Sponsors Link

5 Penyebab Konflik Antar Golongan Serta Contoh yang Pernah Terjadi Di Indonesia

Sponsors Link

Konflik dapat diartikan debagai benturan atau juga proses sosial yang terjadi antara dua orang atau lebih (kelompok atau golongan) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain, dengan mengahancurkan atau membuatnya tidak berdaya. Bebarapa hal yang melatar belakangai konflik sebagaimana faktor penyebab kerusuhan antara lain ialah adanya perbedaan ciri-ciri yang dibawa oleh setiap individu dalam interaksi. Perbedaan tersebut menyangkut pada ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan dan masih banyak lagi yang lainnya. Konflik merupakan  hal yang wajar terjadi dalam masyarakat. Tidak ada satu masyarakatpun yang tidak pernah  terlibat konflik dengan individu ataupun dengan kelompok dan golongan masyarakat tertentu.

ads

Golongan masyarakat merupakan spesifikasi kelompok masyarakat yang memiliki ktiteria yang sama. Misalnya golongan antara pekerpuan dan laki-laki, penggolongan berdasarkan usia, penggolongan berdasarkan pendidikan dan pekerjaan. Meskipun begitu pada dasarnya penggolongan ini digunakan hanya untuk kajian penelitian. Sedangkan dalam masyarakat sendiri penggolongan dapat didasarkan atas pandangan yang sama terhadap sesuatu hal. Maka kelompok yang memiliki kesamaan pandangan tersebut dapat digolongkan kedalam satu golongan masyarakat. Simak juga penyebab konflik antar agama dalam masyarakat majemuk .

Mengingat bahwa dalam masyarakat kita yang majemuk, terkadang seringkali terjadi konflik antar golongan yang kemudian menjurus pada tindakan kekerasan. Lalu sebenarnya apakah yang mendasari konflik antar golongan ini . Mengapa mereka yang memiliki cara pandang yang berbeda malah justru dapat berkonflik. Berikut akan dijelaskan secara singkat mengenai 5 penyebab konflik antar golongan beserta contoh yang pernah terjadi di Indonesia. Simak selengkapnya.

1. Perbedaan Cara Pandang Mengenai Sesuatu

Persepsi atau cara pandang seseorang terhadap sesuatu ternyata dapat memicu timbulnya sebuah konflik atau akibat konflik sara . Mereka yang memiliki pandangan yang sama cenderung akan berkumpul dengan golongan yang berada dalam cara pandang yang sama. Sebaliknya mereka yang memiliki pandangan yang berbeda juga akan membentuk kelompok yang berlawanan. Adanya kelompok atau golongan ini tentu dapat memberikan kekuatan dan dukungan psikologis. Bahwa mereka memiliki pandangan yang sama terhadap sesuatu.

2. Sikap Loyalitas Terhadap Golongan

Loyalitas atau kesetian merupakan sikap yang telah tertanam dalam setiap individu. Sikap ini biasanya ditanamkan agar individu tidak melenceng dari aturan internal dalam sebuah golongan. Adakalanya sikap ini kemudian dapat menjadi pemicu terjanjinya konflik dengan golongan lain sebagaimana juga penyebab konflik sara . Sikap loyalitas ini memang wajib dipelihara namun, cenderung tak boleh berlebihan. Karena sikap loyalitas yang berlebihan dapat membuat individu merasa lebih bisa mendominasi atau menempatkan golongannya di atas golongan yang lain. Pada akhirnya sikap ini justru menjadi bomerang dan bisa memecah persatuan antar golongan.

Sponsors Link

3. Pro dan Kontra Terhadap Sebuah Isu

Dalam sebuah isu atau peristiwa yang terjadi terutama yang melibatkan tokoh besar selalu menimbulkan pro dan kontra di masyarakat sebagaimana contoh konflik antar agama . Pro dan kontra ini kemudian membuat 2 golongan terbentuk. Kedua golongan tersebut ialah golongan yang pro dan golongan yang kontra. Tidak bisa dihindari bahwa dengan terbentuknya dua golongan pro dan kontra di masyarakat maka konflik antar keduanya tidak dapat dihindari. Menanggapi hal in sebenarnya sudah umum dan wajar terjadi terutama dalam negara yang menganut azas demokrasi.

4. Perbedaan Agama

Sekali lagi bahwa agama menjadi salah satu penyebab munculnya konflik dan contoh konflik antar ras . Dalam satu agama saja bisa memunculkan dua golongan yang memiliki pandangan yang berbeda.  Karenanya agama, keyakinan atau kepercayaan selalu menjadi isu yang sensitif. Kedua golongan agama yang berbeda ini kemudian dapat saling berkonflik dan tidak bisa dihindari bahwa sangat mudah sekali untuk memprovokasi dua golongan yang memang sudah berbeda dalam ajaran dan cara pandangnya. Semakin banyak golongan yang ada maka akan semakin besar konflik antar golongan yang dapat di timbulkan.

