Sponsors Link

4 Syarat Seseorang Mendapatkan Suaka Serta Prosedur Pengajuannya

Sponsors Link

Suaka adalah bentuk perlindungan dari dipulangkannya seseorang ke suatu Negara yang ditakuti, yang memungkinkan pengungsi dapat memenuhi syarat untuk menetap disuatu Negara yang pada akhirnya dapat menjadi penduduk tetap yang sah. Para pencari suakan biasa menyebut diri mereka dengan istilah pengungsi. Maraknya pencari suakan terutama yang masuk ke negara Indonesia tidak lain didasari oleh letak geografis Indonesia yang strategis. Sehingga Indonesia merupakan tempat persinggahan favorit bagi gelombang pencari suaka ke negara tujuan yaitu Australia.

ads

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Suaka berarti   tempat mengungsi (berlindung), menumpang atau menumpang hidup dengan meminta kepada Negara lain sebagaiaman contoh kasus pelanggaran hak warga negara . Pencari suaka adalah orang yang telah mengajukan permohonan untuk mendapatkan perlindungan namun permohonannya sedang dalam proses penentuan. Apabila permohonan seorang pencari suaka itu diterima, maka ia akan disebut sebagai pengungsi, dan ini memberinya hak serta kewajiban sesuai dengan undang-undang negara yang menerimanya sebagaimana prinsip-prinsip demokrasi pancasila yang ada di indonesia .

Pada dasarnya para pencari suaka biasanya meninggalkan negara asal tanpa membawa dokumen resmi seperti visa. Maka, tidak heran hika kemudian banyak pencari suaka terpaksa memilih perjalanan yang mahal dan berbahaya untuk memasuki negara-negara secara tidak wajar di mana mereka dapat memperoleh status pengungsi. Prosentase permohonan suaka yang diterima sangat beragam dari satu negara ke negara lain, bahkan untuk satu negara yang sama. Seperti kelebihan demokrasi pancasila dan prinsip-prinsip demokrasi pancasila.  Berikut 4 Syarat Seseorang Mendapatkan Suaka dan Prosedur pengajuannya.

1. Mengajukan Permohonan Suaka 

Para pengungsi yang tiba di negara tujuan mula-mula diwajibkan mengajukan permohonan suaka kepada petugas penjaga perbatasan, polisi atau lembaga yang ditunjuk untuk itu. Setelah itu mereka akan dikirim ke tempat penampungan pertama. Kuotanya dibagi secara adil di ke negara bagian berdasarkan jumlah populasi tiap negara bagian. Yang memiliki populasi besar harus menampung lebih banyak pemohon suaka. Melainkan juga menimbang tempat penampungan mana yang masih punya kapasitas.

Sponsors Link

2. Stasiun Pertama

Para pemohon suaka wajib bermukim di kamp penampungan pertama ini sebagaimana penyebab konflik horizontal . Biasanya kamp penampungan berupa aula untuk menginap banyak orang yang dipagar dan dijaga polisi. Di sana tersedia dokter untuk layanan kesehatan dan kantin untuk pembagian makanan. Pemohon suaka juga diberi pakaian gratis. Anak-anak mendapat bantuan tambahan, agar mereka bisa bersekolah.

Di stasiun pertama ini dikumpulkan data pribadi, dibuat foto dan diambil sidik jari. Petugas dari dinas federal untuk migrasi dan pengungsi yang bertugas di sana akan mewawancarai masing-masing pemohon suaka, terkait alasan pengungsian mereka. Di sini disediakan penerjemah dan semua hasil wawancara dibuat protokolnya. Dari hasil wawancara akan diputuskan permohonan diterima atau ditolak.

3. Stasiun Kedua

Setelah tiga bulan, pemohon suaka yang bisa diterima, disebar berdasar kuota yang diatur komputer ke berbagai kota tempat mereka akan ditampung di stasiun ke-dua. Biasanya berupa tempat pemukiman bersama yang dikelola swasta atau lembaga amal. Sejumlah pemerintahan distrik juga menyediakan tempat penampungan semacam itu. Disini mereka dapat bergerak secara bebas, bahkan diberikan peluang untuk mendapatkan pekerjaan. Meskipun posisi yang nantinya diperoleh tidak begitu bagus.

