Sponsors Link

7 Ciri Ciri Demokrasi Terpimpin Wajib Diketahui

Sponsors Link

Demokrasi berasal dari Bahasa Yunani demokratia, yang berarti aturan yang dipakai oleh masyarakat. Pada pemakaian zaman modern sekarang ini, demokrasi adalah suatu system pemerintahan dimana warganya mendapatkan kekuasaan secara langsung dalam memilih representasi dari mereka sendiri untuk membentuk tubuh tubuh pemerintahan, seperti pada parlemen.

ads

Terkadang, demokrasi diartikan sebagai aturan yang berasal dari suara mayoritas. Demokrasi sendiri adalah suatu system untuk menyelesaikan suatu konflik dimana hasilnya tergantung dari apa yang dilakukan oleh para partisipan, tidak dari satu jenis kekuasaan saja.

Menurut ilmuwan politik yang bernama Larry Diamond, demokrasi terdiri dari 4 elemen. Elemen – elemen tersebut adalah sebagai berikut :

  • Sebuah system politik untuk memilih dan mengganti pemerintahan melalui pemilu yang bebas dan adil
  • Partisipasi aktif dari masyarakat, sebagai warga negara baik dalam kehidupan politik atau dalam permasalahan sipil
  • Perlindungan Hak Asasi Manusia milik seluruh warga negara
  • Sebuah aturan dalam hokum, dimana hokum dan prosedur tersebut diaplikasikan secara setara ke seluruh lapisan masyarakat

Apa itu Demokrasi Terpimpin?

Demokrasi terpimpin adalah system demokrasi yang dianut oleh Bangsa Indonesia pada tahun 1959 – 1966. Demokrasi ini secara garis besar adalah system pemerintahan dimana kekuasaan presiden menjadi dominan dan adanya kepemimpinan penuh dari sang kepala negara, sedangkan rakyat hanya sebagai anak buah.

Negara kita Republik Indonesia memiliki system pemerintahan yang terus berubah dari waktu ke waktu. Daftar system pemerintahan Republik Indonesia adalah sebagai berikut :

  • Orde Lama (1950 – 1959)
  • Demokrasi Terpimpin (1959 – 1965)
  • Masa Transisi (1965 – 1966)
  • Orde Baru (1966 – 1998)
  • Era Reformasi (1998 – sekarang)

Demokrasi terpimpin ini terjadi pada saat Presiden Soekarno menjabat menjadi Kepala Negara Republik Indonesia, dengan mengeluarkan Dekrit Presiden pada tanggal 5 Juli 1959. Konsep demokrasi terpimpin di Indonesia yang ada di dalam Dekrit Presiden tersebut isinya adalah :

  • Tidak berlakunya kembali Undang – Undang Dasar Sementara 1950
  • Berlakunya kembali Undang – Undang Dasar 1945
  • Menetapkan dibubarkannya konstituante
  • Pembentukan MPR atau yang kita kenal sebagai Majelis Permusyawaratan Rakyat

Ciri ciri demokrasi terpimpin

Menurut Miriam Budiarjo, seorang pakar ilmu politik Indonesia dan mantan anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, berikut adalah ciri ciri era demokrasi terpimpin :

  • Dominasi kekuatan presidensial yang menguat

Dalam system demokrasi terpimpin, Presiden menjabat sebagai seorang Kepala Negara sekaligus Kepala Pemerintahan. Peran dari seorang Presiden menjadi esensial dan sangat sentral, secara tidak langsung juga menjadi sebagai pemilik kekuasaan tertinggi.

Sistem pemerintahan seperti ini, memberikan wewenang tidak terbatas pada Presiden untuk melakukan apa saja yang diinginkan, termasuk menyingkirkan lawan lawan politik, membuat kebijakan tanpa adanya pertimbangan Menteri, mempengaruhi system kerja kabinet dan juga wakil rakyat.

Sponsors Link

  • Berkembangnya pengaruh komunisme

Para penganut paham komunisme yang direpresentasikan oleh PKI atau Partai Komunis Indonesia, menyambut hangat system demokrasi terpimpin yang dicanangkan oleh Presiden Soekarno. Pada saat ini, ideologi NASAKOM (nasionalisme, agama, komunisme) sedang marak di Indonesia. Hubungan Presiden Soekarno dengan PKI juga menjadi sorotan rakyat, karena adanya hubungan timbal balik yang berlangsung diantara keduanya.

