Sponsors Link

10 Dampak Negatif Hukuman Fisik di Sekolah Terhadap Anak

Sponsors Link

Hukuman fisik adalah hukuman yang diberikan kepada siswa secara fisik seperti memukul, menjewer, berdiri dengan satu kaki di depan kelas, dan bentuk-bentuk lainnya. Tujuan diberikannya hukuman fisik ini oleh guru adalah agar siswa dapat menyesali perbuatannya yang buruk agar tidak mengulanginya lagi. Tetapi benarkah hukuman fisik efektif untuk mencegah siswa berperilaku buruk (melanggar peraturan)? Ini adalah sebuah pertanyaan besar yang harus dijawab oleh kita para pendidik di negeri tercinta ini sebagimana contoh kasus pengingkaran warga negara dan solusinya.

ads

Di Indonesia, hukuman fisik cukup umum ditemukan di banyak sekolah. Alasan mengapa beberapa guru suka memberi hukuman fisik pada siswa tentunya karena mereka menganggap hukuman fisiklah yang paling efektif untuk menhentikan atau mencegah siswa berperilaku buruk yang tidak sesuai dengan peraturan sekolah seperti pada contoh hukuman denda. Hukuman fisik dapat kita temukan mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah. Bagaimana di dunia luar sana? Ternyata hukuman fisik di beberapa negara diperbolehkan (tidak dianggap melanggar hukum).

Pemikiran awal mengapa hukuman fisik dapat dilakukan oleh sekolah (guru atau personil lain di sekolah) adalah bahwa guru berperan sebagai orang tua bagi siswa saat ia berada di sekolah. Orang tua telah mempercayakan pendidikan anaknya kepada sekolah, sehingga sekolah mempunyai hak untuk memberikan hukuman fisik bila siswa melanggar peraturan dan tata tertib sekolah atau mempunyai perilaku buruk lainnya sebagimana pelanggaran perusahaan terhadap karyawan . Tentunya dibalik itu semua, hukuman fisik pasti memiliki dampak sebagimana 10 Dampak Negatif Hukuman Fisik di Sekolah terhadap anak. dan pengajar

  1. Membuat Anak Belajar Mengenai Kekerasaan Fisik

Hukuman fisik yang dilakukan oleh guru kepada anak yang melakukan kesalahan atau juga pelanggaran tentu memberikan pelajaran kepada anda secara tidak langsung. Bahwa hukuman fisik merupakan sesuatu yang diperbolehkan. Bahkan terkadang hukuman fisik ini dapat mengarah kepada kekerasan fisik terhadap anak. Tentunya hal ini juga memebrikan dampak langsung kepaada anak bahwa kekerasan fisik menjadi hal yang dioerbolehkan. Dehingga dari hal ini maka di lain eksempatan anak dapat menjadikannya sebagai dasar untuk membolehkan adanya aksi fisik.

Sponsors Link

2. Trauma

Rasa traumatis akibat adanya hukuman fisik juga merupakan dampak yang tak bisa dikesampingakan. Sebab tentunya setiap tindakan dapt menimbulkan kesan dann trauma tersendiri terhadap pribadi anak. Rasa trauma ini bahkan akan dapat bgertahan dalam waktu yang cukup lama sehingga akan langsung berpengaruh terhadap perilaku anak dikemdiuan hari. Dari sinilah anak akan belajar kekerasan sehingga kemudain tertanam dalam benaknya sebuah ketakutan yang membekas dan menghantuinya hingga rasa trauma itu dapat hilang seperti juga pada pelanggaran karyawan terhadap perusahaan .

3. Terganggunya Proses Belajar Mengajar

Pemberian hukumn fisik dapat mengganguu sitem belajar mengajar. Sebab bagi guru dan murid yang memberikan dan menerima hukuman harus meluangkan waktunya, bhkan saat jam perlajaran masih berlangsung. Tentu saja hal ini menyebabkan efektifitas dan efisiensi kegiatan belajar menjadi terganggu. Sehingga waktu produktif untuk belajar menjadi terbuang dengan percuma.

4. Menimbulkan Luka

Tidak jarang bahwa hukuman fisik selain menyisakan luka didalam diri para siswa juga dapat menyebabkan luka pada fisik. Tentu saja dampaknya adalah menimbulkan efek kesakitan yang bisa menyebabkan terganggunya atau juga bahkan rusaknya bagian tubuh tertentu. Tentu saja hal ini amat berbahaya bahkan tidak jarang membawa resiko kecacatan hingga kematian yang tak diduga karena pemberian hukuman fisik akan secara langsung berpengaruh kepada fisik siswa. Bagi ytang tidak kuat bisa saja mengalami pingsan atau kehilangan kesadaran dalam kasus pelanggaran hak warga negara .

