5 Contoh Kasus KDRT Terhadap Istri yang Pernah Terjadi Di Indonesia

KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) merupakan salah satu jenis tindak pidana kriminal yang cukup serius. Sebab tidak jarang tindakan ini menyebabkan menghilangna nyawa para korban. Dalam hal ini, yang bertindak sebagai korban rata-rata adalah kaum wanita. Kamu wanita yang merupakan kelompok makhluk lemah yang selalu menjadi sasaran dari tindak kekerasan ini. Para pelaku tindak kekerasan sendiri tidak lain adalah suami mereka sendiri.

Faktor pemicu tindakan ini juga beragam, diawali dengan masalah yang sepele hingga masalah yang lebih rumit. Namun, kebanyakan yang terjadi adalah karema adanya tuntunta ekonomi yang terlampau tinggi dari sang istri. Sehingga kemudian memicu perseteruan dan pertemgkaran sehingga memicu tindakan kekerasan. Mulaindari penganiayaan hingga berujung pada tindakan pembunuhan.

KDRT bisa dikatakan sebagai sebuah tindakan yang cukup miris. Sebab pelakunya merupakan orang terdekat yakni suami mereka sendiri. Para korban KDRT yang kemudian bisa selamat masih harus mengalami trauma seumur hidupnya. Di Indonesia sendiri tindakan KDRT menjadi salah satu tindakan kriminal yang marak terjadi terutama akhir-akhir ini sebagaima pelanggaran dalam pasal perjudian togel . Berikut 5 Contoh Kasus KDRT Terhadap Istri yang pernah terjadi di Indonesia. Simak selengkapnya.

1. Suami Menjual Istri 

Seorang suami, Choiron (34) warga Jalan Demak Nomor 266 Surabaya, Jawa Timur tega menjual istrinya ke orang lain untuk digauli secara bersama-sama. Bahkan perbuatan tersebut sudah dilakukan sebanyak tiga kali. Ia memaksa istrinya melakukan hubungan intim bersama-sama dengan dua hingga tiga pria sekaligus termasuk dirinya.

Perbuatan pelaku terungkap setelah polisi menyelidiki akun media sosial Facebook yang menawarkan jasa layanan seks. Tarif yang dipatok sebesar Rp500 ribu, tetapi dibayar Rp 200 ribu terlebih dahulu, sisanya saat permainan selesai. Saat diintrogasi polisi, Choiron mengatakan kalau istrinya hypersex, tidak puas berhubungan hanya dengan satu orang saja.

Selain tersangka, polisi juga menangkap Sugianto (30) warga Sidoarjo yang berperan memasarkan korban. Keduanya diamankan bersama satu lembar bill hotel biru, tiga unit gadget, dan sisa uang transaksi sebesar Rp 275 ribu. Kedua tersaangka dijerat dengan Pasal 2 UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang PTPPO dan atau Pasal 296 KUHP tentang melakukan perdagangan orang yang ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara sebagaimana dalam prinsip-prinsip demokrasi pancasila . [AdSense-B]

2. Suami Menginjak Perut Istri yang Sedang Hamil 

Awal tahun 2018 dihebohkan dengan berita suami menginjak-injak perut istrinya yang sedang hamil tua. Suami yang menendang perut istrinya bernama Kasdi (21). Ia menginjak perut istrinya, Lina Rahmawati (21) yang sedang mengandung karena curiga dengan anak dalam kandungannya merupakan hubungan gelap dengan orang lain. Bayi dalam kandungan yang tidak diakui sebagai darah dagingnya itu terpaksa lahir sebelum waktunya atau sesar dan meninggal dunia.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis 4 Januari kemarin. Saat itu, pasangan suami istri (Pasutri) yang menikah pada 14 Juli 2017 itu sedang duduk di lantai seraya bersenderan ke tembok di kediamannya, Jalan Tanah Tinggi Gang XII, Tanah Tinggi, Johar Baru Jakarta Pusat.

Tanpa basa-basi Kasdi langsung menendang perut istrinya dan menanyakan bapak dari bayi yang sedang dikandungnya tersebut, karena usia kandungan dengan pernikahannya tidak wajar. Sambil teriak kesakitan sang istri menjawab dan meyakinkan Kasdi bahwa anak itu darah dagingnya. Namun, sang suami tetap tidak percaya, kemudian menginjak pada bagian pinggang sebelah kiri korban hingga berkali-kali. Kemudian memukul bagian lengan sebelah kiri sebanyak 1 kali, Lina pun pasrah menerima pukulan dari suami, hingga pada akhirnya mengalami pendarahan.

