5 Contoh Perang Saudara Di Indonesia

Perang saudara merupakan sebuah perang yang terjadi antara dua atau beberapa faksi (saudara) dalam entitas politik. Ini bukan merupakan perang yang melibatkan dua negara namun perang yang terjadi justru malah terjadi di dalam lingkungan negara sebagaimana proses agresi militer belanda 1 . Dalam bahasa inggris perang saudara dikenal dengan istilah “Civil War” atau secara harfiah dikenal dengan perang warga sipil atau perang madani. Dampak perang negara justru lebih fatal ketimbang perang pada umumnya. Sebab, terjadinya di dalam lingkungan negara sehingga resiko timbulnya konflik yang lebih luas juga akan semakin besar.

Jika dianalogikan adalah, perang antar negara seperti sebuah penyakit di luar tubuh, yang artinya anda tau penanganannya dan antisipasinya. Namun, jika perang saudara lebih pada diibaratkan sebagai penyakit yang terjadi di dalam tubuh, mengerogoti dari dalam dan jika tidak di tangani akibatnya bisa fatal. Begitu juga bagi sebuah negara, kondisi perang saudara sebagai konflik internal tentu akan mengancam eksistensi sebuah negara dan berpengaruh besar terhadap perkembangan dan kemajuan di negara tersebut sebagaimana penyebab perang israel dan palestina serta penyebab israel dan palestina saling berperang  .

Di Indonesia sendiri, perang saudara juga beberapa kali pernah terjadi. Sebab, sebagai sebuah negara yang multikultural pastinya gesekan dan perbedaan bisa menjadi pemicu timbulnya konflik sehingga menyulut kepada peperangan. Perang saudara biasanya terjadi masih dalam satu wilayah. Jika sebelum jaman Indonesia lahir atau jaman kerajaan, banyak perang saudara yang terjadi dan berakibat pada runtuhnya kerajaan tersebut. Oleh sebab itu, berikut kita akan membahas mengenai 5 Contoh Perang Saudara Di Indonesia.

1. Perang Saudara Di Ambon

Ambon sebuaj provinsi yang ada di Indonesia sebagai penghasil utama rempah-rempah. Perang saudara atau biasa dikenal dengan konflik Ambon 1999 telah merubah kondisi Ambon mwnjadi terpuruk. Sebelum peristiwa ini terjadi hubungan persaudaraan antara umat Kristen dan Muslim di sana sangatlah Toleran. Bahkan bisa dibilang Ambon merupakan wilayah yang amat menjunjung tinggi toleransi dalam hubungan antar umat beragama. Keduanya hidup rukun dan harmonis dalam satu wilayah tanpa pernah mengalami cekcok dan perdebatan mengenai perbedaan keyakinan.

Penyebab perang ini bisa dibilang sangat sepele seperti penyebab konflik antar ras , sebab hanya bermula dari sebuah konflik lokal antara seorang sopit Taxi dan penumpangnya yang kemudian seorang muslim. Konflik ini kian membesar tidak lain disebabkam oleh adanya provokator dan provokasi yanh semakin menyulut api kemarahan antara kedua pihak. Aksi saling setang dan pengerisakan besar-besaranpun tak terhindarkan. Hingga pada akhirnya membuat jatuhnya banyak korban dan situasi yang semakin tidak terkendali.

Hubungan persaudaraan yang dahulunya amat erat, toleransi yang dahulunya amat dijunjung dan menjadi pondasi kehidupan masyarakat Ambon menjadi hancur, putus dan lukuh lantak bersama dengan kondisi kota Ambon yang mencekam. Terlebih lagi konflik ini semakin meruncing akibat aparat keamanan yang tak mampu bertindak tegas terhadap dalam dari provokator. Justru mereka juga disinyalir terlibat dalam beberapa kasus pemnembakan hingga tewas terhadap beberapa warga sipil. Ambon yang dulunya harmonis menjadi mencekam pada tahun 1999 hingga tahun-tahun berikutnya, sebab dibutuhkan waktu yang lama untuk mengembalikan kondisi yang kondusif pasca perang. [AdSense-B]

2. Perang Saudara Muslim-Kristen di Maluku Tengah

Hal yang sama juga terjadi di wilayah Maluku tengah dalam ciri-ciri demokrasi kepemimpinan . Dimana persaudaraan antara umat Kristen dan Muslim yang telah berjalan selama setengah milenial harus diterpa kehancuran karena konflik lokal yang dibalut dengan provokasi dari pihak yang ingin menjalankan kepentingannya. Pasca konflik agama yang terjadi di Jakarta November 1998, Presiden Indonesia saat itu BJ Habibie menobatkan Maluku sebagai wilayah Indosenia yang paling toleran dan menjadi percontohan bagi wilayah lain yang ada di Indonesia. Memang pada tahun 1998-1999 Indonesia tengah dilanda konflik persaudaraan yang melibatkan isu agama di dalamnya.

