Sponsors Link

10 Contoh-contoh Demokrasi Pancasila yang Ada Di Masyarakat

Sponsors Link

Setelah mengetahui beberaa hal mengenai demokrasi seperti yang bisa anda lihat pada prinsip-prinsip demokrasi Pancasila maka kini anda sepertinya sudah mendapat iomu sedikit mengenai apa itu makna dari demkrasi.  Meskipun demokrasi itu sendiri memiliki dampak positif dan negatif demokrasi, namun paham inilha yang sebenarnya terbaik untuk masyrakat Indonesia. Dengan beragamnya masyrakat Indonesia yang dibedakan oleh berbagai macam aspek, kehidupan bermasyrakata masih bisa tertata dengan adanya demokrasi.

ads

Mesikpun ada juga berbagai contoh buruk yang pernah terjadi di Indonesia seperti peperangan yang terjadi dikarenakan oleh penyebab perang Aceh, penyebab konflik Ambon, dan juga penyebab konflik Poso, namun itu semua perlu kita jadikan pelajaran untuk bisa hidup leboh baik lagi di masa yang akan datang. Dengan menanamkan prinsip demokras,maka kita bisa berperilaku dengan baik sebagai masyrakat Indonesia yang terkenal akan rasa menghormatinya. Selain itu, pengaplikasian demokrasi sendiri bisa diterapkan dalam berbagai hal di kehidupan, mulai dari keluarga, sekolah, hingga hidup di masyrakat luas. Lalu apa sajakah contoh-contoh dari perilaku demokrasi tadi? Mari kita simak selengkapnya dalam informasi tentang contoh demokrasi Pancasila berikut ini :

1. Orang Tua yang Tidak Mendidik Keras Anaknya

Keluarga merupakan faktor terpenting dari cara hidup seseorang. Didikan dari orang tua dan lingkungan merupakan hal yang sangat diperlukan untuk perkembangan anak. Untuk bisa menerapkan kehidupan etika dan bertoleransi kepada anak, salah satu cara termudah bagi orang tua adalah dengan mendidikan anaknya dengan menggunakan cara sehalus mungkin, bukan dari cara yang kasar seperti memukul, menampar, dan menjulukki anaknya sebagai pemalas, bodoh, dan sebagainya. Apabila orang tua mendidik anaknay sendiri dengan keras, maka yang tertinggal dalam diri anak itu adalah rasa trauma dan kebencian terhadap keluarganya sendiri. Itu bukanlah hal yang kita inginkan bukan? Oleh karena itu, mendidik anak dengan lembut dan kasih sayang merupakan cara yang terbaik untuk mendidik anak.

2. Adanya Pembagian Tugas Pada Keluarga

Dalam sebuah keluarga, pastinya diisi oleh beberapa anggota keluarga yang tersayang. Untuk menerapkan kehidupan berdemokrasi sejak dini, para orang tua bisa melakukan pembagian tugas di rumah, seperti pada waktu bersih-bersih, menyiapkan makanan, dan mencuci piring setelah makan. Tindakan sederhana tadi bisa membentuk kepribadian anak yang cinta akan demokrasi, sekaligus menerapkan rasa tanggung jawab pada diri masing-masing.

3. Diskusi Kelompok

Selain di keluarga, demokrasi juga dapat kita temukan pada sekolah. Contoh yang sederhana saja, pada saat diskusi kelompok. Anggota kelompok diberi kontribusi langsung untuk mendukung kelompoknya agar mendapat niali yang bagus. Setiap orang bebas menyatakan pendapat dan usualn agar proyek kelompok bisa selesai dalam waktu yang singkat serta lengkap sehingga mendapat nilai yang baik pada akhirnya.

Sponsors Link

4. Musyawarah Penentuan Ketua Kelas

Yang lain dari contoh demokrasi Pancasila adalah Musyawarah Penentuan Ketua Kelas.Sebagai awal dari memahami dampak positif dan negatif Pemilu, sebenarnya anak-anak pada saat belajar di kelas sudah mendapat pelajaran tentang makna dmokrasi dari pemilihan umum. Hanya saja, ini dibuat sesederhana mungkin agar siswa bisa paham. Contohnya pada saat pemilihan ketua kelas. Sebelum menentukan siapa yang menjadi ketua kelas, pasti ada pengambilan suara yang dilakukan oleh sekretaris kelas kepada semua anggota kelas. Di sana mereka bisa bebas memilih siapa saja yang akan menjadi ketua kelas nanti, tanpa dipengaruhi atau mendapat masukan dari orang lain. Dari situlah, asa Luber Jurdil diterapkan.

