Sponsors Link

Alasan Indonesia Keluar Dari IMF Organization

Sponsors Link

Pada artikel-artikel sebelumnya, kita telah membahas betapa uniknya demokrasi Pancasila yang kita punya pada artikel-artikel kita pada kelebihan Demokrasi Pancasila dan juga demokrasi tersebut juga diterapkan pada kehidupan masyarakat lewat berbagai contoh yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari seperti contoh Demokrasi Pancasila.

ads

Sistem demokrasi tersebut merupakan hal yang sangat krusial bagi berlangsungnya kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia, karena hal tersebut merupakan pondasi yang amat penting untuk kelangsugngan hidup bangsa. Dengan beragam sistem demokrasi yang ada di Indonesia, negara ini pernah mengalami pasang surut ekonomi. Indonesia sempat mengalami kehancuran dalam bidang industri minyak.

Oleh karena itu, sampai-sampai Indonesia tidak bisa lagi memenuhi kuota ekspor yang sudah ditetapkan, yang mana kemudian hal itu menjadi salah satu alasan kenapa Indonesia keluar dari OPEC. Indonesia juga sempat bergabung dengan organisasi lainnya, dengan tujuan untuk melakukan kerja sama yang baik antar negara berdasarkan persamaan-persamaan yang dimiliki.

Pada masa-masa terpuruknya Indonesia, negara kita juga sempat memperoleh kontroversi karena sempat keluar dari keanggotaan PBB dikarenakan beberapa kenapa Indonesia keluar dari PBB. Banyak sekali faktor-faktor yang menyelimutinya, terutama faktor politik yang sangat kental sekali di dalamnya. Namun, setelah memperoleh dan memikirkan beberapa pertimbangan yang bisa dilakukan, akhirnya Indonesia masuk kembali pada organisasi tersebut dengan berdasarkan alasan Indonesia masuk kembali ke PBB.

Selain dari PBB dan OPEC, Indonesia sebenarnya juga pernah menjadi anggota dari IMF. Apa itu IMF? Organisasi tersebut adalah Internasional Monetary Fund atau Dana Moneter Internasional yang memiliki anggota sebanyak 189 negara yang bertujuan kerja sama dalam bidang moneter dan juga bisa memperkuat ekonomi negara-negara anggotanya. Negara Indonesie memiliki posisi yang baik disana, urutan ke 24 dari 189 negara dengan hak suara yang besar. Namun, menurut penelitian, sebenarnya Indonesia bisa saja kelaur dari IMF dewasa ini. Hal tersebut dikarenakan oleh alasan Indonesia keluar dari IMF, seperti :

1. Indonesia sudah jauh lebih baik sejak krisis ekonomi pada 1998 sampai dengan 1999

Alasan Indonesia keluar dari IMF yang pertama sekaligus yang paling menonjol adalah keyakinan bahwa Indonesia sekarang sudah memiliki ekonomi yang jauh lebih baik daripada keadaan pada masa 1998 sampai dengan 1999.Tentunya hal ini tidak lepas dari adanya pengaruh perkembangan Orde Baru dan juga perkembangan politik masa Demokrasi Liberal, yang mana kemudian dikembangkan kembali pada tahun 2000 an dengan memanfaatkan demokrasi Pancasila.

Maka dari itu, kita di sini dapat melihat bahwa inilah salah satu dampak positif Reformasi yang paling bisa dirasakn oleh bangsa Indonesia. Meskipun jumlah warga miskin masih ada banyak di negara ini, jumlah kekayaan total pada negara kita juga meningkat. Oleh karena itu, peningkatan tadi bisa menjadi peluang bagi Indonesia untuk bisa meninggalkan organisasi IMF apabila dirasamerugikan atau tidak memiliki manfaat pada jangka panjang nantinya.

2. Indonesia juga dinilai masuk ke dalam daftar negara kuat di ASIA

Sebab lain Indonesia bisa saja keluar dari organisasi Imf adalah kekuatan Indonesia. Pada benua ASIA sendiri, Indonesia bisa dikatakan menonjol karena memiliki angkatan darat terkuat di ASEAN dan juga militer terkuat di Asia Tenggara yang patut dibanggakan. Meskipun tentara ktia masih kalah bersaing dengan Korea uUtara dengan persenjataannya, namun Indonesia juga melalukan peningkatan dengan perlahan mengenai penguatan lembaga negaranya.

Selain dari kekuatan militer, Indonesia tentunya juga kuat dalam bidang ekonomi. Meskipun jumlah minyak di Indonesia menipis, hal itu tidak serta merta menjadikan Indonesia semakin terpuruk keadaan ekonominya. Dengan memanfaatkan sumber daya yang lainnya, Indonesia dapat membuktikan bahwa dirinya juga mampu untuk berkembang lebih baik lagi kedepannya, dengan bergerak secara mandiri.

