Sponsors Link

Hal yang Menjadi Faktor Penyebab Tindakan Terorisme

Sponsors Link

Beberapa minggu belakangan kita kembali digemparkan dengan peristiwa terorisme yang kembali terjadi di Indonesia. Aksi terorisme tersebut sempat membuat masyarakat sangat risau dan cemas akan kejadian tersebut, takut serangan yang serupa akan kembali terjadi di wilayah mereka. Untung saja kepolisian dapat bertindak cepat untuk segara mensterilkan area dan dapat dengan tegas memberikan himbauan pada masyarakat untuk bisa tetap tenang dan tidak terlalu terpikirkan oleh kejadian tersebut.

ads

Namun sayangnya himbauan ini kembali mengalami goncangan karena terdapat informasi-informasi mengenai kabar aksi terorisme yang belum tentu benar adanya. Dengan adanya penyebaran pesan hoax ini, keadaan justru semakin memburuk dengan semakin takutnya masyarakat. Justru itulah yang sebenarnya menjadi tujuan dari aksi terorisme, yang sempat dilakukan pada penyebab bom Paris, penyebab peristiwa bom Bali yang akhirnya menghasilkan beberapa akibat bom bali.

Aksi terorisme sendiri tidak dibenarkan, dengan alasan apapun terutama kemanusiaan. Banyak dari mereka yang mengorbankan diri mereka sendiri atau bahkan nyawa keluarga mereka untuk bisa menyakiti orang lain, atau bahkan menghilangkan nyawa mereka. Jenis senjata yang mereka gunakan pun lebih kejam daripada yang dimiliki oleh negara yang memiliki bom hidrogen, yang mana akan menggunakan teknologi persenjataan mereka apabila ada ancaman saja.

Banyak sorot mata menuju organisasi Islam ekstrimis bermana ISIS. ISIS bukanlah hal yang baru lagi pada masyarakat. Nama organisasi ini sudah cukup dikenal masyarakat sebagai gerakan terorisme terbsar yang melakukan banyak sekali terorisme, pada negara-negara maju sekalipun. ISIS tidak akan memilih-milih siapa korbannya. Apabila seorang individu, organisasi, atau instansi pemerintahan sekalipun yang berani menyatakan bahwa mereka tidak sejalan dengan pemikiran ISIS, maka akan ada kemungkinan organisasi ini melakukan penyerangan. Hal ini dicontohkan pada aksi terorisme yang sempat terjadi di Paris, yang mana sebuah negara yang ikut serta membantu penyerbuan ISIS dengan menyumbangkan tentara terbaiknya.

Nama dan berita mengenai asal usul terbentuk ISIS semakin besar, dan banyak pula yang sudah berspekulasi mengenai apa apa tujuan ISIS ke Indonesia yang sebenarnya. Untuk itulah, akan kita bahas apa saja faktor penyebab tindakan terorisme, yang bisa mengubah seseorang menjadi sebuah alat penghancur masal dengan tujuan yang sangat konyol.  Akan kita bahas apa sebenarnya arti dari tindakan terorisme.

Tindakan Terorisme

Kita semua dapat setuju bahwa aksi terorisme merupakan sebuah tindakan yang jauh lebih kejam dari contoh-contoh contoh kejahatan kemanusiaan, contoh kejahatan korporasi, maupun contoh kejahatan kerah putih yang menyebabkan banyak sekali korban nyawa. Aksi terorisme ini sebenarnya dilakukan oleh para pelaku untuk menuntut keadilan yang tidak mereka dapatkan, dengan jalan menyebarkan teror menggunakan kekerasan. Pada umumnya, pelaku terorisme menggunakan jenis bom bunuh diri untuk bisa menghabisi nyawa banyak orang sekaligus, dengan dalih bahwa mereka akan meninggal dengan keadaan yang suci atau syahid.

Tindakan pemubunuhan, pemboman yang dilakukan oleh para teroris dipicu oleh berbagai macam hal. Mereka bisa saja memiliki konflik yang cukup lama dengan suatu negara akibat dari perbedaan persepsi yang dimiliki oleh keduanya. Namun, tindakan terorisme seringkali dikaitkan dengan agama, sehingga membuat nama dari agama tersebut tercoreng dan terkesan direndahkan.  Akibat dari adanya teroris yang mengatasnamakan agama dalam setiap perjuangan mereka, banyak orang yang akhirnya berfikir bahwa agama hanya sebagai alat untuk memperdaya manusia saja, agar dapat mengorbankan segala hal yang ia punya untuk eksistensi agama itu sendiri. Selain itu ada pendapat bahwa agama merupakan faktor utama mengapa terorisme dapat terjadi. Padahal sejatinya tidak ada agama apapun yang memperbolehkan aksi kekerasan dalam perjuangannya.

Sponsors Link

Apabila ditelusuri lebih lanjut, kita dapat menemukan beberapa faktor dari dalam organisasi mereka sendiri. Dalam suatu organisasi terorisme, suatu ideologi yang sama ditanamkan kedalam tiap individu yang bergabung di sana. Ideologi tersebut mendapatkan dukungan dari kesemua anggotanya karena adanya rasa kesamaan yang terjalin diantara mereka. Yang jelas, ideologi yang mereka bentuk tidak dapat dengan mudah dihancurkan. Dan dengan hal itu, mereka terus melancarkan serangan mereka dengan tujuan-tujuan tertentu yang mereka buat sebelumnya.

