Sponsors Link

10 Akibat Konflik Antar Agama Dalam Masyarakat Majemuk

Sponsors Link

Masyarakat majemuk dapat dikatakan sebagai kumpulan masyarakat yang memiliki perbedaan mengenai agama, ras, etnik dan suku namun tetap dapat hidup selaras dan harmonis. Sebagaimana Bangsa ini, Indonesia dikenal dunia lewat kemajemukannya. Bisa dikatakan bahwa negara kita menjadi satu-satunya negara yang memiliki lebih dari 300 etnik atau kurang lebih sebanyan 1.340 suku bangsa. Sungguh benar-benar sebuah sumber kekayaan budaya yang amat kaya. Simak juga akibat konflik sara .

ads

Selain itu, Indonesia juga memberi pengakuan atas 6 agama yang dianut oleh masyarakat kita. Keenam agama tersebut ialah islam, kristen, khatolik, hindu, budha dan konghucu. Keberagaman ini merupakan sebuah simbol kemajemukan yang mungkin hanya dimiliki oleh Indonesia. Dengan jumlah penganut yang bervariasi tentunya merupakan sebuah tugas kita untuk dapat meminimalisir bentrokan yang bisa terjadi akibat adanya perbedaan kepercayaan  ini.

Meskipun dalam UUD 1945 sendiri telah mengatur kebebasan beragama termasuk kedalam hak asasi manusia. Namun, tetap saja kita tidak bisa mencegah dari yang namanya konflik agama dalam msyarakat yang majemuk. Apalagi jika melibatkan kelompok yang memiliki paham yang sempit, tidak terbuka dan arogan maka bisa jadi konflik akan semakin membesar dan meluas. Pada dasarnya tidak akan ada keuntungan dari konflik agama yang timbul sebagaimana penyebab konflik sara . Untuk membuktikan hal tersebut, simak 10 akibat konflik antar agama dalam masyarakat majemuk. Simak selengkapnya.

1. Terputusnya Tali Silaturahmi Antar Pihak Yang Berkonflik

Dalam masyarakat terjalinnya silaturahmi antar sesama umat beragama merupakan sebuah pondasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Konflik agama yang justru terjadi akan berdampak pada tali silaturahmi yang telah di jalin. Akibatnya silaturahmi yang telah dirajut sekian lama dapat terputus akibat dari konflik agama yang terjadi. Tentunya hal ini akan bisa berdampak bagi aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Simak juga contoh konflik antar agama .

2. Tercerai Berainya Persatuan dan Kesatuan dalam Berbangsa

Secara lebih luas lagi, putusnya jalina  silaturahmi akan secara langsung memberikan pengaruh pada persatuan dan kesatuan bangsa. Dalan masyarakat yang majemuk, persatuan dan kesatua  merupakan modal utama untuk dapat mencapau segala apa yang di cita-citakan bangsa ini. Persatuan dan kesatuan ekan menimbulkan jiwa optimisme bekerja versama dalam mewujudkan cita-cita bangsa. Jika sebuah masyarajat majemuk telah digerogoti oleh konflik agama yang berkecamuk, maka masyarakatnya akan tercerai berai. Sehingga tertunya persatuan dan kesatuan yang selama ini terjalin menjadi buyar.

Sponsors Link

3. Ujaran Kebencian Semakin Merajalela

Konflik selalu menimbulkan dampak kebencian terhadap semua pihak yang telibat. Bahkan pihak yang tidak terlibat langsung namun, memiliki keterikatan dengan agama atau konflik tersebut juga akan menjadi sasaran kebencian sebagaimana juga contoh konflik antar ras . Sesuangguhnya dalam agama apapun tidak mengajarkan untuk memelihara kebencian bahkan kita dianjurkan untuk memlihara nilai kasih sayang dan toleransi. Akibat konflik agama yang timbul tidak akan bisa dihindari adanya ejekan dan upaya saling mencela. Lalu kemudian provokasi dan kemudian menyebarluaskan ujaran kebencian untuk mempebgaruhi orang lain.

4. Timbulnya Kerusuhan dan Bentrokan

Provokasi dan konflik agama yang semakin meluas dan tidak segera terselesaikan akan dapat menimbulkan kerusuhan dan bentrokan antara pihak yang berkonflik. Bisa anda bayangkan dua pihak yang saling membenci dan telah dipenuhi oleh kebencian pasti akan berusaha untuk melukai, mengancurkan dan bahkan memusnaskan pihak lawan sebagaimana juga penyebab konflik sosial paling umum. Hal ini memang tidak dapat di bayangkan. Tapu di beberapa wilayah termasuk Indonesis sendiri kita cujup serung mendengan kerusuhan dan bentrokan akibat konflik agama yang tak terselesaikan. Sebagai contoh konflik poso, konflik GAM, dan yang sedang menyita perhatian dunia ialah konflik Rohingya di Myanmar.

