Sponsors Link

7 Standar Kebutuhan Minimal Pengungsi yang Wajib Dipenuhi

Sponsors Link

Pengungsi memiliki definisi berdasarkan konvensi 1951 pengungsi sebagai orang yang dikarenakan oleh ketakutan yang beralasan akan penganiayaan, yang disebabkan oleh alasan ras, agama, kebangsaan, keanggotaan dalam kelompok sosial dan partai politik tertentu, berada diluar Negara kebangsaannya dan tidak menginginkan perlindungan dari Negara tersebut seperti juga syarat seseorang mendapatkan suaka . Ketika pengungsi meninggalkan negara asal atau tempat tinggalnya, mereka meninggalkan hidup, rumah, kepemilikan dan keluarganya.

ads

Pengungsi tersebut tidak dapat dilindungi oleh negara asalnya karena mereka terpaksa meninggalkan negaranya sebagai contoh kasus pelanggaran hak warga negara . Karena itu, perlindungan dan bantuan kepada mereka menjadi tanggung jawab komunitas internasional. Dalam pengertian lain pengungsi juga didefinisikan sebagai seseorang atau sekelompok orang yang meninggalkan suatu wilayah guna menghindari suatu bencana atau musibah. Bencana ini dapat berbentuk banjir, tanah longsor, tsunami, kebakaran, dan lain sebagainya yang diakibatkan oleh alam.

Setiap pengungsi biasanya ditempatkan di sebuah tempat penampungan untuk memudahkan para relawan mengurusi dan menolong mereka. Lama pengungsi berada di sebuah tempat penampungan tidak dapat diprediksi. Tergantung dari kondisi atau situasi itu sendiri. Biasanya pengungsi diurus oleh pemerintah setempat, tetapi itu tidak menutup kemungkinan para relawan datang untuk membantu sebagaimana dalam prinsip-prinsip demokrasi pancasila yang ada di indonesia . Berikut 7 Standar Kebutuhan Minimal Pengungsi yang wajib dipenuhi.

1. Air

Semua orang didunia memerlukan air untuk minum, memasak dan menjaga bersihan pribadi. Dalam
situasi bencana mungkin saja air untuk keperluan minumpun tidak cukup, dan dalam hal ini
pengadaan air yang layak dikunsumsi menjadi paling mendesak sebagai dampak dari kelebihan demokrasi pancasila  . Namun biasanya
problema–problema kesehatan yang berkaitan dengan air muncul akibat kurangnya persediaan dan
akibat kondisi air yang sudah tercemar sampai tingkat tertentu.

Tidak hanya itu, air di sumber–sumber harus layak diminum dan cukup volumenya untuk keperluan keperluan dasar (minum, memasak, menjaga kebersihan pribadi dan rumah tangga) tanpa menyebabkan timbulnya  risiko–risiko besar terhadap kesehatan akibat penyakit–penyakit maupun pencemaran kimiawi atau
radiologis dari penggunaan jangka pendek. Tentunya air merupakan kebutuhan utama dalam kehidupan manusia. Sehingga tentunya suplai air terutama air bersih bagi pengungsi harus di utamakan.

Sponsors Link

2. Sanitasi

Sanitasi adalah perilaku disengaja dalam pembudayaan hidup bersih dengan maksud mencegah manusia bersentuhan langsung dengan kotoran dan bahan buangan berbahaya lainnya dengan harapan usaha ini akan menjaga dan meningkatkan kesehatan manusia. Sanitasi menjadi penting sebab dapat menghindarkan para pengungsi dari resiko penularan penyakit akibat kontak dengan kotoran, baik itu sampah ataupun kotoran manusia.

Dalam pengungsian sarana sanitasi dibuat seefisien mungkin. Sebab tentunya lokasi pengungsian yang merupakan lokasi dadakan sebelumbya tidak memiliki saranan sanitasi. Sehingga harus dibuatkan terlebih dahulu dengan memperhatikan kondisi lingkungan. Apalagi jika jumlah pengungsi yang ada jumlahnya besar tentunya sanitasi juga harus dibuatkan dan disesuaikan dengan jumlah pengungsi. Sehingga jangan sampai masalah sanitasi sebagai standar kebutuhan minimal yang harus dipenuhi malah memunculkan masalah baru dalam kamp pengungsian.

3. Fasilitas Kesehatan

Fasilitas atau sarana kesehatan juga masuk kedalam daftar minimal kebutuhan pengungsi. Sebab, perubahan lokasi dan lingkungan serta pola makan yang biasanya dialami para pengungsi dapat memicu penurunan kualitas kesehatan dan daya tahan tubuh. Terutama hal ini sangat rentan dialami oleh para anak-anak, balita dan lansia. Tentunya dengan fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan yang memadai diharapkan dapat memberikan bantuan kesehatan secara tepat sebagaimana prinsip-prinsip demokrasi pancasila . Sehingga tentunya tidak sampai terjadi keterlambatan penanganan dan berujung pada kondisi yang kritis.