Contoh Tindakan Terorisme di Indonesia

Disamping beberapa konflik yang sempat terjadi di Indonesia seperti penyebab konflik Ambon dan penyebab konflik Aceh, ada beberapa peristiwa yang sempat menandai Indonesia yang sempat berada pada tahun-tahun kristis tersebut. Sekitar tahun 2000 an, Indonesia sempat digemparkan dengan beberapa aksi terorisme yang sempat terjadi di Jakarta. Ada beberapa spot yang sempat mengalami kehancuran hebat di kota tersebut. Setelah ditelusuri, ditemukan dalang yang menjadi otak dari peristiwa yang sempat menghebohkan masyarakat Indonesia tersebut. Dan rangkaian drama tersebut berakhir ketika Dr. Azhari berhasil dilumpuhkan pada perumahan di wilayah kota Batu.

Disamping itu, beberapa tahun terakhir Indonesia kembali mendapatkan serangan dari teroris. Mulai dari Bom Sarinah yang sempat menewaskan beberapa anggota kepolisian, dan juga bom-bom yang meledak di kota Surabaya, yang mana pelakunya merupakan satu keluarga di bawah panji JAD.

Contoh Tindakan Terorisme di Dunia

Karena banyaknya korban, aksi terorisme juga dapat dikatakan sebagai salah satu contoh dari contoh kejahatan genosida. Dunia sempat dikejutkan dengan aksi terorisme yang sangat brutal pada saat peristiwa peledakan WTC di Amerika Serikat. Aksi terorisme dlakukan dengan sangat terperinci, hingga aksi pembajakan pesawatpun dapat berjalan dengan mulus tanpa adanya interfensi dari pihak berwenang. Peristiwa tersebut memberikan dampak traumatis yang amat dalam bagi warga Amerika Serikat.

Selain AS, Paris juga sempat mendapatkan serangan dari teroris.Kelompk teroris menyerang beberapa spot penting di kota Paris, termasuk teaternya. Alhasil, korban yang berjatuhan semakin banyak, terlebih lagi korban yang terhitung dari teater.

Siapa Pelaku Tindakan Terorisme?

Sudah jelas bahwa pelaku terorisme tidak hanya mereka yang berada di Irak saja, namun beberapa kepala keluarga yang sudah teracuni oleh suatu doktrin jihad juga dapat beresiko untuk melakukan aksi yang serupa. Banyak orang yang tidak menyangka bahwa sebuah keluarga yang terlihat baik-baik saja dapat melakukan hal sekeji itu.

Itu membuktikan bahwa ideologi yang sudah merasuk dalam diri tidak dapat dengan mudah dinetralisir. Proses deradikalisasi merupakan solusi atas permasalahan tersebut. Agar, pihak-pihak yang sidah terlanjur menanam ideologi tersebut bisa menghapusnya perlahan-lahan.

Faktor Penyebab Tindakan Terorisme

Ada tiga faktor utama yang menjadi penyebab dari aksi terorisme yang lebih buruk daripada penyebab konflik antar agama dan akibat konflik antar agama dalam masyarakat majemuk, ataupun penyebab konflik sosial yang terjadi di masyarakat. Pertama adalah dengan adanya organisasi yang memiliki ideologi yang sama. Dengan samanya ideologi yang mereka punya, maka mereka bisa merasa lebih kuat dan lebih percaya diri untuk melakukan berbagai aksi teror mereka. Faktor yang kedua adalah rasa trauma. Seseorang yang merasakan kehilangan atau ketakutan yang amat mendalam akan sempat merasakan trauma. Dengan rasa trauma tersebut, seseorang bisa datang dan menanamkan pemahaman radikal serta ideologi mengenai jihad dengan pendekatan-pendekatan yang mereka lakukan, seolah-olah hal tersebut merupakan jawaban dari penderitaan yang dialami.

Lalu yang terakhir adalah ideologi yang terus mendapatkan dukungan, dan akhirnya bisa terlegitimasi menjadi sebuah pedoman hidup dalam sebuah organisasi yang radikal dan terus diamalkan oleh anggotanya.

Sponsors Link

Cara Untuk Mencegah Pengaruh Gerakan Radikal

Pertama dan yang paling penting adalah memupuk rasa toleransi. Di dunia ini kita hidup dengan beragam jenis kelompok yang dibedakan menurut unsur ras, suku, agama, bahasa, dan lain sebagainya. Tidak ada ruginya jika kita bisa mempelajari perbedaan apa saja yang ada untuk menambah pengetahuan serta toleransi kita di waktu yang sama.

Dan juga, sebelum kita masuk kedalam suatu organisasi, alangkah baiknya jika kita mempelajari terlebih dahulu apa sebenarnya maksud dari pembentukan organisasi tersebut. Jangan sampai anda masuk kedalam sebuah orginasasi tanpa mengetahui apapun di dalamnya. Hal tersebut akan meningkatkan kemungkinan anda lebih mudah dicuci otak.

Apabila anda sudah masuk kedalam sebuah kelompok yang menurut anda salah, maka tidak ada hal yang sia-sia bila anda keluar dari organisasi tersebut dan berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Bila anda merasa organisasi merugikan anda, lalu apa alasan anda bertahan di sana?

Penjelasan mengenai faktor penyebab tindakan terorisme dan juga infomasi lainnya yang sudah kami berikan pada paragraf di atas menutup perjumpaan kita kali ini. Semoga berbagai penjelasan yang sudah kami berikan bisa menambah pengetahuan anda.

Ada lagi satu pesan yang ingin kami sampaikan, yaitu janganlah sekali-kali takut akan adanya terorisme. Sudah saatnya kita berani dan bangkit melawan terorisme dengan bersabar dan tabah kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta melakukan tindakan suportif lainnya seperti ikut membantu korban, atau bahkan dengan langkah yang sangat sederhana yakni dengan tidak ikut menyebarkan berita hoax yang bisa menimbulkan ketakutan masal.

, ,
Post Date: Thursday 21st, June 2018 / 06:15 Oleh :
Kategori : Pro Kontra