Sponsors Link

Tipe Tipe Pemilihan Umum di Indonesia

Sponsors Link

Pemilihan umum yang biasa kita kenal dengan nama pemilu adalah salah satu bentuk sistem pemerintahan demokrasi untuk memilih orang-orang tertentu dengan tujuan mengisi jabatan-jabatan pada lembaga eksekutif, lembaga legislatif dan lembaga yudikatif. Lembaga eksekutif yang dimaksud adalah pemilihan untuk pengisian jabatan presiden dan wakil presiden. Sedangkan lembaga legislatif adalah untuk mengisi keanekaragaman pengisian jabatan pada DPR (Dewan Perwakilan Rakyat), DPD (Dewan Perwakilan Daerah) dan DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah). Pemilihan umum lembaga yudikatif lebih meluas lagi, yaitu untuk pemilihan jabatan seperti lurah, bupati, walikota, gubernur dan kepala desa.

ads

Sejarah Pemilu di Indonesia

Indonesia adalah salah satu negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokratis dalam sistem pemerintahannya, oleh karena itu pemilihan umum sudah menjadi tradisi bangsa ini sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu. Pemilu di Indonesia awalnya di mulai pada tahun 1995 dan masih terus dilaksanakan hingga saat ini. Indonesia pernah mengalami sistem pemilu proporsional.

Pemilihan umum khususnya pada lembaga eksekutif dilaksanakan setiap 5 tahun sekali dan dengan metode dan sistem yang masih berubah-ubah setiap waktunya. Di setiap pemilihan umum, jumlah kontestan partai politik belum tentu sama setiap pemilihannya. Untuk mendapatkan kesuksesan pada setiap kandidat partai politik yang diinginkan, setiap anggota, relawan dan kader partai politik memiliki strategi-strategi khusus untuk mendapatkan keberhasilan kandidatnya. Berbagai macam jenis kampanye, iklan media massa dan kegiatan sosial biasanya akan sangat ditonjolkan pada saat-saat menjelang pemilihan umum.

Nilai dan Asas yang dipakai dalam Pemilihan Umum

Asas pemilihan umum di negeri tercinta ini pada era reformasi adalah JURDIL yang berarti jujur dan adil. Pemilihan umum harus berjalan jujur sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan dan adil maksudnya adalah semua kandidat akan mendapatkan perlakuan yang sama tanpa diskriminasi atau pengistimewaan tertentu. Sebelumnya, pada era jaman Orde Baru, pemilihan umum Indonesia bersifat LUBER. LUBER adalah singkatan dari Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia.

Masing-masing dari asas LUBER memiliki makna tertentu. Langsung artinya setiap warga Indonesia harus memilih secara langsung dan tidak boleh diwakilkan kepada orang lain. Namun tidak setiap warga negara Indonesia yang tercatat dapat melakukan pemilihan, ada syarat-syarat tertentu agar warga memiliki hak pilih salah satunya adalah berusia 17 tahun, hal ini masuk ke dalam kategori Umum. Apabila kita sudah termasuk ke dalam syarat-syarat yang telah ditentukan, maka kita mendaptkan asas Bebas, yaitu bebas untuk menggunakan suara dan hak pilih kita, ataupun untuk memilih golongan putih. Ketahui juga mengenai keuntungan dan kerugian golput apabila anda tidak ingin menggunakan hak pilih anda. Yang terakhir adalah Rahasia, dimana kita harus merahasiakan siapa kandidat yang kita pilih, hak hak suara bersifat rahasia.

Tipe Tipe Pemilihan Umum Umum di Indonesia

  1. Pemilihan Umum Eksekutif Presiden dan Wakil Presiden

Pemilihan umum eksekutif Presiden dan Wakil Presiden baru dapat dimulai sejak tahun 2004 dan rakyat dapat memilih secara langsung siapa pemimpin yang mereka kehendaki. Sebelum tahun 2004, pemilihan pengisian jabatan Presiden dan Wakil Presiden dipilih oleh anggota DPR dan MPR. Pemilihan umum ini diadakan 5 tahun sekali.

