5 Era Perkembangan Demokrasi di Indonesia

Seperti yang kita semua tahu, perkembangan demokrasi di Indonesia tidak berjalan dengan instan. Mulai dari Indonesia merdeka, negara ini sempat memiliki beragam jenis demokrasi yang berbeda-beda. Contohnya, Indonesia sempat mempunyai demokrasi liberal pada perkembangan politik masa Demokrasi Liberal. Lalu demokrasi parlementer yang mempunyai peristiwa pada kenapa Indonesia keluar dari OPEC , dan juga akhirnya Indonesia mengalami perkembangan selanjutnya untuk bisa menciptakan sebuah demokrasi yang mana sesuai dengan keadaan negara tersebut.

Saat mengetahui bahwa ada kegagalan-kegagalan yang material pada era demokrasi parlementer, maka selanjutnya demokrasi tersebut kemudian diganti dengan demokrasi yang baru, yaitu demokrasi terpimpin, yang memiliki pelaksanaan Demokrasi Terpimpin. Demokrasi tersebut tentunya bukan akhir dari perkembangan dari sistem demokrasi di Indonesia, tentunya masih ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan untuk bisa membuat demokrasi yang mana paling sesuai dengan kondisi negara dan juga kondisi rakyatnya.

Pada akhirnya, demokrasi terpimpin tadi ditambahkan beberapa hal di dalamnya, yang mana akhirnya demokrasi di Indonesia mengalami perubahan sekali lagi pada Demokrasi Pancasila, yang mana memiliki beberapa poin penting di sini, seperti kelebihan Demokrasi Pancasila, prinsip-prinsip Demokrasi Pancasila, perkembangan demokrasi di Indonesia.

Nilai-nilai yang ada pada demokrasi Pancasila dinilai yang paling sesuai diantara demokrasi-demokrasi lainnya, karena memuat dengan benar butir-butir yang berada pada Pancasila. Lalu bagaimanakah sebenarnya perkembangan demokrasi di Indonesia pada tiap-tipa era tersebut? Simak informasi selengkapnya pada artikel berikut ini :

1. Demokrasi Pada Revolusi Kemerdekaan pada tahun 1945 – 1950

Perkembangan demokrasi di Indonesia mulai berkembang pada saat Indonesia merdeka pada tahun 1945. Pada kala itu, Presiden Soekarno mengaplikasikan demokrasi pada negara Islam, bukan aturan-aturan negara Islam, karena di Indonesia terdapat masyarakat yang mempunyai macam macam ideologi dalam pemerintahan. Meskipun demokrasi sudah diterapkan di Indonesia, namun arti dari demokrasi itu sendiri baru diterapkan untuk dua hal, yakni politik, dan juga pers.

Pada revolusi kemerdekaan ini, tidak banyak hal mengenai perkembangan demokrasi, karena pada dasarnya, pada era ini bentuk demokrasi masih sederhana sekali, yang mana hanya memat basis-basis penting dari sebuah demokrasi. Hal-hal tersebut adalah terciptanya hak untuk berpolitik, kemudian Presiden yang mempunyai kemungkinan untuk menjadi ditator secara konstitusional, dan juga timbul beberapa partai politik sebagai opsi untuk masyarakat luas dalam melakukan pemilihan dan juga dasar dari sistem kepartaian di Indonesia.

2. Era Demokrasi Parlementer pada tahun 1950-1959

Era dari revolusi kemerdekaan berkembang selanjutnya pada era demokrasi Parlementer. Dalama ini sudah muncul beberapa perbaikan dan tambahan dalam demokrasi yang dimiliki  oleh Indonesia.  Meskipun ada beberapa kelemahan Sistem Parlementer namun sistem ini dapat memberikan kelebihan Sistem Parlementer yang juga berguna untuk rakyat. Perkembangan demokrasi pada era ini ditandai dengan adanya UUDS yang berperan sebagai landasan konstitusional.

Era ini dapat dikatakan sebagai puncak dari perkembangan demokrasi di Indonesia, karena da masa ini dapat kita temukan banyak sekali elemen dari demokrasi yang terlahir. Adanya perwakilan rakyat yaitu perlemen, memegang peran penting pada jalannya roda politik di Indonesia. Demokrasi parlementer ini bisa dibilang gagal karena beberapa sebab, termasuk adanya rasa keberpihakan pada partai-partai tertentu, dan juga Presiden, yang juga sebenarnya tidak suka dengan roda politik yang terus berputar di Indonesia kala itu.