5. Pemilihan Ketua RT atau RW

Selanjutnya, kita menuju ke kehidupan bermasyrakat tentunya. Setelah melakukan pemilihan pada kelas, langkah selanjutnya yang bisa menjadi suatu langkah untuk mengembangkan rasa demokrasi adalah pada saat pemilihan ketua RW atau Ketua RT. Di sanalah warga bebas memilih siapa yang sekiranya mereka pikir siap untuk mengatur segala hal dalam masyarakat. Dengan mengabaikan dampak positif golput serta mempertimbangkan keuntungan dan kerugian golput, maka rasa demokrasi tanpa sadar telah dipupuk kembali ke dalam diri masing-masing masyarakat.

6. Adanya Gotong Royong

Kehidupan masyarakat tidak lepas dari yang namanya gotong royong. Gotong royon nampaknya telah memudar pada are perkotaan dimana masyarakatnya cenderung bersifat individualis. Lan ceritanya bila di desa, di mana masyarakat bersama-sama membantu satu sama lain dalam urusan yang mendesak, seperti membangun rumah, bersih-bersih desa, serta pelaksanaan suatu acara di desa. Kebersamaan itulah yang melambangkan indahnya demokrasi bila bisa diterapkan dengan baik.

7. Aktif Dalam Organisasi Masyarakat

Selain berkontribusi dalam kegiatan gotong royong yang dilaksanakan pada waktu tertentu, ada baiknya kita selaku warga masyarakat juga ikut bergabung dalam organisasi masyarakat seperti PKK, kelompok pengajian, dan juga kelompok pemuda dalam masyarakat. Selain itu ada juga kegiatan ronda malam yang biasanya diisi oleh warga yang ingin ikut serta menjaga wilayahnya. Hal itu juga dapat anda aplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat anda.

8. Saling Menghormati Dengan Tetangga

Indahnya demokrasi isa diwujudkan dengan rasa saling menghormati, minimal dengan tetangga yang tinggal bersampuingan dengan kita. Hidup tenang dengan saling mengasihi dan toleransi antar umat beragama juga merupakan suatu langkah yang baik untuk menjaga arti utama dari demokrasi. Dengan adanya rasa saling menghormati tersebut, maka kita bisa terhindar dari berbagai macam sumber konflik seperti penyebab konflik horizontal ataupun penyebab konflik antar suku yang masih banyak ditemukan pada daerah-daerah tertentu di Indonesia. Itu tadi merupakan contoh demokrasi Pancasila yang baik.

9. Pemilihan Umum

Apabila pemilihan ketua kelas dan pemilihan ketua RT atau Rw merupakan langkah awal untuk menerapkan demokrasi pada kehidupan berpolitik, maka ada langkah selanjutnya yang lebih penting untuk dilakukan, yang menyangkut kontribusi dari seluruh rakyat Indonesia yang telah memenuhi syarat, yaitu dengan dilaksanakannya pemilu. Asas Jujur dan Adil, Langsung Umum Bebas Rahasia sangat diterapkan dengan baik pada kegiatan Pemilu ini. Tidak hanya rasa demokrasi yang harus diaplikasikan oleh rakyat Indonesia sendiri, namun untuk para calon legislatif, ada cara untuk bisa menerapkan asas demokrasi seperti pada strategi pemenangan Pemilu yang mana bisa diterapkan pada segala macam bentuk sistem pemilu seperti sistem pemilu proporsional ataupun sistem pemilu distrik

Sponsors Link

10. Mematuhi Aturan yang Berlaku

Tentu saja, sebagai rakyat Indonesia kita harus berusaha untuk menaati segala aturan yang ada, mengingat negara kita juga termasuk dalam negara hukum, yang mana segala konsekuensi tentang tindak pidana akan diadili seadil-adilnya dengan menggunakan undang-undang yang ada. Penerapan hukum juga merupakan sebuah pengendalian konflik sosial yang baik, terutama untuk memberikan efek jera pada pelaku agar kejadian burukyang serupa tidak sampai terulang kembali di masa yang akan datang. Khususnya pada pelaku penyebar penyebab konflik Sara, mereka tentunya tidak akan mampu untuk mengulangi tindakan mereka lagi setelah mendapat hukuman yang setimpal dari pihak yang berwajib.

Untuk masyarakat luas, tindakan demokrasi dalam rangka untuk mematuhi aturan dapat dicontohkan dengan tindakan yang sederhana seperti menaati rambu lalu lintas, dan juga memakai atribut berkendara yang diwajibkan. Kita sebagai masyarakat harus bisa menaati aturan yang ada, mengingat aturan-aturan tersebut dibuat untuk menjaga keharmonisan dan juga keselamatan seluruh rakyat Indonesia.

, ,
Post Date: Wednesday 21st, February 2018 / 08:43 Oleh :
Kategori : Hukum