6 Tes Kesehatan Menjadi Istri Polisi yang Wajib Dilakukan

Menjadi istri polisi bisa jadi menjadi impian bagi semua wanita. Sebab, sebagaimana kita tahu bahwa profesi sebagai seorang polisi menjadi profesi yang cukup prestisius. Selain dari segi pendapatan, status sosial di masyarakatpun akan meningkat. Oleh sebab itu, tentunya posisi sebagai seorang istri polisi menjadi hal yang di idam-idamkan oleh banyak wanita. Sehingga tidak salah jika kemudian banyak wanita yang antre untuk menjadi pendamping seorang polisi.

Gambaran masa depan yang cerah, serta tentunya masa depan bagi anak yang juga akan terjamin. Menjadi salah satu alasan mengapa menjadi istri seorang polisi sangat diidamkan. Namun, dibalik hal tersebut tentunya ada nilai atau hal yang harus dibayarkan sebagaimana penyebab polisi di pecat . Sebab, tidak semua wanita memiliki kategori yang sesuai dengan kandidat yang ideal sebagai istri polisi. Sebab terdapat persyaratan khusus yang harus dimiliki seorang wanita yang akan menjadi istri polisi.

Sebagai seorang istri polisi tentunya menyandang status yang mewakili sang suami dan institusi. Oleh karenanya, kepolisian sendiri memiliki standar serta tes yang harus dilewati agar bisa mendapatkan izin sebagai istri seorang polisi seperti juga cara masuk polisi tanpa biaya  . Salah satu tes yang harua dilewati adalah tek pemeriksaan kesehatan atau rikes sebagaimana syarat masuk tni angkatan laut . Tes ini, dilakukan untuk memastikam kesehatan sang calon mempelai wanita. Berikut 6 Tes Kesehatan Menjadi Istri Polisi yang wajib dilakukan. Simak selengkapnya.

1. Tes Darah

Tes pertama yang harus dijalani adalah tes darah. Biasanya rangkaian tes kesehatan ini dilakukan di rumah sakit yang sudah ditunjuk oleh institusi kepolisian. Anda akan bertemu beberapa wanita yang mungkin saja berbarengan melakukan tes kesehatan bersama anda. Tes darah dilakukan dengan mengambil sampel darah anda sebagaiman syarat masuk tni angkatan udara . Sekaligus untuk mengetahui kesehatan tubuh anda juga mengetahui jika anda penyakit yang mungkin bisa berbahaya dan menular kepada pasangan.

Tes darah ini wajib dilakukan sebagai bagian dari rangkaian tes kesehatan untuk menjadi istri polisi. Tes darah akan menunjukkan kualitas darah dan tentunya kesehatan tubuh anda. Sebab salah satu syarat menikah dengan polisi adalah sehat secara fisik. Tes darah ini akan bisa membaca kadar sel.darah merah, sel darah putih, hemoglobin serta mendeteksi berbagai penyakit seperti hepatitis A atau penyakit menular lainnya yang bisa berbahaya. [AdSense-B]

2. Tes Jantung

Tes jantung dilakukan untuk mengetahui kesehatan serta mendeteksi resiko penyakit jantubg dini. Seringkali para penderita penyakit jantung baru menyadari saat serangan jantung sudah terjadi. Padahal dengan deteksi penyakit jantung secara rutin akan dapat mendeteksi resiko penyakit jantung lebih cepat. Tes jantung dilakukan dengan menggunakan beberapa metode guna mendapatkan hasil lengkap mengenai kesehatan jantung.

Salah satunya adalah pemeriksaan EKG guna mengetahui kondisi jantung. EKG adalah pemeriksaan dasar untuk pasien atau seseorang yang menunjukkan gejala penyakit jantung. Orang yang punya faktor risiko penyakit jantung perlu melakukan tes ini paling tidak setahun sekali. Ini merupakan pemeriksaan dalam tes jantung untuk mengetahu kondisi hantung secara efektif. Jika dicurigai terdapat gejala serangan jantung maka akan dilakukan pemeriksaan lanjutan.