5. Kebijakan Pemerintah yang Dianggap Menguntungkan Satu Golongan Tertentu

Pemerintah juga turut andil dalam memicu timbulnya konflik antar golongan. Pemerintah memiliki wewenang untuk menentukan kebijakan.  Dalam hal ini maka akan selalu menjadi perhatian masyarakat. Apalagi mengenai isu atau kebijakan yang menyangkut kewenangan sentral. Tentunya dalam hal ini, terdapat pandangan dan asumsi bahwa beberapa kebijakan yang dibuat hanya menguntungkan bagi golongan tertentu saja. Artinya bahwa kebijakan tersebut tidak dapat membawa dampak positif bagi semua pihak. Ada golongan yang di untungkan sebaliknya ada yang dirugikan. Pastinya golongan yang dirugikan akan meminta pertanggungjawaban dan pada akhirnya dapat memunculkan  konflik yang baru. Simak juga penyebab  konflik sosial paling umum .

Contoh Nyata Konflik Antar Golongan yang Pernah Terjadi Di Indonesia

Selain penyebab konflik antar golongan yang telah dijelaskan pada poin di atas. Dibawah inj akan diberikan contoh mengenai konflik antar golongan yang pernah terjadi di Indonesia. Berikut Uraiannya.

  • Konflik Antara Jack Mania dan Bobotoh

Konflik ini terjadi antara suporter Persib Bandung atau yang dikenal dengan Bobotoh dengan Jack Mania yang merupakan suporter dari Persija Jakarta. Bisa dikatakan penyebab konflik ini beragam namun salah satunya adalah didasari karena rasa kecintaan terhadap tim favorit masing-masing. Konflik ini sudah sering terjadi jika kedua klub bertanding. Tidak jarang bahkan konflik berujung pada tindakan kerusuhan yang merenggut korban jiwa dan juga kerusakan harta dan benda. Karena itu diperkan pengendalian konflik sosial antar dua golongan suporter tadi .  

Sponsors Link

  • Konflik Antara Pendukung Jokowi dan Prabowo

Gejolak politik terutama mendekati masa pilpres 2019 kembali memanas. Konflik terjadi pasang dan surut antara golongan pendukung petahana Presiden Joko Widodo dan rivalnya yakni Prabowo. Rivalitas keduanya memang telah ada sejak pemiku sebelumnya. Sehingga basis pendukung keduanya memangbesar dibanding kandidat capres lainnya. Tidak jarang konflik timbul antara kedua golongan pendukung. Bisa dimengerti bahwa kecintaan para pendukung pada kedua figur negarawan ini memang sangat besar. Namun, patut diantisipasi bahwa jangan sampai konflik kecil yang di timbulkan akan berdampak pada kerusuhan yang bisa memakan korban.  Simak juga dampak konflik  agama .

  • Pro dan Kontra Pendukung dan anti Ahok

Politik selalu menyita perhatian dari masyarakat luas, apalagi jika menyangkut pada tokoh yang penting. Sebagaimana kasus yang tengah menjerat mantan Gubernur DKI Jakarta yakni Basuki Tjhaja Purnama atau kerap disapa Ahok. Kasus pelecehan agama Islam tentnag surat Al-Maidah ayah 51 cukup kontroversial dan  penyebab konflik sosial serta membuat terbaginya masyarakat kedalam dua golongan. Keduanya yakni golongan yang pro dan menganggap bahwa ini merupakan taktik lawan politik untuk mempolitisasi kasus ini, dan pihak kedua yang kontra dan menuntut Ahok untuk di hukum. Kasus ini cukup menjadi perhatian besar dan sempat menjadi headline berita baik media cetak maupun elektronik.

  • Konflik Antara Transportasi Online dan Konvensional

Satu lagi contoh konflik antar golongan yang baru-baru ini terjadi ialah konflik antara sopir taksi online VS Taksi konvensional. Seiring dengan perkembangan teknologi perkembangan teansportasi online mengalami peningkatan peminat. Hal ini kemudian membuat para sopir taksi koncensionsl gerah, karena keberadaan taksi online dinilai merebut penumpang dan membuat pendapatan mereka menurun drastis. Para sopir taksi konvensional menilai bahwa keberadaan taksi online adalah ilegal dan tidak memiliki payung hukum. Taksi online berdalih bahwa pindahnya konsumen cenderung lebih memilih taksi online disebabkan karena pelayanan taksi konvensional yang tidak nyaman dan mahal. Konflik antar keduanya sering terjadi dan berujung pada tindak kekerasan dan pengerusakan.

Itulah tadi, 5 penyebab konflik antar golongan beserta contoh yang pernah terjadi di Indonesia. Tentu menjadi sebuah pembelajaran berharga bahwa konflik dapat terjadi karena beberapa hal dan kebanyakan merupakan hal yang sepele. Mengingat bahwa negara kita merupakan negara yang majemuk, tentu potensi terjadinya konflik lebih besar. Karena hal itu, maka tugas kita adalah menjaga selalu stabilitas dan kondisi yang kondusif. Sehingga tidak memicu timbulnya konflik antar golongan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

, , ,
Post Date: Tuesday 27th, February 2018 / 04:27 Oleh :
Kategori : Pro Kontra