3 Kasus Pelanggaran Hak Cipta Batik Paling Meresahkan

Batik adalah kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau menerakan malam pada kain itu, kemudian pengolahannya diproses dengan cara tertentu yang memiliki kekhasan. Batik merupakan salah satu budaya warisa asli Indonesia yang telah di akui oleh UNESCO sebagai sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Non Bendawi  (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober 2009. Sehingga kemudian setiap tanggal 2 Oktober ditetapkan sebagai hari Batik Nasional.

Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa pada masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga pada masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya “Batik Cap” yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Setiap daerah memiliki corak dan ciri batik yang khas, misalnya batik pekalongan, batik solo dan batik Jogja memiliki perbedaan corak yang khas. Simak juga akibat spionase bagi integrasi nasional dan akibat agresi militer bagi integrasi nasional.

Batik menjadi salah satu budaya Indonesia yang mendunia dan dikenal luas. Meskipun hak cipta batik telah diakui sebagai warisan budaya Indonesia, namn pada kenyataannya kasus pelanggaran hak cipta terhadap Batik masih marak di temukan. Tentunya hal ini dapat mencoreng citra sekaligus juga menimbulkan kerugian secara materiil terhadap penciptanya. Berikut beberapa kasus yang termasuk kedalam pelanggaran hak cipta batik dapat anda simak dalam 3 Kasus Pelanggaran Hak Cipta Batik paling meresahkan.

1. Pelanggaran Penjiplakan  Desain

Plagiarisme atau sering disebut plagiat adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri. Plagiat merupakan tindakan yang melanggar hukum sebab tergolong dalam perbuatan yang mencuri hak cipta orang lain dan contoh pelanggaran hak cipta . Pelaku tindakan plagiat disebut plagiator, tindakan ini kerap menuai hujatan sebab merupakan perbuatan yang dianggap tidak menghargai karya orang lain. Dalam dunia batik, kita tentunya mengenal corak dan khas setiap jenis batik. Corak ini telah melekat sebagai nilai eksklusif yang ada di batik tersebut.

Tentunya corak dan desain batik juga telah didaftarkan secara resmi sebagai hak cipta dari penciptanya. Namun, kerap kali kita menemukan beberapa pihak yang melakukan plagiat terhadap desain dan corak batik dan mengklain bahwa karya tersebut merupakan hasil karya original mereka. Poin penting dalam kasus pelanggaran hak cipta ini adalah terletak pada desai dan cirak yang mirip dan sama persis. Tentunya tindakan yang demikian tidak ubahnya seperti tindakan copy paste sebuah tulisan tanpa menyertakan sumbernya. Dan lebih parahnya lagi pelaku mengklaim tulisan tersebut merupakan original pendapatnya. [AdSense-B]

Tentunya untuk kasus pelanggaran penjiplakan ini pelakunya dapat dijerat hukum. Beberapa desainer kenamaan juga menggunakan batik sebagai salah satu rancangannya. Namun, mereka tetap menggunakam desain original dan menyertakan dasain asli dari penciptanya. Serta telah mendapatkam izin atas karya tersebut. Tindakan ini tidak termasuk melanggar hukum dan contoh  kejahatan kerah putih  , sebab malah dapat memberikan nilainplus dimana nilai jual batik menjadi lebih tinggi.

2. Pembajakan Karya Seni Batik

Pembajakan merupakan bentuk tindakan yang memperbanyak karya seni seseorang tanpa mendapatkan izin resmi. Selain itu, barang hasil bajakan, kualitasnya juga berada dibawah kualitas barang yang asli. Sebagaimana kita tahu bahwa batik dapat berupa batik tulis yang nilai jualnya tentu lebih tinggi dengan batik cap. Namun, batik cap sendiri memilik nilai ekonomi dan permintaan yang cukup tinggi sebab harganya yang murah. Selain itu, batik cap juga diproduksi dalam jumlah banyak, beda dengan batik tulis yang diproduksi dalam jumlah terbatas dan sifatnya yang eksklusif.