5. Mempengaruhi Psikologis Anak

Dampak hukuman fisik yang selanjutnya adalah dapat mempengaruhi psikologis anaak. Dapat merupakan perilaku serta juga membuat anak menjadi pribadi yang berbeda dan jauh dari seperti biasanya. Ia dapat menjadi pribadi yang pendiam, penakut dan membatasi sosialisasi dan pergaulan. Sehingg kemudian menyebabkan ia dapat dikucilkan dari dunia sekolah yang harusnya membuat ia penuh dengan kebahagian dan suka cita.

6. Meningkatnya Keagresifan Siswa

Hukuman fisik dapat menjadikan siswa menjadi pribadi yang agresif, dimana ia akan mengutamakn dan tidak segan menggunakan kekerasan. Sebab bagi mereka yang pernah dihukum secara fisik pasti memiliki ambisi agar orang lain dapat ikut merasakan hal yang sma sebagaimana seperti apa yang mereka rasakan. Tentunya hal ini akan memberikan dampak yang snagat buruk dan dapat menciptakan perilku siswa yang mengedepankan kekerasan sebagai solusi penyelesaian masalah yang berbeda dengan jenis pelanggaran pemilu .

7. Anak Menjadi Fobia Sekolah

Penerapan hukuman fisisk di sekolah dapat menyebabkan anak menjadi fobia dan takut untuk masuk sekolah. Sebab mereka akan mengeneralisasikan semua hal yang jika hal tersebut dilnggar maka akibatnya kan berbuah pada hukuman fisik. Tentu sja hal ini patut membuat orang tua was was. Jika anak sudah takut sekolah maka resiko anak untuk putus sekolah menjadi lebih besar. Sehingga akibatnya  bisa saja anak meninggalkan bangku sekolah sebelum ia dinyatakan lulus.

Sponsors Link

8. Prestasi Belajar Menurun 

Ternyata hukuman fisikpun dapat berpengruh terhadap prestasi yang diterima oleh siswa disekolah. Akibat adanyan hukuman fisik dapat berimbas pada prestasi yang dimiliki anak, sebab anak akan merasa menjadi malas belajar. Tidak mau menyimak pelajaran, mengerjakan tugas hingga bahkan melakukan tindakan tindakan pelanggaran yang lebih besar. Sebab mereka merasa bahwa berperetasi sebagimanapun mereka tetap akan dihukum secara fisik. Bahkan tentu akan lebih memalukan jika sampai siswa berprestasi yang diperlakukanm demikian, tentu dampaknya akan sangat berbahaya.

9. Pembangkangan Terhadap Guru

Tidak jarang juga kekerasan fisik yang disebabkan oleh adanyan hukuman fisik menyebabkan siswa menjadi pribadi yang membangkang atau melawan kepada guru. mereka merasa bahwa dapat bersikap sewenang wenang dan melawan guru. Sebab mereka tidak lagi takut akan dihukum atau juga diperlakukan sebagaimana apa yang telah mereka terrima sebelumnya. Tentunya hal ini dapat memberikan pengaruh buruk kepada semua siwa, sebab hal ini akan menjadi contoh yang tidak baik. Dimana dapat mempengaruhi siswa lainnya untu berprilaku sama sebagimana yang dilakukam oleh yang lainnya. Jika sudah demikian maka tentu sekolah bukanlah tempat untuk mendidik anak lagi sebagimana tujuan hukum ketenagakerjaan .

10. Bunuh Diri

Dampak terakhir yang paling berbahaya adalah adanya perilaku yang ingin mengakhiri hidup atau bunuh diri. Tentu saja hal ini merupakan manifestasi dari rasa sakit, malu, takut yang tak dapat dikelola anak dengan baik. Sebab dari hukuman fisik yang diberikan anak merasa terteken dan kemudain menutup diri. Sehingga merasa salah dan kalah untuk kembali menatap masa depan sebagaimana juga tujuan hukum bisnis.

itulah tadi, 10 Dampak Negatif Hukuman Fisik di Sekolah terhadap anak. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

, , , ,
Post Date: Saturday 08th, September 2018 / 14:19 Oleh :
Kategori : Pro Kontra