Sponsors Link

Akibat Bom Bali yang Dirasakan Masyarakat Lokal dan Para Turis

Sponsors Link

Melihat memalui kejadian-kejadian yang belakangan ini sedang marak, bangsa Indonesia kembali digegerkan dengan peristiwa pengeboman pada gereja-gereja dan polrestabes di wilayah ibu kota Jawa Timur, Surabaya. Para teroris tersebut melakukan bom bunu diri dengan cara meledakaan diri mereka dengan bom pipa yang mereka buat sendiri di rumah dan dipasangkan pada badan mereka sendiri untuk kemudian diledakkan pada area yang mereka tuju, area yang menurut mereka terdapat orang-orang kafir.

ads

Kabar miris juga terdengar tatkala kita mengetahui bahwa pelaku bom bunuh diri tersebut mengikut sertakan anak-anak mereka yang sudah tertanam doktrin jihad dengan cara meledakkan diri sendiri. Ini sudah terlewat batas segala bentuk kejahatan di Indonesia, jauh melampaui contoh kejahatan cyber crime, contoh kejahatan kemanusiaan, atau contoh kejahatan tanpa korban.

Belakangan diketahui bahwa sang pelaku juga merupakan ketua JAD ( Jaringan Ansarut Daulah) Surabaya. Pelaku-pelaku lainnya, keluarga lain yang ikut serta meledakkan diri di polrestabes juga ternyata merupakan anggota dari organisasi tersebut.

Peristiwa ini mengingatkan kita kembali kepada peristiwa yang terjadi beberapa tahun yang lalu di pulau dewata Bali, di mana kita bisa menemukan peristiwa meledaknya bom bunuh diri oleh salah satu anggota Jamaah Islamiyah atau JI. Ledakkan tersebut jauh lebih besar daripada ledakkan yang terjadi akhir-akhir ini, karena pada dasarnya organisasi mereka berbeda.

Ternyata, dengan memiliki organisasi yang berbeda, ideologi yang mereka punyai juga berbeda. Gerakan JI berasal dari AL Qaedah, dan JAD merupakan cabang dari ISIS. AL Qaedah dan ISIS sendiri juga saling bertikai di timur tengah sana, karena mereka mempunyai pandangan yang berbeda. Dengan banyak sekali korban jwa dan material yang ada, lalu apa sajakah dampak dari bom bali yang lebh kejam dari pada contoh kejahatan kerah putih dan contoh kejahatan korporasi ini.

Setelah melihat apa saja yang menjadi penyebab peristiwa bom Bali, kita bisa memetik beberapa hal yang bisa dijadikan dasar untuk menentukan apa saja akibat bom bali yang terjadi kurang lebih 16 tahun yang lalu.

Bom Bali I

Pertama-tama mari kita membahas terlebih dahulu mengenai bom bali yang terjadi pada 12 Oktober tahun 2002 lalu. Dua ledakan terjadi pada jalan Legian pada Kuta Bali, pada sebuah bangunan club malam dan juga Pub atau tempat untuk minum-minum. Kedua bom meledak secara bersamaan sekitar pukul setengah 9 malam. Hal ini dinilai sebagai kejadian luar biasa yang melanggar banyak sekali jenis-jenis Hak Asasi Manusia dan juga termasuk dalam penyebab konflik horizontal.

Dari kedua ledakan tersebut, 200 orang meninggal dunia dan 200 orang lainnya dilarikan ke rumah sakit karena luka ringan dan luka berat yang diderita. Mayoritas korban adalah warga negara asing yang kebetulan sedang berlibur ke pulau Bali.

Sponsors Link

Tidak hanya itu saja, berselang beberapa menit kemudian, ledakan kecil kembali berlangsung di dekat Kantor Konsulat Amerika Serikat. Pada ledakan ketiga ini tidak ditemukan korban jiwa. Kejadian tersebut mengantongi beberapa nama yang mungkin saat ini terdengar familiar di telinga anda seperti Amrozi dan beberapa anggota teroris lainnya.

Bom Bali II

Jenis  kembali terjadi lagi di Bali pada peristiwa Bom Bali kedua pada tahun 2005. Hal ini menyebabkan nama Bali menjadi tercoreng kembali, karena banyak sekali turis asing yang khawatir karena terjadinya ledakan bom Bali yang pertama yang hanya beberapa tahun belakangan saja. Hal ini tentunya bukan termasuk dalam penyebab pelanggaran HAM vertikal, karena para pelakunya pure merupakan anggota dari jaringan teroris JI yang merupakan anak buah dari Dr. Azahari.

