11 Pembantaian Umat Islam Sepanjang Sejarah Paling Menakutkan

Islam datang dari tanah Arab pada sekitar akhir abad ke 5 oleh seorang nabinya Muhammad SAW. Pasca meninggalnya Sang Nabi, islam pada masa kilafah yang dimotori oleh para sahabatnya, berkembang sangat cepat. Ajaran Islam yang disebar melalui penaklukan melalui sistem kekhalifahan mampu menguasai jazirah Arab.

Prestasi penaklukan oleh Islam ini diawali dari penaklukan wilayah Kekaisaran Persia pada 632 dan mengambil alih kekuasaan seluas 9.000.000 km2. Pergantian kekaisaran dan dan kesultanan terus berganti dan berkembang hingga penaklukan Romawi Timur di abad 12.  Penaklukan Romawi Timur ini merupakan puncak dari kejayaan Islam yang dipresentasikan oleh Kesultanan Ottoman. Kesultanan Ottoman sendiri mampu bertahan hingga 7 abad sebelum dibubarkan paska Perang Dunia Pertama. Dan melalui penaklukan-penaklukan ini, Islam menjadi agama terbesar kedua di dunia.

Bagi sebagian orang, penaklukan Islam ini adalah momok menakutkan karena merampas kedaulatan negara mereka dan ideologi yang telah mereka yakini. Maka tak sedikit dari mereka yang memiliki dendam masa lalu, saat dimana Kesultanan Islam menaklukan negara mereka, membalasnya kepada umat muslim yang menjadi minoritas di negaranya. Mereka menggap umat muslim adalah ancaman bagi kedaulatan negara, karenanya tak jarang genosida terhadap umat muslim terjadi.

Namun ada pula yang menganggap pembantaian umat muslim itu adalah buntut dari perang salib yang melibatkan bentrokan keyakinan antara Kristen dan Islam, tapi itu tidak sepenuhnya benar karena beberapa kasus pembantaian muslim terjadi di negara-negara mayoritas Hindu dan Buddha. Untuk selengkapnya mari kita tilik beberapa kejadian pembantaian umat muslim sepanjang sejarah, berikut ini :

1. Pengepungan Jerusalem

Pada Juni 1099, Yerusalem yang saat itu dikuasai oleh Kekhalifahan Fatimiyah dikepung oleh tentara Salib Eropa. Pengepungan berawal dari 7 Juni dimana para tentara Salib Eropa yang dalam keadaan krisis makanan dan air menghadapi sejumlah kegagalan untuk masuk ke dalam Yerusalem. Hingga kedatangan dua kapal dari Genoa pada 13 Juni yang memberikan suplai makanan dan minuman kepada tentara Salib merestorasi energi mereka. Pada 15 Juni 1099 tentara itu berhasil masuk ke Yerusalem dan membantai 70.000 penduduk yang mayoritas muslim. Konon, pembantaian itu menyebabkan banjir darah sedalam pergelangan kaki.

2. Pembantaian Antiokia

Antiokia adalah pusat kota Kristen pada awal-awal Masehi yang berada di sekitar selatan Turki saat ini. Namun kemudian dikuasai oleh kesultanan Rum, yang beragama Islam Sunni. Kota yang dulu berada di wilayah bernama Anatolia ini berhasil dimasuki oleh Tentara Salib Eropa pada 1098 dan mereka membantai para muslim di Antiokia tanpa sisa.

3. Pembantaian Spanyol

Hanya ada tiga pilihan bagi umat muslim di Spanyol dan Portugal pada masa inkusisi di negara itu; pergi, konversi menjadi kristen, atau dibakar di tiang. Keputusan itu baru dicabut setelah 15 Juli 1834, setelah semua muslim terbunuh atau lari. Pembantaian itu terjadi di kota Toledo, Lisbon, Cordoba, Seville, Maria dan Granada.

4. Pengepungan Baghdad

Pada peristiwa The Siege Of Baghdad atau Pengepungan Baghdad, Hulagu Khan memimpin pasukan Mongol untuk masuk ke Baghdad yang berada di bawah pemerintahan Khalifah Abassid. Hulagu Khan adalah cucu dari pendiri Empirium Mongolia, seorang penakluk tersohor, Genghis Khan. Penaklukan Baghdad oleh bangsa Mongol ini menjadi gerbang bagi akhir Masa Keemasan Islam. Tercatat 2.000.000 penduduk mayoritas muslim yang dibunuh dalam 17 hari pengepungan ini. Namun dalam catatan sejarah barat, jumlah itu sekitar 800.000 jiwa yang dibantai.

