Sponsors Link

10 Contoh Kasus Pelanggaran Karyawan Terhadap Perusahaan yang Dapat Berujung Pada Pemecatan

Sponsors Link

Beberapa bulan yang lalu, dua perusahaan teknologi terbaik dunia, Apple dan Microsoft sama-sama melepas senior eksekutif mereka. Kasus pemutusan hubungan kerja yang terjadi dengan hanya berselang satu minggu di dua perusahaan itu mengisahkan cerita yang hampir sama.Kedua eksekutif senior berbakat tersebut dipecat karena alasan yang hampir sama. Mereka sulit untuk diatur, dan alih-alih berkontribusi positif, mereka justru kerap menjadi sumber masalah. Secara berkepanjangan, mereka bersikap merusak dan memecah-belah sebagaimana dalam kasus pelanggaran hak warga negara .

ads

Bukan sesuatu yang mengejutkn sebab tentunya sebuah perusahaan terutama perusahaan bessar memiliki standar yang tinggi terhadap karyawannya. Alih alih memberikan citra positif bagi perusahaan, para karyawan bermasalh akan cenderung menjadi bibit busuk dalam perusahaan. Seperti ibarat sebuah pohon yang memiliki banyak cabang, jika ada salah satu cabang yang busuk maka tentu harus segera dipotong. Hal ini harus dilakukan maka akan dapat menular pada cabang lain, sehingga tentunya semakin meerugikan perusahaan seperti juga pada jenis pelanggarn pemilu .

Tentunya hal ini merupakan sebuah dakta yang harus disadari baik oleh karyawan dan perusahaan. Terlebih lagi selama karyawan tidak melakukan berbagai pelanggaran berat pstinya tentu perusahaan akan memiliki pertimbangan tersendiri. Apalagi ketika menengok prestasi dan kinerja yang telah diberikan kepada perusahaan. Namun dalam dunia kerja pelanggaran merupakan sesuatu yang sudah umum terjadi sebagimana jenis tindak pidana korupsi . Sebagaimana 10 Contoh Kasus Pelanggaran Karyawan Terhadap Perusahaan yang dapat berujung pada pemecatan.

  1. Bolos di Jam Kerja

Banyak karyawan terutama pegawai negeri yang melakukan hal ini. Merekan biasanya membolos agar bisa keluar atau dengan alasan mencari udara segar. Padahal apapun alsasannya tentu hal ini merupakan sebuah bentuk pelanggaran terhadap peraturan. Terlebih lagi mengingat bahwa dalam aturan kerja sudha tertera jelas bahwa kapan jam kerja dimulai ataupun berakhir. Tentunya perbuatan ini masuk kedalam kategori pelanggaran ringan karyawan terhadap perusahaan. Bagaimanapun juga perusahaan telah membayar karyawan dalam bentu gaji yang diberikan setiap bulan, sehingga diharapkan karyawan dapat lebih disiplin lagi.

2. Jam Lembur

kemuMengenai masalah jam lembur banyak karyawan yang memanfaatkan hal ini agar mendapatkan tambahan gaji yang besar. Biasnaya mereka akan memalsukan jam lembur yang lebih lama dari biasanya. Misalnya mereka mulai lembur dari pukul 6 sampai pukul 10, maka biasanya mereka hanya melakukan lembur dari jam 6 sampai jam 8, setelahnya mereka hanya duduk duduk saja. Namun yang akan ditulis dilaporan adalah lembur dilakukan sampai dengan jam sepuluh. Tentunya hal ini merupakan hal yang tidak etis dan merupakan sebuah bentuk kebohongan dalam dunia kerja.

Sponsors Link

3. Jam Masuk Kerja

Banyak karyawan yang melakukan pelanggaran yang demikian mereka terkadang masuk kerja dari jam yang ditentukan. Tidak hanya masuk jam kerja namun juga jam pulang kerja terkadang mereka mengkorupsinya. Tentunya hal ini menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Sebab perusahaan pasti akan tetap membayar gaji dengan full. Hal yang demikian ini tentu merupakan bentuk pelanggaran terhadap perusahaan yang relatif merugikan. Sehingga tentunya hal ini jika terulang secara terus menerus akan bisa menyebabkan resiko pemecatan sebagimana dalam tujuan hukum pidana .

4. Penggelapan Uang

Salah satu bentuk pelanggaran yang kerap dilakukan karyawan adalah penggelapan uang. Terutama mereka yang bekerja dan berhubungan dengan keuangan. Tentunya tindakan ini tidak hanya merupakan bentuk pelanggaran terhadap karyawan tetapi juga merupakan sebuah tindak pidana. Tentunya hal yang demikian merupakan bentuk dri tindakan karyawan yang sudah tidak dapat dibenarkan lagi, sebab selain menimbulkan citra buruk tentu juga akan merugikan perusahaan. Terlebih lagi biasanya penggelapan dana dilakukan dengan mengambil jumlah dana yang besar dari perusahaan dan menggunakannya  untuk kepentingan pribadi.