Perang Saudara di Maluku Tengah menunjukkan bahwa saat itu, kita sangat mudah dipermainkan oleh para provokator. Dengan leluasa mereka menyebarkan kebencian dalam persaudaraan yang telah dijalin sangat lama, merusak sendi dan pomdasi persatuan yang selama ini dibangun dengan landasan perbedaan. Akhir sebuah perang hanya akan menyisakam duka lara, entah siapa yang salah atau benar yang pasti yang ada hanyalah pihak yang mencoba mencari pembermnaran atas kesalahan pihak lain.

3. Perang Saudara Di Papua

Papua  merupakan wilayah Indonesia yang paling kaya bentang alam dan sumber daya alamnya sebagimana akibat agresi militer terhadap integrasi nasional . Letaknya berada paling ujung dari wilayah Indonesia, sering membuatnya merasa terlupakan. Selain itu, masyarakat Papua juga masih sangat kental memegang adt istiadt san kebudayaan tradisional mereka. Di Papua kita akan sangat mudah menemukan suku-suku asli yang hidup dalam kesederhanaan, mengandalkan alam dan jauh dari kata modernisasi. Papua juga merupakam daerah yang rawan terhadao konflik lokal antar suku yang kemudian berubah menjadi perang antar saudara.

Perang saudara di Papua merupakan konflik yang amat sering terjadi sebagai dampak konflik agama . Penyelesaiannya pun relatif sulit dilakukan, sebab mereka cenderung tidak mengijinkan pihak luar termasuk pemerintah untuk ikut menjadi mediator dalam memediasi konflik. Namun, lain dulu lain sekarang kini masyarakat Papua telah banyak tersentuh pembangunan dan tak lagi ketinggalan seperti dahulu. Hal ini tentunya memberikam sebuah amgin segar, dan meminimalisir terjadinya kembali gesekan yang berujung pada perang saudar seperti sebelum-sebelumnya. Mwskipun begitu kita masih kerap mendengar beberapa kali kerusuhan di Papua namun tidak seekstrim dan sesering dahulu. [AdSense-C]

4. Perang Saudara Di Sigi Sulawesi Tengah

Perang ini terjadi antara dua desa yang bersebelahan dan telah lama hidup layaknya saudara. Terjadi pada tahun 2012 dimana dua deaa saling bentrok sehingga membuat kerusakan terhadap 15 rumah diecamatan Marowala Sigi terbakar. Selain itu, konflik yang cenderung mengarah pada perang ini juga menyebabkan belasan warga mengalami luka-luka salah satu contoh kejahatan kemanusiaan . Lagi-lagi konfliknya dipicu oleh hal yang sepele yaitu seorang warga yang mengarahkan busur panah kearah warga lain di kecamatan Marowala. Sehingga akhirnya menimbulkam perang dimana semua warga salin serang dengan menggunakan senjata tajam seperti senapan angin dan busur panah.

5. Perang Saudara Di Lampung

Lampung menjadi provinsi yang paling multicultural sebagaimana pengertian konflik antar ras . Sebab diwilayah ini, kita bisa menemukan hampir semua suku yang ada di Indonesia. Namun, siapa sangka Lampung juga pernah menjadi wilayah terjadinya perang saudara. Apalagi ditambah dengan adanya provokator yang semakin meruncingkan suasana sehingga membuat kondisi menjadi amat tidak kondusif dan mencekam. Setelah periatiwa tersebut berlalu dampak psikologis yang ditimbulkan tentu masih melekat. Namun, kini masyarakat Lampung sudah cerdas dan bisa menyikapi setiap isu dengan bijaksana.

5 Contoh Perang Saudara Di Indonesia. Tentunya semakin menambah wawasan dan pengetahuan anda mengenai pentingya menjaga persatuan dan kesatuan demi eksintensi bangsa Indonesia. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.