  1. Pemilihan Umum Anggota Lembaga Legislatif (DPR, DPD dan DPRD)

Pemilihan umum anggota legislatif Indoneisa yaitu DPR, DPD dan DPRD dilaksanakan dengan dasar ketentuan umum pasal 1 UU Nomor 10 Tahun 2008. Pemilihan umum ini diadakan setiap 5 tahun sekali.

  1. Pemilihan Umum Lembaga Yudikatif Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah

Pemilihan umum lembaga yudikatif kepala daerah dan wakil kepala daerah termasuk diantaranya adalah pemilihan lurah, bupati, walikota, gubernur dan kades. Pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah yang dilaksanakan sejak tahun 2005 dilaksanakan secara langsung dan berdasarkan aturan UU no 32 Tahun 2004 tentang pemerintahan daerah.

Sponsors Link

Kelebihan dan Kelemahan Sistem Pemilihan Umum di Indonesia

  • Kelebihan dan Manfaat Sistem Pemilihan Umum
    • Sebagai perwujudan hak-hak rakyat untuk memilih siapa pemimpin yang mereka inginkan dan akan mendapatkan kuasa untuk mengatur pemerintahan
    • Pemilu sebagai sarana perwujudan perkembangan politik Indonesia
    • Sebagai ajang dan sarana pembuktian mengenai siapakah yang lebih baik dalam mempresentasikan dan mengimplementasikan keinginan rakyat untuk menjadi bangsa yang lebih baik di masa mendatang
    • Pemilihan umum sebagai salah satu harapan rakyat untuk memberikan hak pilihnya pada kandidat yang sesuai dengan kebijakan dan yang berpihak pada kepentingan rakyat
    • Pemilihan umum secara langsung dan terbuka membuat rakyat ikut bertanggung jawab dan berpartisipasi dalam masa depan bangsa Indonesia
    • Sebagai bentuk reformasi pemerintahan
    • Rakyat secara tidak langsung berperan besar dalam sistem pemerintahan dan kebijakan publik yang akan dipilih nantinya oleh kandidat masing-masing.
  • Kekurangan Sistem Pemilihan Umum
    • Kandidat yang ingin menjadi Presiden maupun Wakil Presiden secara tidak langsung harus dari partai yang besar. Hal ini dikarenakan dana yang dibutuhkan untuk mengusung simpatisan, kampanye dan pengkaderan anggota partai untuk mendapatkan keberhasilan mayoritas suara sangat besar. Apabila seorang kandidat dirasa tidak memiliki dukungan dari partai yang besar dan dana yang besar pula, meskipun dirinya dirasa lebih memiliki kompetensi, agaknya akan sulit untuk menuju kursi pemilihan umum. 
      Sponsors Link

    • Di era reformasi ini, pemilihan anggota eksekutif Presiden dan Wakil Presiden dilakukan secara langsung oleh rakyat dan tidak lagi dipilih oleh DPR dan MPR. Hal ini menjadi satu kekurangan sendiri, karena secara tidak langsung Presiden tidak harus bertanggung jawab lagi pada MPR dan MPR tidak lagi memiliki kuasa untuk memilih Presiden.

Kesimpulan

Masing-masing negara demokrasi memiliki sistem dan metode yang berbeda dalam pemilihan umum yang dilaksanakan di wilayahnya. Setiap sistem yang berbeda memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda pula. Namun demikian, pemilihan umum memiliki tujuan dan manfaat yang sama yaitu untuk membentuk pemerintahan yang demokratis dan sesuai dengan aspirasi rakyat. Dengan adanya pemilihan umum, rakyat secara tidak langsung dapat berpartisipasi dan merasa bertanggung jawab atas jalannya salah satu event politik di Negara Indonesia. Rakyat akan semakin kritis dan tidak apatis karena kesalahan dalam pemilihan kandidat pemilihan umum akan berdampak pada kebijakan-kebijakan yang akan mereka buat nantinya.

Post Date: Tuesday 16th, January 2018 / 05:08 Oleh :
Kategori : Politik