3. Banyak perubahan yang dilakukan oleh Presiden

Ya,Satu lagi penyebab Indonesia bisa saja keluar dari IMF adalah peran serta Presiden Indonesia yang sudah berjasa untuk melakukan perubahan-perubahan yang berarti pada bangsa dan negara kita ini. Dengan lahirnya aturan dan kebijakan yang baru, Indonesia bisa mendapatkan beragam keuntungan entah itu dari faktor ekonomi, sosial, maupun budaya. Hal ini dilakukan oleh semua presiden di Indonesia tentunya, yang sangat berjasa bagi kemajuan bangsa.

Sponsors Link

Semenjak demokrasi Pancasil dianut dengan prinsip-prinsip Demokrasi Pancasila, Indonesia mengalami perubahan yang signifikan terutama dalam hal kebijakan. Banyak sekali perubahan yang dilakuakan oleh seorang presiden untuk mengganti aturan yang lama yang dianggap tidak lagi relevan dengan keadaan bangsa Indonesia pada masa berikutnya. Oleh karean itu dilakukan perubahan sebagai penyesuaian atas hal tersebut.

4. Organisasi IMF dinilai lebih mengutamakan kreditor

Salah satu hal yang disayangkan dalam organisasi IMF ini adalah titik fokusnya. IMF dinilai hanya berfokus pada negara-negara yang memiliki peran sebagai kreditor saja, yang dianggap memiliki ekonomi yang stabil dan juga dapat memberikan suntikan dana bagi organisasi itu sendiri. Dan negara-negara selain kreditor tadi seolah tidak mendapatkan keuntungan apapun dari organisasi IMF tadi, yang beranggotakan ratusan negara lainnya.

Tentu saja ini merupakan salah satu wujud penyebab konflik horizontal yang sangat tidak disukai oleh Indonesia yang sangat menjunjung tinggi adanya perbedaan. Hal ini dianggap dapat merugikan negara lainnya dalam jangka panjang, karena terasa ada keberpihakan dari IMF sendiri pada negara-negara yang “terpilih”

5. Adanya ketidak jelasan dalam langkah IMF itu sendiri

Langkah-langkah dalam organisasi IMF sendiri juga dapat digolongkan sebagai langkah yang tidak jelas, sehingga negara-negara yang berperan di sana hanya seperti berspekulasi saja terhadap apa yang sebenarnya terjadi. Hal ini merupakan bentuk penyebab pelanggaran HAM vertikal yang sangat disayangkan karena menimbulkan kebingungan dimana-mana termasuk pada pihak-pihak yang berperan serta dalam ekonomi suatu negara.

Sebagai contoh saja, penguasah pengusaha di Indonesia sempat merasa kebingungan dengan adanya langkah baru yang dilakukan oleh IMF sendiri pada negara Indonesia. Ketidak jelasan langkah ini menimbulkan banyak sekali pertanyaan yang tidak terjawab, dan itu merupakan hal yang sangat mengganggu terutama untuk keberlangsungan ekonomi pada suatu negara.

Sponsors Link

6. Cadangan devisa Indonesia yang cukup aman

Saat Indonesia masuk ke dalam OKI karena alasan Indonesia bergabung dengan OKI, negara ini sempat mendapatkan banyak dukungan dari negara-negara tersebut sehingga akhirnya Indonesia dapat meningkatkan kembali perekonomiannya dengan cara yang cukup efektif. Untuk itulah, Indonesia juga sempat berpikir untuk keluar dari IMF karena amannya kondisi perekonomian di negara ini.

Dengan cadangan devisa mencapai 33 Miliar Dollar, negara Indonesia sudah dirasa cukup aman untuk bisa meninggalkan organisasi IMF. Namun dengan melihat pada hak suara Indonesia yang cukup besar di sana, nampaknya sayang sekali untuk meninggalkan orgnisasi tersebut begitu saja.

Itula tadi alasan Indonesia keluar dari IMF, yang mana apabila terwujud maka bisa dilakukan oleh Indonesia bila sudah memiliki tekad yang bulat. Hal ini harus dipikirkan dengan seksama, karena dengan keluarnya Indonesia dari sana, maka ada manfaat-manfaat yang ditinggalkan tentunya.

Sekarang kita hanya perlu berpikir, apakah tidak didapatkannya manfaat tersebut merupakan hal yang worth it untuk dilakukan, atau justru akan menimbulkan potensi terjungkalnya ekonomi Indonesia.

, ,
Post Date: Wednesday 11th, April 2018 / 01:18 Oleh :
Kategori : Internasional