5 Akibat Agresi Militer Bagi Integrasi Nasional

Agresi militer merupakan sebuah penyerangan suatu negara terhadap negara lain dengan menggunakan kekuatan militer. Hal ini pernah dialami oleh Indonesia selama upaya perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan . Tepatnya agresi militer Belanda  terjadi sebanyak dua kali yakni agresi militer 1 pada 21 Juli sampai dengan 5 Agustus 1947, serta 19 Desember 1948 sampai dengan 5 Januari 1949.Kedua peristiwa ini merupakan upaya Belanda untuk dapat menjajah Indonesia kembali.

Peristiwa agresi militer yang oernah terjadi di dunia tercatat seperti Agresi militer Israel kepada Palestina sebagai penyebab perang israel dan palestina serta penyebab israel palestina berperang , Agresi militer Indonesia ke Timor Leste dan yang paling cukup fenomenal adalah agresi militer Amerika ke Irak. Dalam defininya Agresi adalah segala bentuk perilaku yang disengaja terhadap makhluk lain dengan tujuan untuk melukainya dan pihak yang dilukai tersebut berusaha untuk menghindarinya. Upaya yang disengaja inilah yang krmudian menimbulkan pertentangan di dunia internasional terutama dalam kaitannya dengan keamanan internasional.

Pada dasarnya terdapat empat masalah penting dalam agresi. Pertama, agresi merupakan perilaku. Kedua, ada unsur kesengajaan. Ketiga, sasarannya adalah makhluk hidup, terutama manusia. Keempat, ada usaha menghindar pada diri korban sebagaimana dalam penyebab konflik antar ras . Artinya bahwa agresi militer yang dilakukan oleh sebuah negara akan selalu membawa dampak langsung atau berintegrasi kepada keamanan nasional. Untuk mengupas lebih jauh, berikut akan diuraikan mengenai 5 Akibat Agresi Militer Bagi Integrasi Nasional. 

1. Menghambat pembangunan negara

Akibat pertama yang ditimbulkan dari agresi militer ialah dapat berakibat pada terhambatnya pembangunan negara. Sebagaimana kita tahu, dalam upaya memajukan sebuah negara maka sektor utama yang harus di genjot adalah sektor pembangunan dalam ciri-ciri demokrasi terpimpin . Jika pembangunan lancar, infrastruktur lengkap dan memadai maka tentu imbasnya adalah pada pergerakan dan perputaran perekonomian yang semakin kencang. Terlebih lagi, pembangunan merupakan kunci bagi sebuah negara untuk mendapatkan kepercayaan daru dunia internasional terutama dalam rangka menarik investor asing.

Tentu saja bisa anda bayangkan bukan, bagaimana jadinya jika negara lain kemudian melakukan agresi ke sebuah negara yang sednag giat-giatnya membangun. Pastinya hal tersebut akan langsung berpengaruh kepada proses pembangunan yang terjadi. Sudah pasti prosenya akan terhambat dan bahkan bisa jadi pembangunan harus dihentikan. Alasannya adalah situasi dalam negeri yang sedang tidak kondusif terutama dalam hal keamanan.

Pastinya pemerintah akan berfokus untuk menghadapai agresi militer yang sedang melanda negaranya sebagaimana dalam dampak konflik agama . Dengan demikian maka pembangunan akan dikesampingkan sebab hal tersebut bukan lagi menjadi prioritas. Bisa jadi hal yang sama juga terjadi kepada negara yang melakukan agresi militer. Mereka akan mengerahkan seluruh kekuatan dan biaya untuk memfokuskan diri pada agresi tersebut. Maka tentunya bagi kedua belah negara hal ini tentu akan menganggu prose pembangunan yang sedang terjadi. [AdSense-B]

2. Membebani biaya pemerintah dalam menanggulangi kerusakan

Agresi militer tenti menimbulkan dampak terhadap adanya kerusakan berbagai infrastruktur. Sebab kekuatan militer yang beradu pasti menggunakan senjata yang berefek pada memetikan dan jika mengenai infrastuktur maka akan menjadikan kerusakan. Tentunya dibutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk bisa kembali memperbaiki semua infrastruktur yang rusak tersebut. Sudah pasti biaya ini nantinya akan dibebankan kepada pemerintah. Tentunya hal ini dapat menguras kas negara atau bahkan dapat menyebabkan pemerintah akan berhutang kesana kemari.