3. Era Demokrasi Terpimpin pada tahun 1959-1965

Karena gagalnya demokrasi parlementer tadi, Indonesia kembali memertimbangkan untuk membuat sistem demokrasi yang baru. Akhirnya, terciptalah demokrasi terpimpin yang mana mempunyai ciri ciri Demokrasi Terpimpin. Pada era ini, arti dari demokrasi itu sendiri sudah bisa dibilang menurun karena adanya kekuatan-kekuatan politik yang sangat manjunjung ideologi masing-masing dan tidak memikirkan tentang politik nasional.

[AdSense-B]

Ada beberapa kekuatan yang sangat dominan pada era demokrasi terpimpin in yaitu kekuatan Presiden, Angkatan Darat selaku lembaga pemerintahan dan juga Partai Komunis Indonesia atau PKI. Dengan melemahnya politik nasional, maka hak-hak asasi manusia juga ikut melemah pada sistem ini. Hal ini tidak luput juga dari penyimpangan pada masa Demokrasi Terpimpin, seperti adanya absolutisme dan juga konsentrasi kepada pemimpin sehingga mencoreng nilai-nilai demokrasi itu sendiri.

4. Era Demokrasi pada Masa Orde Baru

Berkembangnya Indonesia dalam berbagai bidang seperti Ekonomi, politik dan juga ideologi walaun hanya sementara, memaksa Indonesia untuk bisa keluar dari masa lalu demokrasi terpimpin. Presiden Soerkarno diantikan oleh Presiden Soeharto, yang mana pada pemerintahannya menampilkan bahwa demokrasi seolah aanya berpusat kepada rakyat saja lewat demokrasi baru bernama demokrasi Pancasila (masih versi orde baru). Dalam demokrasi ini, seolah-olah rakyat mendapatkan posisi yang istimewa, karena dalam demokrasi ini dimuat beberapa poin penting dari nilai Pancasila yang dinilai paling sesuai dengan rakyat Indonesia. Orde baru ini juga dibentuk berdasarkan beberapa latar belakang lahirnya Orde Baru dan juga sempat mengalami perkembangan Orde Baru .

Sayangnya, perkembangan tadi bukannya semakin baik, justru menampilkan hal yang tidak pernah disangka oleh rakyat Indonesia. Karena teralihkan dari adanya harga-harga barang yang murah, disamping kegiatan korupsi yang dilakukan oleh Presiden Soeharto saat itu, ada kesenjangan yang saat terlihat dari masyarakat sendiri dan juga kekuasaan politik. Pemerintah seolah-olah merupkan penguasa dominan, sementara rakyat tidak boleh ikut campur untuk masuk ke dalamnya. Hal itu menimbulkan tanda taya besar pada pemerintahan ini. Pada masa orde bari ini ada beberapa ciri penting yang dapat diketahui, seperti dominannya peran ABRI, lalu sentralisasi untuk pengambilan keputusan politik, pembatasan fungsi parpol, pemerintah yang ikut campur dalam masalah publik dan politik, dan masih banyak lagi.

[AdSense-C]

5. Demokrasi pada Masa Reformasi pada tahun 1998 sampai sekarang

Lalu dari periode orde baru, demokrasi dirombak lag, meskipun tetap memiliki nama yang sama, demokrasi Indonesia. Mengambil dampak dampak positif Reformasi, masyarakat kini bisa menikmati adanya contoh Demokrasi Pancasila, seperti pada kebebasan pers, yang mana sangat dibelenggu pada era orde baru. Sekarang Indonesia menganut suatu sistem demokrasi yang mana telah dirubah dari demokrasi Pancasila versi ode baru. Dengan diktator yang perlahan meninggalkan pemerintahan dan akhirnya terwujud pada saat terjadinya demonstrasi besar-besaran yang dilakukan oleh mahasiswa.

Dari reformasi tersebut, akhirnya beberapa tuntutan mahasiswa berhasil dipenuhi, termasuk di dalamnya adalah runtuhnya rezim Soeharto. Dari sana, demokrasi perlahan berubah menjadi sistem demokrasi Pancasila yang saat ini kita rasakan. Dimana masyarakat bisa hidup dengan damai dengan adanya berbagai perbedaan.

Itulah tadi beberapa perkembangan demokrasi di Indonesia. Seperti yang anda lihat tadi, sebuah sistem pemerintah tidak hanya dibentuk begitu saja dengan mudah, namun masih perlu beberapa pertimbangan yang harus dipirkan.

Banyak faktor yang harus sekali lagi ditinjau dan disesuaikan, agar sistem pemerintahan tadi dapat berjalan selaras dengan berkembangnya nagara. Seperti halnya Indonesia, yang juga harus mengalami beberapa perubahan demokrasi untuk bisa sampai kepada suatu sistem pemerintahan yang paling sesuai dengan kondisi rakyatnya.