10 Faktor Pelanggaran HAM dan Contohnya

Hak Asasi Manusia (HAM) adalah prinsip-prinsip moral atau norma-norma, yang menggambarkan standar tertentu dari perilaku manusia. Hal ini dilindungi secara teratur sebagai hak-hak hukum dalam hukum kota dan internasional. Menurut seorang aktivis HAM Magdalena Sepúlveda Carmona, Hak Asasi Manusia umumnya dipahami mutlak sebagai hak-hak dasar yang seseorang secara inheren berhak karena dia adalah manusia, dan yang melekat pada semua manusia terlepas dari bangsa, lokasi, bahasa, agama, asal-usul etnis atau status lainnya.

HAM berlaku di mana-mana dalam arti yang universal, dan sama bagi setiap orang. HAM membutuhkan empati dan aturan hukum dan memaksakan kewajiban pada orang untuk menghormati hak asasi manusia dari orang lain

Hukum di Indonesia sebenarnya mendukung dan menjujung HAM, dan memiliki sangsi bagi pelanggarnya. Pelanggar HAM menurut UU No 39 tahun1999 adalah setiap perbuatan seseorang atau kelompok orang termasuk aparat Negara baik disengaja maupun tidak disengaja atau kelalaian yang secara melawan hokum ,mengurangi, menghalangi, membatasi dan mencabut HAM seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh undang-undang ini dan tidak mendapat atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukum yang adil dan benar berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku.

Baca juga:

Namun pelanggaran HAM tetap banyak terjadi, berikut ini Faktor Pelanggaran HAM:

1. Penyalahgunaan kekuasaan

Jenis kekuasaan di dunia sangat banyak sekali. Kekuasaan ini ada di lingkungan keluarga, di lingkungan masyarakat atau pun dilingkungan bangsa dan negara. Kekuasaan tidak selalu mengarah pada kekuasaan pemerintah, namun dalam bentuk kekuasaan lain salah satunya kekuasaan di sebuah perusahaan.

Contoh kasus penyalahgunaan kesuasaan adalah Para pengusaha yang tidak memperdulikan hak-hak buruhnya jelas melanggar HAM. Dapat kita simpulkan bahwa setiap kekuasaan yang disalahgunakan akan mendorong timbulnya pelanggaran HAM.

2. Ketidaktegasan aparat hukum

Aparat penegak hukum yang tidak tegas akan mengakibatkan timbulnya banyak pelanggaran HAM yang akan terjadi. Kasus pelanggaran HAM yang tidak diselesaikan secara tuntas tentu menjadi pemicu aksi pelanggaran HAM lain yang mungkin lebih merugikan.

Para pelanggar tidak diberi efek jera agar tidak melakukan pelanggaran HAM. Karenanya butuh ketegasan dari aparat untuk memberi hukuman hukuman setimpal sesuai perbuatan yang dilakukannya.

Aparat penegak hukum yang semena-mena dalam mengambil keputusan juga merupakan bentuk pelanggaran HAM, hal ini juga dapat menjadi pemicu terjadinya bentuk pelanggaran HAM lainnya.

Contoh kasus ini adalah ketika para aparat hukum membiarkan penggusuran sepihak antara perusahaan dan kaum miskin kota yang tinggal dalam tanah sengketa, padahal mereka memiliki surat-surat lengkap sebagai bukti hak tinggal.

Baca juga:

3. Teknologi yang disalahgunakan

Tidak dipungkiri majunya teknologi di jaman sekarang memberi dampak positif dan juga negatif. Salah satu dampak positif kemajuan teknologi adalah akses informasi yang mudah melalui internet.

Banyak sekali manfaat manfaat yang ditawarkan dalam internet juga dapat dipergunakan oleh pelaku kejahatan. Misalnya saja perampokan uang dalam ATM oleh sekumpulan peretas atau bisa juga penculikan seseorang melalui jejaring sosial. Atau yang dianggap sepele adalah, pencurian identitas orang-orang yang adalah dalam jaringan internet.

Segala sesuatu yang menyimpang pasti mengakibatkan hal yang buruk. Jika teknologi tidak dipergunakan sesuai aturan maka yang terjadi adalah timbul bentuk pelanggaran HAM.

