3 Penyebab Pertempuran Bandung Lautan Api Singkat dan Lengkap

Peperangan antara perlawanan bangsa Indonesia terhadap penjajahan memang merupakan hal yang sangat menarik untuk di ahas. Pertarungan antara perebutan permata yang bernama kemerdekaan dilakukan dengan cara untuk bisa bebas dari cengkraman tangan keji para penjajah. Berbagai perlawanan telah dilakukan untuk “memperlambat” mereka dari penguasaan negeri ini. Kita sudah belajar banyak dari sejarah seperti peperangan 5 hari di Semarang, perang arek-arek Suroboyo, dan juga peperangan ini yang akan kita bahas yaitu peristiwa Bandung Lautan Api. Dalam peperangan ini, banyak sekali nilai yang dapat diambil dari peristiwa ini.

Baca juga :

Nilai-nilai tersebut seperti pengorbanan, harga diri, dan keteguhan. Kita bisa menengok dari sejarah yang lalu bahwa kedatangan sekutu di Indonesia menambah beberapa masalah yang semakin meluas di seluruh wilayah Indonesia. Termasuk di dalamnya adalah wilayah kota Bandung. Pada saat itu, kedatangan para sekutu dan Nica di Bandung adalah untuk mencapai tujuan pembangunan pangkalan militer di wilayah itu. Mendengar kabar ini, rakyat Bandung memikirkan suatu cara untuk mencegah itu semua. Satu-satunya cara adalah untuk mengorbankan daerah mereka sendiri dengan cara membakarnya, agar para sekutu tidak bisa menggunakan tanah dan bangunan di Bandung ini sama sekali. Agar mereka nantinya rugi karena kehilangan salah satu wilayah strategis di Jawa Barat.

Dibalik semua itu, kita bisa mengamati dan mengetahui beberapa penyebab pertempuran Bandung lautan api tersebut. Kita mulai dari yang pertama :

1. Datangnya Sekutu Diboncengi oleh NICA

Hal utama yang menyebabkan peristiwa ini terjadi adalah kabar bahwa pihak Sekutu dan Nica yang akan datang ke Tanah Jawa, kemudian berencana untuk mengambil alih Bandung. Mendengar kabar bahwa sekutu datang saja sudah membuat rakyat Bandung khawatir, dan kembali memutar otak untuk mengetahui apa motif dibelakang kedatangan Sekutu ke Bandung. Tak lama kemudian diketahui bahwa datangnya sekutu ke Bandung disertai dengan niatan untuk mengubah kota Bandung yang damai menjadi salah satu pusat militer Sekutu di Jawa Barat. Tentunya hal ini menimbulkan permasalahan dalam internal rakyat Bandung sendiri, mereka berpikir bagaimana cara yang efektif agar Sekutu gagal mencapai tujuannya.

Kemudian digagaslah ide untuk membakar kota Bandung, karena nampaknya tidak memungkinkan untuk mereka melawan sekutu dengan persenjataan dan anggota yang sedikit. Untuk itu mereka meminta bantuan kepada masyarakat untuk ikut membakar kampung halamannya sendiri agar datangnya Sekutu ke Bandung menjadi sia-sia. Pada awalnya pendapat ini ditolak mentah-mentah, karena dianggap sudah tidak waras untuk membumi hanguskan tanah kelahiran sendiri. Namun tidak ada cara lain. Pada akhirnya sekutu tiba di Bandung hanya untuk menemukan bangkai-bangkai bangunan yang terbengkalai dan hangus.

[AdSense-B]

Rakyat Bandung tadi sudah berlindung dahulu ke atas bukit tak jauh dari area itu. Walaupun terkesan nekat, tapi tragedi pembakaran kota Bandung sendiri merupakan langkah yang bagus untuk mencegah kekuasaan sekutu kembali membesar di area tersebut, apalagi mencakup seluruh areal Jawa Barat. Hal tersebut tidak patut mendapat cibiran dari kita, namun bisa kita apresiasi karena ketabahan dan keberanian mereka. Dengan langkah yang tidak masuk akal, mereka pada akhirnya bisa “memenangkan” pertarungan ini.

