Sponsors Link

Kenapa Indonesia Keluar dari OPEC? Temukan Jawabannya Disini!

Sponsors Link

Indonesia, selain pernah memiliki dampak Demokrasi Terpimpin tentunya mempunyai demokrai lainnya yang mana merupakan perkembangan dari demokrasi itu sendiri. Ada demokrasi parlementer yang mana ada sebelum itu, dan juga demokrasi Pancasila. Demokrasi yang terakhir sangatlah sesuai untuk bangsa Indonesia, yang sangat menjunjung tinggi adanya hak-hal rakyat dan juga demokrasi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Hal tersebut tentunya berlawanan dengan ideologi yang dimiliki oleh negara yang lainnya yang ada pada organisasi perdamaian dunia, PBB. PBB sendiri beranggotakan banyak sekali negara yang tergabung di dalamnya, yang saling bekerja sama dan memecahkan masalah pada sidang-sidang yang diselenggarakan.

ads

Hal tersebut tidak sepenuhnya berjalan dengan lancar, karena masih adanya campur tangan dari negara-negara yang dominan. Dan itulah salah satu penyebab kenapa Indonesia keluar dari PBB, meskipun sangat disayangkan, namun hal tersebut juga tentunya patut untuk dijalankan. Namun berselang setahun dari kejadian tersebut, Indonesia akhirnya masuk kembali pada organisasi tersebut dengan didasari beberapa pertimbangan.

Alasan bagaimana bisa Indonesia masuk kembali pada PBB dapat anda temukan selengkpanya pada alasan Indonesia masuk kembali ke PBB. Lalu, hal yang akan kita bahas kali ini sedikit berbeda, namun juga mengenai hal yang sama, yaitu mengenai keluarnya Indonesia dari organisasi. Organisasi yang akan dibahas kali ini adalah OPEC. OPEC adalah sebuah organisasi yang berisikan importir minyak dunia yang memiliki populartitas dan kredibilitas yang tinggi.

Termasuk di dalamnya adalah negara Arab Saudi, Iran, Irak dan juga Venezuela. Lalu jika dikembalikan pada pertanyaan, kenapa Indonesia keluar dari OPEC, tentunya perlu ada analisis terlebih dahulu mengenai hal tersebut. Dan kami akan menyajikan hasil penelusuran tersebut pada informasi-informasi di bawah ini yang merupakan alasan kenapa Indonesia keluar dari OPEC.

1. Keterbatasan produksi minyak

Meskipun Indonesia dinilai sebagai negara hebat dalam kepemilikan angkatan darat terkuat di ASEAN dan juga militer terkuat di Asia Tenggara, ternyata dua hal tadi tidak bisa menjamin adanya kekuatan dalam organisasi OPEC. Meskipun pada awalnya produksi minyak di Indonesia bisa dibilang sebagai produksi yang mlimpah, namun ternyata cadangan minyak bumi di Indonesia perlahan-lahan juga menyusut. Hal tersebut memang normal, karena bahan bakar tersebut bukanlah jenis sumbar daya yang dapat diperbaharui, sementara penggunaan minyak, kebutuhan, dan juga permintaan minyak di Indonesia justru semakin meningkat tiap tahunnya.

Ketidak cukupan produkso tadi akhirnya membuat Indonesia melayangkan surat pengunduran diri dari OPEC, karena merasa bahwa pada kondisi ini tidak memungkinkan untuk melakukan ekspor minyak, justru sebaliknya. Dengan kondisir tersebut, akhirnya status Indonesia sebagai eksportirjuga turut berganti menjad importir karena kurangnya sumber daya minyak di negara ini. Tidak ada pilihan lain selain impor, karena sumber daya Indonesia yang sudah menipis tidak lagi mampu untuk mengimbangi kebutuha masyarakat yang besar akan adanya minyak.

2. Indonesia gagal untuk memenuhi kuota

Alasan lain dari kenapa Indonesia keluar dari OPEC adalah gagal memenuhi kuota ekspot. Dari produksi minyak yang terbatas tadi, akhirnya lama kelamaan Indonesia tidak sanggup lagi memenuhi kuota ekspor yang harus dilakukan untuk bekerja sama dalam organisai OPEC. Karena gagalnya pemenuhan kuota tadi, Indoenesia terpaksa mengundurkan diri dari organisasi tersebut, karena merasa tidak sanggup lagi untuk memenuhi tekanan kuota yang harus dipenuhi tiap tahunnya.

Jadi, bisa dilihat dari sini, keluarnya Indonesia dari organisasi tersebut bukanlah dikarenakan oleh adanya perbedaan kelebihan Demokrasi Pancasila  dan prinsip-prinsip Demokrasi Pancasila dengan sistem pemerintahan yang ada pada negara-negara Timur Tengah. Justru faktor yang utama dari keluarnay Indonesia berasal dari negara Indonesia sendiri yang sumber daya minyaknya terus menipis.

