Sponsors Link

5 Latar Belakang Konflik Suriah yang Perlu Diketahui

Sponsors Link

Konflik Suriah yang terjadi sejak tahun 2011 silam sangat menarik perhatian dunia, karena akibat dari peperangan pada negara tersebut memakan korban hingga ribuan nyawa penduduk sipil. Bahkan mereka harus kehilangan keluarga, anak-anak tidak dapat bersekolah, rumah hancur dan rata dengan tanah dan sebagian besar dari mereka harus mengungsi ke negara lain untuk menyelamatkan diri. Penyebab perang Suriah ini memang masih simpang siur bagi masyarakat awam, dan menganggap kalau penyebab konflik Suriah dikarenakan perselisihan antar agama. Karena itu kita semestinya mencari tahu informasi yang sebenarnya mengenai penyebab perang Suriah dan perkara yang melatarbelakanginya.

ads

Latar belakang konflik Suriah sendiri sebenarnya bukan karena satu hal saja, namun ada beberapa faktor yang memang menjadi pemicu konflik di Suriah terjadi berkepanjangan. Seperti halnya latar belakang konflik Israel-Palestina yang menjadi penyebab peperangan yang panjang, latar belakang konflik Suriah juga dapat menjadi penyebab tujuan terjadinya perang dingin. Berikut ini merupakan latar belakang terjadinya konflik Suriah yang perlu untuk diketahui bersama agar tidak terjadi salah paham dan perbedaan persepsi terhadap konflik di negara tersebut.

1. Bencana Kekeringan yang Panjang

Pada tahun 2011 di Suriah sedang terjadi musim kekeringan yang berlangsung lama, sehingga hasil pertanian dan peternakan menurun drastis. Akibatnya lapangan kerja menurun, banyak rakyat yang kelaparan dan hidup susah. Mereka bahkan harus kehilangan peternakan dan pertanian mereka, dan sangat sulit mencari air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun kondisi ini tidak membuat pemerintah bertindak untuk mencoba mengatasi krisis yang tengah terjadi, sehingga rakyat merasa geram dengan sikap pemerintah. Mereka akhirnya memprotes dan menunjukkan kekesalan kepada pemerintah dengan melakukan aksi mencoret tembok dan dinding di kota Daraa.

2. Aksi Protes yang Menyulut Reaksi Pembantaian

Para pemuda yang melakukan aksi mencoret tembok di kota ternyata ditanggapi secara brutal oleh pemerintah yang saat itu dipimpin oleh presiden Bashar Al Assad yang bersikap seperti diktator paling kejam di dunia. Mereka ditangkap lalu disiksa secara sadis, kuku mereka dicabuti, tubuh dicambuk dan dibakar sehingga kondisi menjadi semakin panas. Para orang tua dari pemuda-pemuda tersebut melakukan protes dan unjuk rasa untuk menuntut presiden. Namun aksi demonstrasi mereka yang dikabarkan berlangsung dengan tertib dijawab dengan serangan peluru tajam oleh tentara pemerintah. Para demonstran ditembaki bahkan banyak anak-anak yang dikabarkan ikut menjadi korban.

3. Rezim Al Assad yang Kejam

Bashar Al Assad sebenarnya pada awalnya disekolahkan ke London untuk menjadi seorang dokter mata, namun saat kakaknya meninggal ia dipanggil pulang untuk meneruskan tahta sang ayah. Kepemimpinannya dianggap rakyat sangat kejam dan tidak mengenal ampun. Rakyat yang semula memang tidak suka dengan kepemimpinan tersebut semakin merasa geram saat mengetahui adanya isu korupsi dan menyengsarakan kehidupan rakyat. Akhirnya muncul para kelompok pemberontak dari masyarakat yang ingin menggulingkan rezim Al Assad dan sejak itulah peperangan terus terjadi. Namun peperangan yang terjadi di Suriah bukan hanya dilakukan satu pemberontak saja, dan bukan hanya bertujuan untuk menggulingkan Bashar Al Assad saja. Peperangan melawan ISIS pun menjadi pemicu terjadinya konflik semakin memanas di Suriah.

4. Perang Saudara

Meski banyak rakyat yang tidak menyukai masa kepemimpinan Al Assad, nyatanya ada saja rakyat bersikap loyal dan mendukung penuh sang presiden. Akhirnya muncul dua kubu di mana yang satu sisi ingin menjatuhkan sang presiden namun di sisi lain tetap ada yang ingin presiden mereka terus berkuasa. Kondisi ini akhirnya memicu terjadinya perang saudara yang tidak habis, terus berlanjut karena perselisihan rakyat yang saling berseteru. Konflik antara pendukung presiden dan pemberontak terjadi berkepanjangan hingga melibatkan korban nyawa yang tidak sedikit. Masalah terbesar dari perang saudara adalah jatuhnya korban yang kebanyakan merupakan masyarakat sipil terutama wanita dan anak-anak.

Sponsors Link

5. Berdirinya Kelompok ISIS

ISIS atau Islamic State Irak and Syiria termasuk salah satu organisasi yang juga memberontak untuk menggulingkan presiden Bashar Al Assad. Namun mereka bukan bertujuan untuk membela hak rakyat, melainkan ingin menguasai wilayah Suriah dan membentuk negara sendiri. Tak jarang gerakan ISIS juga memerangi para pemberontak lainnya yang merupakan warga Suriah, sehingga konflik dengan ISIS tidak dapat dihindari. Meski ISIS membawa nama Islam, sejatinya organisasi tersebut sangat jauh dari ajaran Islam. Mereka bahkan menyerang sesama muslim yang tidak bersalah dan menciptakan teror dimana-mana. Kelompok ISIS sangat radikal dan militan, mereka juga siap mati dalam memenangkan tujuan utamanya.

Itulah latar belakang konflik Suriah yang sangat penting untuk diketahui bersama. Berkecamuknya perang di Suriah telah menarik simpati dunia, dan banyak yang berharap semoga konflik di negara tersebut dapat segera terselesaikan agar tidak ada lagi korban jiwa yang berjatuhan.

, , , , , ,
Post Date: Monday 25th, December 2017 / 04:35 Oleh :
Kategori : SARA