Sponsors Link

7 Penyebab konflik Qatar dan Arab

Sponsors Link

Qatar merupakan sebuah negara kecil di Jazirah Arab yang berbatasan darat langsung dengan Arab Saudi. Terletak di semenanjung Arab, dan berada di Teluk Persia, negara ini hanya memiliki luas sebesar 11.500 kilometer persegi dengan jumlah penduduk hanya sebanyak 2,5 juta jiwa.

ads

Negara kecil yang beribukotakan Doha  ini sedang mengalami konflik diplomatik dengan negara-negara pro Arab Saudi. Qatar yang dikenal sebagai negara yang memiliki potensi besar ini putus hubungan diplomatik dengan tujuh negara tetangganya di Timur Tengah, yaitu Arab Saudi, Mesir, Bahrain, Libia, Emirat Arab, Yaman, Maladewa Mauritius, dan Mauritania.

Semula pemutusan hubungan diplomatik hanya dilakukan oleh Arab Saudi dan di ikuti oleh tiga negara pendukungnya yaitu Uni Emirat Arab, Mesir, dan Bahrain lalu dikuti oleh Yaman, Libya, Maladewa, Mauritius, dan Mauritania. Hanya dua negara saja yaitu Iran dan Turki yang berpihak pada Qatar.

Bahkan di UEA, Diplomat Qatar hanya diberi waktu 48 jam untuk minggalkan UEA. Qatar tidak mau kalah dengan mengumumkan bahwa seluruh warga Qatar yang berada di Negara sekutu Arab Saudi untuk pulang ke negaranya. Jika mereka tidak dapat langsung terbang ke Doha, mereka harus terbang dulu ke Oman. Karena hanya Omanlah yang masih membuka jalur penerbangan ke Doha.

Inilah 7 penyebab sebenarnya konflik Qatar:

1.Qatar mendukung Iran

Sudah bukan rahasia umum lagi jika Arab Saudi dan Iran merupakan musuh bebuyutan yang sangat mustahil akan menjadi negara tetangga yang akur dan bersahabat. Iran tetap dekat dengan Qatar meskipun berbeda aliran, Qatar yang merupakan suni dan Iran yang merupakan Syiah. Ini menunjukkna bahwa pokok permasalahan antara Iran dan Arab Saudi bukanlah masalah Suni-Syiah. Qatar yang dituding oleh Arab Saudi mendukung agenda agenda Iran.

Dengan di isolasikannya Qatar, Iran membantu Qatar dengan menyokong kebutuhan pangan.  Dengan mengirimkan sekitar 100 ton buah dan sayuran segar. Bukan hanya itu, Iran juga mengirimkan setidaknya sekitar 66 ton daging. Dan berencana akan mengirimkan 90 ton daging.

Sebelum embargo pemutusan hubungan, Qatar memang mengimpor bahan pangan dari negara ngera teluk lain untuk memenuhi kebutuhan pangan Qatar. Karena sebagian besar wilayah Qatar merupakan gurun pasir.

2.Qatar dituding mendukung ektremisme dan terorisme

Setelah tudingan mendukung terorisme, negara negara pro Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik dan mengusir diplomat Qatar untuk keluar dari negaranya. Doha telah dituding mendanai kegiatan kegiatan terorisme. Qatar dituding telah merangkul kelompok terorisme yaitu Kelompok Hamas, Ikhwanul Muslimin, Daesh (ISIS) dan Al-Qaida dengan dana hasil sumber daya alam yang dimiliki oleh Qatar. Dengan tudingan itu pula maka negara negara musuh Qatar mengatakan Doha menganut islam garis keras.

Namun Qatar membantah keras tudingan tudingan tersebut, Qatar menyatakan bahwa negaranya anti-terorisme. Dan usahanya melawan terorisme lebih kuat dari negara-negara tetangganya. Namun dengan terang terangan Qatar telah mendukung aliansi Hamas yang memporak porandakan kawasan Timur Tengah.

