Sponsors Link

Latar Belakang Terjadinya Perang Bosnia di Herzegovina dan Republik Bosnia

Sponsors Link

Setelah kita  membahas mengenai berbagai konfi yang terjadi di dataran Arab seperti perang yang dikarenakan oleh penyebab konflik Qatar dan Arab Saudi, Penyebab Perang Yaman, dan juga penyebab perang Suriah dan Amerika, pada kali ini kita juga membahas sebuah peperangan yang terjadi tak jauh dari sana, yakni perang yang pernah terjadi pana negara Yugoslavia, tepatnya di Bosnia. Peperangan ini bisa dikatakan sebagai salah satu pembantaian muslim di dunia yang dikecam banyak orang. Berdasarkan asumsi masyarakat, kita bisa menilai sebab dari terjadinya peperangan ni, yang merupakan faktor etnis dan agama. Namun bila dicermati lebih detail lagi, kita bisa menemukan beberapa fakta yang mengejutkan. Perang Bosnia, merupakan salah satu peperangan yang terjadi di Eropa, pada tahun 1992 sampai dengan tahun 1995. Peperangan ini melibatkan beberapa kubu yang terdiri dari Bosnia dan negera federasi Yugoslavia. Dulunya negara ini bernama negara federasi Yugoslavia yang terdiri dari beberapa negara di dalamnnya, namun saat ini negra federasi tersebut terpecah menjadi dua negara, yakni Serbia dan Montenegro.

ads

Konflik Yugoslavia pernah kita bahas di artikel-artikel sebelumnya, yakni pada dampak konflik Yugoslavia dan juga siapa saja tokoh yang terkait yang terkandung dalam tokoh konflik Yugoslavia. Meskipun perang  ini membawa dampak yang bisa membahayakan masyarakat dunia, terlebih lagi mengenai masyarakat muslim, namun untung saja konflik pada Bosnia ini bisa berhasil ditangani dengan berbagai penyelesaian konflik Yugoslavia. Namun, ada lagi hal yang perlu kita tahu mengenai konflik Yugoslavia ini, yakni apa saja yang menjadi latar belakang dari Perang Bosnia, yang mana melibatkan Bosnia untuk berkonflik dengan berbagai ras yang ada di sana. Mari simak informasinya berikut :

1. Adanya Perbedaan Sejarah dan Juga Pengalaman

Sebagai salah satu ha yang mendasari terjadinya perang ini, perbedaan dapat ditemukan di  segala sisi kehidupan bermasyarakat negara Yugoslavia. Kita bisa melihat perbedaan etnis, perbedaan ras, dan juga perbedaan sejarah yang ada. Tentunya mereka mempunyai satu kesaam yang ada, yakni sejarh kelam pernah dijajah bangsa lainnya. Namun ternyata, perbedaan tadi akhirnya bisa menimbulan konflik yang merupakan penyebab konflik horizontal. Tidak ada hanya dalam masyarakat saja, perang berlanjut pada jenjang politik yanglebih tinggi, sehingga juga bisa memicu terjadinya penyebab pelanggaran HAM vertikal. Tentunya hal itu membuat masyarakat kebingungan akan adanya bermacam-macam konflik yang ada pada negara tersebut, terlebih pada Bosnia sendiri.

Anda bisa bayangkan, peperangan tidak hanya terjadi antara etnis muslim di Bosnia dengan etnis lainnya, namun pertikaian sesama etnis di negara bagian Bosnia juga bisa ditemukan. Dengan semakin banyaknya konflik yang terlahir, maka perpecahan Bosnia pun tidak bisa dihindarkan. Oleh sebab itu, berbagai tahap perlu dilakukan untuk bisa menyelesaikan segala pertikaian di Bosnia, dan juga Yugoslavia sepenuhnya.

2. Perbedaan Agama

Selain dari penyebab dari perbedaan etnis dan suku, peperangan ini ternyata juga melibatan penyebab konflik antar agama. Sebagai dampak konflik agama tadi, akhirnya timbul peperangan yang disebabkan karena faktor kepercayaan, yakni peperangan antara Muslim Bosnia dengan Serbia Bosnia.  Peperangan berlangsung dengan amat sengit, karena perjanjian yang dibuat oleh kedua pihak pun ternyata gagal untuk dipenuhi.

