Sponsors Link

3 Penyebab Perang Yaman dan Arab Saudi

Sponsors Link

Yaman merupakan Negara Timur Tengah yang memiliki letak geografis yang strategis. Negara dengan ibu kota sanaa’a ini berbatasan darat dengan Arab Saudi. Dan juga terletak di kawasan perairan yang dilewati kapal – kapal tanker pengangkut sumber daya minyak, tak terhitung berapa juta barrel yang melewati perairan Yaman.  Terletak di Teluk Aden dan perairan tersibuk di Laut Merah. Yaman juga terkenal sebagai negara dengan sumber daya alam dan migas yang terletak di provinsi Hadramaut. Letak Yaman yang strategis inilah yang di incar-incar oleh negara-negara kuat seperti Amerika Serikat

ads

Baca Juga:

Negara yang seharusnya menjadi negara makmur dan kaya ini dirundung konflik yang tidak ada henti mengakibatkan kemiskinan dan kelaparan bagi sekitar 23 juta rakyat Yaman. Rakyat Yaman yang pernah di nobatkan sebagai tanah arab paling bahagia ini. Sengsara di bawah konflik berdarah. Dimulai dari konflik internal sampai eksternal yanng terus berkelanjutan sampai sekarang. Gejolak peperangan internal yang terjadilah memicu kesempatan bagi negara – negara kuat. Inilah tiga Penyebab Perang Yaman:

1. Pemberontakan kepada Presiden Ali Abdullah Saleh

Yaman sendiri telah mengalami perang saudara antara Yaman utara dan Yaman Selatan. Yaman Utara dipimpin oleh Ali Abdullah Saleh sejak tahun 1978, didirikan pada tahun 1970. Yaman Selatan dipimpin oleh kubu sosialis yaitu Ali Salim Beidh. Pada tahun 1990, tepatnya 22 Mei 1990, Yaman Utara dan Yaman Selatan akhirnya mendeklarasikan diri untuk bersatu menjadi Republik Arab Yaman, dengan kesepakatan bahwa Ali Abdullah Saleh (Presiden dari Yaman Utara) menjadi Presiden dan Ali Salim Beidh (Presiden Yaman Selatan) menjadi Wakil Presiden.

Namun Yaman dibawah pimpinan Ali Abdullah Saleh mengalami keterpurukan, kemiskinan dan kesengsaraan melanda Yaman kala itu. Serta Yaman Selatan merasakan tidak ada kebesan untuk Yaman Selatan mengembangkan diri. Membuat rakyat menentang pemerintah dan memaksa Ali Abdullah Saleh untuk mundur dari jabatannya. Pada tahun 1994, wakil presiden Ali Salim Beidh mengundurkan diri dari pemerintah dan ikut memberontak pemerintah sipil dengan mengangkat senjata bagi kaum sosialis untuk melepaskan Yaman Selatan.

Kubu Ali Salim Beidh medapat dukungan dari kelompok pemberontak pemerintah beralirah Syi’ah Zaidhiyah yaitu Al- Houthi . Al-Houthi yang mengatakan mendapatkan dukungan dari rakyat Yaman Utara karena kesengsaraan oleh rezim saleh makin memperkeruh suasana. Pemerintah Yaman sendiri mendapat dukungan penuh dari Arab Saudi memerangi rakyatnya sendiri, dengan persenjataan –  persenjataan yang mumpuni sempat menundukkan kelompok pemberontak.

Baca juga:

2. Serangan dari Al –  Houthi

Sejatinya Al-Houthi merupakan kelompok pemberontak yang berbasis di Yaman Utara. Kelompok ini dipimpin oleh Hussein Badreddin Al-Houthi yang menganut aliran Syiah Zaidiyah. Penganut Al- Houthi disebut Houthis. Pada tahun 2004, Al – Houthi melakukan pemberontakan berdarah yang menewaskan ribuan rakyat sipil dan ribuan tentara Yaman. Pada tahun 2004 pula, konflik antara Al – Houthi menewaskan pimpinan Al – Houthsi oleh tentara Yaman yaitu Hussein Badreddin Al -Houthi. Setelah itu, Al- Houthi dipimpin oleh adik  Hussein Badreddin Al -Houthi yaitu Abdul Malik Al- Houthi.