Sering kali para produsen nakal, memproduksi batik dengan kualitas rendah namun menjiplak desain asli batik original, kemudian di produksi dalam jumlah besar dan d klaim bahwa batik tersebut asli atau original dan di jual dengan harga dibawah harga produk ori. Tentu saja tindakan ini melanggar hak cipta dari produsen atau pemilik sebelumnya. Terlebih lagi tindakan ini marak dilakukan dalam upaya untuk mengejar keuntungan semata sebagaimana pasal perjudian togel dan pasal perjudian online. Dampaknya adalah pastinya produk ori akan jatuh di pasaran, sebab kalah dengan produk bajakan.

3. Klaim Hak Cipta Batik

Sebelum akhirnya disahkan UNESCO sebagai bagian dari warisan budaya asli Indonesia dalam prinsip-prinsip demokrasi pancasila . Batik sempat menjadi polemik, lagi-lagi ada negara yang mencoba mengklaim hak cipta batik. Negara tersebut tidak lain adalah Malaysia yang merupakan negara tetangga dari Indonesia. Pihak Malaysia mengklaim bahwa Batik adalah warisan dari nenek moyang mereka. Tentu saja klaim ini membuat masyarakat Indonesia meradang dan marah atas sikap Malaysia. [AdSense-C]

Sebenarnya ini bukan merupakan tindakan Malaysia yang menyulut kemarahan Indonesia  . Sebelumnya Malaysia juga mengklai lm Angklung, Reog Ponorogo, Keris dan bahkan rendang sebagai bagain dari budaya asli mereka. Sontak saja sikap Malaysia yang mengklaim Batik mendapat penolakan dan juga memicu ketegangan antar kedua negara. Ditambah lagi dengan sejarah lalu bahwa Malaysia memang dikenal usil dan sering mengusik Indonesia. Mulai dari soal perbatasan hingga menyentil Buadaya.

Klaim inilah yang kemudian membuat Indonesia mendaftarkan Batik sebagai bagian dari budaya asli Indonesia. Alhasil setelah melalui proses yang amat panjang pada akhirnya UNESCO mengesahkan bahwa Batik merupakan warisan asli dari budaya Indonesia. Keputusan ini didasarkan kepada riset yang telah dilakukan selama bertahun tahun. Menurut UNESCO Batik bukan hanya sebuah produk budaya, namun merupakan sebuah karya seninyang berasal dari nilai-nilai budaya yang telah melekat dalam kehidupan terutama masyarakat Jawa.

Batik adalah sebuah tradisi yang telah diwariskan secara turun temrun. Bahkan dalam budaya jawa batik melambangkan statu seseorang dimasyarakat. Tentu saja ini menjadi nilai esensial batik yang belum banyak diketahui oleh publik. Jika selama ini anda hanya sekedar membeli batik berasarkan warnanya saja. Maka anda seharusnya mylai belajar untuk mendalami filosofi batik itu sendiri. Sebab, sebagai sebuah budaya asli Indonesia sudah sepatutnya kita berbangga.

Jika dahulu batik lekat dengan kehidupan orang yang dinilai Ndeso atau kampungan. Namun, saat ini batik telah menjelma menjadi bagian dari trend fashion yang kekinian. Bahkan batik telah menjadi salah satu pakaian yang hampir dimiliki oleh semua masyarakat Indonesia. Batik telah menjadi bagian penting dari perkembangan fashion di negara kita. Batik juga banyak digandrungi oleh para warga negara asing, bahkan rasanya mereka akan lebih bangga memakainya ketimbang kita yang masih heboh dan menyukai produk branded asing.

Tentunya 3 Kasus Pelanggaran Hak Cipta Batik paling meresahkan. Menjadi tolak ukur bagi kita bagaimana untuk semakin menghargai budaya bangsa sendiri. Semoga artikel ini dapat membantu.