Sponsors Link

Contoh Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan

Sponsors Link

Berbicara mengenai tindakan kekerasan yang ada di Indonesia, kita dapat menemukan beberapa jenisnya yang beragam. Anda bisa melihat beberapa contohnya dari beberapa peristiwa yang pernah terjadi di Indonesia, seperti contoh kasus pelanggaran hak warga negara, contoh kasus integrasi sosial, dan juga contoh kasus perlindungan konsumen. Kejadia-kejadian tersebut terus terjadi seolah tanpa henti dan bisa menyerang siapa saja, termasuk anda dan orang yang anda sayangi. Selain dari contoh-contoh yang telah dijabarkan di atas, ada satu lagi contoh yang mengundang perhatian masyarakat luas, yakni kekerasan terhadap wanita. Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga atau KDRT merupakan salah satu masalah utama dalam kehidupan berkeluarga.

ads

Dengan adanya ketidak sesuaian pendapat atau masalah-masalah lainnya, seorang ayah yang seharusnya bisa melakukan tindakan yang sangat terpuji dengan melindungi keluarga dengan segenap jiwa dan raganya justru melakukan hal yang sangat tega yaitu menyakiti istrinya sendiri.

Contoh kasus kekerasan terhadap perempuan ini dianggap lebih kejam daripada contoh kasus KDRT terhadap istricontoh kasus pelanggaran HAM berat ataupun contoh perang saudara di Indonesia karena tipe kekerasan ini sengaja menggunakan kelemahan dari seorang wanita. Dalam sebuah keluarga, wanita seringkali dianggap lebih lemah daripada suaminya. Oleh karena itu, beberapa pria yang merasa dirinya kuat akan berusaha untuk menunjukkan eksitensi kekuatannya lewat menyakiti istrinya. Pada umumnya, hal ini dimulai karena adanya konflik dalam keluarga, terutama yang menyangkut hubungan keduanya. Namun tidak menutup kemungkinan jika terdapat alasan-alasan lain yang lebih sepele yang bisa berujung pada tindak kekerasan tersebut.

Tindak kekerasan terhadap perempuan sebenarnya juga tidak hanya terjadi pada ranah keluarga saja, namun pada dunia pendidikan, kita dapat menemukan kasus serupa lewat perilaku bullying. Seringkali tindakan bullying dilakukan oleh sejumlah kelompok individu untuk merendahkan seorang individu yang dianggap lemah. Seringkali korban dari tindak kekerasan ini adalah seorang perempuan yang merupakan seorang penyendiri dan tidak pandai bergaul. Oleh sebab itulah, ada sekelompok siswa atau siswi yang berusaha memanfaatkan kelemahan tersebut dengan aksi bullying.

Selain itu ada beberapa contoh kasus tindakan kekerasan terhadap perempuan lain yang akan kita bahas dalam artikel ini. Tapi kita akan membahas terlebih dahulu mengenai kekerasan terhadap perempuan secara umum.

Kekerasan Terhadap Perempuan

Kita kembali berbicara mengenai tindakan kekerasan terhadap perempuan yang termasuk dalam pelanggaran beberapa jenis-jenis Hak Asasi Manusia. Disamping dari angka penyebab konflik antar golongan dan penyebab konflik antar agama, Indonesia kembali diresahkan dengan tingkat kekerasan yang terjadi di rumah tangga yang dianggap masih tinggi. Dengan menyadari tingginya angka tersebut, sayangnya justru dari tahun ke tahun angka tersebut tidak menunjukkan adanya penurunan, justru sebaliknya.

Wujud kekerasan yang dilakukan terhadap perempuan juga tidak hanya berbentuk fisikal saja, namun pada sekitar tahun 2000 an ditemukan fakta baru bahwa tindakan cyber bullying juga termasuk dalam tindakan kekerasan yang secara langsung dapat menyerang psikologi korbannya.

Selain hinaan, cemoohan yang diberikan pada korban di dunia maya, tindakan lain seperti penyebaran foto atau video pribadi yang dimiliki korban juga dapat dibilang sebagai salah satu wujud dari kekerasan terhadap wanita. Efek yang buruk dari penyebaran media tersebut adalah si korban yang menjadi objek seksual oleh para pelaku. Selain itu, media tersebut dapat diedit sedemikian rupa untuk memojokkan dan menjelekkan image korbannya sehingga mendapat penilaian yang buruk dari masyarakat.

