Sponsors Link

3 Tujuan Perang Dingin Paling Merugikan Dunia

Sponsors Link

Kita pasti sudah tau sedikit mengenai Perang Dingin, yang mana telah dibahas pada artikel sebelumnya. Pada artikel sebelumnya, hal yang kita bahas pada perang dingin ini adalah penyebabnya. Kita bisa telusuri penyebabnya yang kebanyakan berasal dari pemerintahan yang berada pada wilayah Jerman sendiri. Namun ada yang sedikit beda pada sisi tujuannya. Bila konflik tersebut disebabkan oleh pemerintahan yang sewenang-wenang, tujuan dari Perang Dingin pun juga sebenarnya menyangkut beberapa pihak yang penting, seperti Amerika. Amerika pun turut ikut serta ke dalam perang ini. Selain Amerika, tentunya ada pihak lain yang bertikai, yaitu Rusia.

ads

Baca juga :

Sebenarnya, perang tidak diciptakan karena suatu hal. Perang sendiri bukanlah kegiatan untuk mencapai suatu tujuan. Namun, berbagai pihak menggunakan perang sebagai media untuk mencapai segala keinginan mereka. Bisa saja perang dilakukan untuk ajang memamerkan persenjataan, pasukan, dan lain sebagainya. Tujuan-tujuan yang kurang manusiawi tersebutlah yang akhirnya membuat suatu perang tidak ada habis-habisnya. Sama yang terjadi dengan Perang Dingin ini, adapun tujuan-tujuan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang bersangkutan sebagai berikut :

1. Keinginan Untuk Membantai Komunis oleh Amerika

Salah satu tujuan adanya perang dingin adalah pembinasaan komunis yang menjadi dasar Amerika melakukan pengikutsertaan dalam perang dingin. Seperti kita tahu, Amerika gantu ideologi liberal yang mana seluruh rakyatnya bebas untuk lakukan sesuatu asal sesuai dengan aturan yang menimbulkan tingkat kapitalisme terus meningkat di negara itu. Ideologi yang dianut Amerika ini dianggap cukup sukses untuk mengembangkan berbagai sektor penting di negaranya, dan oleh karena itu terdapat rasa ingin menyebarluaskan ideologi ini untuk diaplikasikan pada negara-ra lain. Namun sayangnya Amerika harus menghadapi masalah besar, yaitu Rusia. Pandangan Rusia dan Amerika amat jauh berbeda.

Rusia di lain sisi memiliki ideologi komunis, seperti yang kita tahu menganut keyakinan bahwa semua itu sama rata dan sama rasa. Pada ideologi ini lebih mementingkan kebersamaan antar kelompok daripada perbedaan individual. Ideologi ini juga menimbulkan rasa solidaritas yang cukup tinggi dalam nea tersebut untuk menggerakkan roda ekonomi menjadi semakin baik lagi. Hal inilah yang ditakutkan Amerika, kemajuan yang dialami Rusia seharusnya tidak terjadi, harusnya berkat ideologi liberal lah, dunia bisa menjadi tempat yang lebih baik. Itulah pendapat Amerika.

Dengan berbekal kebencian itulah, Amerika ikut turun langsung untuk membantu sapapun yang sedang bermasalah dengan Rusia, negara yang amat dibenci Amerika kala itu. Semua dilakukan atas dasar ideologi, keyakinan, kepercayaan untuk bisa menjadi bangsa nomor satu di dunia. Namun sayangnya perbedaan tersebut bukan menjadi suatu keragaman, malah berbuah petaka yang berujung dengan lahirnya perang.

