Sponsors Link

Penyebab Perang Suriah dan Amerika yang Tersembunyi

Sponsors Link

Kita tentunya sudah tidak asing dengan berbagai konflik yang ada di Timur Tengah, seperti konflik penyebab Israel dan Palestina perang dan juga penyebab perang Pakistan dan India. Seperti yang kita bahas sebelumnya, konflik-konflik tersebut kebanyak dopengaruhi oleh berbagai hal seperti politik dan ekonomi. Tiada orang yang bisa menghindari konflik, apabila pikiran tentang kekuasaan masih terngiang di kepalanya. Seperti hal nya perang-perang tadi, dalam perang Suriah pun, kita masih bisa menemukan hal poitik yang ada di dalamnya.

ads

Untuk anda yang masuh binging terhadap segala penyebab dari Perang Suriah ini, anda bisa melihat pada penyebab konflik Suriahpenyebab Perang Suriah 2 dan penyebab Perang Suriah, yang kebanyakan memuat tentang politik tentunya, yang berhasil mengadu domba kedua pihak. Mesikpun kita bisa melihat pada artikel-artikel sebelumnya bahwa peperangan kebanyakan didominasi karena pihak masyarakat yang sangat tidak puas dengan kinerja pemerintahannya, namun banyak dari kita yang mash belum menyadari bahwa Amerika juga ikut mengambil peran dalam perang ini.

Walaupun belum sempat tercantum dalam latar belakang konflik Suriah, banyak darikita yang masihh belu tahu peran negara adidaya ini dalam perang ini. Banyak yang tidak mengira memang, ternyata Amerika yang sekuat itu juga berusaha mendominasi peperangan di Suriah. Apakah memnag perang ini sudah di desain sedemikian rupa oleh Amerika? Atau Amerika memang mempunyai tujuan khusu dalam perang ini? Mari kita simak selengkapnya dalam informasi berikut ini :

1. Arab Saudi Mengharapkan Peran Serta Amerika dalam Perang Suriah

Salah satu negara yang juga bermasalah dengan pemerintahan Suriah adalah Arab. Sebagaimana kita tahu, Arab selalu berusaha untuk melebarkan industri minyaknya ke dunia luas, menjalin kerja sama dengan negara-negara lainnya. Oleh sebab itulah, banyak negara seperti Arab meminta bantuan kepada Amerika Serikat, yang mana juga merupakan penampung dari investasi-investasi negara tersebut.

Meskipun ini bisa dibilang sebagai penyebab konflik antar ras, mengingat mereka terlahir dari ras yang sama, tapi penyebab dari konflik ini sebenarnya bukanlah perbedaan dari ras maupun perbedaan kulit, namun sekali lagi karena politik dan ekonomi. Bagi banyak negara di dunia, Pemerintahan Suriah yang dipimpin oleh Basyara sangat dianggap merugikan. Karena selain tidak ingin ikut serta untuk membangun negara bersama-sama, Bassar memiliki kebijakan untuk membatasi wilayah-wilayah persebaran minyak di negaranya. Dan hal itu menimbulkan kerugian yang besar bagi negara seperti Arab.

2. Memberi Bantuan Militer Pada Pihak Oposisi

Dengan memiliki personel militer terbaik di dunia, Amerika Serikat tentunya terkenal akan kekuatan militernya yang lur biasa dahsyatnya. Selain untuk menjaga kedamaan negaranya sendiri, sebagian dari pasukan tersebut juga diterjunkan untuk memberikan bantuan kemanusiaa ke negara-negara yang membutuhkan.

Dalam konflik Suriah ini, Obama membrikan “sedikit” bantuan kepada para pemberontak dengan berbagai dukungan. Tentunya hal ini dengan tujuan agar pemerintahan Basar yang sedari awal sudah jelek di mata dunia bisa mudah dihancurkan. Dan dengan mendengar kabar ini, masyarakat Suriah sendiri menjadi kehilangan hak untuk membela negaranya sendiri karena kurangnya kekuatan. Mereka terpaksa untuk meminta bantuan Internasional, yang ahirnya ditanggapi oleh Amerika Serikat dengan kebijakan ini.