3. Indonesia berganti menjadi importir minyak

Tidak sanggupnya Indonesia dalam memenuhi kuota ekspor membuat Indonesia berganti status sebagai importir minyak. Dari adanya perubahan status tersebut, Indonesia juga sebenarya tidak memenuhi kualifikasi untuk dapat masuk ke dalam OPEC, karena bukan sebagai negara eksportir minyak lagi.

Sponsors Link

Kegiatan impor ini bukan dilakukan semata-mata hanya untuk mencari keuntungan dari kontrak yang dilakukan dengan negara lain, namun juga sebagai langkah untuk memenuhi permintaan dari masyarakat luas yang juga sangat membutuhkan minyak dalam kehidupan sehari-hari. Jadi masyarakat juga harus sadar bahwa kegiatan impor ini juga sebenarnya untuk kepentingan mereka sendiri, bukan orang lain.

4. Adanya ketidak sesuaian Indonesia dengan negara-negara eksportir minyak

Sebab lainnya Indonesia keluar dari organisasi OPEC tadi adalah karena tidak adanya kesesuaian antara Indonesia dengan negara-negara yang ada dalam organisasi tersebut. Hal ini bukanlah mengenai beberapa konflik yang terjadi pada negara tersebut seperti pada penyebab Perang Yaman, penyebab konflik Qatar, ataupun juga pengertian analisa politik. Ketidak sesuaian tadi lebih kearah peran Indonesia bila dibandingkan dengan negara lainnya.

Indonesia yang saat ini menjadi importir tentunya tidak akan cocok bila berada pada OPEC, yang mana merupakan organisasi eksportir minyak. Jadi, bila Indonesia masih masuk ke dalam organisasi tersebut, dikhawatirkan Indonesia akan memberikan kerugian bagi negara-negara yang lainnya.

5. Indonesia sempat mendapat dukungan agara tidak keluar dari OPEC

Negara-negara pada organisasi OPEC sebagian besarnya merupakan sahabat Indonesia. Meskipun negara-negara yang ada sempat terlibat konflik seperti pada latar belakang Perang Arab Israel, latar belakang Perang Afghanistan, dan latar belakang Perang Salib di masa lalu, namun hal itu bukan dijadikan alasan untuk Indonesia bisa membenci mereka.

Seperti yang bisa dilihat pada saat Indonesia menyatakan bahwa dirinya akan keluar dari organisasi tersebut, Presiden OPEC justru menghimbau negara lainnya untuk memberikan dukungan kepada Indonesia agar membatalakan niatnya untuk keluar dari OPEC. Namun hal tersebut sudah tidak bisa dicegah lagi hingga pada akhirnya Indonesia resmi keluar dari organisasi OPEC pada tahun 2008.

Sponsors Link

6. Status Indonesia adalah Suspended, bukan benar-benar keluar

Seperti yang kita tahu dari informasi ya terdapat pada media, Indonesia resmi keluar dari OPEC. Ternyata, selama ini Indonesia tidak benar-benar keluar dari organisasi tersebut. Statusnya pada organisasi OPEC sendiri masih ada, yaitu Suspended. Hal tersebut berarti bahwa apabila Indonesia sudah sanggup kembali untuk memenuhi kuota ekspor yang dibutuhkan, maka otomatis Indonesia akan disertakan kembali pada OPEC.

Hal tersebut merupakan sebuah jaminan dari Presiden OPEC sendiri agar dapat mempertahankan persahabatannya dengan Indonesia, yang mana sudah berteman baik sejak bertahun-tahun lamanya. Untuk menghormati hubungan tersebut, maka diciptakanlah status tersebut untuk negara Indonesia.

Seperti yang anda lihat tadi, keluarnya Indonesia bukan didasari oleh hal-hal buruk yang ada pada organisasi tersebut, justru oleh beberapa alasan dalam kenapa Indonesia keluar dari OPEC. Tidak ada negara kapitalis di dalamnya, dan juga markas dari organisasi tersebut juga terletak pada negara sahabat Indonesia.

Penyebanya justru pada Indonesia sendiri yang merasa kurang yakin terhadap perannya sebagai eksportir karena jumlah produksi minyaknya yang semakin sedikit. Oleh karena itu, Indonesia justru menjadi importir minyak. Jadi keluarnya Indonesia bisa dikatakan karena tidak enak, karena hanyalah Indonesia yang memiliki peran sebagai importir juga.

, ,
Post Date: Sunday 08th, April 2018 / 00:16 Oleh :
Kategori : Internasional