Sponsors Link

4 Contoh Kasus Hukuman Denda Berdasarkan KUHP

Sponsors Link

Ada pandangan yang mengatakan bahwa dengan memberikan hukuman berat dan menjebloskan pelaku tindak pidana ke penjara akan memberi efek jera. Pandangan ini masih dianut dalam hukum positif Indonesia, sehingga membuat penjara-penjara di Indonesia menjadi penuh bahkan cenderung over-capacity.Oleh sebab itu tidak heran jika paham ini sangat populer dan banyak negara yang menganutnya. Latar belakang pemikiran paham ini didasarkan pada pemikiran bahwa pelanggar hukum telah mengganggu ketertiban dan melukai perasaan masyarakat. Dengan demikian, orang yang melanggar hukum harus mendapat ganjaran yagn setimpal dengan tindak pidana yang dilakukannya. Selain itu pembalasan yang setimpal juga dilakukan dengan mengisolasi dan membatasi kemerdekaan si pelaku.

ads

Denda adalah bentuk hukuman yang melibatkan uang yang harus dibayarkan dalam jumlah tertentu. Jenis yang paling umum adalah uang denda, yang jumlahnya tetap, dan denda harian, yang dibayarkan menurut penghasilan seseorang. Denda kebanyakan dibayarkan di pengadilan, namun polisi di negara tertentu bisa menjatuhkan tilang terhadap pengemudi yang melanggar lalu lintas. Di Indonesia diatur dalam pasal 30 KUHP, dalam delik pelanggaran dendanya masih tertulis vijf en twintig gulden (stand 1915), Pemerintah RI lewat UU No. 16 Prp.1960 menaikkannya menjadi kelipatan 10 kali dari nilai denda yang tercantum dalam pasal pasal tersebut.

Tindak pidana denda sebenarnya sudah diatur dalam hukum pidana positif namun konsep denda yang ada di dalam hukum pidana bukankah seperti konsep ganti rugi yang harus dibayarkan kepada korban, tetapi dibayarkan kepada negara sebagimana pelanggaran perusahaan terhadap karyawan . Oleh sebab itu konsep ini menimbulkan ketidakadilan bagi si korban karena uang ganti rugi yang dibayarkan oleh pelaku tidak diberikan kepadanya. Umumnya, bagi sebagian besar korban tidak begitu penting apakah pelaku tindak pidana dihukum berat atau tidak, yang lebih penting adalah penggantian kerugian yang diderita. Hal yang sama bisa juga diterapkan kepada tindak pidana korupsi, misalnya dengan konsep memiskinkan dengan cara mengenakan ganti rugi dua atau tiga kali lipat dari uang yang dikorupsi seperti juga pada pelanggaran karyawan terhadap perusahaan .

Contoh Kasus Hukuman Denda

Pidana ganti rugi juga bisa diterapkan pada tindak pidana susila atau kejahatan seksual.Misalnya untuk delik perkosaan, bisa saja pelaku dikenai ganti rugi untuk membayar sejumlah uang kepada korban untuk biaya medis, persalinan dan biaya-biaya lain sebagimana juga dalam kasus pelanggaran hak warga negara . Dengan demikian pidana ganti rugi ini akan memberikan alternatif sehingga tidak menyebabkan penjara-penjara penuh. Filosofi pemidanaan tidak semata-mata ditujukan untuk melakukan balas dendam tetapi memberikan keadilan bagi korban sehingga seharusnya pidana denda dapat menjadi alternatif selain dari pidana penjara dalam jenis pelanggaran pemilu .

