Sponsors Link

8 Dampak Nuklir terhadap Lingkungan dan Manusia

Sponsors Link

Energi nuklir telah dipertimbangkan dan telah digunakan sebagai jawaban atas kebutuhan akan sumber daya energi dan penggunaannya pun meningkat secara signifikan dari waktu ke waktu. Penggunaan tenaga nuklir ini masih diharapkan untuk terus berkembang di masa mendatang. Meskipun demikian, penggunaan nuklir sebagai salah satu sumber daya alam tidak datang secara Cuma-Cuma dan tanpa konsekuensi. Berbagai macam dampak dari penggunaan energi nuklir dapat terlihat pada munculnya masalah pada lingkungan, sosial dan presepsi resiko pada orang-orang yang tinggal di dekat pembangkit tenaga nuklir.

ads

Berikut adalah beberapa dampak nuklir terhadap lingkungan :

  • Perubahan Iklim secara Ekstrem

Para peneliti menyebutkan baha ekosistem di bumi akan berubah menjadi lebih buruk apabila terjadi ledakan nuklir dan dampak ledakan nuklir akan sangat lebih buruk dibandingkan dengan dampak yang ditimbulkan oleh pemanasan global akibat gas greenhouse. Pencegahan ledakan nuklir harus menjadi perhatian komunitas internasional. Bahkan perkembangan dari energi nuklir itu sendiri sudah memiliki potensi yang berbahaya yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

  • Karbon Dioksida

Energi nuklir disebut sebagai sumber daya energi yang “bersih” dikarenakan tenaga pembangkit nuklir tidak mengeluarkan karbon dioksida. Hal ini memang benar adanya, namun karbon dioksida dikeluarkan dalam jumlah yang sangat banyak pada aktifitas yang berkaitan dengan pembangungan dan berjalannya pembangkit listrik.

Pembangkit tenaga nuklir menggunakan uranium sebagai bahan bakarnya. Proses untuk menggali uranium sendiri mengeluarkan karbon dioksida dalam jumlah yang besar ke lingkungan. Karbon dioksida juga dikeluarkan pada saat pembangunan pembakit tenaga listrik itu sendiri. Pada akhirnya, pembuangan limbah radioaktf juga mengakibatkan emisi karbon dioksida.

  • Radiasi Rendah

Pembangkit tenaga nuklir secara berkesinambungan mengeluarkan radiasi ke lingkungan sekitar. Ada beberapa pendapat ilmuwan mengenai hal ini. Beberapa ilmuwan meneliti bahwa adanya peningkatan pasien kanker pada orang-orang yang tinggal di daerah sekitar tenaga pembangkit nuklir.

Dampak energi nuklir yang terpapar dalam jangka waktu panjang akan menimbulkan gangguan dan kerusakan pada DNA. Tingkat kerusakaan pada tumbuhan, hewan liar dan lapisan ozon dikarenakan oleh paparan radiasi masih belum dapat dipastikan. Penelitian sedang dilakukan untuk memastikan besarnya dampak yang diakibatkan oleh radiasi rendah khususnya bagi lingkungan itu sendiri.

  • Limbah Radioaktif

Limbah radioaktif termasuk salah satu dampak yang wajib dikhawatirkan. Limbah radioaktif ini masih akan aktif sampai ratusan hingga ribuan tahun mendatang. Pada saat ini, limbah radioaktif disimpan di tenaga pembangkit nuklir itu sendiri. Namun karena adanya keterbatasan, pasti limbah ini akan direlokasi. Sudah ada rencana untuk memendam limbah ini di dalam tongn di Gunung Yucca, Nevada.

 Meskipun demikian, pemendaman limbah ini masih menimbulkan beberapa masalah. Limbah akan diangkut oleh truk-truk besar, dalam perjalanannya bisa saja terjadi kecelakaan dan limbah radioaktif bisa tercecer. Masalah lain adalah adanya pertimbangan apakan apabila setelah limbah dikubur di dalam tong, apakah tong tidak akan mengalami kebocoran dari waktu ke waktu.

Hingga saat ini masih belum ada solusi yang nyata yang berkaitan dengan limbah radioaktif. Banyak ilmuwan merasa bahwa ide untuk pembangungan dan perkembangan pembangkit tenaga nuklir akan memiliki dampak berbahaya berkaitan dengan belum adanya solusi untuk pembuangan limbah radioaktif.