Sponsors Link

Hal yang menyebabkan tingkat kekerasan ini masih seringkali terjadi di Indonesia adalah persepsi masyarakat yang seolah menempatkan perempuan lebih rendah dari laki-laki,sehingga rentan menjadi korban dari pelecehan atau penyiksaan.

Faktor Penyebab Kekerasan Terhadap Perempuan

Meskipun penilaian mayoritas masyarakat masih seperti itu, namun pada jaman sekarang ini wanita bisa bangkit dan menjadi diri mereka sendiri dengan ikut serta melakukan dukungan seara langsung kepada negara dengan cara ikut sertas masuk ke dalam lembaga negara seperti TNI atau kepolisian dengan mempertimbangkan berbagai persyaratan yang terkandung dalam syarat masuk TNI Wanita, pasukan elit wanita terbaik, atau bahkan pada tes kesehatan menjadi istri polisi.

Namun, tentunya kekerasan masih dapat terjadi karena beberapa sebab. Bisa saja faktornya berasal dari internal, maupun eksternal si korban. Faktor yang pertama dan yang paling sering terjadi adalah faktor ekonomi. Rendahnya ekonomi seringkali membuat para kepala keluarga tertekan dan stress, sehingga mereka bisa saja melampiaskan kekesalan mereka pada orang terdekat mereka, yaitu istri.

Selanjutnya adalah media sosial. Penggunaan media sosial dengan tidak bijak dapat menimbulkan sakit hati dan kekesalan korbannya. Kita bisa melihat bahwa komentar netizen tidaklah selalu benar, bahkan ada yang sangat konyol dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan topik yang sedang dibicarakan. Selain itu, keamaan media sosial juga sangat diperlukan agar dapat mencegah tindakan pembajakan yang bisa berujung kerugian bagi korbannya.

Fakto selanjutnya adalah pernikahan dini dan psikologis. Kedua hal tersebut saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan. Remaja yang belum mencapai usia matang seringkali belum mencapai kedewasaannya dimana ia bisa lebih bijak dan lebih tenang dalam menghadapi masalah. Karena kepanikan yang terjadi dalam keluarga karena masalah tertentu, akibatnya adalah istri yang menjadi objek pelampiasan suaminya.

Kemudian ada faktor dari keluarga itu sendiri, yakni permasalahan keluarga. Hal ini seringkali menjadi tabu untuk dibicarakan ke orang lain karena dianggap  sebagai masalah antar keluarga saja, bukan sosial. Oleh karena itu, banyak korban kekerasan memlih untuk tidak membicarakannya karena merasa malu.

Sponsors Link

Contoh Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan di Indonesia

Selain dari beberapa contoh dari penyebab konflik antar ras, penyebab konflik antar suku seperti penyebab konflik Ambon, negara ini juga memberikan perhatian khusus pada contoh kasus kekerasan terhadap perempuan di Indonesia karena ditemukan fakta bahwa pada tahun 2017, jumlah kasus kekerasan perempuan mencapai 348. 446, dimana hampir 95% nya merupakan kasus KDRT.

Kasus yang diarsipkan dalam kategori KDRT pun sangat beragam, dimulai dari kasus seperti suasan rumah tangga yang tidak aman, sampai kasus pembunuhan yang dilakukan oleh suami kepada istrinya. Kasus lain seperti kekerasan yang dilakukan oleh kekasih juga mendapatkan perhatian dari negara karena banyaknya kasus yang akhirnya menjadi viral.

Sebanyak 13.384 kasus yang tersisa merupakan kasusyang berasal dari lembaga mitra.Kasus tersebut dibagi menjadi tiga kategori, yakni lingkungan privat, publik, dan negara. Dalam hal ini, lingkungan privat memiliki kasus terbanyak yaitu pada 9.609 kasus, 3.528 pada lingkungan publik dan sisanya 247 kasus merupakan kasus pada ranah negara.

Itu tadi beberapa penjelasan mengenai contoh kasus kekerasan terhadap perempuan yang terjadi di Indonesia. Contoh yang telah kami sampaikan pada paragraf di atas bisa kita jadikan pelajaran bagi kita agar dapat menghargai perempuan.

Seorang perempuan merupakan hal yang harus disyukuri dalam sebuah keluarga. Ia dapat dengan perkasa mempertahankan keluarga dengan kasih sayangnya dan mengurus anak-anak dengan usaha yang terbaik. Oleh karena itu, segala masalah yang ada bisa dibicarakan baik-baik agar keharmonisan dan keutuhan keluarga dapat tetap terjaga.

, ,
Post Date: Monday 25th, June 2018 / 04:44 Oleh :
Kategori : HAM