Sponsors Link

Pangkat Polisi dari Terendah Sampai Tertinggi di Indonesia

Sponsors Link

Dalam artikel kali ini kita akan membahas hal yang cukup menarik di Indonesia yaitu mengenai salah satu perangkat hukum yang dimiliki Indonesia, yang mana seringkali berguna untuk membantu meredakan beberapa konflik seperti yang dikarenakan penyebab konflik aceh dan juga penyebab konflik Ambon. Banyak sekali peran dari kepolisian ini yang mana sangat membantu sekali dalam kehidupan masyarakat kita. Namun sayangnya, perjuangan kepolisian yang sudah cukup bijak dalam menjalankan tugas seringkali disepelekan oleh masyarakat. Umumnya para polisi tersebut seringkali dianggap remeh pada saat terjadinya penilangan, padahal hal itu sebenarnya sangat membantu sekali untuk menjaga keselamatan para pengendara.

ads

Namun perlu diketahui, ada banyak sekali pangkat kepolisian di Indonesia kita ini, negara yang memiliki angkatan darat terkuat di ASEAN. Negara kita ini yang sudah tidak lagi masuk ke dalam negara-negara dengan militer terlemah, juga akhirnya sangat terbantu juga dengan keberadaan polisi, karena berguna sekali untuk menertibkan masyarakat yang masih belum memahami hukum.  Untuk lebih jelas lagi memahami pangkat-pangkat yang ada dalam kepolisian, mari kita simak informasinya berikut :

1. Bhayangkara Dua (Bharada)

Pertama tama kita bahas dulu ketiga pangkat pada posisi Tamtama, yaitu Baraka, Bharatu, dan Bharada. Pertama adalah pangkat Bhayangkara Dua. Dulunya pangkat ini disebut dengan nama lain yang hampir sama dengan pangkat militer yaitu Prajurit Dua. Nah, sebagai pemisah di sini, sekaligus untuk mempertegas identitas, namanya kemudian dirubah menjadi Bhayangkara Dua atau bisa disebut dengan Bharada. Anda bisa melihat para Bharada yang seringkali berperan sebagai pihak pendamai atas berbagai penyebab konflik antar suku maupun penyebab konflik antar agama yang kerap kali terjadi di masyarakat.

2. Bhayangkara Satu (Bharatu)

Setelah Bhayangkara Dua, ada pangkat yang terletak sedikit di atasnya yaitu Bhayangkara Satu. Nama ini tentunya sudah mengalami perubahan, mengingta sebelum tahun 2001, nama dari pangkat ini masih Prajurit Satu, sama seperti pangkat di kemiliteran Indonesia yang termasuk dalam  militer terkuat di Asia Tenggara itu.

3. Bhayangkara Kepala (Baraka)

Pangkat selanjutnya yang akan kita bahas adalah Bhayangkara Kepala, yang mana membawahi kedua Bhayangkara tadi. Dengan tanda 3 cross atau garis miring berwarna merah ini, dulunya pangkat ini masih bernama Prajurit Kepala atau yang bisa disingkat dengan nama Praka. Setelah perombakan pangkat pada 2001, nama pangkat Praka tadi diubah menjadi Bhayangkara Kepala atau disebut Baraka.

4. Ajun Brigadir Polisi Dua (Abribda)

Lalu di atas Bhayangkara Kepala tadi ada AJun Brigadir Polisi Dua atau bisa disebut dengan Abribda, yang mana memegang posisi terbawah dalam posisi Ajun Brigadir. Dulunya nama dari pangkat ini bukanlah Abribda, namun masih bernama satu pangkat yang tidak terdengar asing lagi dalam kemiliteran, yaitu Kopral. Sebelum 2001, Abribda masih bernama Kopral Dua. Pangkat ini dilambangkan dengan tanda V terbalik berwarna merah.

