Sponsors Link

3 Dampak Positif Golput Bagi Negara Demokrasi

Sponsors Link

Golput merupakan salah satu cara mengekspresikan tindakan dalam menyikapi gejolak politik yang sedang terjadi. Golput biasanya di lakukan oleh mereka yang telah memiliki hak pilih dalam pemilu namun, memutuskan tidak menggunakannya simak juga sistem pemilu distrik . Ada berbagai macam alasan pribadi yang mendasari tindakan golput. Pada masa orde baru golput dinilai sebagai bentuk rasa kekecewaan karena demokratis yang tidak berjalan secara sempurna. Seperti salah satunya pada masa itu adanya kebijakan bagi PNS yang di wajibkan untuk memilih golkar. Tentu saja hal tersebut merupakan bentuk demokratis yang di paksakan. Sedangkan di era sekarang, golput lebih mengarah kepada sikap rakyat yang secara raaional dan sadar untuk tidak menggunakan hak pilihnya (memilih untuk tidak memberikan suara/pilihan dalam pemilu). Hal ini merupakan refleksi bahwa tidak ada pemilu yang sempurna. Golput merupakan hak yang di miliki oleh setiap individu dalam berdemokrasi. Siapapun yang melakukan tindakan ini, pasti memiliki alasan di baliknya. Memaksa seseorang untuk menggunakan hak pilihnya merupakan tindakan irasional yang melanggar hak untuk berdemokrasi.

ads

Slogan yang sering kita dengar “Jadilah pemilih yang cerdas, Jangan Golput!!“. Seolah olah menganalogikan bahwa golput berhubunga dengan tingkat kecerdasan dan kognitif seseorang. Hal ini, tentu salah kaprah karena definisi orang cerdas sebernarya adalah mampu membedakan untuk hak pilihnya dengan benar dengan memilih pemimpin yang benar. Tentu slogan tersebut sangat menyesatkan, jika tidak ada figur pemimpin yang kita percaya tentu mengapa harus memaksakan diri untuk memilih simak juga sistem pemilu proporsional . Karena pada dasarnya tidak ada hukuman bagi mereka yang memilih untuk golput. Namun, bukan berarti artikel ini membenarkan tindakan golput. Hal itu, tentu bergantung kepada pribadi yang bersangkutan. Pada dasarnya pilihan untuk golput berasal dari pribadi diri sendiri. Golput bisa menjadi dua sisi mata uang jika dilihat dari sudut pandang tertentu. Golput ternyata juga mampu memberikan dampak positif bagi berlangsungnya demokrasi. Berikut 3 dampak positif golput bagi negara demokrasi. Simak selengkapnya.

1. Sebagai Tolak Ukur Sistem Demokrasi yang Digunakan

Siapa bilang golput merupakan tindakan yang tidak mendukung sistem demokrasi dalam sebuah negara. Pada faktanya tindakan ini dapat menjadi salah satu tolak ukur sistem demokrasi yang telah berjalan. Saat ini, keberhasilan demokrasi dimaknai dengan angka partisipasi rakyat dalam memberikan suaraya pada calon pemimpin di parlemen simak juga dampak konflik sara . Kenyataannya adalah angka partisipasi maayarakat dalam setiap pemilu semakin menurun. Tahun 1999 saat itu partisiasi publik mencapai angka 92%,kemudian menurun menjadi 80% pada tahun 2004, dan tahun 2009 semakin mengalami penurunan dibawah angka 70%. Tentu saja kondisi ini menunjukkan angka yang lumayan mengkhawatirkan. Hal yang mendasari tindakan ini adalah bukan semata mata karena tindakan rasional sebagai akibat dari kekecewaan terhadap pejabat sebelumnya. Namun, di karenakan tidak berjalannya sistem demokrasi di semua lini dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sponsors Link

Hal ini tentu menjadi sebuah PR besar bagi pemerintah untuk memperbaiki sistem demokrasi sebelum semakin bobrok seperti penyebab konflik sara . Ketidakpercayaan rakyat pada sistem demokrasi yang masih saja lekat dengan politik uang, isu sara, negative campaign dan black campaign  masih selalu hadir saat masa pemilu tiba, tentu membuat banyak rakyak lebih memilih untuk golput. Bukan karena mereka tidak memiliki pilihan namun, terlebih pada alasan karena merasa tidak lagi memiliki rasa kepercayaan pada demokrasi yang sedang berjalan di negeri ini. Tentu saja hal ini menjadi sebuah lubang yang harus segera di tambal, tugas yang berat tentunya bagi pemerintah untuk bisa kembali membangun kepercayaan rakyat pada negrinya sendiri.

