Sponsors Link

4 Ciri ciri Agresi Militer pada Suatu Negara

Sponsors Link

Seperti yang kita tau, tidak ada satu negara pun yang aman dalam bahaya. Bahaya dalam internal mengenai hubungannya sendiri dengan rakyatnya, atau bahaya eksternal yang mengancam kedaulatan negara dari segi kemiliteran atau politik. Untuk menanggulangi masalah yang pertama, dilakukan berbagai pendekatan ke masyarakat dengan tujuan untuk lebih dekat dan membangun sebuah hubungan yang lebih harmonis. Berbagai upaya tentunya dilakukan untuk mencapai tujuan itu. Nah, untuk masalah yang kedua, pemerintah melakukan hal yang sedikit lebih rumit. Pemerintah bertanggung jawab penuh atas apa yang akan terjadi di negaranya. Oleh karena itu, mereka berpikir keras untuk bagaimana cara agar negara tetap aman dari gangguan yang berasal dari luar.

ads

Baca juga :

Untuk itulah,kemiliteran dibentuk. Karena tidak setiap orang bisa melindungi diri mereka sendiri, maka diperlukanlah pihak-pihak yang bersedia untuk melindungi mereka dari berbagai ancaman. Di sinilah peran tentara amat berarti, sebagai perisai pelndung masyarakat dari ancaman siapa saja yang akan menyerang negara. Mereka melindungi negara dari berbagai ancaman militer, yang mana salah satunya adalah agresi. Agresi adalah “angkat senjata” yang dilakukan oleh nagar lain terhadap negara tertentu. Ada berbagai tanda, apakah kita dapat menilai suatu tindakan termasuk dalam agesi atau tidak. Itulah yang akan kita bahas kali ini, yaitu ciri ciri agresi Militer :

1. Invasi Bersenjata yang Dilakukan Oleh Negara Lain

Salah satu hal yang paling jelas dilihat adalah invasi besar-besaran yang dilakukan oleh suatu negara ke negara lainnya. Biasanya konflik seperti ini tidak muncul begitu saja, diawali dengan konflik-konflik kecil yang pada dasarnya tidak terlihat. Lalu dari perpecahan tersebut, timbullah rasa untuk saling menghancurkan, yang mana pada tahap ini serangan dilakukan tidak melalui politik, namun sudah mencapai tahap penggunaan armada militer. Pengembangan teknologi militer yang sudah mereka kembangkan dalam kurun waktu beberapa tahun lamanya kahirnya digunakan. Di sini berbagai teknologi mulai “dipamerkan”, mulai dari serangan rudal automatic sampai dengan teknologi nuklir yang terbaru.

Awal mula dari invasi bersenjata ini bisa kita lihat pada konflik Palestina, yang pada awalnya perang tersebut hanya disebabkan oleh opini saja. Israel beranggapan bahwa tanah Palestina adalah tanah yang dijanjikan oleh mereka, jadi mereka berhak merebutnya. Palestina memiliki pendapat lain tentang itu. Dari situlah konflik yang berawal hanya dari opini, berkembang menjadi politik yang mana membicarakan hal ini lebih serius lagi. Namun, jalan politik tidak menemui titik terang yang pada akhirnya menyebabkan Israel melakukan invasi pertamanya. Dari situlah konflik berkembang hingga sampai sekarang, yang bisa kita lihat di televisi. Itulah invasi bersenjata. Tahap pertama inilah yang tentunya bisa kita saksikan secara nyata, dan sebagai awal agresi berkembang.

Baca juga :

2. Serangan Angkatan Udara yang Dilakukan Negara Lain (Bombardir)

Salah satu wujud invasi adalah serangan yang dilakukan melalui udara. Biasanya, bombardement dilakukan pada saat invasi sudah jatuh pada tahap yang utama, atau pada tingkat yang tertingginya. Serangan udara dilakukan agar penginvasian mencapai titik sukses secepat dan se efisien mungkin. Tentunya bila serangan udara dilakukan, maka kehancuran musuh akan cepat dicapai. Bukankah itu yang ingin dicapai oleh phak yang bermusuhan? Segera menghancurkan lawan sebelum jatuh lebih banyak korban jiwa.

