja sebagian dari mereka yang loyal ke presidennya. Hal itu lah yang menyebabkan perbedaan antar kedua pihak. Sayangnya, mereka menyelesaikan perbedaan itu dengan melakukan perang saudara. Dari situlah muncul korban-korban yang jatuh hanya karena perbedaan pendapat tadi. Sayang sekali, seandainya mereka bisa duduk bersama membicarakan dengan kepala yang dingin, mungkin perang saudara tidak akan terjadi.

Baca juga: Negara Dengan Militer Terkuat di Dunia

3. Rezim Presiden Bashar Al Assad yang Brutal

Begitupula presiden, ia melakukan penyelesaian masalah dengan menggunakan tangan besinya. Mengerahkan berbagai pasukan kemiliteran untuk mengakhiri konfik. Hal itu tentunya tidak merubah apapun, malah menambah luka. Apalagi dengan kebrutalannya, masyarakat semakin membenci apa yang dilakukan presiden itu. Bila seandainya presiden tidak bertingkah seperti itu, mungkin ia sudah mendapat tempat di hati rakyatnya, bukan malah terjadi seperti ini.

4. Muncul Kelompok-kelompok Pemberontak

Perpecahan akibat perang saudara itulah yang akhirnya membuat kelompok-kelompok pemberontak lahir. Sebut saja ISIS sebagai salah satunya, belum lagi masih banyak yang lainnya. Mereka saling berperang, saling mengutarakan pendapat lewat tembakan senapan. Bisa dibayangkan, bagaimana jadinya Suriah. Suriah yang terluka malah menjadi semakin hancur. Terlebih lagi, kelompok-kelompok itu seringkali mempunyai pendapat yang berbeda, yang malah menimbulkan konflik bagi kelompok pemberontak lainnya. Akibatnya, lahirlah konflik selain pemberontak – pemerintah, namun juga konflik antar kelompok pemberontak.

[AdSense-B]

5. Perebutan Aleppo

Banyak kelompok pemberontak menarget Aleppo, kenapa? Karena Aleppo sudah seperti titik pusat Suriah. Siapa yang merebut Aleppo, dia lah yang berkuasa, setidaknya itu pikiran mereka. Oleh karena itu, serangan di Aleppo seringkali di gencarkan, dan tentunya warga-warga sipil yang terluka. Serangan Aleppo masih sering dilakukan, dan amat sengit sekali. Belum lagi dengan penggunaan senjata kimia, atau senjata biologis lainnya. Dengan hancurnya Aleppo, maka korban yang berjatuhan sudah tidak terhitung lagi banyaknya.

Baca juga: Pasukan Intel Terhebat Di Dunia

6. Pemerintah yang Susah Payah Merebut Aleppo

Tentunya pemerintah tidak hanya bisa diam melihat Aleppo direbut oleh pemberontak. Presiden akhirnya mengerahkan berbagi pasukan yang dimilikinya, dan berusaha menghancurkan siapa saja yang akan merebutnya. Dan lagi-lagi, warga sipil yang jadi korban. Warga mati dengan rasa bingung siapa sebenarnya yang menyerang mereka. Peperangan tiada akhir ini menimbulkan banyak korban yang meningkat tiap harinya. Anda mungkin sudah melihat korban yang jatuh di media sosial, mengerikan bukan?

[AdSense-A]

7. Banyak Negara Maju Berdiam Diri

Mungkin anda sudah memikirkan hal ini di kepala anda ya, kenapa negara-negara besar hanya diam saja melihat ini semua? Memang sungguh disayangkan, tidak ada bantuan nyata dari negara-negara maju. Walau dengan ada alasan mereka tidak ingin ikut campur dalam masalah negara, tapi apakah alasan itu alasan yang valid? Hanya satu hal mungkin yang harus anda pikirkan. Jangan-jangan ada negara yang memang ingin semua terjadi. Ada negara yang tertawa melihat ini semua. Ada negara yang memang ingin segala ini terjadi, tapi siapa?

8. Ada Rencana Memecah Belah Suriah Untuk Menggulingkan Rezim

Dengan diamnya beberapa negara maju, mungkin anda pernah menduga. Jangan-jangan memang ada negara yang ingin semua ini terjadi, ada negara yang ingin melihat Suriah terbelah. Dengan terbelahnya Suriah, maka presiden dianggap tidak becus menjaga negaranya, dan akan digulingkan dan diganti begitu saja. Entah dengan maksud politik, ekonomi, atau hal lainnya yang pasti, rencana mereka sepertinya sudah nampak akan berhasil. Kita lihat sekarang, Suriah makin lama makin hancur, apalagi dengan jatuhnya Aleppo. Tidak lama lagi pastinya, Presiden akan turun tahta, dikarenakan terpecahnya Aleppo tadi. Tapi dengan gulingnya rezim, apakah semua ini akan berakhir? Apakah perang di suriah benar-benar berakhir hanya karena rezim presiden yang terguling? Kita lihat saja bersama.

9. Bencana Kekeringan yang Panjang

Ada pada suatu situs di internet menerangkan bahwa, awal mula segala sesuatu ini terjadi adalah karena bencana alam. Bagaimana bisa? Jadi, beberapa waktu yang lalu Suriah mengalami kekeringan yang panjang. Kekeringan itu menimbulkan kerugian yang tidak sedikit, karena hampir 90% ternak di sana mati kehausan. Tumbuhan juga banyak yang susah tumbuh karena terus mengering walau sudah disiram. Air sudah seperti barang langka, yang hanya bisa ditemukan di kota-kota besar, itupun lewat pembagian air. Tapi walaupun sudah ada pembagian, ada saja pihak yang curang sehingga pembagian air menjadi tidak merata. Rakyatpun jadi rugi besar karena bencana ini.

Baca juga: Negara Negara dengan Militer Terlemah

10. Presiden Tidak Menggubris Masalah Rakyat

Tidak ada pilihan lain selain melapor dan meminta bantuan pada presiden.Namun, presiden tidak memberikan respon apapun, malah mengusir mereka yang berdemo. Hal ini tentunya membuat rakyat semakin tidak percaya pada presidennya sendiri, dan diam-diam menyimpan dendam. Jadi mereka sakit hati karena ulah presidennya sendiri. Sebuah ironi bukan, presiden yang mereka butuhkan malah membuat mereka sakit.

11. Aksi Protes Pemuda

Dengan dendam di hati, para pemuda menumpahkan kekecewaannya dengan grafiti yang berisi pesa pedas untuk presiden. Tentunya presiden tidak suka, dan menghukum mereka yang melakukan penghinaan terhadapnya. Mereka dihukum dengan cara yang sadis. Kulit mereka dibakar, dan kuku dicabut dari jari. Hal itu tentunya sangat menyakitkan, dan seharusnya tidak dijalankan untuk menghukum anak-anak muda yang belia itu. Dari hukuman itulah, rakyat juga semakin sakit dan timbullah sebab-sebab lainnya yang membuat Suriah semakin hancur.

Baca Juga : Militer yang Paling Ditakuti di Asia Tenggara

Baiklah, bagaimana menurut anda? Apakah perang seperti ini harus terjadi? Mari kita memberikan bantuan kepada mereka, dengan menyumbang sebagian untuk mereka yang kesusahan. Selain itu kita juga harus berdoa untuk saudara kita, agar perang ini segera berakhir dan mereka tidak menderita lagi.