3. Rontgen Dada

Rontgen dada atau rontgen thorax adalah foto dada yang menunjukkan jantung, paru-paru, saluran pernapasan, pembuluh darah, dan nodus limfa Anda. Rontgen dada juga bisa menunjukkan tulang belakang dan dada, termasuk tulang payudara, tulang rusuk, tulang selangka, dan bagian atas tulang belakang Anda. Rontgen dada merupakan tes pencitraan yang paling umum digunakan untuk menemukan masalah dalam dada.

Rontgen dada menjadi salah satu tes kesehatan yang wajib dilakukan dalam rangkaian tes kesehatan menjadi istri polisi. Rontgen dada dapat menunjukkan berbagai macam kondisi dalam tubuh Anda. Misalnya masalah paru-paru, masalah jantung yang berhubungan dengan paru-paru, ukuran dan bentuk jantung, pembuluh darah, deposit kalsium, dan patah tulang. Tes ini biasanya dilajukan bersamaan dengan rangkaian tes kesehatan lainnya. Sehingga anda mungkin saja membutuhkan waktu seharian penuh untuk menjalankan tes kesehatan ini.

4. Tes Paru-Paru

Tes paru-paru dilakukan untuk mengetahui tingkat kesehatan paru-paru seperti syarat tes masuk tni wanita . Tes ini biasanya biasa dikenal dengan tes spirometri. Tes spirometri dilakukan untuk menguji seberapa baik Anda bisa bernapas serta dapat membantu dalam mendiagnosa penyakit-penyakit paru. Tes ini pun terbilang cukup sederhana, cepat, dan tidak invasif. Tes ini dilakukan dengan memerlukan satu tarikan napas panjang dan menghembuskannya dengan cepat pula melalui sebuah alat yang bernama spirometer. Alat ini akan mengukur jumlah udara yang ada di dalam paru-paru. [AdSense-C]

5. Tes Urine

Tes utine menjadi tes dasar dalam rangkaian tes kesehatan bagi calon istri polisi. Tes ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah yang bersangkutan dalam kondisi hamil ataupun tidak. Sebab jika diketahui yang bersangkutan dalam kondisi hamil, tentu akan bisa menurunkan penilaian bagi sang polisi. Tentunya sebagaimana kita tahu isu, hamil sebelum menikah menjadi isu yang amat sensitif. Selain melanggar norma dan etika tentunya hal ini bertentangan dengan nilai dan adat budaya ketimuran.

Selain itu tes urine juga dapat mengetahui adanya zat atau obat tertentu dalam air seni seseorang. Tes ini dapat mendeteksi adanya zat berbahaya opiate, benzodiazepine, barbiturate, phencyclidine, ganja, metamphetamine, amphetamine, Kokain. Selain itu juga dapat Mendiagnosis kondisi medis seperti radang ginjal, protein dalam urine, kerusakan otot, gangguan ginjal berupa batu dan infeksi ginjal, gula darah atau diabetes yang tidak terkendali, dan infeksi saluran kemih. Tentunya tes urin ini sangat penting dilakukan sebagau tahap awal dari ranfkaian tes kesehatan tang harus dijalani oleh calon mempelai wanita polisi.

6. Tes Keperawanan 

Tes keperawanan dipercaya masih dilakukan oleh beberapa institusi kepolisian daerah dan tes masuk brimob . Tes ini sebenarnya dianggap tidak manusiawi dan juga dapat mrlecehkan harjat dan martabat perempuan. Namun, pada faktanya tes ini merupakan tes awal sebagai upaya untuk mengetahui moralitas seorang calon pasangan pengantin. Meskpiun demikian tes ini masih menuai pro dan kontra, namun tentunya sebagai sebuah negara dengan adat budaya ketimuran tentu saja bukan masalah yang besar jika memang tes ini tetap dilakukan.

Selain itu juga tes ini dapat mengetahui tingkat keinginan seksual seseorang. Sebab dapat mengantisipasi upaya atau tindakan perselingkuhan jika ditinggal pasangan bertugas ke wilayah yang jauh. Sehingga tentunya tes ini akan memberikan dasar penilaian secara objektif dari tim medis. Agar kemudian segala tindakan selaku istri polisi tidak akan mencoreng harkat dan martabat serta profesi suami.

6 Tes Kesehatan Menjadi Istri Polisi yang wajib dilakukan. Tentunya akan memberikan tambahan pengetahuan dan referensi bagi anda. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.