3 Penyebab Konflik Antar Etnis di Indonesia dan Dunia

Seperti yang kita amati tiap hari di televisi, kerusuhan kerap terjadi di masyarakat luas di dunia. Adapaun berbagai sebab yang mendasarinya. Ekonomi, Politik, Perbedaan menjadi hal yang lumrah untuk dijadikan pondasi membentuk sebuah kerusuhan yang merugikan masyarakat luas yang bahkan tidak tahu menahu mengenai konflik tersebut. Seringkali, saudara yang tinggal dalam satu rumpun, yang hidup dalam satu daerah melakukan “perlawanan” terhadap saudaranya sendiri hanya karena sedikit perbedaan yang memisahkan mereka.

Konflik saudara inilah yang mempunyai kemiripan yang cukup signifikan dengan konflik Etnis. Tentunya, etnis-etnis yang berseteru seringkali tinggal dalam wilayah yang cukup dekat satu sama lain. Bahkan hanya berjarak sekitar satu atau dua desa saja. Namun karena kesalah pahaman yang ada, maka permusuhan antara mereka tidak bisa dicegah. Salah paham bisa jadi sebab yang mematikan bila dari awal sudah disalah artikan. Salah paham bisa dibetukan dengan mediasi dan pembicaraan lebih lanjut untuk membahas suatu masalah yang ada. Namun sayangnya, masih banyak masyarakat yang “gengsi” untuk memulai suatu aksi perdamaian. Padahal, aksi perdamaian tersebut sangat diperlukan untuk mencegah konflik di masa yang akan datang.

Baca juga :

Walaupun begitu, konflik antar Etnis tidak serta merta dikarenakan oleh kesalah pahaman, namun juga ada banyak sekali faktor pendukung di belakangnya. Mari kita ulas bersama mulai dari yang pertama:

1. Pelanggaran Norma

Norma adalah suatu pilar yang penting untuk hidup bermasyarakat. Untuk hidup dengan damai dan teratur, kehadiran norma di kehidupan sangatlah penting untuk mencegah terjadinya hal-hal yang kurang menyenangkan pada masyarakat. Dengan beragamnya masyarakat di Indonesia ini, tentunya banyak sekali juga norma yang bermacam-macam, yang sesuai dengan keyakinan etnis tersebut. Nah, itulah kenapa konflik bisa pecah karena pelanggaran norma.

Pelanggaran norma oleh Etnis lain bisa memicu adanya kemarahan dalam hati masyarakat, terlebih lagi norma tersebut sudah kita junjung sejak lama. Entah itu memang sengaja atau tidak, terkadang dari awal pelanggaran norma tersebut bisa menimbulkan kesalah pahaman. Suatu Etnis bisa saja tidak mengetahui sama sekali suatu norma yang mana dianut oleh etnis yang ada di dekat mereka. Saat mereka tidak sengaja melanggarnya, timbullah reaksi kebencian dari etnis lain. Ketidak tahuan akan norma tadi akhirnya yang menjadi sumber masalah kenapa konflik antar Etnis bisa disebabkan karena norma. Karena kurangnya rasa empati dan rasa untuk menghormati norma yang berada pada etnis lain, yang barangkali sudah tinggal di daerah tersebut sejak lama.

Kunjungi juga :

[AdSense-B]

2. Politik

Kita tentunya punya suatu idola. Kita akan melakukan hal apapun untuk membela idola kita, bukan? Karena menurut kita dialah yang pantas untuk menegakkan keadilan dan memimpin kita semua. Itu menurut kita, tapi menurut orang lain? bisa saja berbeda. Perbedaan pendapat mengenai pemimpin inilah yang kadang membuat kerenggangan hubungan antar etnis satu dengan lainnya. ]

Etnis yang membela salah satu calon bisa saja karena mereka ingin dan ikhlas dari hati, namun bisa saja karena mereka mempunyai hubungan darah atau saudara dengan calonnya. Yang paling parah, “pemberian bantuan” oleh suatu calon kepada etnis tertentu bisa menimbulkan rasa hutang budi di diri etnis tersebut. Namun terlepas dari apapun yang bisa menyebabkannya, persaingan dalam kancah politik inilah yang memiliki imbas buruk dalam kehidupan bermasyarakat, terutama yang fanatik terhadap pilihannya.

[AdSense-A]

Padahal, konflik tersebut tidak seharusnya terjadi. Sebuah hal konyol apabila politik bisa menimbulkan suatu permusuhan, mungkin untuk kaum yang kurang berfikir. Perbedaan itu pasti ada, pasti terjadi di kehidupan kita. Namun alangkah baiknya, perbedaan tersebut bisa dijadikan peluang untuk menjadikan pemimpin yang kita pilih nanti memiliki kualifikasi serta kemampuan mumpuni namun memiliki cara pandang yang berbeda. Tentunya itu hal baik bukan? Memilih seseorang yang paling sesuai dengan keadaan negara dengan cara memimpin yang khas.

Baca juga :

3. Sejarah Kelam

Sejarah di masa lalu merupakan pelajaran berharga untuk masa yang akan datang, itulah paling tidak hal yang harus dipahami sebagai dasar hidup untuk manusia. Namun sayangnya, banyak dari kit yang mash terbayang akan kejadian buruk di masa lalu dan tidak sanggup / tidak terima untuk melupakannya. Setidaknya itulah hal yang masih terngiang di pihak yang berkonflik, terbayang perbuatan buruk etnis lain pada etnisnya yang padahal sudah terjadi di masa yang teramat lampau.

Sejarah memang bisa menjadi pelajaran yang istimewa, namun bisa menjadi petaka apabila kita masih “terjebak” di dalamnya. Seburuk-buruknya manusia, adalah orang yang masih terjebak dalam suatu waktu yang kita sebut dengan sejarah. Pikirannya “stuck” pada suatu momen, dan dari momen tersebut ia melahirkan dendam untuk etnis tertentu. Berbekal dari ingatan momen itu, ia memprovokasi masyarakat lain untuk memerangi etnis yang lain berdasarkan sejarah buruk.

Hal ini tentunya disayangkan, karena padahal ada peluang-peluang baik kedepannya yang bisa dilakukan dengan etnis lain. Padahal bisa saja di waktu yang akan datang mereka bekerja sama dalam bidang ekonomi misalnya, untuk membangun desanya menjadi semakin baik dan lebih maju. Sejarah kelam tadi sebenarnya bisa dirubah menjadi lahan untuk introspeksi dan berbenah diri. Melakukan hal yang terbaik untuk menjadi pribadi yang baik dalam kehidupan bermasyarakat dengan dibekali ilmu yang ia dapat melalui sejarah-sejarah yang telah terjadi.

Baca juga :

[AdSense-C]

Itulah setidaknya 3 hal yang penting kenapa konflik antar etnis masih terus saja terjadi. Mungkin banyak lagi faktor-faktor lain yang menyebabkan konflik ini terjadi, anda bisa mudah menemukannya dengan cara pandang anda sendiri. Tapi dalam hal ini kami menekankan bahwa, konflik ini tidak perlu terjadi. Ada ratusan cara untuk mencegahnya, jika kita ingin untuk sejenak duduk diam dan berpikir. Sungguh indah bukan, jika membayangkan kehidupan damai yang bisa dijalani oleh suatu etnis dengan etnis lainnya yang hidup berdampingan. Dengan sedikit rasa rendah hati, kedamaian dalam hidup pun akan dapat dengan mudah diperoleh. Bunga mawar hitam berduri pun bisa kita rubah menjadi mawar merah yang mempesona.

Simak Artikel Hukamnas.com lainnya: