Sponsors Link

Asal Usul Terbentuk ISIS dan Penjelasannya Paling Lengkap

Sponsors Link

Beberapa tahun yang lalu, kita sempat dihebohkan dengan adanya berita mengenai suatu kelompok ekstrimis yang melakukan aksi terorisme di berbagai tempat. Aksi terorisme tersebut menimbulkan banyak spekulasi dan opini mengenai organisasi apakah tersebut, apakah sangkut paut antara organisasi tersebut dengan Islam? Akhirnya dapat ditemukan bahwa organisasi tersebut bernama ISIS. Banyak sekali beredar pemberitaan atau pun vide yang datang langsung dari organisasi tersebut untuk dipertontonkan ke khalayak ramai untuk menunjukkan eksistensi mereka.

ads

Video tersebut kebanyakan berisi pembantaian yang dilakukan oleh ISIS sendiri kepada orang-rang yang membuat kerugian terhadap organisasi tersebut. Tampa pula pengeksekusian terhadap anggota ISIS yang “berkhianat”, menurut mereka. Hal ini tentunya menimbulkan banyak sekali pertanyaan, “dari mana mereka berasal?”, “untuk apa mereka dibuat?, “tujuan apa yang ingin mereka capai?”, dan banyak lagi lainnya. Sampai sekarang permusuhan terhadap ISIS pun terus dilakukan, namun perekrutan anggota ISIS juga sangat dikembangkan hingga akhirnya menyebar sampai ke Indonesia.

Baca juga :

Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, kami akan berikan informasi yang penting untuk anda, agar bisa memberikan jawaban yang pas dan jelas untuk anda. Berikut akan kami sampaikan hal-hal penting mengenai asal usul terbentuk ISIS ini :

1. Bermula Pada Konflik Antara Konflik Amerika dan Irak

Seperti yang kita tahu, Saddam Husain yang dulu sempat bersitegang dengan Amerika karena dituduh memiliki senjata pemusnah masal menjadi salah satu tokoh iconic dalam konflik ini. Negara Irak yang dipimpin oleh Saddam “mengundang” invasi Amerika dengan berhembusnya kabar yang tidak sedap yaitu Sadam memiliki senjata pemusnah masal yang akan digunakan untuk menginvasi Amerika. Merasa terancam, Amerika akhirnya melakukan pertahanan dengan melakukan invasi terhadap Irak. Meskipun kita sudah tahu jelas di sini bahwa penyebab konfliknya adalah senjata pemusnah masal yang dimiliki oleh Sadam, namun ternyata hal tersebut tidaklah benar. Banyak sekali spekulasi yang lahir untuk membahas kenapa Amerika melakukan serangan.

Baca Juga : Militer yang Paling Ditakuti di Asia Tenggara

Spekulasi pertama adalah Amerika yang memiliki keinginan untuk menguasai sektor minyak yang ada di Irak, yang mana harga minyak kala itu semakin meningkat per barel nya. Selain itu spekulasi lain datang yang mengatakan bahwa Amerika ingin menyingkirkan Saddam Husain yang mana dinilai sangat mengancam kedaulatan Amerika (entah dari segi politik, ekonomi, maupun militer).

Sponsors Link

Entah apapun tujuannya, hal ini membuat rakta Irak sendiri tidak senang karena pemimpin mereka dituduh dengan berbagai macam tuduhan dengan mudahnya. Namun tidak itu saja yang telah dilakukan oleh Amerika di Irak. Pembuatan “pemerintahan boneka” yang mana diisi oleh orang-orang Syiah membuat rakyat Irak makin sakit hati. Bukannya pilihan dari rakyat mayoritas di Irak yaitu Sunni, Amerika malah menggunakan populasi minoritas untuk memimpin negara. Hal tersebut mengundang amarah rakyat Irak sendiri untuk membentuk berbagai organisasi pemberontak, salah satunya ISIS.