  • System cooling water

Pada penggunaan tenaga nuklir, sistem kondensor mereka membuang energi panas. Jumlah energi panas tersebut bervariasi tergantung dari komponen yang digunakan pada pembangkit tersebut. Namun pada umumnya, ada sekitar 60% – 70% energi panas dikeluarkan dari penggunaan energi nuklir. Beberapa pembangkit listrik, mengunakan cooling towers dan sebagian lain menggunakan air dalam jumlah yang banyak, seperti danau buatan atau danau dan sungai alami.

Sponsors Link

Penggunaan danau dan sungai alami ini membuat dampak secara langsung pada kehidupan air pada ekosistem. Di beberapa kasus, energi panas yang dimasukkan ke dalam air dapat menyebabkan fluktuasi sungai dan juga kejanggalan-kejanggalan lain.

  • Asap Hitam Nuklir

Para ilmuwan sudah mengkalkulasi adanya dampak negatif yang terjadi apabila terjadi perang atau ledakan yang bersangkutan dengan energi nuklir. Asap hitam yang ditimbulkan dari energi nuklir tersebut akan naik ke awan dan menghalangi paparan sinar matahari ke bumi dan akan membuat bumi tenggelam dalam kegelapan.

Tanpa adanya kehangatan dan paparan sinar matahari, tumbuhan tidak akan bisa berpotosintesis dan kemudian perlahan akan mati. Apabila tumbuhan mati, ekosistem manusia dan hewan akan hancur dan terjadi kelaparan besar-besaran. Bahkan ledakan nuklir dalam skala kecil dispekulasi dapat merusak fungsi lapisan ozon, memperpendek musim panen dan meningkatkan temperatur dan semakin menambah jumlah sebab pemanasan global.

Asap hitam yang naik ke bagian atas atmosfir ini akan terkena cahaya panas matahari dan menjalar ke seluruh dunia. Partikel-partikel dari asap tersebut akan mengkonsumsi cahaya matahari sebelum ia masuk ke dalam bumi, dan di satu sisi akan mengakibatkan bumi mengalami musim dingin yang panjang di seluruh bagiannya dengan rata-rata 1.25 derajat celcius. Temperatur ini lebih dingin daripada jaman es dan akan menjadi salah satu perubahan iklim terbesar dalam sejarah manusia. 

Sponsors Link

  • Sulfur Dioksida

Dampak signifikan lainnya dari penggunaan tenaga nuklir ini adalah meningkatnya jumlah sulfur dioksida di udara yang mengakibatkan hujan asam. Hujan asam ini secara tidak langsung mengkontaminasi air yang ada di permukaan bumi, menurunkan produktivitas tanah dan memiliki banyak efek negatif lainnya yang dapat mengakibatkan kerugian baik bagi tumbuhan maupun bagi manusia.

  • Flora dan Fauna

Dampak yang paling terlihat adalah dampak pada lingkungan, khususnya pada flora dan fauna. Untuk membuat pembangkit tenaga nuklir sudah pasti membutuhkan area yang luas dan yang paling memungkinkan adalah di area pedalaman. Biasanya, hutan-hutan akan dipangkas untuk memberikan area pada pembuatan pembangkit tenaga nuklir. Dengan demikian, habitat berbagai macam jenis flora dan fauna akan hilang, dan akan menimbulkan ketidak seimbangan pada ekosistem.

Kesimpulan

Sudah tidak diragukan lagi bahwa penggunaan energi yang “bersih” dan tidak mengeluarkan karbon dioksida sangat dibutuhkan dan sangat vital bagi kesehatan lingkungan. Yang diperdebatkan adalah, darimana energi bersih itu berasal. Dukungan pada penggunaan energi nuklir menitik beratkan pada kemudahan implementasi dan sumber dari energi nuklir itu sendiri. Namun pihak yang menolak penggunaan energi nuklir mengajukan penggunaan metode kombinasi antara solar, angin dan energi geothermal. Penggunaan solar, angin dan metode gheotermal juga akan menimbulkan beberapa masalah bagi lingkungan, namun dianggap tidak sebesar masalah yang ditimbulkan oleh tenaga nuklir.

Banyaknya dampak nuklir yang dapat kita pelajari, mulai dampak perang nuklir bagi Indonesia sendiri dan dampak perang nuklir bagi kehidupan manusia secara umumnya membuka mata akan apa yang sebenarnya terjadi. Pro kontra akan dampak positif senjata nuklir dan dampak negatifnya ini akan terus berlanjut hingga ditemukan solusi kongkret untuk mengambil manfaat besar dengan meminimalisir dampak negatifnya itu sendiri.

Post Date: Thursday 18th, January 2018 / 04:29 Oleh :
Kategori : Pro Kontra