6 Dampak Positif Reformasi Bagi Bangsa Indonesia

Reformasi secara umum berarti sebgai sebuah perubahan sistem yang telah ada pada suatu masa. Di Indonesia sendiri reformasi diidentikan dengan tindakan para mahasiswa pada tahun 1998 yang bertujuan untuk melengserkan Presiden Soeharto yang saat itu menjabat. Reformasi merupakan era setelah runtuhnya era orde baru yang dipimpin oleh presiden soeharto selama 32 tahun menjabat sebagai presiden Indonesia. Penyebab munculnya gerakan ini ialah, masyarakat yang dalam halini diwakili oleh kelompok mahasiswa menuntut adanya kebebasan dan berpendapat dan menuntut agar Soeharto mundur dari jabatannya.

Bisa dibilang bahwa orde baru yang sebelumnya muncul merupakan sebuah momentum dimana ketika untuk terdapat pernyataan bahwa akan dilaksanakannya UUD 1945 dan pancasila secara murni. Namun, pada faktanya malah terdapat banyak penyelewengan. Saat itu, pihak yang memiliki uang dan kekuasaanlah yang kemudian dapat berkuasa di negeri ini. Sebaliknya rakya dan media dibungkam dan tidak diperkenankan melancarkan kritikan pada pemerintah. Hal inilah yang bertentangan dengan UUD dasar dimana pada pasal 2 ayat 1 “Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan oleh MPR”.

Sehingga secara jelas bahwa MPR merupakan wakil rakyat dipemerintahan. Namun, pada faktanya anggota MPR telah direkayasa dan direkrut berdasarkan hubungan kekeluargaan. Saat itu, kondisi bangsa ini benar-benar sangat kritis, dimana terjadi kesenjangan sosial yang sangat terlihat antara kelompok kaya dan miskin. Gerakan reformasi sendiri kemudian memberikan dampak positif dan negatif demokrasi . Berikut 6 dampak positif reformasi bagi bangsa Indonesia. Simak selengkapnya.

1. Adanya Pembatasan Masa Jabatan Presiden

Dampak positif era reformasi  kemudian memunculkan sebuah undang-undang yang membatasi masa jabatan presiden. Pasal 7 UUD 1945 sebelum amandemen itu berbunyi begini:

Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatannya selama masa lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali.”

Kemudian diamendemen pada sidang umum MPR tahun 1999 menjadi :

Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan.”

Dengan adanya pembatasan kekuasaan ini maka akan menghindari kekuasan yang langgeng. Sebagaimana terjadi di era orde baru yang saat itu Soeharto dapat menjadi presiden dalam 6 kali masa pemilu berturut turut. Setelah amandemen ini maka presiden hanya dapat menjabat selama dua kali masa jabatan berturut turut atau 10 tahun. Inilah yang kemudian terjadinpada pemilu presiden 2004 dan 2009 dimana mantan presiden SBY atau Susilo Bambang Yudhoyono berhasil menjadi presiden dalam dua kali masa jabatan. [AdSense-B]

2. Telaksananya UUD 1945 Berserta Amandemennya

Reformasi memberikan angin segar bagi kembalinya Pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar negara yang murni. Hal inilah yang kemudian mendasari adanya amandemen pada sidang umum MPR 1999. Dimana terdapat beberapa pasal yang diubah yakni pasal 5,7, 9 ayat 1 dan 2, 13 ayat 2 dan 3, 14 ayat 1 dan 2, pasal 15, pasal 17 ayat 2 dan 3, pasal 20 ayat 1,2,3,4, dan pasal 21 ayat 1. Perubahan ini dilakukam dalam rangka menyesuaikan dengan perjalanan bangsa ini. Sehingga dikemudian hari tidak akan menimbulkan terjadinya kebijakan yang menguntungkan pihak tertentu sebagaimana banyak terjadi pada masa orde baru.

Sebagai dasar negara yang telah ditetapkan maka setiap kebijakan yang dibuat harus berdasarkan UUD 1945. Maka jika hal ini benar-benar dilaksanakan akan membuat asas demokrasi dan pemerataan dapat dilaksanakan. UUD 1945 telah dibentuk dan selalu diaempurnakan agar tidak menimbulkan kebijakan yang tumpang tindih. Dan yang paling penting adalah keberdaan UUD 1945 merupakan fundamental bagi seluruh terbentuknya kebijakan atau peraturan perundang-undangan yang baru. Simak juga dampak positif golput dan sistem pemilu distrik .