Selain menguras biaya, pastinya waktu untuk kembali mengembalikan kondisi sebagaimana sedia kala akan juga akan membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Beban yang sungguh berat tentu harus ditanggung dan tentunya kerugian juga terjadi diberbagai sektor. Sebab, infrastruktur yang rusak tentu bukan hanya milik negara juga milik pribadi dan golongan. Maka, dalam hal ini tanggung jawab perbaikan juga harus diemban oleh pihak pemerintah.

3. Membuat situasi menjadi tidak aman dan kondusif

Agresi militer pastinya berpengaruh pada situasi keamanan dan kenyamanan. Terlebih lagi jika konflik terjadi pada ranah publik. Pastinya masyarakatlah yang paling merasa terancam keselamatannya. Sedangkan mereka tidak memiliki kemampuan dalam membela diri. Apalagi pihak militer lawan juga pasti menggunakan senjata yang modern yang dampaknya bukan hanya melukai namun juga mematikan. Biasanya masyarakat yang tinggal di wilayah pertempuran akibat adanya agresi ini akan lebih memilih mengungsi dan mengamankan diri beserta keluarganya sehingga mereka memutuskan untuk meninggalkan rumah.

Kondisi ini malah dapat memicu terjadinya kejahatan lain, dimana akan selalu saja ada oknum yang memanfaatkan kondisi darurat ini. Misalnya penjarahan, pencurian dan tindakan lainnya. Kota yang ditinggalkan akan sepi seperti tak berpenghuni, tidak ada aktivitas masyarakat yang lalu lalang. Sehingga alhasil akan menjadi seperti kota mati, tentunya situasi ini menjadi gambaran bahwa dampak dari agresi militer sangat kuas. Tidak hanya mempengaruhi stabilitas keamaan tapi juga psikologi pada masyarakat yang senantiasa berada dibawah ancaman. [AdSense-C]

4. Menimbulkan korban jiwa, terutama pada wanita dan anak anak

Jika perang, pihak sipil akan ikut terlibat dalam pertempuran, namun pada agresi militer hanya pihak militerlah yang akan terlibat baku tembak dan pertempuran. Namun, korban yang jatuh di lokasi pertempuran tentu bukan hanya pihak militer. Kelompok yang paling rawan dan di khawatirkan sebagai korban adalah wanita dan anak-anak. Tentunya wanita dan anak-anak merupakan korban yang paling lemah dan rawan menjadi sasaran serangan. Mereka tidsk memiliki kemampuan untuk bisa melawan atau menangkis serangan. Sehingga tidak heran jika kemudian akan ada banyak korban yang jatuh dari pihak anak-anak dan perempuan.

Tentunya hal ini merupakan salah satu contoh kejahatan kemanusiaan. Tindakan ini dianggap menjadi sebuah cara dalam sistem pelanggaran hak azasi manusia juga dalam pengertian konflik antar ras . Sebab, korban yang jatuh biasanya merupakan kelompok yang tidak bersalah. Salah satu korban adalah anak-anak dan wanita yang seharusnya tidak perlu sampai terjadi. Sebab seharusnya anak-anak dan wanita merupakan kelompok yang paling harus dilindungi dari konflik ini.

5. Menodai martabat sebuah negara

Secara psikologis agresi militer berakibat terhadap martabat sebuah negara. Negara yang melakukan agresi militer terhadap negara lain akan dianggap tidak memiliki etika. Sebab sebuah tindakan agresi militer dapat menjadi sebuah isyarat serta mencetuskan konflik yang lebih luas lagi. Apalagi saat ini, pers dan pemberitaan begitu sangat terbuka makantidak jarang isu ini menjadi isu yang sinsitif. Sebab secara tidak langsung akan berkaitan dengan nilai kemanusiaan. Dibalik apapu tujuan sebuah tindakan agresi militer pastinya akan selalu menuai pro dan kontra.

5 Akibat Agresi Militer Bagi Integrasi Nasional. Merupakan dampak nasional yang akan ditombulkam dari insiden ini. Semoga dapat menambah pengetahuan anda akan topik ini. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.