Sponsors Link

4 Latar Belakang Perang Asia Pasifik Serta Dampaknya Bagi Dunia Internasional

Sponsors Link

ads

Perang Asia Pasifik atau perang pasifik lebih dikenal di Jepang dengan sebutan perang Asia Timur Raya (Greater East Asia War). Merupakan perang yang melibatkan pihak pihak sentral (Japang, Jerman Nazi dan Italia) melawan pihak Sekutu ( Amerika Serikat, Tiongkok, Uni Soviet, Britania Raya, Philipina, Australia, Belanda dan Selandia Baru). Konflik ini terjadi antara tahun 1937-1945. Perang ini terjadi di wilayah samudra Pasifik, pulau-pulaunya dan di Asia.

Perang ini terjadi lebih awal dibandingkan negara yang terlibat perang dunia 2 sebagai akibat perang dunia 1, tepatnya pada 7 Juli 1939 – 9 September 1945. Sebagaimana pepatah mengatakan bahwa tak ada asap jika tak ada api. Maka tentu konflik dan perang ini tidak akan mungkin terjadi jika tidak terdapat hal yang melatar belakanginya sebagaimana sebab khusus perang dunia 2 di eropa . Apalagi perang ini melibatkan negara-negara dengan kekuatan militer yang cukup mumpuni seperti pada bentuk pelaksanaan perang dingin . Oleh karena itu, mari kita mengingat kembali seharah mengenai 4 latar belakang perang asia pasifik beserta dampaknya bagi dunia internasional. Simak selengkapnya

1. Keinginan Jepang Untuk Menguasai Asia dan Mengeksploitasinya

Jepang ingin menjadi penguasa Asia seperti semboyan yang tertuang dalam prinsip mereka, yakni Hokko Icciu. Cita-cita Jepang ini ialah dapat menguasai seluruh wilayah Asia dan kemudian mengeksplotasinya. Oleh karena itu, mulailah Jepang menyerang dan menguasi wilayah yang notabene memiliki kekayaan alam berlimpah termasuk juga indonesia dan wilayah Asia Tenggara Lainnya. Jepang menjadi negara imperialisme yang kuat bersama negara-negara fasis lain, seperti Jerman dan Italia. Simak juga dampak positif perang dunia 2 .

Jepang mulai mengincar Indonesia setelah mengetahui kekayaan alam yang dipunyai. Kebetulah pada saat itu, Indonesia sedang dalam masa penjajahan Belanda. Kemudian, Jepang masuk ke wilayah Indonesia untuk mengambil alih kekuasaan yang dipimpin oleh Jendral Terauchi. Jepang menduduki Indonesia dengan mempunyai tujuan untuk memperoleh dukungan dalam perang asia timur raya.

Sponsors Link

2. Konflik Jepang-Rusia (1904-1905)

Rencana licik Jepang untuk dapat menguasai dan mengekploitasi wilayah Asia rupanya mendapat tentangan dari pihak Rusia. Rusia sendiri saat itu menginginkan wilayah Asia Timur untuk dibangun  pelabuhan laut, hal ini karena wilayah perairan Asia Timur memiliki air laut yang tenang dan tidak pernah mengalami kebekuan sepanjang tahunnya. Perselisihan dan konflik antar kedua negara tersebut kemudian memicu perang antara Jepamg dan Rusia pada tahun 1904-1905.

Perang ini kemudian dimenangkan oleh Jepang. Kemenangan ini kemudian membuat Jepang merasa sombong dan menjadikan upaya untuk dapat memperluas lagi wilayah jajahannya. Wilayah kekuasaan Jepang (pada tahun 1931) meliputi Cina Timur Laut dan Semenanjung Korea. Sikap Jepang ini mendapat kritikan dari dunia Barat, namun Jepang tidak bergeming. Jepang justru menganggap negara Barat yang menjatuhkan embargo bahan mentah sebagai tindakan menguasai Jepang perlahan-lahan.

4. Insiden Jembatan Marcopolo (Jepang-Tiongkok 1937)

Walaupun kedua negara telah sebentar-sebentar berperang sejak tahun 1931 perang berskala besar baru dimulai sejak tahun 1937 dan berakhir dengan menyerahnya Jepang pada tahun 1945. Perang ini merupakan akibat dari kebijakan imperialisme Jepang yang sudah berlangsung selama beberapa dekade. Jepang bermaksud mendominasi Tiongkok secara politis dan militer untuk menjaga cadangan bahan baku dan sumber daya alam yang sangat banyak dimiliki Tiongkok. Pada saat yang bersamaan, kebangkitan nasionalisme Tiongkok dan kebulatan tekad membuat perlawanan tidak bisa dihindari.

Sebelum tahun 1937, kedua pihak sudah bertempur dalam insiden-insiden kecil dan lokal untuk menghindari perang secara terbuka.  Perang ini dimulai lebih awal dari Perang Dunia II yaitu pada tanggal 8 Juli 1937 oleh sebuah insiden yang disebut Insiden Jembatan Marco Polo Peristiwa tersebut menyulut peperangan antara Tiongkok dengan Jepang.Konflik antara Jepang dan Tiongkok dan beberapa dari peristiwa dan serangannya yang penting juga merupakan bagian dari perang tersebut.

