Sponsors Link

8 Ciri Ciri Pemilu yang Kompetitif dalam Sistem Demokrasi

Sponsors Link

Ciri ciri pemilu kompetitif. Pemilihan umum (disingkat Pemilu) adalah proses memilih seseorang untuk mengisi jabatan politik tertentu. Jabatan tersebut beraneka-ragam, mulai dari jabatan presiden/eksekutif, wakil rakyat/legislatif di berbagai tingkat pemerintahan, sampai kepala desa. Pada konteks yang lebih luas, Pemilu dapat juga berarti proses mengisi jabatan-jabatan seperti ketua OSIS atau ketua kelas, walaupun untuk ini kata ‘pemilihan’ lebih sering digunakan

ads

Pemilu merupakan salah satu usaha untuk memengaruhi rakyat secara persuasif (tidak memaksa) dengan melakukan kegiatan retorika, hubungan publik, komunikasi massa, lobi dan lain-lain kegiatan.[butuh rujukan] Meskipun agitasi dan propaganda di Negara demokrasi sangat dikecam, namun dalam kampanye pemilihan umum, teknik agitasi dan teknik propaganda banyak juga dipakai oleh para kandidat atau politikus selalu komunikator politik.

Dalam Pemilu, para pemilih dalam Pemilu juga disebut konstituen, dan kepada merekalah para peserta Pemilu menawarkan janji-janji dan program-programnya pada masa kampanye Kampanye dilakukan selama waktu yang telah ditentukan, menjelang hari pemungutan suara. Setelah pemungutan suara dilakukan, proses penghitungan dimulai. Pemenang Pemilu ditentukan oleh aturan main atau sistem penentuan pemenang yang sebelumnya telah ditetapkan dan disetujui oleh para peserta, dan disosialisasikan ke para pemilih.

Pemilu tidak hanya harus berlangsung secara jujur dan adil namun juga diharapkan berlangsung secara kompetitif. Sebab pemilu sendiri merupakan sebuah kompetisi yang tujuannya adalah memperebutkan suara rakyat. Para pemenang nantinya merupakan pilihan rakyat yang harus mewakili serta membela kepentingan rakyat. Berikut ini merupakan 8 Ciri cirri pemilu kompetitif

  1. Ada pengakuan terhadap hak pilih universal

Ciri pemilu kompetitif yang pertama adalah bersifat universal artinya semua warga negara diberi hak untuk memilih dan dipilih dalam pemilu. Setiap warga Negara yang telah terdaftar dalam Daftra pemilih tetap atau minimal yang telah berusia 17 tahun ketas memiliki hak untuk dapat memilih wakil rakyat mereka yang dapat duduk di parlemen hal ini bukan hanya merupakan cirri terselenggarnya pemilu yang kompetitif namun juga merupakan amanat dari Undang Undang dasar.

  1. Ada keleluasaan untuk membentuk tempat penampungan aspirasi masyarakat yang beragam

Negara penganut sistem demokrasi merealisasikan bentuk negaranya kedalam pemilihan umum yang dalam hal ini setiap masyarakat bebeas ikut terlibat secara langsung dalam penyelenggaraan pemilu sehingga mereka bebas untuk membentuk perkumpulan atau juga membentuk kelompok kelompok tertentu untuk dapat memberikan dukungan dalam mendukung paslon atau kandidat tertentu sebagaimana  penyebab konflik antar agama dan akibat konflik antar agama dalam masyarakat majemuk, ataupun penyebab konflik sosial,

  1. Tersedia mekanisme rekruitmen politik bagi calon-calon wakil yang demokratis

Dalam pemilu yang kompetitif terdapat mekanisme dan tata cara yang jelas bagi setiap calon calon untuk dapat ikut serta dalam penyelengaraan pemilu. Hal ini juga yang tertuang jelas dalam UUD 1945 dan juga undang undang penyelenggaraan pemilu. Oleh sebab itu maka di Negara kita terdapat lembaga yang bertanggung jawa mengurusi mengenai penyelenggaraan pemilu yakni KPU (Komisi Pemilihan Umum ) seperti contoh kejahatan kemanusiaancontoh kejahatan korporasi, maupun contoh kejahatan kerah putih..

  1. Ada kebebasan pemilih untuk mendiskusikan dan menentukan pilihan sehingga pemilih tidak berada di bawah ancaman atau tekanan dari pihak mana pun

Pemilu yang kompetitif haruslah berjalan atas dasar dan keinginan serta hati nurani rakyat. Artinya tidak ada pihak manapun yang dapat mempengaruhi para pemilih dalam menentukan kandidat mana yang ingin mereka pilih.

  1. Ada keleluasaan bagi setiap kontestan untuk bersaing secara sehat

Pemilu yang berlangsung dengan kompetitif memberikan peluang bagi setiap peserta untuk dapat berkompetisi dan diberikan kesempatan secara adil dan sama pada semua tahapan pemilu.

  1. Adanya komite atau panitia pemilihan yang independen

Seluruh elemen yang terlibat dalam penyelenggaran pemilu baik dari tingkat TPS, hingga Kecamatan kemudian ke Kabupaten /Kota hingga tingkat provinsi dan nasional haruslah independen atau tidak memihak kepada salah satu pasangan calon yang artinya komite pemilu tidak boleh memihak dan tidak merekayasa hasil akhir pemilu

  1. Penghitungan suara yang jujur

Penyelenggaraan pemilu yang kompetitif didasari atas keinginan kepada terselenggaranya pemilu yang jujur dan adil. Setiap pemilik hak pilih dapat memberikan suaranya kepada siapapun melalui proses yang jujur dan tidak terdapat unsur kecurangan.

  1. Birokrasi yang netral

Pemilu yang demokratis dan kompetitif memerlukan birokrasi yang netral dan tidak memihak, artinya birokrasi tidak boleh menjadi perpanjangan tangan salah satu kekuatan politik yang ikut dalam pemilu. Jika terdapat birpkrasi yang condong kepada satu paslon maka pasti pemilu yang kompetitf tidak akan dapat terwujud lagi.

Itulah tadi, 8 Ciri ciri pemilu kompetitif dalam sistem demokrasi, semoga dapat bermanfaat.

, ,
Post Date: Monday 22nd, April 2019 / 13:12 Oleh :
Kategori : Politik