Baca juga :

ads

2. Abu Bakar Al Baghdady

Nama ini begitu terdengar familiar di telinga anggota ISIS, karena dia adalah pemimpin dari organisasi tersebut. Perlu anda ketahui, lahirnya organisasi dengan nama ini bukanlah semerta-merta murni dengan dukungan negara-negara di sekitarnya, namun ISIS terbentuk akibat adanya scheme / rencana jahat yang dilancarkan oleh Abu Bakar Al Baghdady. Justru, ISIS malah bertolak belakang dengan organisasi-organisasi perjuangan lainnya yang menganut ajaran Islam yang lurus. Pemberitaan yang salah mengenai organisasi-organisasi ini yang memiliki jalan terorisme yang sama dengan ISIS disampaikan begitu mudahnya oleh media Amerika, sayangnya hingga saat ini. Kelompok besar seperti Al-Qoidah, pejuang Suriah, dan Taliban sampai sekarang masih menganut Islam yang lurus yaitu sesuai dengan Al Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW.

Pada awalnya, salah satu pejuang Irak yang amat dikagumi oleh rakyat yaitu Abu Mush’ab Al Zarqowi dilanjutkan perjuangannya oleh Dewan Syura yang dibentuk oleh rakyat Irak sendiri yang bernama Daulah Islam Iraq (DAI). Dewan tersebut dipimpin oleh Abu Umar AL Baghdady yang mana pemerintahannya cukup baik sehingga segala urusan bisa berjalan dengan mulus. Namun suatu hari Abu Umar terbunuh dan akhirnya digantikan secara tidak normal oleh Abu Bakar Al Baghdady. Penggantian oleh Abu Bakar ini dinilai tidak wajar, karena ia dianggap tidak memiliki peran yang berarti di dalam dewan dan juga nama ini tidak dikenal oleh para Senior Jihad Wa Tauhid.

Berselang beberapa waktu kemudian, serangan terhadap kekejaman rezim presiden Bashar Assad memicu ketegangan antara beliau dengan organisasi pemberontak Jabhat Al Nusrah (JN) yang ingin memerdekakan rakyat yang berada bahwa tangan besi Bashar. Mereka berhasil merebut berbagai kota yang berada di bawah pengaruh Bashar dan “memerdekakan” mereka. Namun, tiba-tiba Abu Bakar mengambl tindakan yang cukup mengejutkan yaitu menghapus organisasi Jabhat Al Nusrah dan diganti dengan organisasi bernama Daulah Islam Irak dan Syam (atau disebut juga ISIS, Islamic State in Irak and Syam). Lalu bukannya mendukung gerakan JN terdahulu, ISIS malah melakukan perebutan kembali kota-kota yang telah dibebaskan dengan berperang melawan pejuang Suriah dan organisasi JN sendiri.

Baca juga :

Hal ini tentunya membuat kebingungan di mana-mana, termasuk dalam perjuangan Suriah sendiri. Akhirnya, para ulama membentuk mahkamah syariah untuk melakukan sesuatu terhadap pihak-pihak yang bersangkutan terhadap konflik di Suriah. Semua pihak untungnya sangat kooperatif, kecuali ISIS. Ketika ISIS diminta untuk kembali ke Irak lalu kebijakan untuk tetap menggunakan JN sebagai pejuang di Suriah, ISIS secara terang-terangan menolak. Isis malah menjelek-jelekkan balik AL Qoidah dan para ulama dengan berbagai fitnah yang keji. Pada akhirnya, ISIS mendapatkan label takfiri dan khawarij dari para ulama karena melakukan tindakan-tindakan yang tidak terpuji seperti mengkafirkan orang lain, melakukan penyerangan terhadap mujahidin, aksi non kooperatif pada mahkamah syariah, memfitnah Al Qaedah dan para ulama, serta melakukan kesombongan dan pelanggaran Ham dengan keji seperti memenggal kepala dan mempamerkannya, menyalib, dan tindakan keji lainnya. 

Sponsors Link

Itulah beberapa tinjauan yang bisa disampaikan pada artikel ini,semoga anda bisa memahami dari mana ISIS terbentuk dan yang paling penting adalah tidak menyamakan mujahidin dan ISIS karena kedua kubu tersebut benar-benar berbeda, dari akidah dan juga dari perbuatannya. Untuk mempercayai suatu informasi, kita perlu melakukan adanya pengecekan terlebih dahulu terhadap fakta-fakta yang ada, jangan sampai anda menelan pil fitnah untuk membenci sesuatu tanpa berpikir terlebih dahulu.

Simak Artikel Hukamnas.com lainnya:

, ,
Post Date: Friday 13th, October 2017 / 03:17 Oleh :
Kategori : SARA