Sponsors Link

5 Latar Belakang Tragedi Aleppo yang Begitu Memilukan

Sponsors Link

Selama beberapa tahun kota Aleppo di Suriah terus mengalami kondisi yang memilukan, dimana perang terjadi dimana-mana dan korban terus berjatuhan. Latar belakang tragedi Aleppo memang bisa dibilang cukup menarik perhatian dari berbagai belahan dunia. Latar belakang konflik Suriah ini perlu diketahui agar masyarakat dari negara lain bisa memahami penyebab perang Suriah yang berkepanjangan, tentunya berita mengenai penyebab konflik Suriah tersebut sesuai fakta dan bukan berita simpang siur. Jadi tidak ada kesalahpahaman yang membuat orang lain ikut terprovokasi dengan tragedi Aleppo yang masih berlangsung hingga sekarang.

ads

Meski tidak seperti latar belakang konflik Israel-Palestina, latar belakang tragedi Aleppo ini awalnya memang sama sekali tidak berhubungan dengan agama. Kota Aleppo diserang oleh kelompok pemberontak yang ingin membebaskan Suriah karena kota ini merupakan kota terbesar sebagai pusat dari perekonomian dan pemegang kekuasaan terhadap kota lainnya di Suriah. Meski Suriah bukan termasuk negara dengan militer terkuat, pasukan militer pemerintah tetap melawan pasukan pemberontak hingga terjadi peperangan yang sengit.

Latar Belakang Tragedi Aleppo

Aleppo memang menjadi sasaran utama pemberontak untuk melawan pemerintah, sehingga perang yang terjadi di antara keduanya memakan banyak korban jiwa, termasuk wanita dan anak-anak. Banyak bangunan runtuh dan masyarakat harus mengungsi ke tempat lain untuk melindungi nyawa mereka. Jatuhnya korban dan meningkatnya jumlah pengungsi membuat dunia merasa tersentuh dan ingin turut membantu menyelesaikan konflik di Suriah tersebut. Karena itu sangat penting bagi kita untuk terlebih dahulu mengetahui latar belakang tragedi Aleppo secara mendalam seperti ulasan berikut ini.

1.Bencana Alam Berkepanjangan

Beberapa tahun silam tetaptnya ditahun 2011, negara-negara di Timur Tengah termasuk Suriah mengalami puncak kekeringan yang sangat parah. Bencana alam ini telah menyebabkan kerugian yang sangat besar bagi rakyat, dan 90 persen peternakan dan pertanian lumpuh akibat bencana tersebut. Banyak ternak yang mati dan tumbuhan tidak dapat tumbuh, air semakin sulit dicari dan kehidupan rakyat semakin terancam. Kondisi ini membuat rakyat tergerak untuk meminta bantuan presiden, namun presiden tidak peduli dan mengabaikan permintaan rakyatnya, sehingga muncul rasa kecewa dan dendam di hati rakyat.

2. Protes para Pemuda

Merasa kecewa dengan sikap pemerintah yang mengacuhkan rakyatnya, beberapa pemuda bergerak untuk melancarkan aksi protes dengan mencoret beberapa tembok di kota dengan kata-kata dan sindiran pedas untuk presiden. Tentu saja presiden merasa tidak senang dan memerintahkan pasukan bersenjatanya untuk menangkap para pemuda tersebut. Mereka disiksa dan dibantai secara sadis, sehingga menimbulkan protes dari para orang tua tersebut. Rakyat pun akhirnya melakukan demonstrasi untuk menuntut keadilan dan hak mereka. Sayangnya, aksi mereka justru ditanggapi pemerintah dengan serangan oleh angkatan militer bersenjata. Banyak yang mati ditembak dan sejak itu berbagai kekacauan terjadi di Suriah.

3. Munculnya Kelompok-kelompok Pemberontak

Melihat sikap dan tindakan presiden yang brutal, maka muncullah kelompok-kelompok pemberontak yang menginginkan rezim Bashar Al Assad digulingkan. Beberapa kelompok saling berdiri dan mempersenjatai diri, melakukan baku tembak untuk mengutarakan pendapat mereka. Mereka ingin merebut kekuasaan Suriah dari tangan presiden, dan peperangan ini melibatkan banyak kelompok pemberontak, salah satunya adalah ISIS. Pemerintah pun tidak tinggal diam dan menyerang mereka secara brutal hingga peperangan tidak dapat dielakkan. Keadaan tersebut telah menjatuhkan banyak rakyat sipil dan mereka juga harus mengungsi agar bisa tetap selamat dari pertempuran tiada akhir tersebut.

4. Perebutan Aleppo

Para pemberontak yang ingin merebut kekuasaan menyerang kota Aleppo yang dianggap sebagai pusat kekuasaan, pusat perekonomian dan kota yang paling berpengaruh. Dengan merebut kota Aleppo, mereka menganggap telah menguasai Suriah, karena itu kota tersebut menjadi sasaran utama. Peperangan hebat di Aleppo tidak dapat terhindarkan, pemerintah yang ingin mempertahankan kekuasaannya mengerahkan pasukan militer sebanyak mungkin untuk menghadapi para pemberontak. Para pemberontak pun saling baku senjata baik terhadap pemerintah maupun dengan kelompok pemberontak yang lain. Serangan dari berbagai penjuru telah menghancurkan kota, banyak korban berjatuhan dan semua bangunan hancur. Kondisi ini membuat warga di Aleppo  memilih untuk mengungsi agar bisa selamat dari peperangan yang mengerikan.

Sponsors Link

5. Perang Saudara Tiada Akhir

Keadaan di Suriah yang sudah tidak kondusif lagi memicu peperangan saudara, dimana rakyat berusaha menyerang pemerintah lewat kelompok pemberontak, dan antar pemberontak pun saling menyerang. Perang saudara ini telah merenggut persatuan di Suriah termasuk di Aleppo, dan perpecahan tidak dapat dicegah. Tidak ada yang tahu sampai kapan peperangan tersebut akan berakhir, karena dewan PBB pun tidak melakukan tindakan yang tegas atas nasib warga Aleppo dan Suriah yang terancam.

Itulah latar belakang tragedi Aleppo yang memilukan. Kita sebagai warga dunia hanya bisa mendoakan yang terbaik agar konflik di sana dapat segera berakhir. Bagaimanapun peperangan tidak akan menyelesaikan masalah, justru menimbulkan kerugian yang sangat besar di berbagai pihak.

, , , ,
Post Date: Tuesday 26th, December 2017 / 22:45 Oleh :
Kategori : SARA