8 Penyebab Konflik Antar Suku Bangsa di Dunia

Selain kaya akan kekayaan alam yang ada, Indonesia juga dikenal sebagai negara yang kaya akan suku bangsanya. Tak heran, banyak sekali suku dapat dijumpai di sini. Beragam suku hidup dalam kedamaian,dan saling menjaga kerukunan. Walau kadang, yang namanya konflik pasti terjadi. Perbedaan pendapat, perbedaan adat, sikap etnosentris yang bisa menyulut api emosi dalam setiap orang dapat menimbulkan berbagai aksi kekerasan. Banyak pula dari konflik itu yang berujung pada pertumpahan darah, yang seharusnya tidak terjadi.

Baca juga:

Banyak dari kita bertanya, bagaimana konflik ini terjadi? Apa saja penyebab dari konflik itu? Mari kita temukan jawabannya. berikut adalah Penyebab Konflik Antar Suku:

1. Etnosentrisme

Teori ini berpandangan bahwa suatu suku melihat suku lain lebih rendah dari dirinya, dan merasa dirinya lah yang paling “hebat” dari suku lainnya. Sebenarnya hal inilah yang menjadi pemicu utama konflik itu sendiri. Suku yang cenderung menyendiri, tidak mengetahui dunia di luar, kemungkinan  akan menutup dirinya dan berfikir bahwa dia lah yang paling hebat. Padahal belum tentu, di luar sana banyak suku yang lebih baik, namun karena tidak adanya toleransi karena kesombongan tadi, ia akan melihat suku yang lebih baik tadi sebagai musuh yang harus dijatuhkan. Hal inilah yang patut dikurangi, mulai dari diri sendiri. Karena kesombongan bisa berujung petaka dalam sekejap.

2. Sejarah Masa Lalu

Kehidupan kita tentunya tidak lepas dari yang namanya sejarah. Kita hidup dari sejarah. Sejarah melahirkan kita. Baiknya kita membuat sejarah sebagai bekal ilmu untuk melewati kehidupan di masa yang akan datang. Namun sayangnya, sejarah kelam di masa lalu justru membuat dendam bagi sebagian orang. Hal itu pula yang berlangsung pada suku tertentu. Karena kejelekan dan kebiadaban suku lain terhadap sukunya, maka ia berusaha “membalaskan dendam”. Padahal belum tentu suku yang dulu buruk melahirkan generasi yang buruk. Generasi yang terlahir tanpa tahu apa-apa, ikut serta dalam berperang. Sungguh di sayangkan bila hal ini terjadi. Sejarah bukan senjata.

3. Politik

Politik dalam hal lain adalah sebuah langkah kesuksesan bagi yang serius menjalankannya, di lain sisi menjadi lubang hitam bagi setiap diri manusia. Manusia bisa melakukan apapun di jalur politik. Beragam scheme dilakukan pada pihak yang ingin dirugikan. Begitu pula dengan hubungan antar suku, yang bisa hancur hanya gara-gara politik. Entah itu gara-gara iming-iming pihak lain, atau faktor lain, menyebabkan suatu suku bisa mengancam suku lain yang hanya memiliki perbedaan pendapat soal pemimpin. Hanya melihat dari satu perspektif bukanlah hal yang benar, tapi bukan juga hal yang salah. Walaupun kita melihat ada kelebihan dari suatu pemimpin, bukan berarti dia tidak memiliki keburukan yang berada di belakangnya. Namun dengan alasan apapun, konflik hanya gegara hal kecil itu sudah sepatutnya tidak dibenarkan dalam kehidupan politik. Sudah seharusnya, perbedaan pendapat menjadi pemersatu, bukan pembelah.

4. Dominasi

Indonesia sudah merdeka, tapi apakah semuanya tentram dan damai? mungkin tidak. Di suatu daerah tertentu, pasti ada suku yang ingin mendominasi, dan berkuasa atas daerah itu, dan berusaha untuk menundukkan suku lain. Ia akan bangga bila sudah ditakuti dan dianggap berkuasa. Otak primitif seperti inilah yang harus disingkirkan. Bukan dengan cara fisik tentunya. Rendahnya tingkat toleransi juga menjadi pemicu masalah ini, berusaha mendominasi dengan alasan yang tidak masuk akal. Maka dari itu, pemahaman mengenai indahnya kehidupan berbangsa dan bernegara yang harmonis harus segera ditanamkan. Agar tidak lagi jatuh korban yang ditimbulkan dari hal konyol seperti ini. Toh sekarang kita sudah tidak dijajah, kita sudah merdeka. Lalu untuk apa menjajah? Indahkah menjadi penjajah di negeri sendiri?