Salah satu cara untuk meminimalisir korban jiwa dari tentara adalah dengan melakukan serangan udara, yang mana dengan satu serangan saja sudah menimbulkan kehancuran dalam skala dan radius yang cukup besar. Apalagi dengan digunakannya teknologi penambah seperti nuklir, maka kehancuran suatu negara bisa dipastikan dalam waktu yang teramat singkat.

Sponsors Link

3. Blokade Pada Area Tertentu

Hal yang ketiga adalah kegiatan blokade pada area-area seperti pelabuhan, pantai, dan sekotr lainnya. Hal ini menimbulkan kerugian, terutama dalam bidang ekonomi karena kapal-kapal pengiriman barang tersendat proses pengirimannya sehingga mengakibatkan profit yang terhambat. Selain wilayah perairan, blokade juga dilakukan di sektor udara. Bandara-bandara ditutup untk sementara. Akibatnya, jadwal menjadi berantakan dan juga para turis tidak bisa pulang kembali ke negaranya untuk sementara waktu. Hal ini menimbulka kerugian material baik bagi bandara ataupun penumpang.

ads

Tujuan adanya blokade ini adalah untuk mencegah mata-mata, atau kendaraan-kendaraan yang disusupkan ke negara tersebut dengan dalih sebagai awal invasi. Ditkutkan, kendaraan-kendaraan tersebut membawa barang seperti persenjataan dan bom guna untuk menghancurkan negara dari dalam. Untuk mencegah hal ini terjadi, salah satu carany adalah melakukan blokade untuk sementra waktu. Namun selain alasan tersebut, alasan lain yang dapat ditemukan dalam kasus blokade ini adalah untuk menggagalkan proses rantai eknomi di suatu negara. Apalagi negara tetanggayang tergantung ekonominya pada negara lain. Dilakukanlah tindakan blokade untuk mencegah adanya arus ekonomi, atau bahkan menghentikan rantai ekonomi di suatu negara dengan cara tidak lagi bekerja sama secara ekonomi yang sehat.

Dengan penghancuran sektor ekonomi, kehancuran akan merambat ke berbagai aliran di negara. Yang paling utama adalah politik yang dipastikan hancur setelah jatuhnya perekonomian.

Baca juga :

4. Adanya Tindakan Pengiriman Kelompok Yang Ditugaskan Sebagai Mata-mata

Tindakan terakhir yang akan kita bahas adalah adanya kegiatan mengirim suatu kelompok bersenjata yang disusupkan ke negara lain. Tindakan ini termasuk tindakan yang ilegasl, namun banyak sekali prakteknya di lapangan. Karena enggan terkesan secara langsung terlibat dengan agresi, Pemerintah mengirimkan beberapa agen untuk melakukan kegiatan spionase, atau mensabotase perangkat pemerintahan yang bisa dibilang vital.

Perilaku kekerasan yang dilakukan oleh kelompok tersebut tidak dijamin oleh Pemerintah. Mereka bertindak hanya untuk menyelesaikan satu misi, setelah itu Pemerintah tidak memiliki andil apapun atas apa yang akan dilakukan kelompok tersebut. Keputusan yang cukup aman ini membuat suatu pemerintahan di suatu negara yakin untuk menggunakan cara ini untuk merugikan negara lain. Licik memang, tapi dalam suatu agresi segala sumber daya harus digunakan secara efektif, termasuk sumber daya manusia. Itulah yang ada dipikiran mereka, yang menggunakan cara ini untuk melakukan tindakan agresi.

Itulah saudara 4 tanda atau ciri terjadinya agresi militer. Semoga pengetahuan anda bisa semakin bertambah, dan pemikiran anda bisa semakin luas. Perang tidak harus terjadi bila kedua pihak bisa saling kompromi. Sekian.

Simak Artikel Hukamnas.com lainnya:

, , ,
Post Date: Monday 25th, September 2017 / 06:18 Oleh :
Kategori : Militer