Peristiwa ini ditandai dengan meledaknya bom pada dua lokasi yang berbeda, dua bom di Jimbaran, dan satu di Kuta. Setidaknya 23 orang meninggal akibat peledakan bom ini, yang mayoritasnya adalah warga lokal. Ada tiga pelaku yang bertanggung jawab atas kejadian ini, yaitu Ayib, Misno, dan juga Salik.

Para Pelaku Pengeboman

Seperti yang sudah disampaikan di atas, ada beberapa nama yang terkenal seperti Nurdin M Top, Imam Samudra, dan tentunya Dr.Azhari. Dr.Azhari lah yang merupakan otak dari serangkain bom di Indonesia, terutama Bom Bali satu dan dua, yang merupakan rakitan dari dia sendiri. Beliau merupakan orang berkebangsaan Malaysia yang mengajarkan “anak didik” nya mengenai teknis dari bom itu sendiri.

Para pelaku sudah mendapatkan hukumannya masing-masing, yang mungkin bisa tidak lebih berat daripada hukuman koruptor di China, hukuman bagi penuduh zina, yang hampir sama dengan hukuman seumur hidup menurut Pasal 10 KUHP. Banyak dari mereka yang mendapatkan vonis hukuman mati di pengadilan.

Selain dari mereka yang berhasil didakwa, ada beberapa teroris yang meledakkan dirinya atau tewas pada saat penyergapan. Contohnya adalah pada saat penyergapan Dr.Azhari pada villa di kota Batu, Jawa Timur. Perjuangan pengintaian selama seminggu, membuahkan hasil dengan dilumpuhkannya Dr.Azhari beserta Mr.X yang meledakkan dirinya tak lama setelah Dr.Azhari ditembak oleh tim densus 88 yang menyergapnya. Untung saja, para warga sudah dievakuasi sejak pukul 3 dini hari, jadi aksi baku tembak antara pelaku dan pihak berwajib tidak sampai melukai warga sipil.

Akibat Bom Bali

Kita bisa melihat sendiri bahwa peristiwa bom bali ini membawa banyak sekali kerugian, terutama bagi nama Indonesia dan pulau Bali sendiri. Disamping adanya penyebab hukuman mati di Indonesia, hal ini merupakan contoh kejahatan genosida yang berfokus kepada negara Amerika Serikat dan sekutunya. Oleh karena itu, tempat-tempat yang diserang kebanyakan merupakan tempat untuk nongkrong atau sbercengkrama warga asing.

Untuk lebih detailnya mengenai masalah akibat bom bali ini, kami akan membaginya dalam dua bidang, yaitu bidang pariwisata dan juga bidang ekonomi.

  1. Bidang Pariwisata

Pada bidang pariwisata, tentunya dengan kejadian ini banyak sekali warga asing yang enggan untuk mengunjungi Bali, karena takut akan terjadinya peristiwa serupa pada diri mereka. Bali sempat menjadi tercoreng namanya sehingga mendapati penurunan jumlah pengunjung pada sekitar tahun 2000 an.

Bahkan, beberapa negara juga sempat melarang warganya untuk mengunjungi Indonesia dikarenakan oleh hal tersebut. Bali sempat menjadi tempat yang dilarang untuk dituju karena dua peristiwa pemboman tersebut. Akibatnya, Bali sempat mengalami keterpurukan dalam segi parisiwata karena kurangnya pengunjung yang datang ke Pulau Bali.

Sponsors Link

Namun hal tersebut tidak berlangsung lama, karena hanya dengan beberapa minggu saja, Bali sudah mendapati banyak pengunjung dari dalam dan luar negeri. Mungkin karena mereka semua ingin menunjukkan bahwa mereka harus berani menghadapi teroris, agar serangan yang mereka lakukan terkesan sia-sia karena tidak akan bisa menakuti mereka.

  1. Bidang Ekonomi

Hal ini berhubungan langsung dengan hal yang pertama, dengan kurangnya pengunjung yang datang ke Bali, maka pendapatan Bali dan juga warga lokal sempat menurun karena banyak sekali souvenir atau jasa lainnya yang belum terjual.

Masyarakat sempat beralih mencari profesi lain sejenak untuk bisa memperoleh penghasilan lain, karena walaupun ada jumlah atau stock yang banyak, namun barang tersebut sepi peminat karena pada saat itu turis masih dilanda ketakutan akibat dari peristiwa-peristiwa tersebut.

 

, ,
Post Date: Friday 18th, May 2018 / 15:34 Oleh :
Kategori : HAM