Baca juga :

[AdSense-A]

2. Rasa Berkorban Rakyat Bandung yang Besar

Selain keberanian, aksi tadi tidaklah jauh dari yang namanya pengorbanan. Di sini kita bisa membayangkan kita pada posisi yang dihadapkan dengan opsi yang teramat sulit. Membiarkan sekutu berkuasa, atau menghancurkan tanah kelahiran sendiri. Untuk mengalahkan musuh kita, tidak ada pilihan lain yang harus kita pilih. Mau tidak mau, kota tempat kita tumbuh harus dihancurkan. Hal itulah yang dialami oleh rakyat Bandung, dimana mereka mengorbankan harta yang tak ternilai harganya, yaitu Kota Bandung. Kota dimana mereka lahir dan berkembang hingga berkeluarga. Harta yang mereka rela “keluarkan” tidak akan mampu dibeli oleh apapun. Tempat yang selalu dicintai dan berharga di hati harus dimusnahkan pada akhirnya. Demi untuk mencegah langkah lebih besar yang akan dilakukan oleh pihak lawan kita, Sekutu.

Pengorbanan mereka pun juga membuahkan hasil yang mengejutkan. Jadi, apa yang mereka keluarkan, apa yang mereka perjuangkan, dan apa yang mereka hancurkan tidaklah menjadi hal yang sia-sia. Dari sini kita bisa mengerti bahwa untuk memperoleh kemenangan, kita harus rela mengorbankan apa yang kita punya. Bukan hanya jiwa raga, tapi juga hal-hal penting yang ada di sekitar kita. Pengorbanan tadi tentunya bukanlah tindakan sia-sia belaka, namun sebagai satu langkah untuk mencapai gemerlap kemenangan.

Baca juga :

3. Menjunjung Harga Diri

Alasan ketiga sekaligus yang terakhir menyangkut harga diri yang dimiliki rakyat Bandung sebagai warga Indonesia. Daripada harus bertekuk lutut melayani kekejaman sekutu, lebih baik menghancurkan apa yang diinginkan oleh pihak sekutu, agar mereka merugi dan rakyat Bandung bisa tetap selamat. Rasa menjunjung harga diri yang patut dipuji tadi membuat mereka tidak terjajah lagi oleh sekutu dan komplotannya. Mereka bisa melarikan diri dari pihak-pihak yang akan memanfaatkan mereka nantinya. Semua berawal dari harga diri sebagai warga negara. Warga yang hidup, tumbuh, dan berkembang di negaranya sendiri dengan damai dan tentram sebelum kehadiran penjajah-penjajah.

[AdSense-C]

Seluruh masyarakat sepatutnya juga memiliki harga diri sama seperti apa yang dipunyai oleh Rakyat Bandung. Kita harus berbangga diri untuk hidup sebagai orang asli Indonesia yang bertempat tinggal di sini, mencari nafkah di sini, dan hidup sampai akhir khayat di sini. Sudah sepantasnya kita bisa percaya diri, bukannya malah malu akan kekuatan negara lain. Kita bisa bergerak lebih maju dengan kekuatan kita bersama, bisa menempuh dan menghindari segala rintangan menuju kemajuan bangsa. Kita tentunya orang yang sopan, makin lama makin merunduk. Namun, merunduk di sini bukan berarti menyerah atau pasrah begitu saja dengan keadaan kita dibandingkan dengan negara lain. Kita harus bisa bangkit dan membuat kehidupan kedepan lebih baik dari hari ini. Kita pasti bisa hidup sebagai bangsa yang berani dan mandiri.

Tiga sebab tadi menutup perjumpaan kita pada hari ini. Semoga beberapa informasi lengkap mengenai peristiwa Bandung Lautan Api tadi bisa memberi wawasan yang lebih luas serta menginspirasi anda untuk bisa hidup jauh lebih baik lagi. Sekian.