Sponsors Link

4 Ciri Ciri Terorisme yang Dilakukan Oleh Sekelompok Orang

Sponsors Link

Terorisme adalah serangan-serangan terkoordinasi yang bertujuan membangkitkan perasaan teror terhadap sekelompok masyarakat. Berbeda dengan perang, aksi terorisme tidak tunduk pada tatacara peperangan seperti waktu pelaksanaan yang selalu tiba-tiba dan target korban jiwa yang acak serta seringkali merupakan warga sipil. Istilah teroris oleh para ahli kontraterorisme dikatakan merujuk kepada para pelaku yang tidak tergabung dalam angkatan bersenjata yang dikenal atau tidak menuruti peraturan angkatan bersenjata tersebut.

ads

Aksi terorisme juga mengandung makna bahwa serang-serangan teroris yang dilakukan tidak berperikemanusiaan dan tidak memiliki justifikasi, dan oleh karena itu para pelakunya (“teroris”) layak mendapatkan pembalasan yang kejam. Akibat makna-makna negatif yang dikandung oleh perkataan “teroris” dan “terorisme”, para teroris umumnya menyebut diri mereka sebagai separatis, pejuang pembebasan, militan, mujahidin, dan lain-lain. Tetapi dalam pembenaran dimata terrorism : “Makna sebenarnya dari jihad, mujahidin adalah jauh dari tindakan terorisme yang menyerang penduduk sipil padahal tidak terlibat dalam perang”.

Padahal Terorisme sendiri sering tampak dengan mengatasnamakan agama. Terorisme menjadi suatu ancaman nyata masyarakat saat ini. Aksi teror menyasar berbagai tempat dan kalangan, mulai dari tempat hiburan, restoran, hotel, tempat ibadah dan bahkan pos pengamanan yang dijaga polisi sekalipun tidak luput menjadi sasaran. Terorisme juga menyasar berbagai daerah, tidak hanya kota-kota besar seperti Denpasar dan Jakarta saja,bahkan kota yang seperti Cirebon dan Solo juga tempat sasaran para teroris. Terorisme layaknya benih tanaman yang sudah di tanam dan berhasil tumbuh di berbagai tempat. Oleh karena itu, perlu menjadi perhatian besar bahwa terorisme kini bukan lagi mengancam keamanan nasional, keamanan ibukota saja namun lebih jauh telah menjadi ancaman nyata seluruh masyarakat di setiap wilayah perkotaan, bahkan kota-kota kecil.

Terdapat pula tidakan terorisme yang dilakukan oleh sekelompok orang yang tergabung dalam jaringan teroris. Contohnya adalah Al-Qaeda dibentuk pada tahun 1988 oleh Osama bin Laden, yang tewas pada 2011 dalam sebuah operasi oleh US Navy Seals. Kelompok ini diburu setelah melakukan serangan 11 September 2001, tetapi telah dikalahkan dalam satu tahun terakhir oleh ISIS. Sejak kematian Osama, jaringan ini dipimpin oleh Ayman al-Zawahiri dari Mesir. Meskipun tampaknya telah kehilangan ‘kilaunya’ akhir-akhir ini, banyak kelompok dalam daftar ini berafiliasi dengan Al-Qaeda. ISIS sendiri awalnya bagian dari jaringan, sebelum secara resmi dikeluarkan dari Al-Qaeda awal tahun lalu karena terlalu brutal.

Adapun ciri ciri terorisme yang dilakukan oleh sekelompok orang tidak jauh berbeda dengab ciri terorisme pada umumnya sebagaimana  penyebab konflik antar agama dan akibat konflik antar agama dalam masyarakat majemuk, ataupun penyebab konflik sosial. adapun ciri cirinya adalah sebagai berikut :

