Sponsors Link

3 Penyebab Konflik Qatar dan Arab Saudi Sudah Lama Terjadi

Sponsors Link

Setelah kita menuju berbagai wilayah di dunia seperti Rusia dan Korea, sekarang kita akan kembali menelusuri asal mula konflik yang terjadi pada daerah Timur Tengah. Salah satu wilayah yang terkenal akan peperangan militer adalah Timur Tengah, yang mana mencakup  beberapa negara yang mungkin tidak terdengar asing lagi di telinga kita seperti Irak, Palestina, dan Israel. Tapi, pernahkah anda mendengar tentang suatu konflik yang terjadi di Qatar? Konflik di Qatar ini terjadi antar Qatar dengan negara-negara pendiri seperti Arab Saudi. Adanya ketidak setujuan antara Qatar dan Arab Saudi membuat adanya pertegangan antar keduanya. Ketegangan antar keduanya tentunya dimulai dari hal-hal yang kecil, sama seperti konflik-konflik lainnya. Hanya saja, konflik tersebut kini berkembang dan mulai mengancam kehidupan rakyat, terutama rakyat Qatar yang hidup di Arab Saudi, dan begitupula sebaliknya.

ads

Baca juga :

Kemaslahatan masyarakat menjadi terganggu karena adanya pertengangan ini. Kehidupan mencri nafkah pun menjadi terganggu, karena mau tidak mau mereka akan hidup dalam kekhawatiran. Khawatir akan dideportase kapan pun. Sebetulnya, pertikaian ini juga jauh pula dari yang namanya media. Media di sini juga berperan penting sebagai salah satu penyulut konflik antar keduanya, yang nantinya akan kita bahas lebih dalam. Untuk itu mari kita pahami dulu penyebab konflik qatar dan arab saudi, hingga bisa saling bermusuhan.

1. Rumor Bahwa Qatar yang Menyupply Pemberontak

Sebab pertama yang akan kita bahas adalah mengenai tudingan bahwa Qatar lah yang mensupport ara pemberontak dengan persenjataan dan kebutuhan lainnya. Qatar dituduh melalukan tindakan dukungan terhadap beberapa golongan pemberontak seperti Pemberontak Suriah dan Libya dengan dukungan material hingga milyaran US dollar. Kebijakan-kebijakan Qatar yang dinilai “tidak sesuai” dengan moralitas itu membuat pihak-pihak lain di liga Arab tidak setuju. Hal ini membuat mereka menilai bahwa Qatar dari awal sudah merencanakan untuk mengambil alih wilayah untuk kekuasaannya sendiri. Hal ini tentunya bertentangan dengan Arab Saudi yang mana ingin mengembangkan sayapnya di wilayah Timur Tengah.

Tindakan Qatar ini membuat Arab Saudi geram, karena makin membuat Arab Saudi tersendat usahanya. Usaha dalam menyatukan Timur Tengah dalam satu bendera. Walaupun pendapat dari beberapa situ di Internet yang meyakinkan, namun masih belum ada bukti fisik yang begitu meyakinkan, yang mana bisa menjelaskan apakah Qatar di sini benar-benar menyuplly para pemberontak tersebut atau tidak. Karena dari pihak Pemerintah Qatar sendiri mengatakan bahwa yang mendukung para pemberontak tersebut adalah rakyat, pemerintah tidak ikut mengambil peran apa-apa dalam hal ini. Pernyataan ini membuat kabut yang semakin menyamarkan apakah yang dilakukan Qatar memang benar terjadi atau tidak.

Baca juga :

2. Berita Hoax

Hubungan tidak baik antara Qatar dengan negara Timur Tengah yang lain juga sebenarnya berlangsung sejak lama. Ada pidato yang menurut negara-negara tersebut kurang sesuai. Seperti halnya pidato yang disampaikan oleh Emir Tamim yang menyatakan dukungannya ke Iran, yang mana adalah “musuh’ negara Timur Tengah laiinya. Tentunya keputusan ini dianggap mengecewakan, dan patut disayangkan. Bagaimana tidak, hanya Qatar-lah yang satu-satunya mendukung gerakan Iran.

