Sponsors Link

10 Pelanggaran Perusahaan Terhadap Karyawan Yang Paling Sering Terjadi

Sponsors Link

Pelanggaran etika banyak terjadi di mana-mana, contohnya dalam dunia bisnis. Kasus pelanggaran dalam etika bisnis menjadi hal yang wajar pada masa kini, sering kita menyaksikan berita di televisi atau saat membaca koran ada saja berita tentang pelanggaran etika yang dilakukan oleh pembisnis yang mengabaikan etika, rasa keadilan, kurang terpuji dan tidak bertanggung jawab. Salah satunya adalah beberapa kasuis pelanggaran yang sering dilakukan perusahaan terhadap karyawannya.

ads

Karyawan merupakan aset penting di sebuah perusahaan. Perusahaan yang mapan sekali pun, akan kelimpungan bila karyawannya tidak bahagia dan kinerjanya menurun, atau memutuskan pindah ke tempat lain. Masalahnya, sering juga perusahaan memperlakukan karyawan dengan tidak adil dan bahkan melanggar peraturan yang berlaku. Sayangnya, kesalahan ini sering tidak diketahui oleh karyawan, atau bisa jadi karyawan mengabaikannya karena dianggap hal yang wajar sebagaimana kasus pelanggaran karyawan terhadap perusahaan .

Namun tentunya jika dibiarkan saja tindakan pelanggaran yang tadinya dianggap wajar dapat semakin menjadi jadi. Dan pada akhirnya akan menyebabkan ketidakadilan bagi karyawan itu sendiri. terutama karyawan yang bekerja pada perusahaan swasta banyak menerima berbagai bentuk pelanggaran dari perusahaan dengan legowo seperti pada kasus pelanggaran hak warga negara . Sebab mereka berfikir bahwa merekalah yang butuh terhadap perusahaan bukan sebaliknya. Berikut 10 Pelanggaran Perusahaan Terhadap Karyawan Yang Paling Sering Terjadi .

  1. Generalisasi Sanksi

Ini terjadi bila pihak perusahaan menemukan seorang karyawan melakukan kesalahan, tetapi memberikan sanksi untuk semua karyawan atau anggota tim yang terlibat di dalam proyek tertentu. Padahal mereka tidak punya sangkut paut dengan kesalahan tersebut. Penyamarataan sanksi ini menyebabkan para karyawan jadi saling curiga dan akibatnya kondisi kerja jadi tidak kondusif sebagimana dalam jenis pelanggaran pemilu .

2. Penolakan Cuti

Cuti adalah hak karyawan, namun seringkali hak yang satu ini “terbang” begitu saja karena kesibukan di kantor. Memang perusahaan bisa menentukan untuk memberi Anda izin cuti atau tidak, tergantung waktu cuti yang Anda ajukan. Namun seharusnya, jika cuti Anda ditolak, perusahaan tetap harus mengizinkan Anda cuti di hari lain, dan tidak membiarkan ada satupun karyawan yang melalui masa satu tahun kerja tanpa pernah satu hari pun cuti.

Memang ada beberapa perusahaan yang mengizinkan cuti tak terpakai untuk dibawa ke tahun berikutnya, dan perusahaan yang lebih profesional biasanya justru mengingatkan karyawannya jika cutinya belum dihabiskan. Sayangnya, di Indonesia sepertinya banyak perusahaan yang mempersulit izin cuti namun tidak memberikan kompensasi apa pun terhadap kehilangan hak cuti ini, karena menganggap ini keteledoran karyawan semata.

Sponsors Link

3. Lembur yang Tidak Jelas

Tentu saja bekerja overtime alias lembur juga ada peraturannya yang harus dipatuhi pihak perusahaan. Seringkali karyawan terpaksa masih harus menyelesaikan pekerjaan yang baru ditugaskan kepada mereka setelah jam kerja sudah lewat. Alasan deadline menjadi justifikasi kalau pekerjaan tersebut harus selesai meskipun melanggar peraturan yang berlaku.

4. Perusahaan Memberikan Tugas Di Luar Jam Kantor

Seringkali di hari libur karyawan harus menyelesaikan pekerjaan di rumah untuk dibawa rapat keesokan harinya. Bekerja di rumah ini tidak masuk dalam lembur, jadi tidak ada kompensasi apa-apa. Karyawan juga sering tidak sadar, karena dia tak keberatan bekerja dari rumah dan tidak perlu ke kantor. Padahal bekerja di rumah justru merugikan dirinya karena waktu yang seharusnya dihabiskan bersama keluarga atau teman-teman malah dipakai untuk kerja seperti juga pada jenis tindak pidana korupsi .