3. Kebebasan Pers 

Pada masa orde baru, hanya media yang pro dan pendukung pemerintah yang diperbolehkan ada. Sebaliknya media yang kontra dan menyertakan kritia terhadap pemerintah benar-benar dibungkam. Sehingga saat itu, bis dikatakan bahwa kebebasan untuk berpendapat benar-benar dibatasi. Hal inilah yang kemudian membuat masyarakat menjadi jenuh dan mulai memberontak. Apalagi, pada masa orde baru bisa dikatakan rakyat kecil tidak memiliki kesetaraan baik dalam bidang sosial, hukum maupun politik. Mereka yang notabene memiliki kuasalah yang dapat menguasai sumber daya alam. Sehingga yang semakin kaya menjadi kaya dan semakin miskin menjadi miskin.

Era reformasi membuat kebebasan pers mulai berkembang dan mendapatkan kebebasan untuk menyuarakan pendapatnya. Bahkan dampaknya dapat kita rasakan hingga kini, dimana saat ini kebebasan pers cenderung tidak lagi terbatas. Sehingga kerap melanggar dan menggiring opini publik. Selain itu juga kebebasan pers dan kebebasan berpendapat membuat orang dengan mudahnya melontarkan kritik yang kadang tidak beretika dan melanggar tata krama. Namun, yang positifnya adalah saat ini kita dapat berpendapat, mengkritik pemerintahan dan bahkan mengapresiasinya dengan terbuka dan tak lagi dibatasi. Simak juga pengertian analisa politik dan metode pemenangan pilkada .

4. Terlaksananya Pemilihan Presiden Langsung

Reformasi kemudian membawa dampak pada demokrasi yang terjadi sebagai dampak positif dan negatif pemilu . Dimana kita akhirnya dapat memilih presiden secara langsung sebagai kekuatan politik di indonesia . Jika pada zaman orba kita memilih presiden melalui partai dan bukan tokoh yang diusungnya. Namun, kini kita dapat memilik presiden dengan mencoblos atau mencontreng tokoh yang mencalonkan diri yang diusung partai. Dengan demikian maka kita akan dapat melihat rekan jejak sang kandidat secara lebih jelas dan detail sebagaimana pengertian pilkada serentak . Sehingha tentunya hal ini dapat menjadi pertimbangan kamdidat mana yanh akan kuta pilih sebagai presiden selama 5 tahun kedepan. [AdSense-C]

Pemilu secara langsung ini juga memberikan kita kemudahan untuk mengenal setiap kandidat secara lebih jelas. Mendengarkan visi misi mereka dalam upaya membangun negeri ini serta merupakan sebuah bentuk dari jiwa nasionalisme bangsa. Buah dari reformasi yang bisa kita rasakan manfaatnya hingga kini. Dan merupakan cara paling tepat dalam memilih pemimpin yang akan membawa bangsa ini kearah kemajuam yang lebih baik.

5. Meningkatnya Derajat Bangsa Indonesia

Reformasi memberikan dampak positif dengan semakin meningkatnya derajat bangsa ini. Hal ini merupakan imbas dari bagaimana bangsa ini dengan kekuatan rakyatnya dapat lepas dari cengkeraman kepemimpinan orde baru selama 32 tahun lamanya. Hal inilah yang juga membakar semangat akan perubahan dan perbaikan kehidupan di segala aspek bagi kehidupan bangsa indonesia. Sesuatu yang diraih melalui hasil dan kerja keras anak bangsa dalam membebaskan diri dari belnggu penguasa yang otoriter.

6. Sifat Terbuka Indonesia Pada Dunia Internasional

Pada era orde baru kita sangat membatasi koneksi dengan dunia luar dan dunian internasional. Semenjak reformasi berhasil dilakukan, bangsa Indonesia lebih bisa bersikap terbuka terhadap dunia internasional. Inilah yang kemudian membuat Indonesia mulai dikenal dunia. Sehingga para investor asing kemudian berbondong-bondong menanamkan modalnya di dalam negeri. Perekonomian dalam negeri yang bergejolak cenderung mulai stabil. Keran-keran perdangangan internasional dan kerjasama dengan berbagai negara mulai dibangun. Ini merupakan tren yang sangat positif dalam perkembangan dan kemajuan yang akan diraih bangsa ini kedepannya. Simak juga sistem pemilu proporsional .

6 dampak positif reformasi bagi bangsa indonesia, menjadi hal yang dapat kita nikmati hingga saat ini. Tentunya hal ini tidak bisa diperoleh tanpa adanya jasa dari mereka yang mau memperjuangkannya. Sebuah apresiasi bagi keberanian mereka yang kemudian memperjuangkan kebebasan demokrasi demi bisa dinikmati oleh kita saat ini. Maka sudah selayaknya kita menjaga hal dan teen positif yang anda. Hal ini juga merupakan upaya untuk semakin memperkuat persatuan bangsa. Semoga artikel ini dapat membantu.