Biasanya, wabah penyakit juga bisa muncul terutama dalam kamp pengungsian bencana. Dimana secara psikologis mereka merasa syok akibat bencana sehingga akan berpengaruh pada kesehatan. Terlebih lagi banyaknya jumlah orang atau pengungsi dalam satu kamp wilayah dapat mempengaruhi percepatan dan penyebaran penyakit. Sehingga penyakit atau virus flu saja bisa sangat berbahaya jika tidak segera di tanggani.

4. Bantuan Makanan

Jika ada pepatah yang mengatakan bahwa makan untuk hidup, maka hal tersebut memang benar adanya. Makan atau makanan juga merupakan kebutuhan primer bagi manusia. Sehingga tentunya juga termasuk kedalam kebutuhan minimal para pengungsi sebagai akibat dari penyebab konflik horizontal . Bahkan makanan menjadi bantuan pertama yang akan segera datang saat pengungsi mulai memasuki kamp. Namun, tentu perlu diperhatikan bahwa kualitas makanan tetap harus dijaga. Sebab jangan sampai bahan makanan yang sampai malah dapat memberikan masalah baru, seperti keracunan makanan massal akibat tidak memperhatikan kualitas bahan pangan.

Biasanya, para pengungsi akan diberikan makanan instan. Sebab, tentunya selain mudah dalam pengolahannya tentunya hal ini juga cukup praktis. Mengingat kondisi awal pengungsian yang mungkin saja belum siap dengan kedatangan pengungsi. Bahan makanan yang disalurkan biasanya diperoleh dari para relawan dan donatur yang menyumbang dan memberikan bantuan ke lokasi bencana. Tentunya hal ini merupakan upaya untuk tetap memeberikan dukungan kepada pengungsi dan upaya kepedulian untuk tetap melihat keberlangsungan kehidupan mereka.

Sponsors Link

5. Bantuan Non Pangan

Bantuan non-pangan juga diperlukan oleh para pengungsi. Seperti pakaian, selimut, alas kaki dan juga peralatan beribadah. Tentunya bantuan ini juga menjadi standar kebutuhan minimal pengungsi di kamp pengungsian. Sebab, para pengungsi biasanya hanya bisa menyelamatkan diri dan tanpa membawa bekal apapun kecuali apa yang melekat pada diri mereka. Sedangkan untuk tetap bertahan hidup tentunya mereka membutuhkan bantuan non pangan yang biasanya akan disalurkan oleh para relawan.

Bantuan non pangan ini juga sama pentingnya dengan jenis bantuan lain. Sebab, kehadirannya dapat memberikan kenyamanan bagi para pengungsi. Sekaligus menjadi upaya pencegahan dari serangan berbagai jenis penyakit yang bisa saja diakibatkan oleh cuaca di kamp pengungsian yang tidak bersahabat. Terlebih lagi, bagu anak-anak, balita dan wanita yang tentunya harus selalu bergabti pakaian agar kebersihan tubuh tetap terjaga.

6. Shelter atau Tempat Penampungan

Para pengungsi biasanya akan tinggal di tempat penampuangn sementara yang biasanya disebut shelter. Dalam shelter ini mereka akan tinggal berkelompok dengan keluarga lain sehingga jangan sampai menjadi penyebab pelanggaran ham horizontal . Kapasitas shelter disesuaikan dengan jumlah pengungsi. Bisanya shelter bagi kamum wanita dan anak akan dipisahkan dari kaum pria. Hal ini adalah upaya untuk memberikan kenyamanan bagi mereka masing-masing. Lama waktu merek tinggal di shelter tidak dapat ditentukan, tergantung dari proses pemulihan pasca bencana dan situasi dan kondisi saat itu.

7. Sarana Pendidikan Anak Sementara

Para pengungsi anak-anak biasanya akan mendapatkan perhatian khusus. Selain, pemulihan psikologis melalui proses healing dan traumatic. Mereka juga akan diberikan fasilitas pendidikan sementara. Diharapkan dengan fasilitas ini, anak-anak akan bisa lebih mudah melupakan teaumanya dengan belajar dan bermain bersama teman sebaya. Selain itu, hal ini juga merupakan upaya pemenuhan kebutuhan standar minimal bagi apara pengungsi anak.

7 Standar Kebutuhan Minimal Pengungsi yang wajib dipenuhi. Tentunya menjadi perhatian yang serius bagi kita semua dalam upaya memberikan penanganan bagi para pengungsi. Sehingga dapat mendukung pemulihan sekaligus dukungan mental bagi mereka. Semoga artikel ini dapat membantu dan bermanfaat.

 

, , , , ,
Post Date: Monday 25th, June 2018 / 03:39 Oleh :
Kategori : Internasional