Contoh Kasus Perlindungan Konsumen di Indonesia

Dalam tipe demokrasi apapun itu, mulai dari jenis demokrasi ciri ciri demokrasi liberal, ciri ciri Demokrasi Terpimpin, ataupun prinsip-prinsip Demokrasi Pancasila, dalam sebuah negara pasti ditemukan adanya perdagangan. Perdagangan ini tidak hanya sebatas aktifitas untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari saja, namun perdagangan juga merupakan salah satu faktor untuk bisa memajukan negara, terutama ekonominya. Oleh sebab itu, perdagangan tidak bisa dianggap sebagai hal yang sepele, apalagi bila menyangkut adanya transaksi dalam jumlah yang besar.

Tentu saja tidak hanya customer yang berkewajiban untuk melakukan pembayaran atas transaksi yang dilakukan, namun seller juga harus menaati dan menghormati adanya hak-hak konsumen. Dengan pemenuhan kewajiban sebagai seller dan customer, masing-masing dari mereka bisa mengklaim hak-hak yang sudah sepantasnya menjadi miliki mereka. Dengan begitu transaksi yang dilakukan oleh kedua pihak bisa berhasil dan sukses, tanpa terkendala adanya masalah-masalah yang timbul akibat pengabaian hak-hak yang ada.

Namun, tidak semua penjual merasa bahwa dirinya harus mematuhi hak konsumen, dan akhirnya memilih untuk melakukan berbagai langkahnya sendiri tanpa menaati aturan yang ada. Padahal, sebenarnya perlindungan konsumen sudah diatur dalam undang-undang yang bisa memasukkan si penjual ke balik jeruji besi. Karena hak konsumen juga termasuk dalam contoh kasus pelanggaran HAM berat, penyebab konflik horizontal, dan merupakan salah satu jenis-jenis Hak Asasi Manusia, maka sudah sepatutnya apa yang menjadi hak milik konsumen di hormati.

Sebelum membahas lebih jauh mengenai apa asas dari perlindungan konsumen beserta contoh kasus perlindungan konsumen di Indonesia, alangkah baiknya kita mengerti terlebih dahulu ketiga pihak yang berkaitan dengan masalah itu. Mari kita mulai pada yang pertama, yaitu arti dari Perdagangan.

Perdagangan

Seperti yang kita tahu, aktifitas perdagangan merupakan kegiatan yang terjadi antara kedua pihak, penjual dan pembeli yang memiliki tujuan yang berbeda. Penjual sebagai pelaku usaha berkeinginan untuk mendapatkan keuntungan dari barang yang dijualnya, sementara pembeli atau konsumen membeli sebuah produk atau jasa untuk bisa memenuhi kebutuhannya. Dalam aktifitas ini, ada perjanjian dimana sejumlah uang yang dibayarkan harus sepadan atau setara dengan nilai dari produk tersebut sesuai dengan yang ditawarkan oleh penjual.

Penjual dan Produsen

Disamping adanya penyebab pelanggaran HAM vertikal, produsen ini sangat berperan penting untuk melahirkan produk baru sebagai langkah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Penjual di sini adalah individu atau badan yang berdiri dan menyelenggarakan kegiatan usahanya. Keduanya tidak bisa dipisahkan, karena saling membutuhkan satu sama lain.

[AdSense-B]

Pada satu sisi, produsen membutuhkan sosok penjual dan distributor untuk bisa mendukung penyebaran dari produknya dengan efektif. Setiap pelaku usaha juga memiliki hak dan kewajibannya masing-masing. Untuk kewajiban, mereka diwajibkan untuk bisa selalu beritikad baik dalam menyelenggarakan kegiatan transaksi, lalu memberikan informasi yang akurat, menjamin mutu, dan memberikan perlakuan yang layak serta melayani konsumen dengan baik.

Dengan melakukan kwajibannya sebagai seorang pelaku usaha, maka ada hak-hak yang tentunya dapat diperoleh. Contoh dari hak pelaku usaha adalah mendapatkan pembayaran sesuai dengan perjanjian atau kesepakatan dengan pembeli, mendapatkan perlindungan hukum dari konsumen yang tidak bertanggung jawab, lalu hak untuk membela diri apabila terdapat permasalahan dengan konsumen.

Konsumen

Konsumen adalah siapa saja yang menggunakan produk bisa itu barang atau jasa yang dihasilkan oleh produsen dan disampaikan melalui distributor dan dijual oleh penjual atau pedagang. Konsumen bisa menggunakan suatu produk tidak hanya untuk dirinya sendiri, namun bisa untuk orang lain seperti keluarga, kelompok masyarakat, dan makhluk hidup lainnya asalkan produk tersebut tidak untuk diperjual belikan kembali.