  1. Denda Kasus Prostitusi 

Praktik prostitusi online kembali menjadi fokus pemberitaan lagi setelah Polisi Resor (Polres) Jakarta Selatan berhasil menangkap seorang artis berinisial AA yang diduga terlibat kasus prostitusi online,Jumat (08/05/2015) malam. AA ditangkap bersama RA, di sebuah hotel berbintang lima di kawasan Jakarta Selatan.RA bertugas meminta uang muka kepada pelanggan, sebesar 30 persen dari harga, kisaran Rp 80-200 juta.Praktik prostitusi yang dilakukan RA tergolong sangat privat. Karena hanya menggunakan layanan BlackBerry Messenger (BBM) dan WhatsApp untuk menawarkan PSK kelas tinggi tersebut.

Polres Metro Jakarta Selatan menjerat tersangka RA (32) dengan Pasal 296 KUHPjo 506 KUHP tentang Kejahatan Kesusilaan (Prostitusi). RA diduga secara sengaja menyebabkan atau memudahkan perbuatan cabul oleh satu pihak dengan pihak lain. Sesuai dengan pasal 296 (KUHP), tersangka menjadikan para artis sebagai mata pencaharian atau kebiasaan. Ancamannya pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak lima belas ribu rupiah.

Sponsors Link

Selain pasal 296 KUHP, RA juga terancam jeratan pasal 506 KUHPdengan ancaman pidana kurungan paling lama satu tahun. Sebab, RA diduga mengambil keuntungan dari pihak lain menggunakan modus prostitusi.

2. Denda Kasus Korupsi 

dala jenis tindak pidana korupsi hukuman denda diatur dalam Pasal 2 ayat 1 UU Tipikor, berbunyi:

Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana penjara dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun dan denda paling sedikit 200 juta rupiah dan paling banyak 1 miliar rupiah.

Pasal 687 RKUHP, berbunyi:

Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 2 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Kategori II dan paling banyak Kategori VI. 

Kemudian, dari segi denda, hukuman di RKUHP juga lebih rendah dibandingkan di UU Tipikor. Contohnya sebagai berikut:

Pasal 3 UU Tipikor, berbunyi:

Setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun dan atau denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.

3. Denda Kasus Pencurian

Mengenaiam perihal masalah pencurian terdapat dasar hukumnya dalam Pasal 362 :

Barang siapa mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, diancam karena pencurian, dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah.

Sponsors Link

4. Denda Pidana Ringan

Menurut Andi Hamzah, tujuan hukum pidana denda sebagaimana tujuan hukum ketenagakerjan dan tujuan hukum bisnis  merupakan bentuk pidana tertua, lebih tua dari pidana penjara, pidana kurungan, mungkin setua pidana mati. Pidana denda dijatuhkan terhadap delik-delik ringan, berupa pelanggaran atau kejahatan ringan. Dengan pemahaman ini, pidana denda adalah satu-satunya pidana yang dapat dipikul oleh orang lain selain terpidana

Dalam KUHP, pidana denda diatur dalam Pasal 30 dan pasal 31. Pada Pasal 31 menyatakan :

  1. Denda paling sedikit adalah dua puluh lima sen.
  2. Jika denda tidak dibayar, lalu diganti dengan kurungan.
  3. Lamanya kurungan pengganti paling sedikit adalah satu hari dan paling lama adalah enam bulan.
  4. Dalam putusan hakim lamanya kurungan pengganti ditetapkan demikian : jika dendanya lima puluh sen atau kurang, dihitung satu hari : jika lebih dari lima puluh sen dihitung paling banyak satu hari, demikian pula sisanya yang tidak cukup lima puluh sen.
  5. Jika ada pemberatan denda, disebabkan karena ada perbarengan atau pengulangan, atau karena ketentuan Pasal 52 dan 52 a, maka kurungan pengganti paling lama dapat menjadi delapan bulan.
  6. Kurungan pengganti sekali-kali tidak boleh lebih dari delapan bulan.

Itulah tadi, 4 Contoh Kasus Hukuman Denda berdasarkan KUHP. Semoga dapat bermanfaat.

, , , ,
Post Date: Thursday 06th, September 2018 / 05:05 Oleh :
Kategori : Hukum