Sponsors Link

Namun, tak sampai di situ, rasa kebencian terhadap Qatar menjadi lebih besar lagi ketika berhembus kabar yang disampaikan oleh salah satu media yaitu QnA, yang menyatakan bahwa Qtar telaj menarik beberapa duta besarnya dari negara-negara seperti Arab Saudi dan lainnya. Hal ini dianggap aksi yang sangatkurang bijak, mengingat adanya hubungan yang erat antar negara-negara tersebut. Lalu, adapun tujuan yang disampaikan oleh media itu, sebab ditariknya duta besar tersebut karena negara-negara tadi berpotensi untuk mengalahkan Qatar. Pemberitaan yang cukup absurd ini membuat Pemerintahan Qatar geram, karena menurut mereka pemberitaan tersebut tidak benar sama sekali.

Mereka menilai bahwa media tersebut malah menjadikan api konflik semakin besar, bukannya mereda. Di sinilah, arti dari suatu media itu sendiri. Beberapa media yang kita tahu, hanya mencari berita yang sensasional, entah informasinya benar atau tidak asalkan banyak pembacanya. Mungkin itulah yang terjadi pada kasus ini, dimana Pemerintah Qatar difitnah oleh media untuk menghancurkan image nya. Entah apa tujuan sebenarnya, yang penting dengan adanya berita itu, hubungan mereka semakin tidak jelas. Banyak pihak yang was-was, banyak pihak yang menebak-nebak.

ads

Baca juga :

3. Qatar yang Membela Organisasi Islam Ekstrimis

Permasalahan kali ini jatuh karena perbuatan Qatar sendiri yang lebih memilih untuk membela organisasi-organisasi yang dianggap mengganggu kehidupan masyarakat di beberapa negara Timur Tengah. Sebagai contoh adalah tindakan Qatar untuk melindungi salah satu organisasi islam ekstrimi bernama Ikhwanul Muslimin, Gerakan ini dianggap sebagai salah satu terorisme di negara Mesir. Oleh karena itu, mereka memburu dan berhasil menemukannya di negara Qatar. Qatar di sini melakukan tindakan yang tidak terduga, yaitu melindungi dan mengabaikan perintah Mesir untuk menyerahkan organisasi tersebut.

Ketidak selarasan pemikiran itulah yang menjadikan Qatar dianggap tidak pas dan tidak sesuai dengan negara-negara lain di Timur Tengah. Karena Qatar dianggap “membangkang” dan tidak mau berteman. Qatar bersiteguh dengan pemikiran dan tindakannya sendiri, tanpa ingin ada campur tangan negara lainnya. Padahal mereka berada pada satu rumpun yang sama. Namun di sini Qatar malah menjadi adik yang membangkang terhadap kakak-kakanya.

Itulah tadi beberapa penjelasan mengenai sebab musabab terjadinya “perang dingin” antara Qatar dengan negara lainnya do Timur Tengah, terutama Arab Saudi. Perlu ditekankan di sini bahwa sebagian aspek dari konflik tersebut memang disebabkan oleh perilaku Qatar sendiri . Namun selain itu, pemberitaan yang belum tentu benar dari media juga bisa menjadi pemicu untuk meluapkan api menjadi lebih besar kagi. Terlebih lagi kepada masyarakat yang mempercayai informasi tersebut begitu saja. Cukup disayangkan memang. Namun ada kabar bahwa akan segera dilakukannya aksi mediasi antara mereka. Semoga saja dari mediasi tersebut bisa melahirkan perdamaian yang belum bisa mereka capai beberapa dekade lalu. Untuk kedepannya mungkin konflik seperti ini bisa dicegah dengan rasa saling mencintai antar satu sama lain, dan bisa diwujudkan melalui kerja sama entah itu politik, ekonomi, maupun sosial.

Simak Artikel Hukamnas.com lainnya:

, ,
Post Date: Monday 25th, September 2017 / 07:05 Oleh :
Kategori : SARA