Berbicara mengenai kewajiban dari konsumen, ada beberapa kewajiban yang harus dipenuhi oleh seorang konsumen jika ia menginginkan sebuah transaksi yang sukses dengan penjual. Contohnya, adalah beritikad baik saat bertransaksi, membayar sesuai dengan nilai produk, ikut serta mengikuti upaya hukum untuk menyelesaikan sengketa, dan juga membaca aturan pakai atau petunjuk pemakaian untuk menggunakan suatu produk.

Setelah melakukan kewajiban, tentunya konsumen bisa mengklaim hak-hak yang seharusnya ia peroleh, seperti mendapatkan kenyamanan dan keamanan saat bertransaksi, mengeluarkan keluhan, hak mendapatkan informasi yang sebenar-benarnya mengenai suatu barang atau jasa,  dan hak untuk memilih produk. Dan semisal konsumen menemukan adanya kejanggalan pada transaksi seperti penjual yang hilang begitu saja sesaat setelah uang berhasil ditransfer, maka ia juga bisa melaporkan penjual tersebut untuk bisa diproses secara hukum, sama seperti contoh pada cara melaporkan penipuan sms dan juga .

Asas Perlindungan Konsumen

Disamping adanya pasal perjudian togel dan pasal perjudian online, perlindungan konsumen juga dimuat dalam beberapa Undang-Undang yang ada di Indonesia seperti UUD1945 pasal 5 ayat 1, pasal 21 ayat 1, pasal 27, dan pasal 23. Selain itu ada peraturan yang dimuat dalam UU No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, UU No. 5 Tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, dan juga Peraturan Pemerintah No. 58 Tahun 2001 tentang pembinaan Pengawasan dan Penyelenggaraan Perlindungan Konsumen.

Perlindungan Konsumen memiliki beberapa asas yang terkandung dalam UU No. 8 Tahun 1999 di atas. Total ada lima asas yang akan kita bahas mengenai perlindungan konsumen ini.

  1. Asas Manfaat

Pada asas ini, diharapkan bahwa proses hukum untuk mengupayakan perlindungan konsumen tidak memberatkan salah satu pihak dan menguntungkan pihak lainnya. Semua pihak harus mendapatkan hak mereka masing-masing tanpa mengurangi atau merugikan salah satu pihak. Oleh karena itu, penyelenggaraan perlindungan konsumen dimaksudkan untuk memberikan keadilan bagi kedua pihak.

  1. Asas Keadilan

Asas ini menjelaskan bahwa konsumen dan juga pelaku usaha bisa memperoleh hak dan kewajibannya dengan berlaku adil. Untuk itulah dalam UU ini diatur hak dan kewajiban yang harus dilakukan oleh kedua pihak.

  1. Asas Keseimbangan

Menjelaskan bahwa konsumen, pelaku usaha, dan juga pemerintah akan memperoleh manfaat yang sama rata dari penyelenggaraan perlindungan konsumen ini.

  1. Asas Keamanan dan Keselamatan Konsumen

Memberikan jaminan bahwa konsumen akan mendapatkan manfaat dari produk yang digunakannya, sehingga mewajibkan produsen untuk menciptakan produk yang sesuai dengan standar.

  1. Asas Kepastian Hukum

Konsumen dan Pelaku usaha diwajibkan untuk menaati aturan hukum dan juga mendapatkan keadilan dalam aktifitas dari penyelenggaraan perlindungan konsumen ini sehingga prosesnya bisa berjalan dengan lancar.

[AdSense-C]

Contoh Kasus Perlindungan Konsumen

Meskipun tidak seberat contoh kejahatan kemanusiaan, contoh kejahatan tanpa korban, contoh kejahatan kerah putih, ataupun bentuk kejahatan lain yang berujung pada hukuman seumur hidup menurut Pasal 10 KUHP, namun kasus perlindungan konsumen sempat membuat resah masyarakat. Salah satu contohnya adalah produk obat nyamuk, yang memiliki harga murah dan banyak diminati oleh masyarakat.

Bahan kimia ditemukan dalam produk tersebut, seperti Diklorvos dan Propoxur yang berbahaya bagi kesehatan manusia. Namun sayangnya, pemerintah hanya melakukan langkah yang sebenarnya tidak memberikan efek nyata yakni pelarangan penggunaan Diklorvos untuk pertanian dan rumah tangga.

Itulah tadi beberapa contoh kasus perlindungan konsumen di Indonesia, semoga saja, kejadian serupa tidak akan terulang lagi pada masa yang akan datang. Dan sudah sepatutnya kita juga mengambil pelajaran yang ada pada kasus tersebut.

Seperti yang anda lihat tadi, perdagangan bukanlah hal yang sepele, tidak hanya aktifitas menukar uang dan barang saja, namun di dalamnya juga dapat ditemukan aktifitas menjalankan kewajiban dan menghormati hak dari pihak lain. Apabila transaksinya berjalan mulus, kedua pihak akan mengalami keuntungan.