5. Timbul Kebencian Diantaea Pihak yang Terlibat

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pihak yang berkonflik pasti akan terlibat dalam perasaan yang emosional yakni menyimpan kebencian yang mendalam kepada pihak lawan . Anda bisa membayangkan bukan ketika seseirang di landa kebencian yang hebat. Maka upaya apapun akan ia lakukan untuk mencari kepuasan entah untukvdengan menyakiti atau melukai pihak lain. Kebencian ini merupakan akibat dari bagaimana manusia tidak dapat mengendalikan emosinya akubat di sulut oleh sesuatu. Simak juga pengendalian konflik sosial .

6. Menimbulkan Tindakan Kriminalitas

Akibat konflik antar agama dalam masyarakat majemuk yang selanjutnya ialah timbulnya tindakan kriminalitas. Dasar tindakan ini ialah untuk menakut-nakuti, membuat jera dan kalah pihak lawan serta juga untuk menunjukkan dominasi siapakah pihak yang paling benar . Padahal tindakan kekerasan dan kriminal merupakan hal yang paling di benci oleh semua agama. Dengan alasan membela agama lalu kemudian melakukan tindakan kekerasan dan kriminal. Patut dipertanyakan agama yang dibela tidak perna mengajarkan demikian, lalu apa yang sebenarnya dibela.

Sponsors Link

7. Munculnya Rasa Ketakutan dan Tidak Aman

Situasi yang tidak kondusif, kerusuhan, bentrokan dan terjadinya tindak kekerasan akan sangat berpengaruh kepada masyarakat sebagaimana dampak konflik agama . Terutama akan dirasakan oleh mereka yang tinggal di lokasi terjadinya konflik. Rasa takut dan tidak aman menghinggapi mereka. Sehingga ini kemudian berpengaruh langsung kepada psikologis seseorang . Anak-anak tidak akan bisa bermain dengan leluasa, para orang tua akan takut untuk melakukan aktivitas di luar rumah. Kemudian kondisi ini akan membuat suasana yang mencekam.

8. Memutus Rasa Solidaritas Antar Umat Beragama

Rasa solidaritas antar umat beragama merupakan sebuah indikator terjalinnya kerukunan antar sesama ataupun unat beragama lain. Rasa solidaritas ini terbentuk karena rasa saling menghormati, mencintai dan menghargai apa yang di anut oleh masing-masing. Akibat konflik agama yang terjadi maka rasa solidaritas ini akan terkikis dan lama kelamaan kemudian akan menghilang. Tentunya hal ini akan dapat semakin membawa konflik ke arah lebih meluas jika tidak segera di selesaikan dan merupakan penyebab konflik sosial di masyarakat .

9. Lumpuhnya Perekonomian 

Akibat yang lebih luas dari konflik agama ialah menyebabkan perekonomian diwilayah konflik akan menjadi lumpuh. Rasa tidak aman akan membuat orang enggan beraktifitas di luar rumah. Pasar, pertokoan pusat perbelanjaan akan memilih menutup usahanya daripada menerima resiko sebagai target penjarahan. Kondisi ini membuat kegiatan  ekonomi di wilayah konflik akan mati total. Akibatnya masyarakat akan kesulitan mencari sumber penghidupan, mereka yang masih memiliki uang akan sulit mendapatkan barang kebutuhan. Pada akhirnya akan terjadilah krisis lokal yang akan dialami daerah tersebut, kemudian akan berimbas pada perekonomian negara yang bersangkutan. Simak juga penyebab konflik suriah .

10. Kehancuran Suatu Negara

Poin terakhir ini akan mengambarkan betapa akibat konflik agama dalam masyarakat majemuk dapat menjadi sebuah bom yang tinggal menunggu waktu dapat meledak dan menggancurkan sebuah negara . Sebut saja Yugoslavia yang hanya tinggal menyisakan sejarah akibat konflik agama yang tak terselesaikan. Tentunya contoh ini dapat menjadi pembelajaran untuk ikut serta dalam meminimalisir timbulnya konflik agama. Simak juga penyebab perang israel dan palestina .

10 akibat konflik antar agama dalam masyarakat majemuk, tentu dapat menjadi sebuah pembelajaran bagi kita untuk lebih mempertimbangkan aspek logika dan meredam egoisme serta emosi individual. Sebagaimana bangsa ini dapat berdiri adalah karena semua perbedaan yang dimiliki. Jangan sampai perbedaan kepercayaan kemudian menjadi sebuah pemicu dan menciderai kesatuan dan persatuan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

 

, , , ,
Post Date: Tuesday 27th, February 2018 / 02:17 Oleh :
Kategori : SARA