Salah satu contoh negara yang menerima banya suaka adalah Jerman. Di Negara ini Mereka yang tidak mendapat pekerjaan, mendapat tunjangan 352 Euro atau sekitar 4,5 juta Rupiah per bulan selama maksimal 15 bulan dari pemerintahan daerah. Juga diberikan tunjangan tambahan untuk ongkos sewa rumah dan rekening listrik. Bantuan keuangan setelah lewat 15 bulan, ditanggung oleh pemerintah federal.

4. Keputusan 

Pengolahan permohonan suaka sebetulnya tidak boleh molor lebih dari 3 bulan. Tapi menimbang permohonan mencapai rekor lebih banyak dari biasanya, prosedur bisa molor hingga setahun. Namun, saat ini ada aturan khusus bagi pengungsi dari kawasan konflik seperti Suriah dan Irak, dapat langsung diakui sebagai pemohon suaka dalam tempo singkat. Alasan ini cukup logis mengingat kondisi daerah asal yang memang sednag konflik maka tentu jalan satu-satunya memberi perlindungan adalah dengan mengabulkan permintaan suaka.

Sponsors Link

Semua keputusan terkait permohonan suaka diberikan secara tertulis. Jika diterima, pemohon suaka akan mendapat izin tinggal selama 3 tahun, dan punya hak klaim untuk mendapat tunjangan sosial. Setelah tiga tahun kondisi akan dikaji ulang. Artinya bahwa para pencari suaka hanya akan diijinkan tinggal dalam batas waktu tertentu setelahnya izin tiggal akan dikaji kembali. Suaka hanya memberikan izin tinggal dan bukan berarti menjadikan para pencari suaka bagian dari penduduk negara tersebut. Sebab secara administrasi mereka hanya diberi kebebasan tinggal sementara  dan bukan permanen.

Mirisnya adalah Mereka yang ditolak permohonan suakanya, segera diekstradisi pulang. Musalnya saja di Jerman pada tahun silam lebih 10.000 orang dipulangkan. Tapi juga ada kemungkinan mengajukan banding ke PTUN, syaratnya pemohon banding harus didampingi pengacara. Atau mengajukan permohonan baru, jika situasi di negara asal berubah drastis. Tentunya permohonan ini dikaji ulang dan di proses sebagaimana awal pengajuan sebelumnya.

Tidak dikabulkannya permohonana suaka tentu menjadi ancanan tersendirim terutama bagi para pemohon suaka yang berasal dari kawasan perang atau perang saudara, atau juga terancam dibunuh di negara asalnya, meskipun ditolak permohonannya, seringkali bisa tetap tinggal di daerah pengajuan suaka. Mereka akan diberi izin khusus tinggal, yang dikaji setahun sekali, dengan memperhatikan kondisi di negara asalnya sebagaimana penyebab pelanggaran ham vertikal . Juga pengungsi dengan anak dan istri tidak gampang diekstradisi pulang.

Permasalahan suakan menjadi masalah yang cukup krusial. Terutama bagi negara yang memiliki penduduk yang besar sebagaimana Indonesia. Setiap negara memiliki prosedur yang berbeda terhadap pengabulan permohonan suaka. Indonesia sendiri menjadi negara yang cukup ketat dan tidak mudah mengabulkan permohonan suaka. Gelombang suaka yang besar dapat menciptakan permasalahan yang baru. Terutama jika tidak ada penerimaan dari masyarakat sekitar, tentu saja hal ini dapat memicu konflik baru yang bisa saja berdampak bagi keamanan negara.

Para pencari suaka biasanya berasal dari daerah rawan konflik atau daerah perang. Sehingga rasa terancan dan tidak aman menimbulkan gelombang suaka besar-besaran untuk bisa mendapatkan perlindungan di negara tujuan. Sebagaimana kasus yang beberapa silam terjadi dimana gelombang pengungsi rohingya yang rela terombang-ambing dalam perjalanan laut yang berbahaya guna mendapatkan perlindungan dari pembataian yang dialami etnis mereka di negara asal.

4 Syarat Seseorang Mendapatkan Suaka dan Prosedur pengajuannya. Semoga dapat menjadi referensi dan tambahan pengetahuan bagi anda. Serta semoga artikel ini dapat bermanfaat.

, , , ,
Post Date: Sunday 24th, June 2018 / 05:43 Oleh :
Kategori : Internasional