2. Sebagai alarm Bagi Para Kandidat yang Mencalonkan Diri

Golput juga bisa disebabkan karena semakin menurunnya tingkat kepercayaan rakyat pada wakit yang telah terpilih. Sudah menjadi hal umum bahwa kampanye yang di lakukan lebih kepada ajang untuk pamer dan mengumbar janji manis bagi kepada para calon pemilih. Rakyat sudah jenuh kepada pejabat yang terpilih kemudian lupa pada janji semasa kampanye. Mereka merasa bahwa pilihan mereka sia-sia, karena pada kenyataannya tidak ada dampak yang mereka rasakan setelah memberikan pilihannya simak juga contoh konflik antar agama . Tentu kondisi inilah yang membuat rakyat kemudian malas untuk memilih kembali. Inilah yang kemudian menyebabkan angka partisipasi pada pemilu semakin mengalami penurunan.

Kondisi ini tentu menjadi alarm bagi para kandidat yang mencalonkan diri pada bursa pemilihan. Dengan golput yang semakin meningkat,  tentu rakyat juga memiliki kriteria pemimpin yang diidamkan. Harusnya ini menjadi sebuah teguran bagi mereka yang mencalonkam diri hanya karena mengejar harta, dan jabatan seperti contoh konflik antar ras . Mereka yang tidak memiliki figur pemimpin yang ingin mengabdikan diri pada rakyat, harusnya sadar diri dan lebih baik memilih jalur lain saja. Karena secara sadar atau tidak bahwa banyaknya pejabat yang bermasalah di ranah hukum, terjerat kasus korupsi, dan tidak kompeten dalam bekerja berpengaruh pada partisipasi rakyat pada pemilihan yang akan datang.

Sponsors Link

3. Bentuk Kepuasan Pribadi

Dampak positif golput yang terakhir adalah adanya kepuasan pada diri pribadi. Seperti yang telah di uraikan sebelumnya bahwa golput adalah hak individu seperti penyebab konflik sosial paling umum . Mereka yang sudah terlanjur kecewa, tidak percaya, benci pada penyelenggaraan pemerintahan yang terlihat konyol. Lebih banyak intrik dan sandiwara ketimbang fokus kerja demi kemajuan bangsa, akan memilih jalan golput. Karena bagi mereka selain kepuasaan pribadi yang diperoleh,mereka juga  berasumsi bahwa siapapun yang kemudian terpilih maka tidak akan bisa memberikan dampak dan perubahan dalam kehidupan yang mereka jalani.

Itulah tadi, 3 dampak positif golput dalam negara demokrasi. Dari fenomena golput, sebenarnya kita tidak bisa mengatakan bahwa hal diatas adalah dampak positif, namun lebih kepada apa yang kemudian bisa membuat kita sama sama berbenah. Jika kondisi ini dibiarkan saja tanpa ada upaya pencegahan dan perbaikan maka bisa menyebabkan angka golput semakin meningkat, sehingga berdampak langsung pada kondisi demokrasi dalam sebuah negara. Bagaimanapun juga negara demokrasi dikatakan benar benar demokrasi jika aspirasi publik terhadap pemilu semakin meningkat. Yang wajib menjadi catatan adalah setiap orang memiliki kebebasan untuk berekspresi. Apakah akan memberikan suara dalam pemilu atau tidak tentu itu menjadi hak bagi pribadi yang bersangkutan. Artikel ini tidak menganjurkan untuk melakukan tindakan golput. Jika memang anda memiliki kandidat yang sesuai, yang bisa anda percaya yang kemudian dapat memberikan dampak nyata dalam kehidupan anda kelak, maka pilihlah dia, jangan golput. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

, , ,
Post Date: Sunday 14th, January 2018 / 03:06 Oleh :
Kategori : Politik