Sponsors Link

Baca juga :

2. Menjadi Pemimpin Dunia yang Baru

Pembinasaan ideologi yang ingin dilakukan oleh Amerika tentunya tidak jauh dari faktor kebanggan. Dengan kebanggaan di hati atas ideologi yang di miliki, Amerika melakukan segala aksi untuk bisa menjatuhkan ideologi saingannya, komunisme. Banyak cara yang menarik yang dilakukan oleh kedua kubu. Seperti yang kita tahu, Amerika adalah negara adia yang kaya akan materi dan sumber daya, di sini berupa uang. Banyak aset yang memiliki nilai yang cukup fantastis, hingga kekayaan yang dipercaya tidak akan habis sampai beberapa ratus tahun ke depan.

ads

Dengan kekayaan yang berada pada genggaman, Amerika membantu negara-negara yang sedang membutuhkan modal, terutama negara yang sedang berkembang. Investasi-invetasi dilakukan untuk melakukan persatuan di bidang ekonomi dan juga politik. Tak jarang, bisa kita temui negara yang berada pada kubu Amerika sangat banyak jumlahnya. Karena mereka saling tergantung, belum lagi rasa utang budi kepada Amerika karena telah membantu mereka dalam kesulitan ekonomi.

Lain halnya dengan Amerika yang seringkali menggunakan cara politik, usaha yang dilakukan Rusia cukup sederhana, yaitu dengan mempengaruhi rakyat-rakyat kecil yang mana keadaan ekonominya sering tidak menentu. Mereka merupakan mangsa yang empuk untuk ditanamkan rasa sama rata sama rasa. Karena mereka berjuang bersama-sama untuk sesuap nasi, mereka juga harus mendapatkan hak yang sama pula. Mengingat jumlah rakyat miskin di dunia ini begitu besar, maka perkembangan ideologi ini isa berlangsung dengan amat lancar. Alhasil, presentase pengikut komunis di dunia pun cukup besar.

Dengan perbedaan jumlah presentase penganut kedua ideologi tersebut cukup tipis, hingga menyebabkan lahirnya jalan lain, yaitu dengan perang ini. Bermula dari sebuah kebetulan, Amerika kemudian bisa melancarkan aksinya pada akhirnya. Alhasil, pertikaian antara Amerika dan Rusia tidak bisa dihindari lagi.

Baca juga :

3. Ajang Pamer Persenjataan

Kedua negara tersebut memang negara yang amat kuat.Kedua negara tersebut memang berpotensi untuk menjad penguasa dunia. Namun kedua tersebut sama-sama berkepala panas. Pertikaian secara fisik bisa disaksikan ketika kedua kubu sama-sama membentuk tempat peluncuran nuklir. Satu di blok barat sementara yang satu di blok timur. Kala itu, teknologi militer yang populer adalah nuklir, yang mana terus dikembangkan kefektifitasannya oleh kedua negara tersebut. Makin hari, sena yang mereka buat makin canggih, makin cepat, dan memiliki daya hancur yang lebih besar di setiap perkembangannya. Meskipun begitu, nuklir milik Rusia dinilai lebih unggul dari Amerika. Oleh karena itu, Rusia berniat untuk “memamerkannya” pada medan perang. 

Sponsors Link

Kemunculan lokasi peluncuran nuklir yang dilakukan oleh kedua pihak membuat semua orang panik. Terlebih orang yang berada pada daerah tersebut yang selalu panik tiap harinya karena mendengar suara dentuman yang keras tiap harinya. Hal yang paling ditakutkan di sini adalah terjadinya perang nuklir, perang penghancuran manusia. Bila memang kedua pihak memang menjadikan sebuah perang tersebut menjadi hal yang nyata, maka dipastikan negara Jerman pasti tidak akan ada lagi. Mungkin hanya tersisa puing-puing serta reruntuhan bangunan yang ada, itupun jika ada sisa.

Itulah beberapa hal yang bisa disampaikan mengenai tujuan adanya perang dingin, sesungguhnya, perang sendiri tidak memiliki tujuan yang pasti. Yang memiliki tujuan adalah pihak-pihak jahat serta bisikan setan yang datang kepada siapapun di tiap-tiap kesempatan. Semoga nantinya perang seperti ini, baik militer maupun politik tidak akan terjadi lagi. Setidaknya dalam waktu dekat.

, ,
Post Date: Tuesday 10th, October 2017 / 05:27 Oleh :
Kategori : Internasional