Akibat perbuatannya itu Kasdi dijerat pasal berlapis yakni Pasal 338 KUHP, Pasal 44 UU RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang KDRT dan pasal 80 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak bagian dari contoh demokrasi pancasila .

3. Suami Tega Bacok Istri Hingga Tewas

Lantaran cemburu dan tidak mau ditinggalkan oleh istrinya, seorang suami di RT 01, Kelurahan Pasar Muara Beliti, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas nekat menghabisi nyawa istrinya dengan sadis, Senin 4 Desember 2017. Peristiwa tersebut bermula dari kecemburuan suami terhadap korban yang ingin kabur dari rumah. R (33), suami korban mencegahnya pergi dari rumah dengan mengunci pintu. Namun, korban berhasil merebut kunci dari tangan pelaku.

Emosi pelaku pun meledak karena istrinya tetap ingin membuka pintu rumah. Lalu pelaku berlari ke dapur mengambil pisau dan langsung menusuk punggung istrinya berinisial Z (29) sebanyak 6 kali. Pelaku juga dua kali menyayat leher bagian belakang dan enam kali menusuk dada korban simak juga hukuman bagi penuduh zina .

4. Suami Cekik Istri yang Tak Mau Berhenti Jadi Pemandu Lagu

Agus Faisal alias Nandut (24) mencekik istrinya sendiri, Tika Susika (27) hingga tewas karena tak mau berhenti sebagai pemandu lagu. Sadinya lagi, ia membuang jasad istrinya ke laut dekat Pantai Pangandaran, Ciamis, Jawa Barat.  Tewasnya Tika diketahui pada Jumat 15 Desember 2017. Jasadnya ditemukan di bibir Pantai Pangandaran, tepatnya di Jalan Pamugaran Pangandaran Barat, Dusun Karangsari, Kabupaten Pangandaran. Motif pelaku membunuh korbannya karena pelaku kesal kepada korban sebab korban tidak mau berhenti menjadi pemandu lagu tetapi korban menolak dan sang suami langsung mencekik leher istrinya hingga meninggal dunia. Pelaku dikenakan pasal 340 juncto 338 KUHP sebagaimana pasal perjudian online .  [AdSense-C]

5. Suami Aniaya Istri Karena Meminta Uang Belanja

Seorang pria asal Desa Jambuwok, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Sugiarto (36) harus mendekam di tahanan karena menganiaya istrinya Dewi Nursanti (27) dengan kunci Inggris. Kekerasan dalam rumah tangga itu berawal saat Sugiarto pulang kerja. Setibanya di rumah, Dewi lantas meminta uang belanja bulanan karena uang yang sebelumnya diberikan pelaku sudah habis. Pelaku kesal karena uang bulanan yang dikasih sudah habis dan langsung mengambil kunci Inggris, kemudian memukul tangan dan kaki korban hingga patah. Setelah itu melarikan diri ke Bali.

Sugiarto lalu ditangkap polisi dengan cara dipancing oleh Dewi agar segera pulang dan tidak dilaporkan ke polisi. Pelaku dijerat Pasal 44 UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga ancaman hukumannya 10 tahun penjara sebagaimana hukuman seumur hidup menurut pasal 10 kuhp .

Tindak kekerasan dalam rumah tangga kian marak terjadi akhir-akhir ini. Ini bisa menjadi sebuah sinyal dan alarm terutama bagi kaum perempuan. Sebab tindakan KDRT sebenarnya dapat dicegah dengan salah satu caranya adalah dengan memilih pria yang tidak memiliki karakteristik kasar atau suka memukul. Sebab sekali saja pria berani memukul anda maka hal itu bisa menjadi indikator bahwa ia bisa melakukan tindakan kekerasan yang lebih sadis.

5 Contoh Kasus KDRT Terhadap Istri yang pernah terjadi di Indonesia. Tentunya membuat kita semua bergidik dan miris sekali sebab orang terdekatlah yang kemudian bisa melakuka  tindakan di luar batas manusiawi. Semoga artikel ini dapat memberikan pelajaran bagi kita semua.