Baca juga:

3.Pidato Emir

Pidato Emir yang menyatakan tentang dukungannya terhadap Hamas dan Ikhwanul Muslimin menambah kisruh pergelakan Qatar. Dalam pidatonya Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani dengan terang – terangan menyatakan dukungannya kepada dua kelompok itu yang akhirnya menimbulkan kesimpulan bahwa Qatar mendukung aliansi – aliansi terorisme termasuk ISIS dan Al-Qaeda.

Sponsors Link

4.Berita palsu di media

Ketegangan dan geramnya bebrapa negara di Timur Tengah pada Qatar bermula saat adanya berita dari kantor berita Qatar, Qatar News Agency. Dikarenakan dalam tulisan itu menyebutkan bahwa Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani, berpidato yang isinya menyatakan bahwa Iran memiliki “kekuatan besar” . Secara tidak langsung pidato Emir menyatakan dukungannya pada Iran. Namun, Qatar membantah. Dengan pembelaan bahwa Qatar News Agency telah diretas dengan membawa nama Emir. Bantahan ini tidak dihiraukan oleh negara Timur Tengah yang lain karena telah menimbulkan ketegangan politik. Qatar menyebutkan bahwa negara yang menjadi sekutu Arab Saudilah yang mencoba meretas Qatar News Agency dengan menuliskan berita palsu agar terlihat seolah olah Qatar memang bersalah. Padahal yang tertulis hanya penggalan dari pidato Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani di pangkalan Militer.

Baca juga:

5.Qatar memiliki Ekonomi Politik yang Berbeda

Alasan lain yang membuat Qatar terisolasi di Timur Tengah yaitu sistem ekonomi politik Qatar yang tidak sejalan dengan Arab Saudi. Hal ini menjadikan Qatar sebagai ancaman stabilitas regional. Ditambah dengan Qatar yang semakin memperlebar sayap perekonomiannya. Stabilitas ekonomi Qatar semakin memuncak positif, termasuk dengan perhelatan Piala Dunia 2022, Qatar menjadi tuan rumah di acara paling bergengsi sedunia. Bukan hanya itu Qatar juga memiliki Qatar Airways  dan telah berhasil mengembangkan stasiun Al-jazeera. Sebenarnya jika ditinjau lebih jauh konflik antara Qatar dan Saudi, kita mendapatkan hal-hal yang nampak jelas bahwa ini juga berhubungan dengan melesatnya perekonomian Qatar. Karena konflik konflik yang muncul di daerah Timur Tengah berdasar pada kekayaan atau ekonomi yang dimiliki. Alasan yang lain hanyalah alasan semu untuk menyembunyikan titik api yang sebenarnya.

ads

6.Kunjungan Donald Trump

Salah satu Penyebab konflik Qatar yaitu adanya kunjungan dari presiden Amerika Serikat yaitu Donald Trump. Suasana makin diperkeruh setelah kedatangan Donald Trump ke Riyadh, kepulangan presiden Amerika Serikat inilah yang membuat konflik di Timur Tengah yang melibatkan Qatar kian memanas. Qatar dituding menolak atau keluar dari kesepakatan yang telah ditentukan dengan Amerika Serikat. Negara negara itupun mulai geram dengan Qatar. Politikus politikus AS mengancam akan memindahan pangkalan militer mereka dari Qatar ke Yordania. Ditambah dengan tudingan Washington akan undang undangan anti terorisme yang masih lemah di kawasan Timur Tengah dengan menyudutkan Qatar.

Baca juga:

7.Konflik Palestina

Qatar dengan jelas memberi dukungan pada Hamas. Hamas dinyatakan sebagai kelompok teroris oleh Israel setelah dituduh memporak porandakan kawasan palestina, Hamas yang sebenarnya mendapat kekuasan di Gaza. Hanya Qatar yang masih bertahan untuk membela hamas. Dengan melindungi hamas di Doha. Hal ini makin membuat negara  negara yang berseteru dengan Qatar menyatakan bahwa Qatar memang sangat medukung dan mendanai kelompok – kelompok terorisme termasuk Hamas.

 

, , ,
Post Date: Thursday 10th, August 2017 / 06:20 Oleh :
Kategori : Politik