[AdSense-B]

5. Pembantaian Bosnia

Pasca pembubaran Uni Soviet, Yugoslavia yang sebelumnya menjadi negara penopang Soviet pun terpecah menjadi enam negara. Ketika Bosnia memustuskan untuk menjadi negara berdaulat, hal ini ditentang keras oleh Serbia. Serbia berupaya mempertahankan kesatuan Yugoslavia dan mengubahnya menjadi Serbia Raya yang bersifat monoetnis, dan pendirian Bosnia-Herzegovina sebagai negara multi etnis dan mayoritas muslim bertentangan dengan keinginan Serbia.

Ada tiga etnis yang berada di wilayah Bosnia-Herzegovina. Serbia berusaha merebut wilayah dari suku Bosnia yang komposisinya 43,7% etnis  Bosnia (90% muslim), 31,3% etnis   Serbia/Serbia-Bosnia (93% beragama Kristen Ortodox), 17,3% etnis Kroasia/Kroasia-Bosnia  (88%  beragama  Katolik  Roma) dan etnis lainnya 5,5%.

Serbia dengan bantuan etnis Serbia di Bosnia ingin menghapus etnis non-Serbia di wilayah itu. Kabarnya 200.000 muslim Bosnia dibantai, lebih dari 1,5 juta Muslim terluka, menjadi tunawisma atau diasingkan. Selain itu lebih dari 50.000 muslim wanita dan anak perempuan diperkosa.

Baca juga:

[AdSense-A]

6. Perbudakan Di Amerika

Pada masa-masa awal ditemukannya Amerika, banyak perusahaan-perusahaan tanah untuk industri tembakau, kapas dan gula. Para tuan tanah membutuhkan banyak pekerja, sedangkan para kulit putih belum beradaptasi dengan panasnya iklim Amerika, dan para Indian banyak yang mati. Seorang aktivis Indian mencetus ide untuk membawa para negro dari Afrika untuk dijadikan pekerja. Kemudian lima belas juta budak dibawa dari Afrika. Lebih dari separuhnya adalah Muslim. Lebih dari tiga juta tewas dilaut karena perlakuan yang tidak manusiawi.

7. Perampasan Tanah Palestina

Di akhir perang dunia kedua, para Yahudi yang selamat dari genosida Nazi berinisiatif untuk “pulang” ke tanah yang dijanjikan sejak zaman Nabi Musa. Tanah itu merujuk pada wilayah Palestina yang di dominasi oleh Arab Muslim. Dengan bantuan Inggris, para Yahudi memasuki wilayah Palestina dan mendirikan negara Zionis Israel. Para penduduk asli Palestina kemudian tersingkirkan dari wilayah mereka dan yang memberontak tidak segan untuk dihabisi.

8. Pengusiran Rohingya

Komunitas Muslim di Myanmar mendiami wilayah Arakhan pada saat pemerintahan kerajaan Buddha yang dipimpin oleh Narameiikhla di kerajaan Mrauk U. Narameikhla mendapatkan tahtanya di Arakhan dengan bantuan dari Sultan Bengal, yang  kemudian membawa orang-orang Rohingya Bengali yang mayoritas muslim untuk membantu Administrasi pemerintahannya.

Pada 1948, Myanmar mendapatkan kemerdekaannya dan memulai junta militer di negara itu. Tapi identitas etnis rohingya terus dipermasalahkan. Etnis rohingya yang mayoritas beragama muslim tidak mendapat pengakuan dari Myanmar, ingin dihapus oleh pemerintahan Myanmar dengan cara genosida dan pengusiran.

9. Derita Warga Uighur

Diskriminasi Muslim Uighur Cina, bahkan ditahun 2012 ini pemerintah Cina memberlakukan pelarangan melaksanakan ibadah puasa Ramadhan bagi muslim disana. Tidak jarang terjadi bentrokan antara Muslim Uighur dengan aparat Cina karena mencoba mempertahankan hak untuk menjalankan ritual keagamaannya. Tidak jarang pula jatuh korban tiap bentrokkannya.

[AdSense-C]

10. Sengketa Warga Muslim Kashmir

Kashmir adalah suatu wilayah yang berada di perbatasan Cina, Pakistan, dan India. Di wilayah yang menjadi sengketa antara Pakistan dan India ini didominasi oleh umat muslim. Sebagian besar wilayah Kashmir berada pada provinsi Jammu Kashmir yang berada di bawah administrasi India. Para gerilyawan Kashmir mendukung wilayahnya bergabung pada Pakistan karena kesamaan ideologi, meskipun banyak juga gerilyawan yang menginginkan kedaulatan penuh. Karena itu, pemerintah India ingin menghapus para pemeberontak yang mayoritas beragama Islam itu dari Kashmir. Tercatat sekitar 500.000 warga muslim Kasmir tewas karena upaya genosida tersebut.

11. Pembantaian Muslim Spanyol

Perang Granada yang berlangsung dari 1482 hingga 1492 banyak umat muslim yang dibantai jika menolak untuk pergi atau dikonversi menjadi Katolik. Pengusiran terkahir terjadi pada tanggal 1 April, yang konon menjadi cikal bakal tradisi April Fool.