[AdSense-B]

Namun kemajuan teknologi tidak hanya segala sesuatu yang berhubungan dengan teknologi informasi. Contoh lain kemajuan teknologi dapat berdampak negatif bagi banyak orang ialah: Sentra produksi pabrik yang limbahnya mencemari lingkungan sehingga kesehatan manusiayang tinggal disekitarnya terancam.

Baca juga:

4. Sikap egois dari para pelakunya

Sikap ini menyebabkan seseorang untuk selalu menuntut haknya, sementara kewajibannya sering diabaikan. Seseorang yang mempunyai sikap seperti ini akan menghalalkan segala cara supaya haknya bisa terpenuhi, walaupun caranya tersebut dapat melanggar hak orang lain.

Hal ini sering secara tidak langsung terjadi pada banyak orang, terutama yang merasa memiliki kekuasaan. Contoh kasus untuk perihal ini adalah, Perusahaan tambang yang mencemari lingkungan hany untuk keuntungan pemiliknya, tanpa memikirkan warga yang terkena dampak pencemaran akibat tambang, seperti kebun yang rusak.

5. Sikap tidak toleran

Salah satu Faktor Pelanggaran HAM adalah tidak adanya toleransi. Sikap ini menyebabkan timbulnya rasa saling tidak menghargai dan tidak menghormati terhadap kedudukan atau keberadaan orang lain. Sikap ini pada akhirnya akan mendorong orang untuk melakukan diskriminasi kepada orang lain.

Contoh dari kasus ini adalah apa yang terjadi di Myanmar, bagaimana etnis Rohingya yang berasal dari Bangladesh dianggap sebagai warga negara ilegal oleh para pribumi Myanmar yang beretnis Tionghoa, meskipun para Rohingnya itu sebenarnya telah berada ratusan tahun di Myanmar. Para Rohingnya ini tidak segan-segan untuk dibunuh dan diusir dari Myanmar.

[AdSense-A]

6. Kesenjangan ekonomi dan sosial yang tinggi

Ketidakseimbangan dan ketidakmerataan gaya hidup sudah sangat terlihat di era saat ini. Perbedaan tingkat kekayaan atau jabatan yang dimiliki seseorang menjadi salah satu pemicu kesenjangan sosial dan ekonomi. Jika dibiarkan, hal-hal mungkin akan banyak terjadi pelanggaran HAM seperti perampokan, perbudakan, pelecehan bahkan pembunuhan.

7. Rendahnya kesadaran HAM

Pelaku tidak tau dan tidak mengerti tentang adanya HAM, sehinga pada hal ini akan menyebabkan pelaku pelanggaran HAM berbuat sesukanya. Pelaku tidak mau tahu bahwa orang lain pun mempunyai hak asasi yang yang harus dihormati. Sikap tidak mau tahu ini berakibat muncul perilaku atau tindakan penyimpangan terhadap hak asasi manusia. Rendahnya kesadaran HAM ini adalah implikasi dari rendahnya mutu pendidikan.

Contoh kasusnya adalah, seorang pemuda yang tidak memberikan tempat duduk prioritas dalam transportasi umum, padahal seorang renta yang lebih membutuhkan ada di hadapannya.

8. Adanya diskriminasi dari orang di lingkungannya

Salah satu penyebab pelanggaran HAM adalah korban sering mendapat perlakuan diskriminasi dari orang terdekatnya seperti, orang tua, kakak dan teman sekolah.

Contoh sederhana adalah kakak beradik yang mendapat perlakuan berbeda hanya karena sang kakak tidak lebih pandai dari adik.

9. Adanya dendam

Pelaku memiliki dendam terhadap orang lain yang menyebabkan si pelaku melakukan pelanggaran HAM.

Contoh pada pelanggaran ini adalah seorang pria menikahi wanita hanya untuk disiksa, karena ayah dan ibu wanita itu pernah merugikan keluarganya.

10. Tidak memiliki rasa empati dan rasa kemanusiaan

Pelaku seenaknya melakukan pelanggaran HAM, tanpa memikirkan rasa kemanusiaan. Hal ini sering terjadi pada negara-negara yang didipimpin penguasa lalim. Misalnya di mesir yang pernah dipimpin Firaun, yang pernah membunuh banyak anak bayi laki-laki karena takut ramalan tentang kekuasaannya direbut.

Baca juga: