Sponsors Link

Latar Belakang Perang Bali yang Dimulai Pada 1846

Sponsors Link

Bila kita melihat sejarah pejuangan kita untuk memperoleh kemerdekaan, maka kita bisa melihat deretan peristiwa-peristiwa bersejarah yang pernah terjadi di negeri ini. Contohnya, ada latar belakang Perang Tondano dan juga perlawanan Aceh terhadap Portugis yang mana juga akhirnya mengungkap siapa saja tokoh-tokoh dalam Perang Aceh yang ikut berperan serta secara aktif dalam peperangan tersebut. Peperangan tadi memang perlu terjadi, karena dalam diri masyarakat Indonesia sudah tertanam rasa cinta tanah air, yang ingin sekali bebas dari penjajahan yang ada, yang bahkan dilakukan oleh bangsa yang berasal dari negara nan jauh di sana. Namun, perlawanan-perlawanan tersebut bisa dikatakan kurang efektif, karena masih bersifat kedaerahan, belum bersatu padu menjadi satu kesatuan untuk mengusir penjajahan dengan serentak. Hal tersebut belum direalisasikan karena berbagai sebab, salah satu contohnya adalah karena mereka hanya berfokus pada kehidupan masyarakat di sekitar saja, masih belum berfokus kepada negara Indonesia sendiri.

ads

Peristiwa-peristiwa yang terjadi yang dikarenakan oleh sebab seperti penyebab perang Padri pecah juga berdampak bagi masyarakatnya, yakni hasil menang atau kalah yang diterima kemudian, yang memberikan efek atau akibat yang bisa anda lihat pada artikel dampak Perang Padri. Hal tersebut juga merupakan hal yang perlu dilakukan untuk lambat laun Indonesia bisa sadar untuk bisa bangkit dari penjajahan, dan menemukan nilai-nilai prinsip-prinsip Demokrasi Pancasila nasional yang selama ini terpendam. Peristiwa tersebut juga terjadi karena keteguhan diri dari kerajaan-kerajaan yang berdiri di Indonsia, yang tentunya tidak mengiyakan penjajah bebas masuk untuk menguasai wilayah-wilayah di bawah kepemimpinan suatu kerajaan begitu saja. Sebagai contoh adalah Kerajaan Bali yang kemudian menciptakan Perang Puputan terhadap pemerintahan Belanda. Nah kali ini kita akn membahas mengenai bagaimana latar belakang dari peperangan ini. Simak info tentang latar belakang perang bali selengkapnya di bawah ini!

1. Adanya Hak Tawan Karang          

Untuk para pelajar, pastinya sudah tidak asing dengan nama Hak Tawan Karang. Hak tersebut merupakan hak mutlak bagi kerajaan Bali untuk menyita kapal yang berlabuh di pesisir pulau Bali yang kemudian akan dijadikan sebagai hak atas Kerajaan Bali sendiri. Hal ini dilakukan untuk bisa memproteksi Bali dari adanya penjajah, terutama kedatangan Belanda.

Namun ternyata, pihak Belanda akhirnya datang juga ke perairan Bali dengan bala tentaranya, yang kemudian marah dan tidak suka atas adanya peraturan yang menurut mereka sangat merugikan pihak Belanda ini. Namun hal itu tentunya tidak dapat dengan mudah dilakukan, apalagi karena perlakuan hak tersebut merupakan sebuah tradisi dan merupakan peraturan yang dibuat oleh Kerajaan Bali yang harus ditaati oleh pendatang. Karena hal ini, akhirnya terjadilah pertentangan yang dikarenakan oleh adat istiadat, seperti yang terkandung dalam peperangan sebelumnya, yakni latar belakang perang Banjar.

2. Tuntutan Belanda Untuk Penghapusan Hak Tersebut

Latar belakang perang bali selanjutna ada pada pokok kedua ini, yaitu adanya peraturan mengenai Hak Tawan Karang yang merupakan suatu hal yang dianggap tidak masuk akal oleh Belanda, adan akhirnya bisa memicu kemarahan dari pihak Belanda sendiri untuk melakukan serangan terhadap kerajaan Bali. Pada awalnya memang sempat terjadi perselisihan yang terjadi antara keduanya. Belanda yang ingin menghapuskan peraturan tersebut ditentang oleh Kerajaan Bali, karena yang namanya pendatang, maka harus ikut serta menaati peraturan yang berlaku, terutama terhadap wilayah kepulauan seperti pulau Bali.

Pada akhirnya, Belanda mengeluarkan persenjataannya berupa meriam yang ditembakkan ke dinding-dinding kerajaan Buleleng Bali. Menyadari adanya serangan ini, pasukan kerajaan segera bergerak untuk melindungi benteng. Perlawanan sampai titik darah penghabisan dikeluarkan oleh pejuang-pejuang Bali untuk mempertahankan wilayahnya. Korban berjatuhan dari kedua pihak. Namun sayangnya, perlawanan tersebut berhasil ditahan oleh Belanda, dan akhirnya satu per satu wilayah di Bali dikuasai oleh Belanda.

3. Tuntutan Monopoli Perdagangan oleh Belanda

Terlepas dari adanya pengertian analisa politik yang berkembang pada era tersebut, Belanda juga memanfaatkan Bali pada unsur eknominya. Dengan monopoli perdangan yang dikuasainya, Belanda juga berusaha untuk mengambil alih perdangan pada pasar-pasar di pulau Bali. Hal ini tentu memicu kemarahan dari rakyat Bali sendiri karena merasa dirugikan dengan berbagai peraturan yang dibuat-buat oleh pemerintah Belanda untuk mengambil keuntungan. Akhirnya peperangan pun pecah, dan korban yang berjatuhan pun lebih banyak dari pihak Bali.

Sponsors Link

Meskipun hal itu sudah terjadi puluhan tahun yang lalu, namun dikhawatirkan teknk monopoli perdagangan yang licik ini dikhawatirkan dapat memicu konflik yang terjadi di tanah air pada era sekarang ini, seperti pada penyebab konflik Maluku, penyebab konflik Aceh, dan juga penyebab konflik Poso.

4. Invasi Belanda

Tentunya bukan kabar baru lagi bahwa Belanda ingin menguasai beberapa wilayah potensial yang ada di Indonesia. Berbagai wilayah berhasil dikuasai, dan sebagai salah satu contohnay adalah pada peristiwa penyebab Pertempuran Bandung Lautan Api, yang mana mengakibatkan kerugian material yang banyak jumlahnya. Dari pulau Jawa, akhirnya Belanda melanjutkan invasinya ke pulau-pulau yang terdekat, salah satunya Bali. Di sanalah, mereka mulai mendaratkan kapal-kapal dan akhirnya sempat bertikai karena Hak Tawan Karang yang dibuat pemerintah Bali.

5. Perebutan Kerajaan Buleleng

Dengan adanya perlawanan dari rakyat Bali, Belanda semaki gencar untuk melakukan perebutan wilayah agar tidak ada lagi provokator pemberontakan yang bisa memicu semnagta rakyat Bali. Belanda mengeluarkan pasukan-pasukan mereka untuk menyerang kerahaan yang ada di Bali, dan tak lama kemudian mendapat perlawanan sengit dari masyarakat Bali. Pada akhirnya, Belanda yang memiliki jumlah pasukan dan dampak teknologi persenjataan yang baik berhasil mengalahkan perlawanan tersebut. Akhirnya, Bali berada di bawah kepemimpinan Belanda, dan kemudian terjadi beberapa tindakan buruk yang dilakukan oleh Belanda, yang dinilai sebagai penyebab pelanggaran HAM vertikal bagi rakyat Indonesia yang menderita karena adanya kebijakan-kebijakan dan tindakan mereka yang tidak manusiawi.

Sponsors Link

6. Rasa Tidak Terima Rakyat Bali

Penyerangan terhadap kerajaan Bali tentunya bukan merupakan hal yang dihiraukan begitu saja. Dengan diserangnya kerajaan tersebut, maka harga diri dari masyarakat Bali juga ikut terinjak. Oleh karena itu, akhirnya timbul sebuah perlawanan dari rakyat Bali sendiri yang dinamakan Puputan, perang sampai titik darah penghabisan. Dari peperangan tersebut, banyak sekali masyaakat Bali yang gugur di medan tempur. Namun, ada hal lain yang dapat kita ambil dari peristiwa tersebut, yakni adanya nilai yang terkandung dalam Perang Puputan, yang dapat kita terapkan pada kehidupan berikutnya. Dan dari sana kita dapat lebih bersyukur dan berterima kasih atas jasa para pejuang yang mengorbankan segalanya demi kemerdekaan Indonesia yang sudah kita rasakan sekarang.

Itulah tadi beberapa sebab, enam latar belakang perang bali ini. Peperangan ini juga merupakan salah satu perang ikonik yang selalu dikenalkan kepada generasi-generasi berikutnya. Dan tentunya itu merupakan hal yang penting, karena di dalamnya, dapat dijumpai berbagai nilai-nilai positif yang harus dipelajari demi kelangsungan hidup demokrasi di Indonesia.

Namun hal itu tidak serta merta dijadikan alasan untuk kita membalaskan dendam pada penjajah di era yang saat ini. Kita justru bisa mengambil pelajaran-pelajaran yang berharga dari perang tersebut, seperti pentingnya harga diri dan kesetia kawanan.

, ,
Post Date: Saturday 17th, March 2018 / 05:17 Oleh :
Kategori : Daerah