Sponsors Link

4. Serangan Jepang ke Pearl Harbour

Upaya negara Barat mengembargo Jepang dengan tujuan agar Jepang mau menghentikan agresi militer-nya ditolak mentah – mentah.  Jepang lebih memilih untuk menginvasi Asia Tenggara, menguasai daerah yang kaya akan sumber daya alamnya. Kemudian Jepang menjalankan rencana untuk menyerang Pearl Harbour sebagai bentuk pencegahan terganggunya posisi Jepang di Asia Timur. Simak juga invasi amerika serikat ke afghanistan .

Peristiwa penting terjadi pada hari Minggu pagi 7 Desember 1941. Dimana secara tiba-tiba tentara Jepang melancarkan pengeboman ke pangkalan angkatan laut Amerika Serikat di Pearl Harbour. Serangan ini membuat banyak kapal perang milik Amerika Serikat rusak dan hanya sedikit yang bisa menyelamatkan diri. Dasyatnya serangan ini juga memakan banyak korban yang berasal dari kelompok tentara yang saat itu sedang bertugas di dalam kapal. Insiden ini juga pernah difilmkan dan mendapatkan banyak pujian dari penggemar dan kritikus film.

Dampak Perang Asia Pasifik 

Selain banyak memakan korban jiwa, bahkan ditaksir sekitar 25 juta jiwa yang melayang, dampak lain yang ditimbulkan dari adanya Perang Pasifik adalah sebagaimana dampak perang vietman bagi vietman sebagai berikut:

  • Kemenangan Blok Sekutu 

Kemenangan yang diperoleh blok sekutu kemudian secara otomatis menjadikan Kepulauan Jepang berhasil diduduki juga oleh sekutu. Sehingga Jepang kemudian kehilangan beberapa wilayah yang penting.

  • Wilayah yang sempat diinvasi Jepang kembali jatuh ke tangan penguasa lamanya

Setelah kekalahan yang dialami oleh Jepang, maka secara otomatis negara yang berhasil dikuasi oleh Jepang. Kemudian kembali kepadan penguasa sebelumnya. Keadaan ini membuat Jepang kembali kehilangan semua wilayah jajahannya yang ia peroleh selama masa imperaliasme berlangsung.

  • Beberapa negara jajahan Eropa berhasil memerdekakan diri

Ini merupakan salah satu dampak yang sangat positif dan dapat kita rasakan. Terdesaknya pasukan Jepang akibat serangan tentara sekutu membuat tentara jepang di Indonesia di tarik, sehingga tentara kita lebih leluasa untuk mnyerang dan mendesak tentara Jepang. Pada akhirnya, tepat tanggal 17 Agustus 1945 bangsa ini akhirnya dapat memproklamasikan kemerdekaan. Bahkan hal ini terjadi sebelum perang Asia Pasifik usai.

  • Kekalahan Jepang mengakibatkan Jepang kehilangan wilayah jajahan dalam Perang dunia I 

Wilayah meliputi Korea,Manchuria, Asia Tenggara dan beberapa daerah di Kepulauan Pasifik yang merupakan wilayah jajahan yang diperoleh dari perang dunia 1, dengan tetpaksa harus direlakan. Hal ini merupakam dampak yang harus dialami oleh Jepang. Akibat dari kekalahan yang dialaminya pada perang Asia-Pasifik.

  • Jepang tidak diperbolehkan memiliki angkatan perang

Ibarat kata sudah jatuh tertimpa tangga, mungkin itulah yang patut disematkan pada negara Jepang. Setelah kalah dalam Perang Asia-Pasifik Jepangpun tidak diberbolehkan memiliki angkatan perang. Hal ini merupakan upaya untuk mencegah terjadinya perang yang bisa di picu kembali oleh Jepang.

  • Kaisar Jepang kehilangan status “dewa

Kaisar Jepang saat itu memiliki status Dewa yang selama itu di agung-agungkan rakyatnya harus rela menanggalkan status tersebut. Kekalahan Jepang dalam perang Asia Pasifik membuat rakyat merasa malu. Tentunya hal tersebut menjadi pukulan berat bagi seluruh masyarakat Jepang. Sehingga status dewa yang selama ini melekat pada kaisar Jepang harus dilepas.

4 latar belakang perang asia pasifik beserta dampaknya bagi dunia internasional, tentunya akan semakin menambah pengetahuan anda mengenai sejarah perkembangan dunia dari masa ke masa. Berbagai konflik dan ketegangan yang meliputinya. Sehingga akan memunculkan sikap untuk semakin menghargai dan menjaga perdamaian yang selama ini telah ada. Semoga artikel ini dapat membantu.

, , , ,
Post Date: Friday 09th, March 2018 / 04:54 Oleh :
Kategori : Internasional