  • Terbatasnya Peran Partai Politk

Dengan dijalankannya demokrasi terpimpin, yang wewenang dan kekuasaan berada secara menyeluruh di tangan Presiden, adanya partai politik semakin memudar. Adanya partai politik pada era demokrasi terpimpin tidak dijadikan sebagai pengisi jabatan pemerintahan, namun hanya sebagai pendukung kebijakan kebijakan yang dibuat oleh Presiden.

  • Masuknya militer sebagai unsur sosial politik

Pihak militer di era demokrasi terpimpin masuk dan berpartisipasi dalam sisi social politik pemerintahan. Perkembangan militer yang ada dimanfaatkan sebagai benteng pertahanan. Banyaknya para pejabat pejabat militer menjadi wakil rakyat mengakibatkan kekuatan militer menjadi kekuatan politik yang dominan di kursi pemerintahan Indonesia pada saat itu.

  • Terbatasnya Kebebasan Pers

Media massa dalam hal ini adalah pers sangat berperan dalam menyuarakan keinginan rakyat. Sayangnya pada era demokrasi terpimpin, kebebasan pers ini sangat terbatas khususnya oleh beberapa oknum pemerintahan. Kebijakan terbatasnya kebebasan pers tersebut dilakukan agar berita atau informasi negative mengenai kepresidenan tidak beredar di masyarakat. Apabila berita negative mengenai pemerintahan atau kepresidenan tersebar di masyarakat, tidak lama surat kabar tersebut pasti akan dicekal.

  • Kesenjangan Hak Asasi Manusia

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, demokrasi terpimpin memberikan kekuasaan tidak terbatas pada Presiden Soekarno sebagai kepala negara dan juga kepala pemerintahan. Hal ini secara tidak langsung, kontrol mengenai hal ini juga dipegang oleh sang Presiden sendiri. Para pejabat pemerintahan hanya dianggap sebagai anak buah dan dengan adanya keterbatasan aspirasi rakyat di media massa atau pers, membuat hak asasi manusia yang dirasakan oleh rakyat semakin menurun setiap harinya.

Sponsors Link

Kesimpulan

Demokrasi terpimpin ini dilaksanakan karena adanya beberapa factor, yaitu dari segi factor keamanan nasional yang membutuhkan perhatian khusus karena banyaknya gerakan separatis yaitu gerakan untuk memisahkan diri dari NKRi yang menyebabkan ketidakstabilan Bangsa, selain itu dari sisi perekonomian dan sisi politik, dimana pergantian pejabat kabinet yang tidak dilaksanakan sepenuhnya.

Dalam metode demokrasi terpimpin ini, ada banyak kesenjangan yang terlihat akibat dari system sentralisasi pusat itu. Beberapa kesenjangan yang akhirnya menyebabkan konflik tersebut antara lain adalah dari sisi ekonomi seperti ekspor yang memburuk, cadangan devisa yang tidak meningkat, inflasi yang semakin memburuk, ketidakstabilan dari sisi militer, merebaknya korupsi dari kalangan oknum oknum birokrat. Banyaknya gesekan gesekan yang terjadi pada masa demokrasi terpimpin membuat masyarakat jengah dan akhinya melakukan aksi demonstrasi. Demonstrasi ini dilakukan oleh banyak lapisan masyarakat, seperti dari kalangan mahasiswa, kalangan petani, juga dari kalangan buruh.

Di sisi lain, demokrasi terpimpin yang dicetuskan oleh Presiden Soekarno ini juga memiliki dampak positif seperti menyelamatkan negara dari konflik berkepanjangan, memberikan keputusan bahwa UUD 1945 adalah acuan dan dasar Negara Indonesia, dan menetapkan MPRS sebagai Lembaga tinggi negara.

Kekuasaan yang mutlak dari seorang Presiden dapat menyebabkan potensi sang kepala negara menjadi seorang pemimpin diktator. Apa yang tadinya bersifat demokrasi tidak lagi bersifat demokrasi, tapi berubah menjadi sentralisasi. Sentralisasi ini lah yang menjadi masalah dan akhirnya system pemerintahan Indonesia diganti menjadi Orde Baru.

Ada banyak dampak positif dan negatif demokrasi yang menjadi acuan dari system pemerintahan suatu negara. Pada saat ini prinsip-prinsip demokrasi Pancasila adalah pilar demokrasi yang ada di Indonesia. Ada banyak contoh demokrasi Pancasila yang dapat kita pelajari dan kita rasakan dampaknya secara langsung.

Demikian artikel mengenai ciri ciri demokrasi terpimpin, semoga informasi dalam artikel ini dapt bermanfaat.

,
Post Date: Saturday 07th, April 2018 / 02:00 Oleh :
Kategori : Politik