5. Diskriminasi

Salah satu Penyebab Konflik Antar Suku yaitu adanya diskriminasi. Adanya penjelek-jelekkan, diksriminasi, atau bullying adalah hal yang sangat buruk bagi pribadi seseorang, apalagi kelompok. Bagi suatu kelompok, harga diri adalah hal yang utama. Oleh karena itu, apabila harga diri diinjak, maka tentunya mereka akan marah dan tidak suka. Hal itupun bisa terus berlanjut dari konflik batin menuju ke konflik fisik. Tentunya hal itu akan sangat merugikan bagi kedua belah pihak. Tentunya, diskriminasi bukanlah hal yang patut dilakukan. Bila kita menemukan suatu kelemahan, bukanlah hal yang baik bila kita terus mengungkit itu terus menerus. Bukan hanya terluka, orang yang merasa terhina mungkin akan dendam ke kita. Maka dari itu, sifat diskriminasi ini perlu dihilangkan. Jadikan kelemahan menjadi perbedaan yang unik, menggambarkan keberagaman Indonesia.

[AdSense-B]

6. Benturan Budaya

Sukamdi pernah mengatakan bahwa salah satu hal pokok yang menyebabkan konflik antar kelompok adalah benturan budaya. Terkadang budaya masyarakat lain tidak sesuai dengan budaya yang sudah kita lakukan turun temurun. Hal itulah yang terkadang menimbulkan rasa benar sendiri, dan menyalahkan kelompok lain yang memiliki budaya berbeda. Perbedaan itu pasti ada, tapi alangkah baiknya kita menyikapi perbedaan itu dengan bijak dan tanpa emosi. Seperti yang disampaikan di atas, perbedaan itu bukanlah hal yang buruk bila kita menyikapinya dengan baik. Bila ada budaya yang kurang sesuai dengan kita, kita tetap harus menghormati budaya yang ada di suku lain, bukan malah menghujatnya. Indahnya negeri bila masyarakatnya saling bertoleransi

Baca juga:

7. Perbedaan Agama

Rasisme tentunya menjadi masalah yang serius bukan hanya untuk negara Indonesia, namun sampai tingkat global. Perbedaan hal seperti agama, kadang bisa menjadi hal yang bisa memicu terjadinya konflik. Banyak sekali masalah-masalah di Indonesia yang didasari dengan kasus serupa. Agama yang dijalankan di kehidupan sehari-hari akhirnya menjadi sumber kemarahan bagi pihak yang berfikir singkat. Banyak agama tertentu yang tersinggung karena agama lainnya. Hal itu tidak bisa dihindarkan, karena konflik tersebut sebenarnya lahir dari buah pikiran mereka sendiri. Oleh karena itu, tidak ada alangkah yang lebih baik selain melahirkan kembali tingkat toleransi yang sehat antar umat beragama. Bukankah dulu kita bahagia, tinggal di Indonesia yang terkenal akan toleransinya dimana masyarakat yang berbeda agama hidup berdampingan dengan harmonis. Mari kita rasakan masa-masa itu kembali.

[AdSense-C]

8. Kecemburuan Ekonomi

Kemajuan ekonomi pada suatu kelompok bisa menimbulkan rasa iri di kelompok tertentu. Dilandasi kebencian itulah, berbagai cara dilakukan untuk bisa menjatuhkan pihak lain. Konflik karena ekonomi pun akhirnya pecah. Sungguh di sayangkan, materi pun bisa membuat manusia bukan manusia.

Baca juga:

Dari penyebab-penyebab tadi, anda bisa tahu mengapa konflik bisa meletus. Semua konflik pasti ada jalan keluar untuk menyelesaikannya, yang terpenting adalah memikirkannya lewat kepala dingin. Jalan keluar itu pasti akan membawa kedua belah pihak pada kehidupan yang harmonis lagi.