1. Menganggap Pemerintahan Demokrasi adalah pemerintahan yang Thagut

Thoghut atau Thaghut adalah istilah dalam agama Islam yang merujuk kepada setiap yang disembah selain Allah yang rela dengan peribadatan yang dilakukan oleh penyembah atau pengikutnya, atau rela dengan ketaatan orang yang menaatinya dalam melawan perintah Allah. Para teroris beranggapan bahwa sistem pemerintahan yang ada terutama di Indonesia adalah pemerintahan yang thagut. Kategori sebenarnya dari pemerintahan thagut adalah dimana terdapat pihak yang memiliki otoritas kepemimpinan atas suatu masyarakat namun enggan untuk memberlakukan hukum Allah sebagai pemutus perkara, baik dalam urusan kecil maupun urusan besar. Inilah yang disebut dengan thaghut berupa pemerintah yang zalim. Zalim dalam arti “tidak menempatkan sesuatu (dalam hal ini hukum Allah pada tempatnya”. Sedangkan syarat awal sebuah pemerintah dikatakan adil ialah “menempatkan sesuatu (dalam hal ini hukum Allah pada tempatnya”.

2. Identik dengan Kekerasan

Terorisme selalu identik dengan kekerasan, dam merupakan puncak dari kekerasan. Terorisme dapat juga diartikan menakut-nakuti atau menyebabkan ketakutan, sedangkan teroris berarti orang atau pihak yang selalu menimbulkan ketakutan pada pihak lain . Terorisme adalah suatu tindakan yang mempunyai ciri-ciri tertentu , antara lain :

  •  Organisasi yang baik, berdisiplin tinggi & militant
  • Mempunyai tujuan politik, ideologi tetapi melakukan kejahatan kriminal untuk mencapai tujuan.
  • Tidak mengindahkan norma-norma universal yang berlaku, seperti agama, hukum dan HAM.
  • Memilih sasaran yang menimbulkan efek psikologis yang tinggi untuk menimbulkan rasa takut dan mendapatkan publikasi yang luas.
  • Menggunakan cara-cara antara lain seperti : pengeboman, penculikan, penyanderaan, pembajakan dan sebagainya yang dapat menarik perhatian massa/publik.
Sponsors Link

3. Berwujud Teror baik secara Fisik ataupun Mental

Terorisme adalah tindakan yang berwajah ganda, karena bentuknya yang diwujudkan dengan berbagai cara, baik berupa teror fisik maupun teror mental. Teror fisik yaitu teror untuk menimbulkan ketakutan, kegelisahan melalui sasaran fisik jasmani dalam bentuk pembunuhan, penganiayaan, pemerkosaan, penyanderaan penyiksaan dsb, sehingga nyata-nyata dapat dilihat secara fisik akibat tindakan teror.

Sementara teror mental menggunakan segala macam cara yang bisa menimbulkan ketakutan dan kegelisahan tanpa harus menyakiti jasmani korban (psikologi korban sebagai sasaran) yang pada tingkat tertentu dapat menimbulkan tekanan batin yang luar biasa akibatnya bisa gila, bunuh diri, putus asa dan sebagainya sebagaimana contoh kejahatan kemanusiaancontoh kejahatan korporasi, maupun contoh kejahatan kerah putih.

4. Terdapat Pengorbanan baik Materi ataupun Nyawa

Setiap aksi terorisme disertai oleh alasan yang kuat, sebab aksi ini disertai dengan pengorbanan materi dan nyawa. Terdapat dua alasan utama yang mendasari munculnya aksi terorisme. Pertama, dorongan ideologi, berwujud pada kebencian terhadap pihak yang menindas kelompok mereka, serta pihak-pihak yang menghalangi usaha mereka untuk mencapai tujuan, sehingga nyawapun rela dikorbankan guna mencapai tujuan yang diinginkan.

Kedua, alasan ekonomi. Tekanan ekonomi yang dialami oleh teroris, terutama bagi orang yang melakukan bom bunuh diri, bisa menjadi latar belakang dipilihnya jalan untuk mengakhiri hidup karena masih banyaknya orang-orang yang hidup di bawah garis kemiskinan. Ini dianggap sebagai kegagalan pemerintah, yang menganut sistem ekonomi, yang tampaknya tidak membuat rakyat sejahtera.

Itulah tadi 4 ciri ciri terorisme yang dilakukan oleh sekelompok orang. Semoga dapat bermanfaat.

,
Post Date: Thursday 18th, April 2019 / 15:02 Oleh :
Kategori : Hukum