5. Double Job

Perusahaan sering memberikan dua role yang berbeda kepada satu orang karyawannya, misalnya Marketing merangkap Business Development. Ini biasa dilakukan oleh perusahaan yang punya sedikit karyawan dan cenderung melakukan efisiensi. Padahal mengerjakan dua peran yang berlainan sekaligus hasilnya akan jauh dari sempurna dan salah satunya pasti akan keteteran. Di lain pihak, karyawan biasanya tidak merasa dibebankan dengan double-tasks tersebut. Sebaliknya, dia merasa bangga karena diberi lebih banyak tanggung jawab dan dipercaya oleh perusahaan untuk memegang dua jabatan sekaligus.

6. Perusahaan Tidak Transparan

Memang ada beberapa informasi rahasia yang biasanya hanya diketahui oleh para petinggi perusahaan. Namun informasi mengenai kondisi perusahaan, laba, kerugian, strategi perusahaan, perubahan organisasi, hingga rencana ke depan penting diketahui semua karyawan karena mereka juga bagian dari maju mundurnya perusahaan tadi. Bila perusahaan cukup informatif dan terbuka, karyawan juga tidak akan salah mengimplementasikan kebijakan yang sudah diatur, dan tak akan terjebak dengan gosip dan isu melenceng soal perusahaan yang didapat dari sumber lain sebagimana dlam tujaun hukum pidana .

7. Tidak Adil

Semua perusahaan pasti memiliki peraturan. Tetapi bagaimana jika peraturan tersebut tidak berlaku bagi sejumlah karyawan yang ‘spesial’? Tak jarang di beberapa perusahaan, pelanggaran yang dilakukan oleh pegawai level tinggi dibiarkan saja. Padahal jika pelanggaran yang sama dilakukan oleh karyawan level bawah, ia biasanya dikenakan sanksi. Diskriminasi ini juga bisa berlaku pada karyawan kesayangan atasan yang seakan kebal aturan.

Sponsors Link

8. PHK Sepihak

PHK seringkali disamakan dengan pemecatan secara sepihak oleh perusahaan terhadap pekerja karena kesalahan pekerjanya, sehingga kata PHK terkesan negatif. Padahal, pada kenyataannya PHK tidak selalu sama dengan pemecatan. Dalam UU No 13/2003, Pemutusan hubungan kerja adalah pengakhiran hubungan kerja karena suatu hal tertentu yang mengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antara pekerja/buruh dan pengusaha . PHK dapat dibedakan menjadi dua yaitu secara sukarela dan tidak sukarela. PHK sukarela merupakan pemutusan hubungan kerja yang diajukan oleh pekerja (pengunduran diri) tanpa adanya paksaan atau intimidasi dan disetujui oleh pihak perusahaan. PHK tidak sukarela terdiri dari: (1) PHK oleh perusahaan baik karena kesalahan pekerja itu sendiri maupun karena alasan lain seperti kebijakan perusahaan; (2) Permohonan PHK oleh pekerja ke LPPHI (Lembaga Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial) karena kesalahan pengusaha; (3) PHK karena putusan hakim dan (4) PHK karena peraturan perundang-undangan.

Perusahaan juga kerap melakukan tindakan PHK secara sepihak dengan alasan mengurangi beban operasional perusahaan. Tentu saja hal ini sangat merugikan bagi para karyawan terlebih lagi bagi mereka yang mengantungkan pengahasilan dan pendpat dari kerja tersebut. Biasanya karyawan yang di PHK secara sepihak merupakan buruh yang sudh dianggap tidak produktif dan memberikan kontribusi pada perusahaan dalam tujuan hukum ketenagakerjaan .

9. Menolak Memberikan Pesangon

Selain PHK sepihak pihak perusahaan juga biasanya enggn memberikan pesangon kepada para karyawan yang dipecat. Ada berbagai alasan dibalik tindakan tersebut. Namun jika ada yang memberikan pesangon biasnaya jumlahnya tidaklah sesuaai dengan ketentuan. Sehingga lagi lagi perusahaan melakukan pelanggaran terhadap karyawan.

10. Tidak ada Jaminan Perlindungan Kerja 

Beberapa perusahaan juga tidak memberikan jaminan perlindungan kerja terhadap karyawan. Sehingga akibatnya jika terjadi kecelakaan kerja perusahaan sebagimana tujuan hukum bisnis mengeluarkan dali untuk bisa lepas dari berbagai tanggung jawab tersebut. Oleh sebab itu maka sebagai karyawan adan harus bis bersikap selektif dalam memilih perusahaan tempat anda bekerja. Pilihlah perusahaan yang tidak hanya memberikan perlindungan kepada anda namun jug terhadp keluarga.

itulah tadi, 10 Pelanggaran Perusahaan Terhadap Karyawan Yang Paling Sering Terjadi . Semoga dapat bermanfaat.

, , , ,
Post Date: Wednesday 05th, September 2018 / 04:50 Oleh :
Kategori : Hukum