Sponsors Link

Hal ini menimbulkan keresahan pada masyarakat, hingga akhirnya berita mengenai peperangan ini terdengar sampai ke Internasional. Hasil dari peperangan ini pun juga cukup fatal dua pertiga wilayah sudah berhasil dikuasai oleh Serbia Bosnia. Melihat kekalahan tersebut, Muslim Bosnia kemudian mendapatkan bala bantuan dari Kroat Bosnia. Perang pun akhirnya berlanjut dengan adanya perang antara Kroat, Muslim Bosnia dengan Serbia Bosnia. Melihat keadaan makin kacau, akhirnya dibuat perjanjian gencatan senjata. Namun seperti yang bisa diduga, perjanjian tersebut juga akhirnya dilanggar oleh kedua belah pihak. Hal ini bisa mengingatkan kita terhadap mengerikannya konflik karena agama.a Sebagai contoh saja, anda bisa melihat berita mengenai berbagai ormas dengan masyarakat. Cukup mengkhawatirkan memang, namun itulah kenyataan yang terjadi di negara Indonesia ini. Banyak sekali masyarakat yang telah dibutakan oleh agama dan tidak mengindahkan adanya perbedaan dalam bentuk apapun itu. Selain itu, anda bisa melihat contoh yang lebih banyak pada contoh konflik antar agama.

ads
3. Etnis Serbia yang Mendominasi Pemerintahan

Faktor selanjutnya adalah politik tentunya. Dalam hal ini, politk juga ternyata bercampuran dengan fadkotr pemicu konflik lainnya, yakni etnis. Salah satu hal yang mengganggur bari masyarakat adalah kepemimpinan pada negara tersebut rata-rata dipimpin oleh etnis Serbia. Hal ini tentunya menimbulkan tanda tanya besar pada masyarakat, apa maksudnya ini semua. Hal ini langsung otomatis menumbulkan kecaman dari masyarakat, sehingga lahirlah suatu konflik yang diakitbatkan oleh penyebab konflik antar ras dan  penyebab konflik antar suku. Sunggu ironis memang, sebuah badan politik yang seharusnya bertugas untuk mensejaterakan rakyat justru lebih mengutamakan ras tertentu. Seperti yang dikhawatirkan, hal serupa juga mulai terasa pada negara kita sendiri.

Pemerintahan yang seharusnya bisa mememntingkan seluruh bangsa Indonesia, ternyata juga harus dipecah belah oleh agama. Dan akibatnya, masyarakat yang terlalu fanatik dengan hal tersebut, akhirnya juga menerapkan perpecahan di dalam hidupnya. Tidak mau duduk berdampingan dengan orang non muslim, tidak mau dilayani oleh non muslim, tidak ingin berdagang denagn non muslim bisa merusak arti Bhinnek Tunggal Ika yang sesungguhnya. Ironis memang, tapi itulah yang sedang terjadi saat ini.

4. Letak Bosnia yang Sangat Strategis

Bosnia memiliki letak yang amat strategis, takni berdiri di tengah-tengah sebagai center dari Yugoslavia. Dengan posisi yang amat menguntungkan tersebut, tentunya banyak sekali masyarakat yang ingin memperebutkannya demi kemajuan wilayahnya sendiri. Dan hal ini akhirnya menimbulkan konflik tiada akhir antara Bosnia yang berjuang mempertahankan wilayah, serta tetangga-tetangga yang sangat menggebu-gebu untuk merebutnya.

5. Proklamasi Bosnia Barat

Seperti yang dijelaskan di atas, konflik tidak hanya terjadi anatara satu etnis dengan etnis lainnya. Perang juga ternyata terjadi sesama etnis muslim di Bosnia. Hal ini diakitbatkan karena wilayah Barat dari Bosnia berhasil meyakinkan diri untuk merdeka sendiri, mendirikan negara yang ingin mereka perintah sendiri, hampir serupa dengan kasus yang pernah terjadi antara Indonesia dengan Papua Nugini. Namun sayangnya, pihak Bosnia tidak terima akan keputusan tersebut, dan akhirnya perang saudara sesama muslim pun terjadi begitu saja.

Itulah tadi berbagai lata belakang dari perang Bosnia yang pecah di negara bagian Yugoslavia. Banyak sekali kita bisa lihat bahwa peperangan terjadi karena faktor masyarakatnya yang masih kurang menghargai adanya perbedaan, terlebih lagi mengenai perbedaan etnis tertentu atau bahkan agama sekalipun. Seharusnya, peperangan ini bisa kita pelajari sendiri, terlebih lagi negara kita sedang dilanda perpecahan yang seringkali diakibartkan oleh penyebab konflik sara. Kita sebagai warga masyarakat yang bijak harus berusaha membentengi diri kita dengan pengendalian konflik sosial yang baik, minimal untuk diri kita sendirid an keluarga.

Sponsors Link

Paling tidak, kita bisa menignkatkan jumlah masyarakat Indonesia yang toleran akan adanya perbedaan yang ada, sehingga mereka bisa fokus untuk memajukan negara dengan apa yang mereka lakukan saat ini dan tidak mengalihkan pandangan, bahkan membuang pandangan kepada orang-orang yang masih meledakkan berita-berita yang mengandung unsur SARA.

, ,
Post Date: Thursday 08th, February 2018 / 04:07 Oleh :
Kategori : Internasional