Perang tersebut berlangsung dari tahun 2004 sampai tahun 2008, Al- Houthi berdalih ingin membuat otonomi khusus di Sa’dah. Namun alasan itu ditangkis dengan isu penyebaran Syiah Iran. Pemerintah Yaman yang disenjatai oleh Arab Saudi membordardir Yaman untuk melumpuhkan Al-Houthi. Kelompok pemberontak ini semakin yakin jika Pemerintah Yaman tidak hanya di sokong oleh Arab Saudi namun juga Amerika Serikat. Karena banyaknya jet tempur Amerika Serikat yang lalu lalang di Negeri Yaman.

Sponsors Link

Pemberontakan Al-Houthi pernah sempat meredam saat kelompok ini mengajukan persyaratan damai pada Pemerintah Yaman. Tetapi, persyaratan itu ditolak mengakibatkan konflik semakin memanas. Namun Pemerintah Yaman yang masih dalam pimpinan Ali Abdullah Saleh ini pernah berdamai dengan Al-Houthi pada tahun 2007. Sekali lagi perdamaian antara pemerintah dan kelompok pemberontak Al-Houthi tidak berlangsung lama. Anggota Al-Houthi melakukan penyerangan terhadap tentara-tentara Yaman. Yang menyulutkan gejolak perang kembali.

Keadaan Yaman yang semakin memanas dimanfaatkan oleh Al-Houthi untuk memperluas wilayah kekuasaannya di Yaman Utara dengan menduduki pos-pos militer di Sa’dah. Namun Arab Saudi terus menyerang Yaman untuk mendesak mundur Al-Houthi. Serangan udara dari pesawat-pesawaat tempur canggih yang di luncurkan Arab Saudi menewaskan ratusan warga sipil. Dibalik itu, Al-Houthi menyatakan tidak akan pernah menyerah terhadap Serangan dari Arab Saudi

Baca juga:

3. Munculnya kelompok Al-Qaeda

Penyebab Perang Yaman yaitu munculnya kelomppok al-qaeda. Pada tahun 2009, kelompok pemberontak lain muncul yaitu kelompok salafi yang dipimpin oleh Tareq Al Fadhli melakukan demonstari dan pemberontakan kepada pemerintah yaitu presiden Ali Abdullah Saleh. Ditahun yang sama, muncul kelompok lain yaitu Al-Qaeda. Karena muncul disaat yang sama, kelompok salafi dituding bekerja sama dengan Al-Qaeda untuk melawan rezim saleh.

Namun pemimpin kelompok salafi yaitu Al Fadhli menolak tidungan jika melakukan kerja sama dengan Al-Qaeda. Al- Qaeda Arab Peninsula ( AQAP) adalah kelompok militan teroris international. Kelompok ini mendeklarasikan diri di Yaman Selatan pada tahun 2009. Al-Qaeda lahir pada saat gejolak di Negara Afghanistan. Dipimpin oleh dua pimpinan Al- Qaeda yaitu Abu-Sayyaf al-Shihri dan Abu-al-Harith Muhammad al-Awfi. William Engdahl.

Akhirnya pada tahun 2011, Presiden Ali Abdullah Saleh lengser dari jabatannya. Pengunduran diri Presiden yang telah menjabat lebih dari 30 tahun ini bukan di dasari atas kemiskinan korupsi dan hilangnya kepercayaan rakyat, namun karena desakan pemimpin-pemimpin negara serikatnya. Presiden Ali Abdullah Saleh akhirnya mengungsi ke Arab Saudi.

Sponsors Link

Momen Arab Spring ini dimanfaatkan Al-Houthi dan Al- Qaeda untuk memperluas wilayah mereka masing-masing. Di bagian utara dan selatan. Al-Qaeda memborbardir pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah selatan. Yang berakhir peperangan antara Yaman dan Al-Qaeda karena telah mengusik wilayah Yaman.

Amerika Serikat yang notabennya sebagai negara dengann militer terkuat di dunia mengirimkan serangan yang membombardir Yaman untuk menumpas Al-Qaeda telah menewaskan ratusan warga sipil Yaman. Serangan pesawat-pesawat tempur Amerika Serikat itupun telah mendapatkan izin dari Presiden Yaman kala itu Ali Abdullah Saleh.

Peperangan yang terjadi hingga hari ini dituding merupakan permainan Amerika Serikat dan sekutunya Arab Saudi untuk menguasai sumber daya migas yang ada di Negara Yaman. Namun rakyat Yaman hingga detik ini tetap berjuang di antar konflik berdarah yang terus melanda Negaranya itu.

Baca juga:

, , ,
Post Date: Saturday 19th, August 2017 / 10:50 Oleh :
Kategori : Politik