Sponsors Link

7 Akibat Konflik Sara Paling Mengerikan

Sponsors Link

Konflik sara merupakan sebuah konflik akibat adanya pergesekan yang berhubungan dengan keyakinan dan kepercayaan yang dianut. Konflik ini dapat mudah terpicu pada negara atau wilayah yang heterogen. Dimana terdapat lebih dari satu penganut agama di wilayah yang sama. Perbedaan agama merupakan hal yang harusnya bisa disiasati dengan baik. Namun, kadang ada beberapa individu dan kelompok yang meyakini bahwa kepercayaan yang mereka anut merupakan yang paling benar. Sehingga menjelek jelekan ajaran dan para penganut kepercayaan lain. Tentu saja hal ini dapat memicu konflik antara individu tersebut. Bahkan konflik akan semakin meluas karena akan banyak para penganut kepercayaan yang sama yang terlibat di dalamnya. Jika hal ini terjadi maka tentu saja terjadinya tindak kekerasan tidak dapat di cegah. Apalagi jika aparat penegak hukum tidak bisa mendeteksi kondisi ini sejak dari bibit kebencian mulai di sebar dan penyebab konflik sara . Tidak memungkinkan konflik sara ini akan semakin meluas dan membesar.

ads

Ada sebab tentu saja ada akibat yang harus dinggung. Begitu juga dengan kondisi diatas, konflik sara akan menimbulkan dampak tidak hanya pada individu / kelompok yang berkonflik namun juga akan berdampak pada masyarakat sekitar, dan dampak secara tidak langsung juga akan dirasakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Beberapa contoh konflik agama merupakan  konflik sara yang pernah terjadi di negara kita menjadi bukti bahwa negara belum dapat menjamin kerukunan antar semua penganut agama. Meskipun dapat diselesaikan dan berakhir damai, namun tetap saja konflik tersebut menjadi sebuah alarm pengingat. Bahwa konflik sara masih sangat gampang untuk pecah.  Akibat yang disebabkan oleh terjadinya sebuah konflik cenderung tidak peenah menguntungkan. Bahkan cenderung merugikan dan membahayakan. Berikut 7 dampak konflik sara yang paling mengerikan. Simak selengkapnya.

1. Ketegangan Antara Individu atau Kelompok yang Berkonflik

Konflik sara bisanya diawali terjadi karena adanya perbedaan pendapat dan cara pandang antara lebih dari satu penganut  agama seperti latar belakang yugoslavia . Konflik dimulai dari individu kemudian berkembang ke kolompok yang lebih besar dan melibatkan lebih banyak orang terseret didalamnya. Akibat awal yang akan terjadi dari timbulnya konflik ini adalah tentu ketegangan antara individu dan kelompok yang berkonflik. Jika tidak segera diredam maka ketegangan ini akan dapat menimbulkan konflik lain yang lebih besar lagi. Oleh karena itu, sebisa mungkin ketegangan ini harus segera di redam dan diselesaikan. Biasanya pada saat ini diperlukan seorang mediator netral untuk memediasi kedua individu atau kelompok yang berkonflik agar berdamai.

2. Memicu Tindak Kekerasan

Setelah timbulnya ketegangan maka secara psikologis akan mempengaruhi  jiwa seseoramg dan dapat memicu timbulnya tindak kekerasan. Tindakan ini biasanya timbul dalam konflik antara dua kelompok yang memiliki pemikiran radikal. Mereka tidak segan segan menggunkan tindak kekerasan agar tujuannya mendapat pengakuan dan di benarkan. Padahal dari sini saja kita dapat melihat bahwa tindakan ini merupakan tindakan yang salah. Karena bagaimanapun, apapun ajaran yang dipercayai tidak membolehkan untuk saling menyakiti dan melukai sesama manusia. Kondisi yang demikian tentu harus segera diatasi oleh para penegak hukum seperti pada tahap penyelesaian konflik yugoslavia , jika tidak maka tindakan ini dapat semakin meluas dan mengancam banyak jiwa.

3. Hilangnya Rasa Aman dalam Kehidupan Bermasyarakat

Sudah tentu bahwa jika terjadi tindak kekerasan maka akan memicu tindakan kerusuhan yang lain seperti juga penyebab perang pakistan dan india .  Dengan kondisi demikian maka masyarakat akan merasa ketakutan dan tidak aman. Keadaan ini bukan hanya berdampak pada kelompok yang berkonflik namun, juga masyarakat sipil di sekitar akan terkena dampaknya. Akibatnya banyak anak anak tidak akan dapat bermain dengan leluasa, tidak bisa sekolah karena takut akan adanya penyerangan. Orang orang dewasa akan ketakutan saat berangkat bekerja, para pemilik usaha akan ketakutan jika usahanya menjadi sasaran. Kondisi yang demikian tentu amat mengerikan dan tak dapat dibayangkan. Lambat laun perekonomian akan lumpuh karena tidak ada transaksi keuangan. Banyak orang yang memutuskan menyimpan uangnya, menarik tabungan nya untuk berjaga jaga jika kondisi konflik semakin pelik.