  1. Melanggar Peraturan yang Berlaku

Tindakan pelanggaran berikutnya yang kerap terjadi adalah tindakan indisipliner, seperti pelanggaran terhadap pertauran perusahaan yang ada. Misalnya menggunakan atribut yang tidka sesui dengan ketentuan yang ditetapkan perusahaan atau juga tindakan indisipliner lainyya. Biasanya tindakan ini bersifat tindakan indisipliner yang masih relatif dapat dimaklumi. Namun tentunya jika dilakukan secara berulang ulang, pemecatan dapat menanti didepan mata seperti juga dalam tujuan hukum ketenagakerjaan . Untuk pelanggaran demikian biasanya akan diberikan surat peringatan pertama hingga ketiga sebelum pada akhirnya dibuatkan surat pemecatan.

  1. Tidak Ramah Kepada Konsumen

Bagi perusahaan yang bergerak dibidang pelayanan terhadap konsumen, tentu menempatkan konsumen dalam urutan teratas yang harus menjadi pihak yang paling diperhatikan. Tentunya memberikan pelayanan optimal kepada aparat konsumen menjadi prioritas utama. Beberapa karyawan kerap melakukan pelanggaran dengan tidak bersikap ramah terhadap konsumen. Tentunya hal ini memberikan citra negatif terhadap perusahaan. Sehingga tentu saja hal ini akan memberikan dampak negatif terhadap perusahaan dan dapat menimblkan kerugian. Sehingga hal ini merupakan salah satu bentuk pelanggaran yang dilakukan karyawan terhadap  perusahaan.

  1. Tak Mau Mengerjakan Tugas Dari Perusahaan

Salah satu bentuk pelanggaran karyawan terhadap perusahaan adalah adanya karyawan yang tidak mau mengerjakan tugas yang diberikan oleh perusahaan. Ketidakmauan tersebut biasanya jika tugas yang dibebankan harus di lakukan dirumah. Banyak karyawan yang merasa berat dan terbebani dengan hal ini sehingga kemudian menyebabkan mereka membangkang dan tidak melakukan pekerjan tersebut. Sehingga tentunya hal merupakan bentuk pelanggaran terhadap kesepakatan dengan perusahaan. Oleh sebab itu, tentu jika dilakukan dengan terus menerus hal ini akan membuat karywan dapat berisiko dipecat.

Sponsors Link

  1. Tidak Berkontribusi pada Perusahaan

Salah satu tujuan perusahaan merekrut karyawan adalah agar mampu memberikaan kontribusi dan dampak positif bagi perusahaan. Sebaliknya jika hal tersebut tidak tercapai maka tentu akan dapat memberikan dampak langsung pada produktifitas perusahaan. Sehingga dengan demikian maka perusahaan juga memiliki hak untuk mengeluarkan karyawan yang tak mampu memberikan kontibusi yang baik bagi perusahaan. Meskipun tidk masuk dalam kategori pelanggaran berat namun hal yang demikian dapat memberikan resko yang besar terhadap pemecatan seorang karyawan seperti pada tujuan hukum bisnis .

  1. Pembuat Masalah

Bagi perusahaan tentu karyawan yang masuk kategori sebgai pembuat masalah merupakan salah satu bentuk pelanggaran terhadap perusahaan. Oleh sebab itu tentunya harus segera di berikan sanksi yang tegas. Sebab jika tetap dipertahankn maka tentu akan memberikan dampak dan bisa memperburuk citra perusahaan. Karena itulah, maka perusahaan cendenrung hanya akan mempertahankan orang orang yang jauh dan tidak memberikan masalah pada perusahaan.

  1. Menyebarkan Aib Perusahaan

Bentuk pelanggaran yang juga kerap dilakukan karyawan baik secara sengaja ataupun tidak ialan mengumbar aib perusahaan kepada khalayk ramai. Tentu saja hal ini amat berbahaya jika kemudian sampai diketahui oleh pesaing perusahaan lainnya. maka tentu karyawan yang melakukan pelanggaran ini selain berisiko dapat dipecat juga dapat dilsaporkan sebagai sebuah tindakan pidana sebegaimana dalam perbedaan hukum formil dan materiil .

itulah tadi, 10 Contoh Kasus Pelanggaran Karyawan Terhadap Perusahaan yang dapat berujung pada pemecatan. Semog dapat bermanfaat.

, , , ,
Post Date: Wednesday 05th, September 2018 / 04:01 Oleh :
Kategori : Hukum