Sponsors Link

3. Supply Senjata Kepada Para Pemberontak

Lalu bantuan seperti apakah yang diberikan oleh Obama pada pihak pemberontak yang akan menghancurkan pemerntahan Suriah? Obama memberkan bantuan persenjtaan yang lengkap kepada pemberonak tersebut, dan digunakan dengan baik oleh mereka. Persenjtaan tersebut bisa dibilang mempunyai teknologi yang cukup mutakhir juga dilengkapi dengan berbagai rudal yang dapat digunakan dengan baik.

ads
Selain itu, Amerika juga ingin melakukan perdamaian, namun Pemerintahan Bassar menginginkan bila Amerika memberhentikan penyupplaian senjata kepada pihak opisisi. Halitupun masih menjaid perundingan, karena efek dari perjanjian itu adalah penggunaan senjata kimia dari Bassar sendiri, yang dianggap sangat membahayakan. Hal kimia tersebut dikhawatirkan membahayakan masyakarat Suriah sendiri. Dan ironisnya, yang ingin menggunakan senjata kimia tersebut adalah pemimpin mereka sendiri, Bassar Al Assad.

4. Beberapa Anggota Kongres Amerika Serikat yang Menginginkan Perang Terjadi

Selain mempunyai angkatan bersenjata terbaik di dunia , Amerika juga memiliki petinggi anggota Kongres Amerika Serikat yang cukup terkenal, seperti Senator John Mc Cain dan juga Lindsey Graham. Mereka justru menginginkan perang ini terjadi. Dengan melihat pada pengertian analisa politik, pihak Amerika bisa mendapatkan keuntungan dari terjadinya perang di Suriah ini.

5. Turki yang Juga Mengharapkan Jatuhnya Bassar

Selain dari negara Arab, negara-negara lain yang merasakan terhambatnya ekonomi bagi negara mereka karena kinerja dari Bashar Al Ashad, adalah Turki. Meskipun Turki sendiri juga tidak disukai oleh Arab, namun dalam menjatukan kepemimpinan Bashar mereka sejalan. Berdasarkan sejarah, negara Turki ini sebenarnya sudah berniat untuk menghilangan pemerintahan Bashar sejak lama, namun masih belum ada media yang terpercaya untuk mensukseskan rencana tersebut. Turki sendiri juga mengusung strategi untuk memindahkan beberapa pasukannya ke wilayah perbatasan di Ruaih, untuk bisa mencegah adanya serangan dari Bashar.

Namun, setelah banyak menginvestasikan hartanya pada Amerika Serikat, Turki ingin investasinya dibalas dengan mengikut sertakan Amerika Serikat ke perang Suriah ini. Selain lebih mudah untuk menghancukan pemerintahan Bassar, Turk juga akhirnya bisa memperoleh keuntungan dari hartanya secara maksimal.

6. Konferesni Jenewa-2

Sebagai aksi perdamaian untuk Suriah, diselenggarakan Konferensi Jenewa ke dua yang menghubungkan dua negar besar, Rusia dan Amerika Serikat. Namun seperti yang bisa ditebak, kedua negara tersebut memiliki perbedaan dalam pemberian dukungan. Rusia yang mendukung pemerintahan Suriah sendiri, sedangkan Amerika yang lebih memilih untuk mendukung pihak oposisi.

Namun, pendekatan yang paling efektif bisa dilakukan oleh Rusia, dengan melakukan diskusi dengan perwakilan rakyat Suriah sendiri, yang mana merpakan pihak yang sebenarnya dirugikan. Itu juga merupakan tujuan utama dari konferensi ini, yakni untuk menampung seluruh aspirasi rakat Suriah. Rakyat Suriah sendiri yang harus menyampaikan keinginannya, agar semua bisa transparan dan tidak ditutupi oleh tujuan apapun.

Itulah tadi berbagai peran serta Amerika yang dapa ditemkan dalam perang Suriah, meskipun Amerika sendiri tidak iku berperang langsung di dalamnya. Ini bisa kita jadikan pelajaran, bahwa neara kita ini, Indonesia yang memiliki banyak sekali ragam masyarakat seharusnnya bisa memiliki masyaraka yang toleran akan perbedaan. Sudah cukup konlfik yang diakibatkan penyebab konflik antar suku dan penyebab konflik antar agama. Kedua hal tersebut sebenarnya bukan media untuk menciptakan konflik, karena itu semua merupakan pemberian tuhan kepada kita. Hanya saja karena banyak juga masyarkt Indonesia masih memandang perbedaan sebagai hal yang aneh dan mengganggu hidup mereka, alias intoleran, akhirnya faktor-faktor yang sebenarnya tidak ada sangkut pautnya dengan konflik akhirnya diuah menjadi lahan peperangan.

Sponsors Link

Sekarang, saatnya kita berubah untuk menjadi maskarakay yang lebih baik, lebih bijak, dan lebih menghargai adanya perbedaan. Dengan pengendalian konflik sosial yang efektif dan mudah, tentunya masyarakat bisa terhindar dan meutup telinga akan adanya penyebab konflik sara. Dengan begitu, seluruh akibat konflik sara bisa terhindarkan.

, ,
Post Date: Monday 05th, February 2018 / 03:03 Oleh :
Kategori : Internasional