Sponsors Link

4. Jatuhnya Korban Jiwa dan Kerugian Harta Benda

Kondisi keamanan yang tidak stabil, kerusuhan dan kekerasan yang terjadi tentu saja menimbulkan korban yang berjatuhan. Entah itu korban luka, atau bahkan hingga meninggal tidak dapat dihindari seperti pada latar belakang konflik kamboja . Akibatnya konflik akan semakin memanas, karena banyaknya korban yang berjatuhan yang akan menyebabkan salah satu pihak tidak terima dan berusaha untuk membalas. Maka, tidak perlu menunggu lama agar perang pecah. Tidak hanya korban jiwa yang berjatuhan, harta benda juga akan tidak luput dampak konflik. Karena terdesak maka pihak tertentu akan menjarah toko, merampok dan merusak fasilitas umum yang anda. Jika kondisi ini tidak dapat segera di take over oleh organisasi militer dan kepolisisan setempat maka tinggal menunggu waktu saja. Perang antar penganut agama yang lebih melibatkan banyak pihak akan terjadi.

5. Mengancam Keutuhan Persatuan dan Kesatuan Dalam Kehidupan Berbangsa

Dengan kondisi yang terjadi pada poin sebelumnya, maka kerukunan antar umat beragama akan hilang. Sehingga persatuan dan kesatuan dalam kehidupan bernegara akan runtuh. Dengan demikian maka tinggal menunggu waktu saja. Seberapa lama negara mampu bertahan menghadapi konflik internal yang terjadi seperti latar belakang tragedi allepo . Jika gagal menghadapi kondisi ini maka yang akan terjadi adalah negara tersebut akan hancur dan hanya menyisakan namanya dalam sejarah dunia. Dan jika berhasil menuntaskan konflik ini maka akan membutuhkan waktu yang lama untuk sebuah negara dapat bangkit dan kembali pada kondisi sebelumnya.

6. Menimbulkan Terpicunya Terjadi Konflik Lain

Sudah menjadi kodratnya, manusia akan merasakan nasib yang sama terutama kepada saudara mereka dengan keyakinan, suku dan ras yang sama. Kodrat inilah yang kemudian memunculkan rasa ingin membantu dan meringankan beban mereka yang berada di zona konflik. Sebenarnya hal ini merupakan hal yang positif dan patut mendapat apresiasi. Namun, di lain hal kondisi ini akan memicu pertentangan lain seperti contoh konflik antar ras . Serta dapat menyebabkan timbulnya konflik lain seperti konflik antar ras, suku dan etnis. Sehingga kondisi ini akan semakin pelik dan sulit menemukan cara penyelesaian yang tepat.

Sponsors Link

7. Kehancuran Sebuah Negara

Yugoslavia menjadi negara yang harus menyerah pada konflik sara yang timbul. Kini negara tersebut hanya menyisakan sejarahnya saja. Hal ini menjadi bukti bahwa jika pemerintah tidak segera bertindak dan melakukan pengendalian konflik sosial dan menganggap konflik sara sebagai konflik yang tidak serius. Maka tentu yang akan terjadi di Yugoslavia juga akan terjadi pada negara lain yang sedang di landa kecamuk konflik sara. Pemerintah harus berperan secara aktif dengan mengebuk pihak yang dapat memicu timbulnya konflik sara. Penegakan hukum harus dilakukam secara adil dan setara kepada semua pihak. Sehingga jika ada tindakan yang akan memicu konflik sara maka harus segera di tindak dengan tegas.

7 akibat konflik sara paling mengerikan, tentu dapat menjadi bayangan anda bahwa ternyata konflik sara dapat menimbulkan dampak yang sangat berbahaya dan amat merugikan. Oleh karena itu, sebagai kids zaman now kita harus lebih terbuka terhadap perbedaan yang ada. Dan jangan mudah terpancing oleh isu isu agama yang sedang berkembang. Dengan menyadari bahwa kita hidup dinegara yang heterogen dimana isu kecil dapat terpicu menjadi konflik maka sudah wajib untuk membekali diri dengan ilmu dan pandangan yang luas serta mengedepankan logika dan penyelesaian masalah secara musyawarah. Saling menghormati dan menghagai setiap kepercayaan yang di anut. Maka dengan begini, kehidupan dan kerukunan antar umat beragama akan terpelihara. Sehingga kehidupan berbangsa dan bernegara akan selalu harmonis, aman dan damai . Semoga artikel ini dapat membantu.

, ,
Post Date: Friday 05th, January 2018 / 05:43 Oleh :
Kategori : SARA