5. Ajun Brigadir Polisi Satu (Abriptu)

Selanjutnya ada pangkat yang lebih tinggi yaitu Ajun Brigadir Polisi atau Abriptu. Sama serprti pangkat-pangkat lainnya, nama dari Abriptu sendiri sempat mengalami perubahan, yang mana awalnya bernama Kopral Satu menjadi Abriptu. Untuk lambangnya sendiri, pada pangkat Abriptu ini terdapat dua buah tanda V terbalik dengan warna merah.

Sponsors Link

6. Ajun Brigadir Polisi (Abrip)

Yang selanjutnya adalah Ajun Brigadir Polisi, atau bisa disingkat dengan nama Abrip. Nama Abrip sendiri pernah mengalami dua kali perubahan nama. Yang pertama adalah Kopral Kepala, yang mana sama seperti posisi kemiliteran Indonesia yang mana termasuk dalam personel militer terbaik di dunia itu. Lalu perubahan nama yang kedua terjadi setelah tahun 2001, yaotu berubah menjadi nama Bhayangkara Utama I. Pangkat ini merupakan pangkat tertinggi pada kelas Tamtama, yang mana masih di bawah kelas Bintara.

7. Brigadir Polisi Dua (Bripda)

Ada kelas selanjutnya setelah Tamtama yaitu kelas Bintara. Dalam kelas Bintara ini, Terdapat empat pangkat utama yang akan kami perkenalkan kepada anda. Pangkat yang terbawah adalah Brigadir Polisi Dua atau Bripda yang dulunya bernama Sersan Dua Polisi. Bripda sendiri memiliki posisi yang sama dengan Sersan Dua pada kemiliteran.

8. Brigadir Polisi Satu (Briptu)

Dengan kemiliteran Indonesia yang juga termasuk dalam angkatan bersenjata terbaik di dunia ini memiliki pangkat Sersan Satu yang sebenarnya memiliki tingkat yang sama dengan salah satu pangkat di kepolisian, yaitu Brigadir Polisi Satu atau Briptu, yang membawahi Bripda (Brigadir Polisi Dua). Sebelum berubah nama menjadi Briptu, pangkat ini masih memiliki nama Sersan Satu Polisi.

9. Brigadir Polisi (Brigpol)

Selanjutnya ada posisi yang lebih tinggi dari kedua pangkat yang sudah dijelaskan di atas, yaitu Brigadir Polisi. Pangkat Brigadir Polisi inilah yang harus memastikan bahwa Brigadir Satu dan Brigadir Dua menjalankan tugasnya dengan tertib dan konsisten. Selain itu, Brigadir Polisi atau yang biasa disebut dengan singkatan Brigpol ini juga memiliki nama lain seperti Sersan Kepala Polisi dan juga pangkat kemiliteran Sersan Kepala. Pangkat Brigpol ini dilambangkan dengan tiga v terbalik dengan warna perak.

10. Brigadir Polisi Kepala (Bripka)

Setelah ketiga pagkat Bripda, Briptu, dan Brigpol di atas, tentunya masih ada lagi atasan mereka yang mana memegang peran penting pada kelas Bintara, yaitu Brigadir Polisi Kepala atau Bripka. Bripka ini bertugas untuk melakukan controlling dan pengawasan terhadap Brigadir-brigadir yang terdapat di bawahnya. Bripka juga dulunya memiliki nama Sersan Mayor Polisi, sebelum perubahan nama yang terjadi pada tahun 2001.

11. Ajun Inspektur Polisi Dua (Aipda)

Setelah melewati kelas Bintara, selanjutnya kita akan melanjutkan perjalanan kita menuju kelas yang ada di atasnya yaitu Bintara Tinggi. Sebenarnya hanya ada dua pangkat penting di sini yaitu Ajun Inspektur Polisi Dua (Aipda) dan satu pangkat lagi di atasnya yaitu Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu). Aipda sendiri pernah memiliki nama lain yaitu Pembantu Letnan Dua, yang tugasnya untuk membantu kinerja dari Letnan Dua itu sendiri. Namun setelah mengalami perubahan nama, pangkat ini berdiri sendiri dengan nama Ajun Inspektur Polisi Dua atau Aipda.

12. Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu)

Setalah Aipda, yang mana bertugas untuk membantu Letnan Dua, ada lagi satu pangkat yang terdapat dalam kelas Bintara Tinggi ini, yaitu Ajun Inspektur Polisi Satu atau Aiptu. Jika Aipda tadi bertugas sebagai pembantu Letnan Dua, maka Aiptu bertugas untuk membantu keperluan dari Letnan Satu. Aipda dan Aiptu ini memiliki lambang yang cukup unik, yaitu tanda V terbalik yang saling terhubung menyerupai ombak yang berada di laut. Terlebih lagi, ombak tersebut berwarna perak.

13. Inspektur Polisi Dua (Ipda)

Setelah melewati kelas BIntara Tinggi, sekarang kita menuju ke jenjang Perwira. Masih dalam kelas Perwira, kita akan mulai mengenal tentang pangkat yang berada pada kelas Perwira yang paling rendah, yaitu Perwira Pertama. Perwira Pertama ini adalah kelas awal keperwiraan yang mana akan berakhir pada Perwira Tinggi. Dalam kelas Perwira Pertama ini ada pangkat yang akan kita bahas yaitu Inspektur Polisi Dua atau Ipda. Ipda inilah yang nantinya akan dibantu oleh Aipda, karena Ipda sendiri sebenarnya memiliki pangkat kemiliteran Letnan Dua. Lambang dari Ipda ini adalah satu balok yang berwarna emas.

ads

14. Inspektur Polisi Satu (Iptu)

Berbeda dengan Ipda, Iptu akan dibantu oleh pangkat yang berada di bawahnya yaitu Aiptu (AJun Inspektur Polisi Satu). Iptu sendiri memiliki nama kemiliteran sebagai Letnan Satu, yang mana berada sedikit lebih tinggi dari Letnan Dua. Jika pangkat Letnan Dua memiliki satu balok emas, maka pada Iptu terdapat dua balok emas yang melambangkan pangkat ini.

15. Ajun Komisaris Polisi (Akp)

Selanjutnya adalah pangkat tertinggi dalam Bintara Tinggi, yaitu Ajun Komisaris Polisi atau bisa disingkat dengan sebutan Akp. Akp inilah yang menjabat sebagai senior dari kedua komisaris yang ada di bawahnya, yang mana telah kita bahas tadi. Bila kedua komisaris tadi menjabat seperti Letnan dalam kemiliteran, maka Akp ini sama halnya dengan Kaptennya, yang memegang kontrol atas bawahan-bawahannya. Pangkat Akp ini dilambangkan dengan tiga buah balok berwarna emas.

16. Komisaris Polisi (Kompol)

Kita telah melewati ketiga pangkat yang berada pada kelas Bintara Tinggi. Namun masih ada lagi kelas yang harus kita mengerti yaitu Perwira Menengah. Posisi Perwira ini adalah yang kedua setelah Perwira Pertama yang juga berada pada naungan Perwira Tinggi. Dalam kelas Perwira Menengah ini diawali dengan pangkat Komisaris Polisi atau Kompol. Kompol di sini bertugas sebagai asisten bagi Ajun Komisaris Besar Polisi yang mana terletak di atas pangkat ini. Untuk lambangnya, Kompol dilambangkan dengan satu diamond atau bunga berwarna emas. Ini merupakan pangkat Mayor nya kepolisian. Sekedar informasi untuk anda, walaupun memang kepolisian tidak turut langsung untuk menangani penyebab pelanggaran HAM vertikal, namun tugas kepolisian di sini sangatlah penting.

17. Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP)

Selanjutnya ada AKBP atau Ajun Komisaris Besar Polisi yang mana akan dibantu oleh Komisaris Polisi (Kompol) saat bertugas. Pangkat ini juga disebut sebagai Superintendent, namun sebelum tahun 2001. Pangkat AKBP ini juga memiliki senior, yang terletak di atasnya yang bernama Komisaris Besar Polisi atau Kombespol. Pangkat ini dilambangkan dengan dua diamond berwarna emas.

18. Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol)

Inilah pangkat tertinggi pada kelas Perwira Menengah. Komisaris Besar Polisi atau disingkat Kombes Pol ini dulunya memiliki nama Senior Superintendent atau senior dari pangkat yang telah kita bahas tadi yaitu Ajun Komisaris Besar Polisi atau AKBP. AKBP ini sama halnya dengan pangkat Kolonel dalam kemiliteran yang mana membawahi Letnan Kolonel dan Mayor. Selain itu, pangkat AKBP ini dilambangkan dengan tiga buah diamond atau bunga berwarna emas.

19. Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol)

Kita akan memasuki kelas tertinggi pada kepolisian Indonesia, yaitu Perwira Tinggi. Dalam kelas Perwira Tinggi ini terdapat empat pangkat utama yang harus kita ketahui, yang mana akan kita bahas sekarang. Pertama, ada Brigadir Jenderal Polisi atau Brigjen Pol. Brigjen Pol ini memiliki pangkat yang setara dengan Brigadir Jenderal, yang mana dilambangkan dengan satu bintang emas. Perlu diingat bahwa para polisi juga memiliki peran penting dalam menangani berbagai faktor pelanggaran HAM termasuk di dalamnya penyebab konflik horizontal.

20. Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol)

Pangkat kedua adalah Inspektur Jenderal Polisi atau Irjen Pol yang berada di atas Brigjen Pol. Inspektur Jenderal Polisi ini juga memiliki pangkat yang setara dengan Mayor Jenderal, yang membawahi Brigadir Jendral. Sebelum memasuki tahun 2001, pangkat ini masih disebut dengan nama yang sama, Irjen Pol. Pangkat ini dilambangkan dengan dua buah bintang berwarna emas.

21. Komisaris Jenderal Polisi ( Komjen Pol)

Selanjutnya ada Komisaris Jenderal Polisi, yang memegang posisi kedua sebagai pangkat kepolisian tertinggi di Indonesia. Komjen Pol ini setara dengan pangkat Letnan Jenderal yang berada pada kemiliteran Indonesia juga. Komisaris Jenderal Polisi ini juga membawahi dua pangkat penting lainnya, yaitu Brigadir Jenderal, dan Inspektur Jenderal Polisi. Komjen Pol dilambangkan dengan tiga bintang emas.

Sponsors Link

22. Jenderal Polisi (Jenderal Pol)

Yang terakhir adalah pangkat Jenderal Polisi yang mana sekaligus menjadi pangkat kepolisian tertinggi di Indonesia. Jenderal Polisi ini dipegang oleh Jenderal Polisi Tirto Karnavian yang menjabat terakhir sebagai Kepala Badan Penanggulangan Terorisme Indonesia. Namun perlu diketahui, ada satu lagi Jenderal Polisi yaitu Jenderal Polisi Budi Gunawan. Dengan hal itu, maka saat ini terdapat dua orang yang memiliki pangkat 4 bintang emas.

Itulah tadi berbagai pangkat kepolisian di Indonesia dari yang terendah sampai dengan yang tertinggi. Anda perlu mengetahui bahwa Polisi di sini sangatlah penting di Indonesia. Mereka bertugas untuk membantu dan melayani masyarakat, juga bisa menemukan ciri ciri agresi militer di negara kita, meski bentuknya tidaklah besar. Bagi anda yang ingin ikut serta masuk ke dalam kepolisian, anda mungkin bisa bernapas sedikit lega karena memang syarat masuknya tidak seketat syarat masuk TNI Angkatan Darat Kopassus dan juga dari syarat masuk TNI Angkatan Laut yang memang mereka dibentuk untuk menjadi pribadi yang terbaik untuk melindungi negara. Selebihnya, mari kita hargai lagi pihak-pihak yang sangat berguna bagi bangsa kita ini.

 

, ,
Post Date: Wednesday 22nd, November 2017 / 12:39 Oleh :
Kategori : Hukum